
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dan sebentar lagi anggota keluarga Smith akan makan malam bersama.
Saat ini anggota keluarga Smith tengah bersantai di ruang tengah sembari hidangan makan malam selesai, kecuali Darka.
Darka sedang berada diluar bersama dengan pujaan hatinya yaitu Kathleen.
"Ren," panggil Gilang.
Darren melirik sekilas, lalu kembali menatap layar ponselnya. Mungkin menurut Darren menatap layar ponselnya lebih menarik dari pada melihat kakak laki-lakinya itu.
Mendapatkan reaksi dari adik laki-laki kesayangannya yang biasa saja membuat Gilang menghela nafasnya.
"Ayolah, Ren! Hanya kamu harapan kakak satu-satunya," ucap Gilang dengan mendramatisir keadaan.
Darren seketika menatap wajah kakak laki-lakinya itu. Dan jangan lupa bibir yang sudah mengerucut. Menurut Darren, dia sedang kesal. Namun menurut anggota keluarganya, dia terlihat lucu seperti anak usia 5 tahun.
"Keuntungan apa yang akan aku dapatkan jika aku bantu kakak Gilang?" tanya Darren dengan wajah yang menantang.
Gilang seketika membelalakkan matanya ketika mendengar pertanyaan dari adik kesayangannya itu.
Sementara Erland, Agneta dan yang lainnya hanya tersenyum disertai gelengan kepala melihat drama kedua Smith bersaudara.
"Kenapa? Nggak mau? Ya, udah kalau begitu!" tanya Darren.
Setelah itu, Darren kembali menatap layar ponselnya. Tanpa Gilang ketahui, Darren tertawa di dalam hatinya ketika melihat wajah syok Gilang.
"Kalian ini bahas apa sih?" tanya Dzaky penasaran.
"Iya nih. Gilang, ada apa sih?" tanya Davin menatap wajah Gilang.
"Tanya aja sama anak kelinci itu," sahut Gilang lantang.
Darren membelalakkan matanya ketika mendengar kakak laki-laki kesayangannya itu menyebut dirinya anak kelinci.
"Yang tersangka disini kakak Gilang. Beberapa menit yang lalu kakak Gilang ngemis padaku agar aku ngabulin permintaan kakak itu! Dan kenapa sekarang kakak Gilang malah bawa-bawa aku dan nyebut aku anak kelinci?!" Darren berbicara dengan suara yang keras dan juga ngegas.
"Dasar kakak Gilang bantet, pendek, bodoh, busuk!" teriak Darren dengan menatap horor Gilang.
Mendengar teriakan, ucapan dan umpatan dari Darren membuat Gilang menatap Darren dengan wajah syoknya. Dia tidak menyangka jika adik kelincinya akan menyerangnya dengan sangat kejamnya.
Sementara Erland, Agneta dan yang lainnya kembali tersenyum. Bahkan mereka tertawa ketika mendengar perkataan demi perkataan dari Darren untuk Gilang.
"Darren sayang," panggil Erland.
__ADS_1
Darren pun langsung melihat kearah ayahnya dengan wajah masih kesal.
"Ada apa, Pa?"
"Ada apa kamu sama kakak kamu yang bantet itu?" tanya Erland sembari menjahili putra kelimanya.
Mendengar ucapan dari ayahnya membuat Gilang mendengus. Bisa-bisanya ayahnya ikut-ikutan menyebutnya bantet.
"Hahahahaha."
Darren seketika tertawa keras ketika mendengar perkataan kejam dari ayahnya yang ditujukan untuk kakak laki-laki kesayangannya.
Kekesalan Gilang makin bertambah ketika mendengar tawa keras dari adik laki-lakinya itu.
"Wah, Papa! Kemarin-kemarin Papa kemana aja. Kenapa baru sekarang Papa menyadari bahwa Papa memiliki putra aneh dan pendek! Hahahahaha..."
Erland, Agneta, Davin, Andra, Dzaky, Adnan, Adrian, Mathew, Nathan, Ivan dan Melvin tertawa ketika mendengar perkataan Darren. Mereka tidak menyangka jika Darren akan berbicara seperti itu.
"Sudah... Sudah! Sekarang Papa serius. Ada apa?" tanya Erland lagi dengan menatap wajah putranya.
"Ini berhubungan dengan wanita simpanan kakak Gilang yang ada di rumahku," jawab Darren.
"Ren, dia bukan wanita simpanan kakak. Kakak hanya membantunya," ucap Gilang menatap kesal adik laki-lakinya itu.
"Makanya kakak ingin bicarakan masalah wanita itu sama kamu, Ren! Kakak melakukan hal ini karena kakak kasihan padanya. Dia benar-benar dalam masalah besar. Kalau kamu khawatir dia wanita jahat. Kakak sudah selidiki latar belakangnya. Dia wanita yang baik. Dari keluarga baik-baik. Yang jahat itu Bibi dan sepupu perempuannya."
Gilang berbicara dengan menatap sedih kearah adiknya. Dia berharap jika adiknya mengerti dan tetap mengizinkan Kayana tinggal di rumahnya.
Darren yang mendengar ucapan dan melihat wajah sedih dan wajah berharap kakaknya itu menjadi tidak tega. Sebenarnya Darren sedari tadi hanya menjahili kakaknya itu.
