KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Berita Menggembirakan Untuk Tania


__ADS_3

"NO MOMMY!" teriak gadis yang sedang berdebat dengan ibunya di dalam rumah besar super mewah.


"Ini udah zaman modern dan Mami masih ada perjodohan tai kayak gini. Fix! Ini gila Mami ini gila," ucap gadis itu di sertai gelengan kepala.


Gadis itu adalah Arianna Giyatsa.


Arianna sangat menolak perjodohan itu. Apalagi di umurnya yang terbilang masih sangat muda.


Bayangkan, Arianna masih kuliah. Dirinya masih berumur 21 tahun.


"Aku masih ingin kuliah, Mami! Impian aku masih panjang. Aku masih ingin meraih cita-cita aku," ucap Arianna lagi.


"Arianna Giyatsa. Mami tau itu cuma alasan kamu saja. Apa kamu pikir selama ini Mami tidak tahu, hah?! Gimana kelakuan kamu di kampus," ucap wanita yang bernama Diva, ibunya Arianna.


Denira memutar kedua bola matanya malas. Ternyata tidak segampang itu meyakinkan ibunya.


"Kamu suka membully teman-teman kampus kamu. Apalagi jika mereka berasal dari kalangan miskin dan mendapatkan bea siswa. Mereka itu adalah sasaran empuk kamu. Dan Mami juga tahu kalau kamu suka sama salah satu mahasiswa yang bernama Jerry. Kamu selalu ngejar-ngejar dia, walau sudah berulang kali ditolak."


Mendengar penuturan dari ibunya. Seketika mata Arianna melotot. Dirinya tidak menyangka jika kelakuannya selama di kampus diketahui.


Diva yang melihat putrinya terkejut akan penuturannya barusan tersenyum sinis. Dirinya sudah kehabisan akal untuk memberikan nasehat serta teguran kepadanya.


Tanpa berkata-kata apapun lagi. Arianna menyambar kunci mobilnya di atas meja dan langsung keluar untuk menuju kampus.


***


Brenda dan ketujuh sahabatnya sudah berada di kampus. Kini mereka sedang berada di kelas.


Brenda tengah mengerjakan tugas IPA yang belum sempat dikerjakan di rumah. Sementara ketujuh sahabatnya sedang asyik dengan ponselnya sembari berselfi ria. Bahkan sesekali mereka tertawa ketika melihat beberapa video lucu di media sosialnya yaitu INSTRAGRAM.


Seketika Tania membelalakkan matanya ketika melihat berita di Instragram miliknya.


Di Instragram miliknya itu terlihat sebuah berita dimana seorang wanita paruh baya memposting foto putrinya bersama seorang pemuda. Dan lebih parahnya lagi ketika Tania membaca Caption dari wanita tersebut.


[Hallo, semuanya. Perkenalkan ini calon menantu saya. Gantengkan? Doakan ya semoga tidak ada kendala saat hari H nya. Kemungkinan putriku Arianna Giyatsa dan Rhandy Ramindra akan menikah akhir bulan ini]


Seketika terukir senyuman manis di bibir Tania setelah selesai membaca caption tersebut.


"Guys!" teriak Tania.


Mendengar teriakan Tania membuat semua yang ada di kelas itu terkejut. Kemudian mereka semua menatap kearah Tania.


"Tania, lo ngapain teriak-teriak kayak gitu?" tanya Brenda kesal.

__ADS_1


Tania menatap satu persatu wajah ketujuh sahabatnya.


"Gue ada berita buat kalian. Dan gue yakin kalian bakal lebih heboh lagi dari pada gue," sahut Tania.


"Apaan?" tanya Vania.


"Berita apa?" tanya Elsa.


"Buruan. Lama lo," ucap Milly.


"Arianna bakal nikah akhir bulan ini," ucap Tania dengan wajah bahagianya.


Mendengar ucapan dari Tania membuat Brenda, Elsa, Alice, Lenny, Felisa, Vania dan Milly terkejut dan juga syok.


"What!!" teriak kompak Brenda dan yang lainnya.


"Nah, tuhkan apa gue bilang. Kalian bakal lebih heboh dan lebih keras teriakannya jika dengar berita ini," ucap Tania.


"Yang benar lo, Tan?" tanya Alice.


"Nggak percaya?" tanya Tania balik sambil menatap satu persatu wajah ketujuh sahabatnya itu.


