
Hari yang di tunggu-tunggu oleh keluarga Carloz, keluarga Jones dan keluarga Brown akhirnya tiba.
Kini semua anggota keluarga telah dalam keadaan rapi dengan pakaian pesta membalut tubuh masing-masing. Begitu juga dengan Valencia Carloz.
"Putri Mama sangat cantik hari ini," puji wanita paruh baya itu.
"Terima kasih, Mama. Mama juga cantik hari ini," ucap Valen.
"Kamu cantik, sayang."
"Terima kasih, sayang."
Valen memeluk suaminya erat. "Sesuai yang sudah kita rencanakan. Di depan orang-orang, kamu adalah kakak sepupuku. Jadi dengan begitu kita bisa terus bertemu tanpa sembunyi-sembunyi."
"Iya, sayang."
"Ya, sudah. Ayo, kita berangkat sekarang!"
Setelah itu, mereka semua pun pergi meninggalkan kediaman untuk menuju gedung tempat akan dilaksanakan pernikahan antara Valencia dan Gilang.
***
Di gedung pernikahan Gilang. Anggota keluarga Smith sudah hadir sejak sejam yang lalu.
Bukan hanya keluarga Smith saja yang sudah hadir di gedung itu. Anggota keluarga dari ketujuh sahabat-sahabat Darren juga telah hadir disana. Begitu juga dengan Brenda, ketujuh sahabatnya beserta anggota keluarga.
Bahkan para tamu undangan dari kalangan pebisnis, baik dari dalam maupun luar negeri juga sudah hadir bersama anggota keluarganya.
Sementara Darren dan ketujuh sahabatnya belum menampakkan dirinya di gedung tersebut.
Erland memperhatikan sekitarnya untuk mencari keberadaan putra bungsunya dari istri pertamanya. Namun matanya tak menemukan keberadaan putranya itu.
Davin dan Andra yang menyadari bahwa ayahnya tengah mencari keberadaan adik bungsunya langsung bersuara.
"Papa," panggil Davin dan Andra bersamaan.
"Iya, sayang." Erland menjawab panggilan dari kedua putra tertuanya.
"Papa pasti lagi cari keberadaan Darren kan?" tanya Andra.
"Iya, Andra. Papa tengah mencari keberadaan adik kalian," jawab Erland.
"Mungkin sebentar lagi Darren datang," ucap Davin sembari menghibur ayahnya.
"Papa hanya takut saja, Davin."
"Takut kenapa, Pa?" tanya Davin.
"Papa takut adik kamu itu marah terhadap Gilang. Dan memutuskan untuk tidak datang ke acara pernikahan Gilang."
"Sayang." Agneta mengusap lembut punggung suaminya.
"Papa tenang saja. Darren pasti datang," ucap Dzaky.
"Dan aku berharap kehadiran Darren bertujuan untuk menggagalkan pernikahan Gilang. Aku sama sekali tidak setuju pernikahan ini," sahut Adnan.
"Ya, Adnan. Kakak juga setuju akan hal itu. Semoga dengan kedatangan Darren, pernikahan Gilang dan Valen batal," ucap Davin berharap.
"Hm." mereka semua mengangguk.
Ketujuh sahabat dari Erland sudah mengetahui perihal Gilang yang akan menikah dengan Valencia Carloz. Mereka tahu dari para putra bungsu mereka masing-masing.
Mendengar cerita dari putra bungsunya membuat ketujuh sahabat Erland terkejut.
"Hei, itu pengantin perempuan dan keluarga besarnya sudah datang!" seru salah satu tamu undangan.
Mendengar seruan dari salah satu tamu undangan. Semua yang ada di dalam gedung itu melihat kearah dimana pengantin perempuan dan keluarga besarnya memasuki gedung dan melangkah menuju pelaminan dimana pengantin pria berada.
Setelah pengantin wanita berdiri di samping pengantin pria. Anggota keluarganya pun pergi meninggalkan pengantin wanita untuk menuju kursi yang sudah di sediakan.
