
Di lokasi yang berbeda dimana keempat ketua mafia bersama dengan para tangan kanannya dan para mafiosonya tengah bertarung membantai habis para musuh-musuh yang sudah mengusik kedelapan adiknya. Bahkan para musuh-musuh itu juga mengusik anggota keluarganya.
Tidak ada satu pun dari keempat ketua mafia memberikan kata ampun terhadap musuh-musuh dari kedelapan adiknya. Begitu juga dengan para tangan kanannya dan para mafiosonya. Mereka sama kejamnya dengan ketua mereka.
Baik keempat ketua mafia maupun para tangan kanan dan para mafioso memukul, menendang dan meluka-lukai seluruh tubuh musuh-musuhnya. Bahkan mereka juga memenggal kepala dan menghias-hiasi tubuh musuh-musuhnya.
***
Di saat para ketua mafia, kecuali Ziggy bersama dengan para tangan kanannya dan para mafiosonya sedang bertarung melawan dan menghabisi para musuh. Disisi lain Daren, ketujuh sahabatnya dan anak-anak geng motor Bruiser sedang bertarung dengan kelompok geng motor Eagle.
Di lokasi itu bukan hanya ada Darren, ketujuh sahabatnya dan anak-anak geng motor Bruiser, melainkan Elzaro Adelino, keenam sahabatnya dan anak-anak geng motor Vagos juga ada disana.
Sesuai dengan rencana yang sudah dibuat oleh masing-masing ketua dimana nantinya kedua geng motor mereka akan bertarung sehingga membuat geng motor Vagos berpura-pura kalah. Dan dari situlah geng motor Eagle datang membantu geng motor Vagos.
Geng motor Eagle saat ini dalam keadaan luka-luka di seluruh tubuhnya akibat pukulan dan tendangan yang tak main-main dari Darren, Elzaro, para sahabatnya dan para anggotanya.
Darren dan Elzaro menatap tajam kearah ketua geng motor Eagle. Bahkan keduanya tersenyum bak iblis. Begitu juga dengan para sahabatnya.
Sementara untuk ketua geng motor Eagle menatap ketua geng motor Bruiser dan geng motor Vagos dengan tatapan bingung.
"Kenapa jadi begini. Bukankah beberapa menit yang lalu geng motor Vagos kalah telak dengan geng motor Bruiser. Kenapa sekarang mereka seakan-akan tidak terluka sama sekali? Mereka dalam keadaan baik-baik saja," batin Nirvan Sheehan.
Baik Darren, Elzaro maupun para sahabat mereka menatap remeh kearah Nirvan dan kelompoknya. Begitu juga dengan para anggota dari geng motor Bruiser dan geng motor Vagos.
"Kenapa? Kaget ya?" tanya Derry sahabatnya Elzaro dengan aksen mengejeknya.
"Bagaimana? Menarik bukan?" tanya Melky yang juga menatap ketua geng motor Eagle dengan senyuman menyeringainya.
Mendengar ucapan dan ejekan dari Melky dan Derry, kedua sahabat Elzaro membuat ketua dari geng motor Eagle marah.
"Brengsek! Berani-beraninya kalian mempermainkanku, hah!" bentak ketua geng motor Eagle.
Baik Darren, Elzaro maupun para sahabatnya tersenyum menyeringai ketika mendengar perkataan dan amarah dari laki-laki yang berdiri di hadapan mereka.
"Tidak ada yang mempermainkanmu, tuan Nirvan Sheehan! Kami melakukan semua ini itu juga karena ulahmu," sahut Darren.
Mendengar perkataan dari Darren membuat laki-laki itu terkejut. Laki-laki itu tidak menyangka jika ketua geng motor Bruiser tahu nama lengkapnya.
"Dan kau!" Darren berbicara dengan ketusnya sambil menunjuk kearah laki-laki yang berdiri di samping Nirvan Sheehan. "Aku tahu siapa kau dan bahkan aku juga sudah tahu tentang latar belakang keluargamu."
Laki-laki seketika membelalakkan matanya ketika mendengar perkataan dari Darren.
"Jangan sesekali kau berani menyentuh keluargaku!" bentak laki-laki.
"Hahahaha." Darren langsung tertawa ketika mendengar perkataan dari laki-laki tersebut.
"Kenapa? Kau takut, hum?" ejek Darren.
Laki-laki itu mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kuat. Dan tatapan matanya menatap tajam kearah Darren.