"Nggak," jawab mereka kompak.


Felisa mengambil ponsel Tania, lalu melihat apa yang ada di ponsel itu. Brenda dan sahabatnya yang lain juga ikut melihatnya.


Dan detik kemudian...


"Wah, Tan! Ini satu poin buat lo. Jika Arianna macam-macam sama lo atau Jerry. Lo bisa nyerang dia lewat berita ini," sahut Alice.


"Kalau perlu kita cari tahu latar belakang dari calon suaminya," sela Lenny.


"Kalau sudah dapat, kita mau ngapain sama tu cowok?" tanya Elsa.


Mendengar pertanyaan dari Elsa. Seketika Lenny menatap horor Elsa. Dan kemudian tanpa perikemanusiaan, Lenny menjitak keningnya.


"Lo tu pintar, bodoh, idiot atau apa sih. Masa kaya gini aja lo nggak ngerti," ucap Lenny kesal.


Sementara Brenda dan sahabatnya yang lain tersenyum melihat keduanya.


"Jadi gini, jika kita sudah tahu latar belakang dari calon suaminya Arianna. Kita bisa memanfaatkan situasi ini," ucap Lenny.


Mendengar ide cemerlang dari Lenny membuat Tania dan sahabatnya yang lain tersenyum.

__ADS_1


***


Darren dan ketujuh sahabatnya saat ini berada di ruang komputer. Mereka tengah membuat proposal untuk acara pasar murah yang akan diadakan seminggu lagi.


Diacara pasar murah itu, Darren dan ketujuh sahabatnya akan memberikan sedikit sumbangan berupa uang tunai kepada para warga tak mampu.


"Ren, coba lihat ini!" seru Willy sembari memberikan kertas putih kepada Darren.


Darren langsung mengambil kertas yang diberikan oleh Willy kepadanya. Dan setelah itu, Darren melihat dan membaca isinya.


Seketika terukir senyuman manis di bibir Darren ketika selesai membaca isi yang ada di kertas putih itu.


"Keren, Wil! Baiklah, kita menggunakan ide ini!" Darren berseru.


"Oke, " jawab Willy.


"Ren, bawa kemari kertas itu!" seru Rehan.


Darren langsung memberikan kertas milik Willy kepada Rehan. Dan setelah itu, yang lainnya pun ikut melihat apa isi dari kertas milik Willy.


Tak jauh beda dengan Darren. Qenan, Rehan, Darel, Axel, Jerry dan Dylan juga ikut tersenyum melihat isi yang tertulis di kertas putih itu.


"Wah, Wil! Ini keren. Aku suka ide lo," sahut Dylan.


Isi kertas putih itu adalah disaat acara pasar murah plus memberikan sumbangan berupa uang tunai. Willy mengusulkan untuk membagi-bagikan sembako dan memberikan gratis berobat dan rawat inap di rumah sakit umum selama 1 tahun.


Willy juga mengusulkan untuk membuat kartu Gratis Berobat. Setelah kartu itu selesai di buat, kartu itu akan dibagikan kepad warga yang kurang mampu. Di kartu itu akan bertulis Logo Darren Grup. Untuk rumah sakitnya adalah rumah sakit milik ibunya Axel.


"Baiklah. Kita semua setuju!" seru Darren dan yang lainnya


"Masalah rumah sakit, gue akan membicarakan masalah ini sama Mama," sahut Axel.


"Untuk kartunya biar gue sama Rehan yang buat," sela Darel dan diangguki oleh Rehan.


"Masalah sembako. Biarkan para gadis yang melakukannya," sahut Qenan.


"Dan...." Jerry, Dylan dan Willy berseru sembari menatap wajah Darren.


Melihat tatapan mata Jerry, Dylan dan Willy. Seketika Darren langsung paham.


"Masalah uang biarkan Darren yang tangani. Itukan yang ingin kalian ucapkan?" ucap dan tanya Darren.


Willy, Dylan dan Jerry saling memberikan tatapan. Dan detik kemudian, ketiganya mengacungkan ibu jarinya kearah Darren. Dan tak lupa senyuman yang mengembang di bibir mereka masing-masing.

__ADS_1


Melihat hal itu, Darren hanya bisa menghela nafasnya. Sedangkan Qenan, Rehan, Darel dan Axel tersenyum melihat wajah pasrah Darren.


__ADS_2