KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Kabar Menggembirakan


__ADS_3

Darren saat ini berada di dalam kamarnya. Dirinya akan segera bersiap-siap untuk tidur.


Ketika Darren ingin istirahat, tiba-tiba ponselnya  berbunyi.


"Hallo, Bos!"


"Ada apa?"


"Saya ada informasi mengenai orang yang sudah mengaduk domba geng motor Bruiser dengan geng motor Vagos."


Mendengar perkataan dari orang yang ada di seberang telepon membuat Darren bahagia.


"Buruan katakan!"


"Ini tentang pelaku pengeroyokan tuan Rehan beberapa hari yang lalu. Dan yang sudah memfitnah Bos dan geng motor Bruiser."


"Mereka dari geng motor Eagle, Bos! Pemimpinnya bernama Oscar."


"Akhirnya aku menemukanmu. Tunggu kejutan dariku," batin Darren.


"Apa alasan bajingan itu melakukan hal keji itu terhadapku, geng motorku dan geng motor Vagos?"


"Karena dia tidak terima akan keputusan dari ketua pertama dari Bruiser, Bos!"


"Maksud kamu?"


"Laki-laki itu sempat berselisih paham dengan ketua Bruiser dulu. Laki-laki itu tidak suka akan kepemimpinan dari ketuanya. Bahkan ketua pertama dari Bruiser dan Vagos ternyata sudah melakukan perdamaian."


"Apa? Jadi maksud kamu bahwa kedua ketua itu sudah tidak bermusuhan lagi?"


"Benar, Bos! Saya tidak bisa menjelaskannya secara mendetail. Saya akan mengirim videonya kepada Bos."


"Baiklah. Kirim videonya kepada saya, sekarang!"


"Baik, Bos."


Setelah itu, Darren langsung memutuskan panggilannya.


Dan beberapa detik kemudian, terdengar nada notifikasi masuk ke ponselnya Darren.


Mendengar bunyi notifikasi dari ponselnya, Darren langsung melihat dan membukanya.


Darren melihat sebuah video di layar ponsel miliknya. Tanpa membuang waktu lagi. Darren langsung membuka video itu dengan cara mengkliknya.


Deg!


Darren seketika terkejut ketika melihat video tersebut.


Dalam video itu adalah laki-laki itu membayar masing-masing dua anak buahnya untuk menemui ketua geng motor Bruiser dan ketua geng motor Vagos, lalu mengatakan bahwa kedua ketua geng motor itu ingin bertemu.


Ketika kedua ketua bertemu, tiba-tiba keluarlah beberapa orang yang memang telah bersembunyi di sekitarnya.

__ADS_1


Di dalam video itu juga terlihat bagaimana kedua ketua itu saling berkerjasama untuk mengalahkan para musuhnya.


Ketika tengah bertarung, tiba-tiba salah satu musuhnya ingin membunuh ketua geng motor Bruiser.


Namun dengan lihainya, ketua geng motor Vagos menjadi tameng untuk ketua geng motor Bruiser.


Melihat kejadian yang sebenarnya dari video yang dikirimkan oleh salah satu anggotanya Fito membuat Darren benar-benar marah.


"Brengsek! Berani sekali dia melakukan hal sekeji ini. Awas, kau! Tunggu pembalasanku," batin Darren.


Setelah selesai melihat adegan demi adegan di dalam video itu. Darren pun memutuskan untuk turun ke bawah dan sarapan pagi bersama kedua kakaknya.


***


Darren, Darka dan Gilang sudah sampai di kampus.


Sesampainya mereka di kampus. Ketujuh sahabatnya Darren datang menyambutnya dengan teriakan khas mereka masing-masing.


Darren yang mendengar teriakan dari ketujuh sahabatnya langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan panggilan dari ketujuh sahabatnya itu.


"Darren, tunggu!"


Qenan, Willy, Rehan, Darel, Axel, Jerry dan Dylan mengejar Darren.


Sedangkan Gilang dan Darka yang melihat kelakuan dari ketujuh sahabatnya Darren dan juga kekesalan adiknya itu hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.


^^^


"Ren," panggil Darel.


Darren mengeluarkan sesuatu dari saku tasnya. Setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan olehnya, Darren langsung memasang alat itu ke telinganya.


Alat yang diambil oleh Darren di dalam saku tasnya adalah earphone.


