KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Ancaman Dari Willy


__ADS_3

Darren bersama ketujuh sahabat-sahabatnya sedang berada di kelas. Mereka saat ini tengah bersiap-siap untuk pulang, kecuali Darren.


Darren saat ini sibuk dengan ponselnya. Ntah apa yang sedang dikerjakan olehnya.


Qenan dan Rehan yang menyadari jika sahabat kelincinya itu belum bersiap-siap, malah justru sibuk dengan ponselnya.


"Ren," panggil Qenan.


"Hm." Darren berdehem sementara tatapan matanya tetap fokus menatap layar ponselnya.


Melihat Darren yang sibuk dengan ponselnya membuat Qenan, Willy, Rehan, Darel, Dylan, Jerry, dan Axel menatap horor Darren.


Qenan dan Rehan saling melirik, kemudian keduanya mengalihkan tatapan matanya melihat ke tangan Darren yang memegang ponsel.


Berlahan Qenan dan Rehan mendekati meja Darren, matanya menatap ke layar ponsel milik Darren.


Qenan dan Rehan melihat bahwa Darren sedang menyaksikan sebuah video.


Karena rasa penasarannya, Qenan dan Rehan langsung mendekatkan diri agar mereka bisa menyaksikan video itu secara jelas.


Melihat Qenan dan Rehan yang mendekat ke meja Darren. Willy, Axel, Jerry, Dylan dan Darel juga ikut mendekati Darren.


"Siapa tuh cewek?" tanya Darel.


"Terus tuh pria-pria itu siapa? Kenapa pada ngejar cewek itu?" tanya Jerry.


Setelah adegan terakhir selesai, Darren pun langsung mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku celananya.


Darren memasukkan semua buku-bukunya ke dalam tas tanpa mempedulikan sahabat-sahabatnya yang sedari tadi berisik menanyakan masalah video tersebut.


Setelah selesai mengemasi buku-bukunya, Darren langsung pergi meninggalkan ketujuh sahabat-sahabatnya yang masih ribut membahas video itu.


Melihat Darren yang pergi begitu saja membuat ketujuh sahabat-sahabatnya mengumpat kesal.


"Dasar siluman kelinci setan!" umpat Qenan, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Axel dan Dylan bersamaan dengan suara yang sengaja dikeraskan.


Darren yang mendengar umpatan dari ketujuh sahabat-sahabatnya hanya mendengus.


***


Kathleen saat ini berada di ruang kerjanya. Dia tengah sibuk dengan beberapa berkas keuangan. Dan berkas-berkas itu harus diserahkan kepada Bos besar yaitu Erland Faith Smith.


Ketika Kathleen tengah fokus dengan berkas-berkasnya, tiba-tiba pintu ruang kerjanya dibuka oleh seseorang.


"Kathleen," panggil orang itu dengan kepala menyembul.


Kathleen langsung melihat keasal suara. Dan Kathleen melihat Bianca sekretaris sekaligus asisten Bos besar tersenyum padanya.


"Aish! Kebiasaan sekali," gerutu Kathleen.

__ADS_1


Bianca terkekeh mendengar gerutuan dan wajah kesal Kathleen. Kakinya melangkah memasuki ruang kerja Kathleen.


Kini Bianca sudah duduk di kursi di hadapan Kathleen. Matanya menatap beberapa berkas di atas meja Kathleen.


"Itu berkas apa saja?" tanya Bianca.


"Ini semua berkas laporan keuangan dan data-data keuangan dua bulan," jawab Kathleen.


Mendengar jawaban dari Kathleen. Seketika Bianca teringat akan perkataan Bos besarnya yang mengatakan bahwa semua data-data dan laporan keuangan perusahaan harus diselesaikan paling lambat bulan depan.


"Kathleen," panggil Bianca.


"Iya," jawab Kathleen tanpa melihat wajah Bianca.


"Kalau aku boleh tahu. Kapan akan kau berikan laporan-laporan ini?" tanya Bianca.


"Besok pukul 11 siang sebelum istirahat makan siang," jawab Kathleen.


"Kebetulan. Tuan Erland mengatakan padaku bahwa semua laporan mengenai keuangan perusahaan yang kamu buat. Paling lambat harus sudah selesai bulan depan."