Untuk posisi sebelah kanan terlihat anggota keluarga Smith. Dan untuk posisi sebelah kiri adalah keluarga besar dari keluarga Valencia.
Setelah beberapa detik menunggu, sang imam pun memulai menikahkan pasangan kekasih yang berdiri di hadapannya.
"Baiklah, hadirin semuanya. Mari kita mulai."
"Gilang Aditya Smith, maukah saudara menikah dengan Valencia Carloz yang hadir disini dan mencintainya dengan setia seumur hidup. Baik suka maupun dalam duka?"
Gilang tidak langsung menjawab pertanyaan dari imam tersebut. Justru Gilang sengaja menutup mulutnya setidaknya selama 10 menit.
Melihat Gilang yang hanya diam dan tak menjawab pertanyaan dari imam tersebut membuat Valencia melihat kearah Gilang.
"Gil," panggil Valen.
Gilang melirik sekilas Valen. Setelah itu, Gilang menatap ke depan.
"Aku sedikit gugup," jawab Gilang bohong.
Mendengar jawaban dari Gilang membuat Valen tersenyum. Valen berpikir bahwa Gilang berubah pikiran ketika sudah berada disini. Ternyata pikirannya salah.
Sementara sang imam itu tersenyum menatap Gilang dan memberikan sedikit ketenangan.
"Saudara Gilang tidak perlu gugup. Santai saja."
__ADS_1
"Baik," jawab Gilang.
"Bisa kita ulangi lagi?"
"Silahkan."
Setelah itu, sang imam itu pun memulai bertanya kembali kepada Gilang.
"Gilang Aditya Smith, maukah saudara menikah dengan Valencia Carloz yang hadir disini dan mencintainya dengan setia seumur hidup. Baik suka maupun dalam duka?"
"Hentikan pernikahan ini!" teriak seseorang yang melangkah masuk ke dalam gedung tersebut.
Mendengar teriakan seseorang, semua tamu undangan melihat kearah orang itu. Mereka bisa melihat seorang pemuda yang melangkah masuk dengan tatapan amarah.
"Darren."
Anggota keluarganya, anggota keluarga dari ketujuh sahabatnya, Brenda, ketujuh sahabat-sahabatnya beserta keluarganya melihat kearah Darren.
[Siapa dia?]
[Kenapa orang itu buat keributan disini?]
[Tidak tahu malu]
Itulah kata-kata dari para tamu undangan.
"Kenapa dia bisa masuk?"
"Kenapa para penjaga membiarkan bajingan itu masuk kesini?"
Perkataan itu berasal dari dua laki-laki. Yang satu kakak laki-laki Valen dan yang satu suami dari Valen.
"Aku Darrendra Smith, adik laki-laki dari Gilang Aditya Smith tidak setuju akan pernikahan ini."
Mendengar perkataan dari Darren membuat para tamu undangan terkejut. Dan mereka baru mengetahui jika pemuda tersebut adalah adik laki-laki dari pengantin pria.
Sementara anggota keluarga Carloz, keluarga Jones dan keluarga Brown tampak marah mendengar perkataan dari Darren.
"Hei, anak muda. Yang mau menikah itu adalah saudara Gilang. Kenapa kamu yang tak terima, hah?!" bentak seorang pria paruh baya yang berstatus paman dari Valen.
Darren menatap tajam kearah laki-laki itu. "Karena aku tidak ingin memiliki kakak ipar murahan seperti dia," jawab Darren dengan menunjuk kearah Valen.
Mendengar jawaban dari Darren membuat ketiga keluarga itu menatap marah Darren.
"Brengsek! Jaga ucapanmu itu. Jangan beraninya kau menghina putriku!" bentak tuan Carloz.
"Aku bukannya menghina. Tapi apa yang aku katakan barusan adalah kenyataan," jawab Darren.
"Brengsek!"
Setelah itu, pria paruh baya itu berlari hendak menyerang Darren.
Krek!
Krek!
Krek!
Terdengar bunyi senjata dari setiap sudut di dalam gedung. Dan bersamaan senjata-senjata itu mengarah kearah pria paruh baya yang hendak mendekati Darren.