Melihat apa yang dilakukan oleh Darren. Seketika membuat Qenan, Willy, Rehan, Darel, Axel, Jerry dan Dylan membelalakkan matanya.


Darren menuliskan sesuatu di kertas, lalu kertas itu diberikan kepada salah satu sahabatnya yaitu Axel yang ada di sampingnya.


Axel menerima kertas itu, lalu membacanya :


"JANGAN MENGGANGGUKU. AKU SEDANG SIBUK. DAN KALIAN... SELESAIKAN SOAL MATEMATIKA ITU. JIKA KALIAN TIDAK SELESAI. MAKA GAJI KALIAN AKU TIADAKAN!"


Seketika mata Axel membelalak sempurna ketika selesai membaca isi kertas yang diberikan oleh Darren.


Tak jauh beda dengan Axel yang terkejut ketika membaca isi kertas itu. Qenan, Willy, Rehan, Darel Jerry dan Dylan juga terkejut ketika membaca isi kertas itu.


"Dasar siluman kelinci, sialan!" umpat mereka bersamaan.


***


Di markas geng motor Vagos, Lino saat ini berada di ruangan kerjanya. Dirinya saat ini tengah memegang sebuah foto. Foto itu adalah foto dirinya dengan kakak angkatnya.

__ADS_1


"Kakak, Lino rindu kakak!"


Ketika Lino sedang berbicara sambil memegang foto kakak angkatnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Lino mengambil dan melihatnya tertera nama anak buahnya di layar ponselnya.


"Hallo."


"Hallo, tuan. Saya mendapatkan sedikit informasi mengenai penyebab kematian ketua pertama.


"Katakan."


"Sebelum ketua pertama meninggal. Ternyata ketua pertama pernah disekap di sebuah gudang. Bukan hanya ketua pertama kita saja. Melainkan ketua pertama dari geng motor Bruiser juga. Dan keduanya sudah berdamai."


"Maksud kamu?"


"Kedua ketua itu sudah berdamai. Bahkan geng motor Bruiser dan geng motor Vagos dulu sudah menjalin hubungan persahabatan. Tidak ada lagi perselisihan diantara keduanya."


Mendengar laporan dari anak buahnya membuat Lino terkejut.


"Brengsek! Laki-laki itu telah menipuku selama ini. Dan ternyata benar apa yang dikatakan Darren kepadaku tentang laki-laki itu," batin Lino.


"Baiklah. Terima kasih informasinya."


Tut!


Lino langsung mematikan panggilannya secara sepihak.


***


Darren dan ketujuh sahabatnya berada di kantin. Setelah selama tiga jam bertempur dengan dua materi yang tersulit. Saat ini mereka tengah menikmati makan siangnya.


"Nanti setelah pulang dari kampus. Kita akan menemui anak-anak Vagos," sahut Darren disela makannya.


Mendengar perkataan dari Darren membuat Qenan, Willy, Rehan, Darel, Axel, Jerry dan Dylan langsung menatap wajah Darren.


"Mau ngapain?" tanya Jerry.


"Untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapai akibat fitnahan dari laki-laki brengsek itu," jawab Darren.


"Apa kau sudah mendapatkan sesuatu?" tanya Axel.


Darren melirik sekilas, lalu kembali pada makanannya. "Iya"


Mendengar jawaban dari Darren membuat ketujuhnya langsung menghentikan aktifitas makannya untuk menatap wajah Darren.


Darren yang mengetahui dan menyadari bahwa ketujuh sahabatnya tengah menatapnya langsung bersuara.


"Kalian akan tahu nanti disaat kita bertemu dengan anak-anak Vagos. Lebih baik kalian habiskan makanan dan minuman yang masih banyak di atas meja," ucap Darren yang kembali fokus pada makanannya.


Mendengar perkataan dari Darren membuat Qenan, Willy, Rehan, Darel, Axel, Jerry dan Dylan mendengus kesal.


Setelah itu, ketujuhnya pun kembali menyantap makanan dan minumannya yang ada di atas meja.

__ADS_1


Sementara Darren yang melihat wajah pasrah dan wajah patuh ketujuh sahabatnya tersenyum puas. Darren memang suka sekali membuat mood ketujuh sahabatnya itu hancur apalagi ketika mendengar kata-kata indah yang keluar dari mulut ketujuh sahabatnya itu untuknya.


__ADS_2