"Kenapa kau melakukan semua ini padaku, Elzaro Adelino?!" tanya Nirvan Sheehan dengan menatap tajam Elzaro.
Elzaro tersenyum mendengar pertanyaan dari Nirvan Sheehan. Dirinya menatap meremehkan laki-laki itu.
__ADS_1
"Kenapa kau bilang?! Apa kau tidak sadar akan kesalahanmu selama ini, hah?! Kau penyebab semuanya, tapi kau melemparkan semua kesalahanmu kepada orang lain!" bentak Elzaro.
"Apa maksudmu, hah?!" Nirvan balik membentak Elzaro.
"Jangan seperti kura-kura dalam perahu, tuan!" ejek Qenan dengan tatapan menyindirnya.
"Diam kau!" bentak Nirvan.
"Opps!" Qenan langsung menutup mulutnya seakan-akan dirinya takut akan bentakkan dari Nirvan.
"Sudah cukup permainanmu selama ini, Nirvan Sheehan! Kau menyebarkan fitnah dan mengatakan bahwa ketua geng motor Vagos yang terdahulu dibunuh. Dan yang menjadi pelakunya adalah geng motor Bruiser." Darren berbicara dengan penuh penekanan dan tatapan matanya yang menajam.
Mendengar perkataan dari ketua geng motor Bruiser membuat Nirvan Sheehan terkejut. Tapi Nirvan berusaha untuk tidak memperlihatkan rasa keterkejutannya itu.
"Jangan asal kau. Aku tidak pernah memfitnah geng motor Bruiser. Tapi apa yang aku katakan dan tangan kananku ini adalah fakta. Kau dan geng motor Bruiser telah membunuh Gavin!" Nirvan berbicara dengan nada yang meninggi sembari menyebut nama ketua geng motor Vagos terdahulu.
Mendengar perkataan dari Nirvan membuat Elzaro tersenyum meremehkan.
"Hahahaha. Dari cara kau berbicara saja sudah terlihat kau itu berbohong, Nirvan!" seru Elzaro.
"Apa maksudmu, hah?!" bentak Nirvan.
"Maksudku adalah ketua geng motor Vagos terdahulu tidak pernah mengungkapkan nama aslinya didepan umum. Dengan kata lain, tidak ada satu pun yang tahu nama asli dari ketua geng motor Vagos terdahulu, termasuk para musuh-musuhnya. Yang tahu nama aslinya hanya aku, keenam sahabatku saja yang tahu nama aslinya."
Elzaro berbicara dengan menatap wajah Nirvan dengan tersenyum menyeringai. Begitu juga dengan keenam sahabatnya.
"Lo adalah salah satu orang kepercayaan dari ketua geng motor Vagos terdahulu!" seru Darren tiba-tiba.
Sementara Darren fokus menatap kearah Nirvan dengan tatapan tajamnya.
"Apa itu benar Darren?" tanya Elzaro.
"Seperti itulah informasi yang aku dapatkan dari tangan kananku," jawab Darren.
Elzaro dan yang lainnya kembali menatap kearah Nirvan. Sama halnya dengan Darren, mereka juga menatap tajam kearah Nirvan.
"Kau marah terhadap ketuamu karena semua ide dan rencanamu tidak pernah dipakai olehnya. Ketuamu secara halus menolak semua ide, saran dan rencana yang kau berikan."
Elzaro dan keenam sahabatnya terkejut mendengar perkataan Darren barusan. Begitu juga dengan anak-anak geng motor Vagos.
"Ketuamu itu bukan sengaja menolak semua ide dan rencana yang kau berikan padanya. Hanya saja ketuamu itu tahu bahwa semua rencana dan ide yang kau berikan padanya itu akan menambah masalah baru. Bukan menyelesaikan masalah."
"Semingu setelah masalah mereda. Seketika kau marah ketika mendengar berita tentang perdamaian antara ketua geng motor Vagos dengan ketua geng motor Bruiser. Kau tidak terima perdamaian dua geng motor yang sama-sama terkenal di dunia anak-anak motor. Dan pada akhirnya kau merencanakan sesuatu untuk membalas kedua ketua geng motor itu."
Darren berbicara dengan menatap tajam kearah Nirvan sembari menjelaskan pokok permasalahan yang sebenarnya.
Sementara Elzaro, kelima sahabatnya, anak-anak geng motor Vagos terkejut. Begitu juga dengan ketujuh sahabatnya Darren dan anak-anak geng motor Bruiser.