"Apa kakak Gilang mau aku bantu masalah wanita itu?" tanya Darren.
"Kalau kamu bersedia dan nggak keberatan. Kakak ingin sekali kamu mau bantu kakak untuk nolongin Kayana," sahut Gilang.
"Eem. Jadi nama wanita simpanan kamu itu Kayana," ledek Andra.
"Nama yang bagus," puji Davin.
"Kayana itu bukan wanita simpananku, kakak Andra! Aku hanya menolongnya," sungut Gilang.
"Yayayaya!" Andra berbicara sembari menggelengkan kepalanya.
Sementara yang lainnya hanya tersenyum melihat wajah kesal Gilang akibat ulah kakak pucatnya.
__ADS_1
"Sebenarnya aku juga sudah tahu jika perempuan yang bernama Kayana dalam masalah. Sebenarnya Kayana masih punya ayah. Yang meninggal itu bukan kedua orang tua kandungnya, melainkan Paman dan Bibinya."
"Ibunya meninggal setelah melahirkan Kayana. Sejak istrinya meninggal, ayah Kayana memutuskan untuk tidak menikah lagi. Dia bersumpah pada mendiang istri kalau dia yang akan menjaga, merawat dan membesarkan Kayana."
"Tepat diusia Kayana dua tahun, tiba- perusahaan kakak laki-laki dari ayah Kayana mendapatkan masalah. Ada orang yang tidak menyukai kesuksesan yang diraih oleh Pamannya itu sehingga tega memfitnah dengan mengatakan bahwa perusahaan itu telah bermain curang. Singkat cerita, kakak laki-laki dari ayah kandung Kayana kehilangan segala. Kehilangan rumah dan juga perusahaan."
"Ayah kandung Kayana membawa kakak laki-lakinya beserta istrinya untuk tinggal di rumahnya. Kebetulan rumah yang dimiliki oleh ayah Kayana cukup besar."
"Orang yang sudah menghancurkan kakak laki-laki dari ayah kandung Kayana adalah orang yang pernah menjalin hubungan asmara dengan ayah Kayana."
"Jadi?" tanya Davin.
"Perempuan itu sakit hati karena ayah Kayana memutuskan hubungan secara sepihak. Dan setelah putus, ayah Kayana menikah dengan seorang perempuan dimana perempuan itu juga mencintai ayah Kayana. Bukti yang aku dapatkan alasan ayah Kayana memutuskan hubungan dengan kekasihnya karena ayah Kayana mendapatkan bukti perselingkuhannya. Bahkan ayah Kayana melihat dengan mata kepalanya sendiri kekasihnya itu berhubungan badan dengan laki-laki lain."
"Pembalasan yang sempurna. Perempuan itu sakit hati dan tak terima ayah Kayana menikah dengan perempuan lain. Untuk mendapatkan ayah Kayana kembali, perempuan itu menghancurkan kakak laki-lakinya karena ayah Kayana begitu menyayangi kakak laki-lakinya itu," ucap Adnan yang langsung menebak jalan cerita dari Darren.
Mendengar ucapan dari Adnan membuat mereka semua menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang diucapkan oleh Adnan.
"Apa Kayana tahu jika Pamannya itu ayah kandungnya?" tanya Gilang.
"Tidak. Kayana belum mengetahuinya," jawab Darren.
"Tadi kamu bilang jika ayah Kayana tidak akan pernah menikah lagi. Terus perempuan yang mengaku sebagai Bibinya, siapa? Jika perempuan itu istri Pamannya yang tak lain adalah ayah kandungnya. Berarti perempuan itu ibu tiri Kayana dong," tutur Andra.
"Perempuan itu mengaku didepan ayah kandung Kayana kalau dia adalah adik perempuan dari istri kakak laki-lakinya. Perempuan itu juga mengatakan bahwa kakak perempuannya telah memintanya untuk membebaskan dia dari penjara."
Mendengar jawaban dari Darren membuat Andra dan yang lainnya terkejut.
"Apa? Penjara?!" tanya Davin, Andra, Dzaky dan Adnan kompak.
"Kok bisa?" tanya Agneta.
"Mantan kekasih dari ayah kandung Kayana telah meninggal karena dibunuh. Dan bukti-bukti mengarah pada ayah kandung Kayana. Pada saat kejadian, ayah Kayana memang ada disitu karena mantannya itu minta ketemuan."
"Ini pasti jebakan," sela Davin.
"Kakak Davin benar. Seseorang telah menjebak ayah kandung Kayana," ucap Darren membenarkan perkataan Davin.
"Kenapa perempuan itu bisa tinggal bersama dengan ayah kandung Kayana dalam satu rumah, itu dikarenakan ayah kandung Kayana mengatakan kepada semua orang bahwa perempuan itu adalah adik perempuannya satu ibu dengannya."
"Jadi pelakunya siapa?" tanya Gilang yang penasaran.
"Pelaku yang sebenarnya adalah perempuan itu. Mantan kekasih dari ayah kandung Kayana hanya sebagai boneka perempuan itu. Setelah tugasnya selesai, perempuan itu pun menyingkirkannya," jawab Darren.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Darren membuat anggota keluarganya terkejut. Mereka tidak menyangka jika perempuan itu sejahat itu.