Melihat kejadian itu membuat pria paruh baya itu seketika menghentikan langkahnya.
Sementara para tamu undangan menatap takut kearah orang-orang yang mengarahkan senjatanya kearah salah satu anggota keluarga dari pengantin perempuan.
Darren melangkah mendekati pria paruh baya itu. Setelah berdiri di hadapan pria itu, Darren tersenyum menyeringai.
Dan detik kemudian...
"Enyahlah dari hadapanku," ucap Darren.
Duagh!
Bruk!
Darren memberikan tendangan kuat tepat di perut pria itu sehingga pria itu tersungkur di lantai dan tak sadarkan diri.
"Sepertinya adikku sudah memulai permainannya. Ada baiknya aku ikut dalam permainannya itu," ucap Darren.
Mendengar perkataan dari Gilang membuat Valen terkejut.
"Apa maksud kamu Gilang?" tanya Valen.
"Emm.. Maksudku adalah aku membatalkan pernikahan ini," jawab Gilang.
Setelah itu, Gilang turun ke bawah dan bergabung bersama Darren, adiknya.
"Gilang, tidak! Kau tidak bisa membatalkan pernikahan ini begitu saja!" teriak Valen, lalu turun menghampiri Gilang.
Melihat apa yang dilakukan oleh Gilang terhadap Valen membuat keluarga Carloz, keluarga Jones dan keluarga Brown marah.
Sementara untuk keluarga Smith dan yang lainnya tersenyum bahagia karena Gilang tidak jadi menikah dengan perempuan jadi-jadian itu. Itulah menurut mereka mendeskripsikan tentang seorang Valencia.
"Brengsek! Kau sudah mengacaukan pernikahan putriku!" teriak seorang wanita paruh baya.
Wanita itu hendak memberikan tamparan keras ke wajah Darren.
__ADS_1
Namun ketika tangannya sedikit lagi menyentuh wajah Darren, tangannya langsung ditahan oleh Gilang.
"Jauhkan tangan kotormu itu. Jangan coba-coba kau menyentuh wajah adikku!" bentak Gilang.
Gilang mendorong kuat tubuh ibu dari Valen sehingga tersungkur di lantai.
"Aakkhh!"
"Mami!"
Sayang!"
Valen, putra sulungnya dan tuan Carloz bersamaan bersamaan ketika melihat ibu/istrinya didorong oleh Gilang.
Darren melihat kearah anggota mafia dari kelima kakak-kakak mafianya. Setelah itu, Darren memberikan kode kepada mereka.
Mereka yang mengerti akan kode yang diberikan oleh Darren langsung mendekati ibunya Valen.
Mereka menarik kasar tubuh wanita itu, lalu mendudukinya di salah satu kursi dengan tangan yang diikat ke belakang. Serta mulut yang dilakban.
Melihat istri/ibunya yang diperlakukan buruk oleh Darren membuat tuan Carloz serta putra sulungnya marah dan tak terima.
"Brengsek! Apa yang kau lakukan kepada istriku?!" teriak tuan Carloz.
"Hust! Jangan teriak-teriak, tuan. Ingat dengan umur," ucap Darren dengan tersenyum manis.
Darren menatap wajah Valen dengan tatapan meremehkan.
"Kau pikir aku akan membiarkan perempuan murahan sepertimu menikah dengan kakakku, hah! Kau salah besar, nona! Aku tidak akan diam saja melihat hal itu terjadi."
"Bagaimana bisa aku membiarkan kakakku yang tampan sekaligus bodoh ini menikah dengan perempuan yang berstatus istri orang!"
Darren berbicara dengan suara yang begitu keras sehingga semua orang yang ada di dalam gedung itu mendengarnya.
Mendengar perkataan dari Darren membuat semua orang terkejut. Begitu juga anggota keluarga Smith. Sementara untuk Valen dan keluarga terkejut dan stok bahwa Darren mengetahui tentang status Valen.
Gilang yang mendengar perkataan dari Darren seketika menatap horor adiknya itu.
Dan detik kemudian...
Tak!