Mereka terkejut ketika mendengar cerita dan penjelasan dari Darren tentang permusuhan hingga berakhir perdamaian dari dua ketua geng motor.
"Kau tak terima perdamaian keduanya sehingga kau merencanakan untuk membunuh mereka berdua dengan cara menculik dan menyekap mereka di gudang. Di sanalah kau membongkar semuanya. Kau mengatakan kepada ketuamu bahwa kau sangat membencinya. Bahkan kau juga mengatakan bahwa kau tidak suka akan sikap ketuamu yang selalu memihak kepada anak baru yaitu Elzaro Adelino."
Lagi-lagi Elzaro dan kelima sahabatnya terkejut ketika mendengar perkataan dari Darren. Mereka tidak menyangka jika laki-laki yang ada di hadapannya itu tega melakukan hal itu.
__ADS_1
"Setelah kau membunuh kedua ketua geng motor itu. Kau menjadikanku dan geng motor Bruiser sebagai pelaku yang telah membunuh ketua geng motor Vagos. Dan kau menyuruh tangan kananmu untuk selalu menemui ketua geng motor Vagos yang sekarang dengan maksud tujuan untuk memanas-manasinya."
Darren, Elzaro dan para sahabat-sahabatnya menatap tajam dan juga marah kearah Nirvan dan tangan kanannya.
"Kau kalah Nirvan Sheehan!" seru Glen.
"Mundur atau tetap melanjutkan masalah ini?" tanya Allan.
"Jika kau mundur. Pergilah menjauh dan jangan mengusik geng motor kami lagi. Begitu juga dengan geng motor lainnya," ucap Diego.
"Tapi jika kau tetap melanjutkan masalah ini. Jangan salahkan kami jika ada yang mati diantara kalian. Bahkan kami akan membawa-bawa anggota keluarga lain," sahut Willy.
"Kami sudah mengetahui latar belakang keluargamu, keluarga dari tangan kananmu. Begitu juga latar belakang keluarga dari para anggota geng motormu," ucap Axel.
"Jika kau memutuskan berhenti sampai disini. Dan berubah menjadi orang baik. Maka kami tidak akan mengganggu keluargamu dan keluarga dari anggota-anggotamu," ucap Jerry.
"Semua keputusan ada di tangan kalian," ujar Derry.
Mendengar perkataan dari para sahabat Darren dan Elzaro membuat tangan kanan Nirvan dan anggotanya seketika menelan ludahnya kasar.
Mereka semua melihat kearah Nirvan meminta padanya untuk menyudahi permusuhan ini.
Nirvan yang merasa ditatap langsung menatap satu anggota geng motornya. Dan terakhir menatap wajah tangan kanannya.
"Bos," ucap laki-laki itu.
Setelah itu, Nirvan kembali menatap wajah Darren, Elzaro dan para sahabat-sahabatnya.
"Semua keputusan ada di tanganmu, Nirvan Sheehan!" seru Darren.
"Mundur atau tetap melanjutkan permusuhan ini," sahut Elzaro.
"Jika kau memilih mundur. Kami memutuskan untuk memaafkan kesalahan yang sudah membunuh ketua kami," tutur Rehan.
"Kami tidak akan melaporkanmu ke kantor polisi," ucap Dylan.
"Itu pun kalau kau benar-benar tidak mengulanginya lagi. Dan berubah menjadi laki-laki yang baik," ucap Rehan.
Mendengar perkataan dari sahabat-sahabatnya Darren membuat Nirvan hanya diam membisu.
Namun di dalam hatinya, Nirvan memilih untuk mundur dan menyelesaikan permusuhannya dengan geng motor Bruiser dan geng motor Vagos.
Tanpa meninggalkan perkataan dan juga pertanyaan. Nirvan tiba-tiba berjalan menuju motornya.
Melihat hal itu, tangan kanannya dan anggota geng motornya juga melangkah mendekati motor masing-masing.
Setelah tiba di dekat motornya, Nirvan dan para anggota geng motornya langsung menaiki motornya.
Nirvan tak lupa mengatakan sesuatu sebelum pergi.
"Jika kita bertemu kembali. Semoga kita sudah menjadi teman. Bukan menjadi musuh. Maafkan kesalahanku yang telah membunuh para ketua kalian!"
Setelah mengatakan itu, Nirvan dan geng motornya pun pergi meninggalkan geng motor Vagos dan geng motor Bruiser.
__ADS_1