KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Kabar Kecelakaan Darren


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu. Dan satu minggu pula Darren pergi meninggalkan semua orang. Meninggal keluarganya, meninggalkan kekasihnya, meninggalkan ketujuh sahabatnya dan meninggalkan kelima kakak-kakak mafianya. Dan terlebih lagi meninggalkan putri angkatnya.


Di tempat yang berbeda-beda dan di waktu yang sama. Di kediaman keluarga Smith, keluarga William, keluarga Dominic, keluarga Dustine, keluarga Zordy, keluarga Antonius, keluarga Carlo dan keluarga Immanuel tengah bersedih. Mereka semua bersedih akan keputusan Darren yang pergi meninggalkan mereka semua.


Bukan hanya delapan keluarga itu saja yang bersedih akan kepergian Darren. Brenda beserta anggota keluarganya juga merasakan hal yang sama. Mereka juga sedih dengan keputusan Darren.


Tak jauh beda dengan keluarga Smith, anggota keluarga dari ketujuh sahabat Darren dan keluarga Brenda. Kelima kakak mafianya juga terlihat sedih. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa ketika mendengar keputusan Darren yang memilih pergi. Bahkan yang membuat mereka semakin sedih dan hancur adalah ketika mendengar ancaman dari Darren yang mengatakan kalau mereka semua akan mendengar kabar kematiannya jika mereka dan yang lainnya mencoba melacak keberadaannya.


***


Di markas Black Guerilla terlihat seorang pemuda tampan tengah duduk di kursi kebesarannya yang ada di aula. Pemuda itu adalah Noe Afredo, kakak mafia Darren dan ketujuh sahabatnya.


Noe saat ini tengah merindukan adik laki-lakinya yaitu Darrendra Smith yang pergi meninggalkan dirinya dan semua orang-orang terdekatnya. Sudah satu minggu kepergian adik laki-lakinya itu.


"Ren. Kakak tidak bisa marah atau pun kecewa padamu ketika kau memutuskan untuk pergi. Kau tahu kenapa? Karena kakak sangat mengerti perasaanmu, kesulitanmu, kesedihanmu dan ketakutanmu. Kau melakukan semua itu demi orang-orang yang kau sayangi. Kau tidak ingin membiarkan orang-orang di sekitarmu menangis ketika melihat kondisimu yang tidak bisa mengingat kembali. Kau tidak ingin menyakiti kami semua."


"Ren. Kau bukan saudara kandung kakak. Tapi kau sudah seperti saudara kandung kakak sendiri. Kesedihanmu adalah kesedihan kakak juga. Kakak berharap padamu, Ren! Jika pikiranmu sudah tenang. Kembalilah! Kami semua mengharapkan kepulanganmu."


Ketika Noe sedang memikirkan dan merindukan Darren, tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan panggilan masuk.


Noe langsung mengambil ponselnya yang ada di saku celananya. Setelah ponselnya sudah berada di tangannya. Noe melihat nama 'Devian' di layar ponselnya. Tanpa membuang-buang waktu lagi, Noe langsung menjawab panggilan dari Devian.


"Hallo, Devian."


"Anggotaku menemukan mobil Darren jatuh ke jurang!"


Seketika Noe berdiri dari duduknya ketika mendengar perkataan dari Devian.


"Jangan bercanda kau, Devian!"


"Datang saja kemari. Dan lihat sendiri. Lokasinya di persimpangan jalan yang rawan kecelakaan itu. Kau pasti tahu jalan itu kan?"


Setelah mengatakan itu kepada Noe. Devian langsung mematikan panggilannya.


Sementara Noe masih tampak syok ketika mendengar perkataan dari Devian yang mengatakan bahwa anggotanya menemukan mobil Darren yang masuk jurang.


"Darren," lirih Noe.

__ADS_1


Setelah itu, Noe pergi meninggalkan markasnya dan tak lupa meminta dua tangan kanannya untuk ikut bersamanya.


***


Di sebuah persimpangan jalan yang diperkirakan rawan kecelakaan tampak ramai. Beberapa orang-orang yang ada disana adalah anggota mafia Latin King yang diketuai oleh Devian Aldebaran.


Dug! Dug!


Terdengar suara bunyi beberapa pintu mobil yang ditutup dengan kasar. Mobil-mobil itu adalah mobil milik anggota keluarga Smith, mobil ketujuh sahabat Darren dan anggota keluarganya, mobil Brenda dan keluarganya, mobil ketujuh sahabat Brenda, mobil keempat kakak mafianya dan mobil keluarga Radmilo.