Gilang memberikan jitakkan di kepala belakang adiknya itu sehingga membuat Darren meringis.
Darren menatap tajam Gilang. Begitu juga dengan Gilang.
"Kenapa memukul kepalaku?"
"Apa? Mau lagi?"
Mendengar pertanyaan dari kakak bantetnya itu, Darren pun mengalihkan perhatiannya menatap Valen. Begitu juga dengan Gilang. Keduanya menatap jijik Valen, terutama Gilang.
Valen yang ditatap oleh Gilang dan Darren berusaha untuk tenang. Dirinya tidak ingin semua rencananya hancur. Begitu juga dengan anggota keluarganya.
"Gil. Kamu jangan percaya sama adik kamu ya. Adik kamu itu sengaja berbicara seperti itu karena kan memang dia nggak suka sama aku," ucap Valen.
"Terus, kamu maunya aku percaya sama kamu. Begitu? Jangan harap," ucap Gilang.
"Gil....." perkataan Valen terpotong.
"Darren adalah adik kandungku. Sementara kau hanya orang luar. Jadi aku lebih percaya perkataan dari adikku. Aku lebih tahu tentang adikku. Adikku tidak pernah sembarang menuduh orang lain jika tidak memiliki bukti."
"Gil, bagaimana bisa kau memperlakukan aku seperti ini setelah kita melewati beberapa bulan ini bersama-sama," ucap Valen.
"Selama beberapa bulan ini aku sama sekali tidak menikmati apapun. Aku mau jalan denganmu, aku mau menerimamu menjadi kekasihku karena semua itu hanyalah untuk menyingkirkanmu dari kehidupanku."
Mendengar perkataan dari Gilang membuat Valen dan keluarganya terkejut.
"Kenapa kau lakukan itu, Gil?" tanya Valen.
Gilang menatap wajah Valen dengan tatapan jijiknya. "Kau mau tahu kenapa? Pertama, kau perempuan tidak tahu diri. Kedua, kau perempuan tidak akan tinggal diam setelah bertemu denganku untuk pertama kalinya. Ketiga, kau akan terus mengejarku dan mengutarakan rasa cintamu padaku. Keempat, sekali pun nanti aku berbicara baik-baik kepadamu dan memintamu untuk pergi menjauh dari kehidupanku. Kau pasti tidak akan mau memenuhi semua itu. Justru kau akan lebih nekat lagi untuk mendekatiku. Dan kelima, aku pun memutuskan untuk menerimamu dan mengikuti semua permainanmu beberapa bulan ini."
Mendengar ucapan panjang dari Gilang membuat Valen menatap Gilang dengan tatapan syoknya. Begitu juga dengan keluarga besarnya.
Baik Valen, suami dari Valen maupun anggota keluarganya tidak menyangka jika Gilang sudah menipu mereka selama ini.
"Kalian semua itu keluarga penipu! Kalian mendapatkan kekayaan dengan cara menipu orang-orang diluar sana!" teriak Darren dengan keras di dalam gedung itu dengan menunjuk kearah Valen, suaminya Valen dan keluarga besar Valen.
Semua tamu undangan terkejut ketika mendengar perkataan Darren yang mengatakan bahwa Valen dan keluarga besarnya adalah keluarga penipu.
Darren menatap wajah Valen. Begitu juga dengan Gilang. Keduanya tersenyum manis menatap wajah Valen.
Tanpa Darren dan Gilang sadari. Begitu juga dengan semua orang yang ada di dalam gedung itu, dua diantara keluarga Carloz dan keluarga Jones mengeluarkan senjatanya dari balik punggungnya.
Keduanya hendak membunuh Darren sekarang ini juga. Namun sayangnya, kedua pria itu tidak menyadari bahwa nyawanya tengah terancam.
Ketika kedua pria itu hendak menodongkan senjatanya kearah Darren.
Dan detik kemudian...
Dor! Dor!
Bruk!
Kedua pria itu seketika terkapar di lantai dengan keadaan kepala mengeluarkan banyak cairan merah. Baik dari depan maupun dari belakang.
__ADS_1