Mereka semua berlari menghampiri kerumunan orang-orang yang sedang melihat mobil dalam keadaan rusak parah.


Setelah Devian menghubungi Noe. Neo memerintahkan tangan kanannya untuk mengabari anggota keluarga Smith dan orang-orang terdekat lainnya termasuk keempat sahabatnya untuk datang ke lokasi.


Setelah berhasil melewati kerumunan orang-orang. Seketika tubuh mereka semua menegang di tempat. Dan berlahan setetes air mata jatuh membasahi wajah mereka masing-masing.


"Tidak! Darren!" teriak histeris Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel ketika menatap mobil yang mereka yakini adalah mobil milik Darren.


Bruk!


"Darren!"


Erland, Agneta, Davin, Andra, Dzaky, Adnan, Gilang dan Darka berteriak histeris dan berurai air mata ketika melihat kondisi mobil Darren.


"Darren," isak Daffa, Tristan dan Davian bersamaan.


"Kakak Darren!"


"Darren," isak Evan dan Carissa.


Brenda tidak bereaksi apa-apa. Tatapan matanya menatap tepat kearah mobil Darren yang rusak parah. Air matanya terus mengalir tanpa henti menandakan bahwa dia tengah berduka.


Liana yang berdiri di samping putrinya berusaha memberikan kekuatan kepada putrinya itu. Liana tahu bahwa saat ini hati putrinya sedang hancur akan kejadian yang menimpa orang yang begitu dia cintai.


"Ren, aku sangat yakin kalau kamu itu selamat. Aku tahu siapa kamu. Kamu laki-laki kuat, kamu laki-laki pintar. Kamu nggak akan menyerah begitu saja," batin Brenda.


Sementara untuk Ziggy, Noe, Chico dan Enzo sedari tadi menggeleng kepalanya. Mereka sangat yakin jika Darren selamat sebelum mobil itu jatuh ke jurang. Mereka benar-benar yakin bahwa Darren berhasil menyelamatkan diri.

__ADS_1


"Ren, kakak yakin kamu pasti berhasil menyelamatkan diri."


Devian, Enzo, Chico, Ziggy dan Noe berucap di dalam hatinya masing-masing.


"Tidak! Darren!"


Darka berteriak lalu berlari mendekati mobil adik laki-laki kesayangannya itu.


Namun dengan sigap Davin dan Andra memeluk tubuh Darka dari belakang.


"Darren, sayang!" Isak Erland.


Bruk!


Tiba-tiba Erland jatuh tak sadarkan diri.


"Papa!"


"Sayang!"


"Paman!"


"Kakak Erland!"


***


Anggota keluarga Darren dan orang-orang terdekatnya saat ini berada di rumah Darren. Mereka memutuskan pulang ke rumah Darren bukan ke kediaman Smith. Mereka semua berada di ruang tengah.


Sementara Erland saat ini berada di kamarnya. Kondisinya masih belum sadarkan diri. Erland tidak sendirian di kamarnya. Dia ditemani oleh Agneta dan Carissa.


"Aku sangat yakin jika Darren selamat dan berhasil keluar sebelum mobilnya itu jatuh ke jurang!" seru Jerry dengan matanya yang merah.


"Iya, Jerry! Aku juga berpikir seperti itu. Darren pasti berhasil keluar dari dalam mobilnya sebelum mobilnya jatuh ke jurang," ucap Axel.


"Aku bahkan masih ingat ketika kita melakukan uji coba di sirkuit beberapa bulan yang lalu dimana mobil yang ditumpangi oleh Darren tiba-tiba meledak. Kita berpikir kalau Darren tidak selamat. Tapi diluar dugaan kita. Darren berhasil lolos dari ledakan itu." Axel berbicara sembari mengingat kejadian ketika uji coba mobil-mobil rakitan di sirkuit.


Mendengar ucapan dari Jerry dan Axel membuat Davin, Andra, Dzaky, Adnan, Gilang, dan Darka memiliki keyakinan yang sama seperti ketujuh sahabat adik laki-lakinya bahwa adik laki-laki kesayangannya itu selamat. Mereka juga yakin bahwa ada orang baik yang telah menolong adik laki-lakinya itu.

__ADS_1


__ADS_2