Mendengar perkataan dari Bianca. Seketika Kathleen menghentikan kegiatannya. Matanya menatap lekat manik coklat Bianca.


"Benarkah Bianca? Kau tidak bohong?" tanya Kathleen.


"Apa aku terlihat sedang berbohong padamu?" tanya balik Bianca.


"Tapi bagaimana bisa? Bukannya Bos besar, tuan Erland mengatakan padaku beberapa menit yang lalu bahwa semua laporan dan data-data keuangan perusahaan harus siap hari ini," ucap Kathleen.


Mendengar perkataan dari Bianca. Seketika Kathleen senyum-senyum. Dia sangat bahagia bahwa ayah dari kekasihnya begitu baik dan perhatian.


Bianca yang melihat Kathleen yang senyum-senyum ikut merasakan kebahagiaan. Dia tahu siapa calon menantu yang dimaksud oleh Bos besarnya itu.


Drtt!


Drtt!


Tiba-tiba ponsel milik Kathleen berbunyi. Menandakan panggilan masuk dari seseorang.


Kathleen melihat ke layar ponselnya dan tertera nama 'Darka' di layar ponselnya. Seketika terukir senyuman manis di bibirnya.


Bianca yang melihat nama si penelpon di layar ponsel milik Kathleen. Dan ditambah lagi senyuman manis di bibirnya membuat dia sadar jika temannya itu butuh privasi.


Bianca memutuskan untuk pergi meninggalkan Kathleen agar Kathleen bisa berbicara dengan pujaan hatinya.


"Sepertinya aku harus pergi. Aku tidak mau menjadi obat nyamuk disini," goda Bianca.


"Ya, kau harus pergi dari sekarang. Jika kau masih disini. Kau akan menggangguku ketika berbicara dengan bebebku." Kathleen menjawab perkataan dari Bianca sembari menjahilinya.


"Sialan kau," kesal Bianca.

__ADS_1


"Hahahaha." Kathleen tertawa.


Setelah itu, Bianca pun pergi meninggalkan ruang kerja Kathleen untuk kembali ke tempat kerjanya.


Melihat kepergian Bianca. Kathleen pun menerima panggilan dari Darka dengan wajah berserinya.


***


Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya sudah berada di depan pintu rumah keluarga Kathy.


Axel menekan bell yang ada di samping pintu tersebut. Bunyi bell yang kelima, pintu pun terbuka.


"Tuan-tuan siapa?"


"Kami teman kampusnya Kathy," jawab Jerry langsung.


"Oh, temannya nona Kathy. Silahkan masuk tuan."


Kini Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya sudah duduk di sofa ruang tengah bersama kedua orang tua dan kedua kakak laki-laki Kathy.


"Ada perlu apa ya kalian sampai datang kemari?" tanya ayahnya Kathy.


"Maaf jika kedatangan kami mengganggu istirahat tuan sekeluarga," ucap Qenan.


"Maksud kedatangan kami kesini hanya untuk memperlihatkan sesuatu kepada tuan dan nyonya!" seru Darren.


Darren mengeluarkan ponselnya, kemudian membuka galeri fotonya. Setelah itu memilih satu video.


Setelah itu, Darren memperlihatkan video itu kepada kedua orang tua Kathy.


"Silahkan anda lihat video ini. Setelah itu, anda pasti akan tahu maksud kedatangan kami kesini," ucap Darren.


Ayahnya Kathy mengambil ponsel milik Darren, lalu melihat video yang dimaksud oleh Darren barusan. Begitu juga dengan ibu dan kedua kakak laki-laki Kathy.


Detik kemudian...


Kedua orang tua dan kedua kakak laki-laki Kathy terkejut ketika melihat dan mendengar apa yang terjadi di dalam video itu.


Setelah selesai melihat video itu, Ayahnya Kathy mengembalikan ponsel milik Darren.


"Saya Willy. Perempuan yang ada di dalam video itu adalah pacar saya. Saya dan sahabat-sahabat saya masih bersikap baik terhadap Kathy. Kalau kami tidak memikirkan kalian keluarganya, kami sudah memperlihatkan video kepada polisi. Jika polisi melihat video ini ditambah dengan tuntutan saya. Bisa dipastikan Kathy akan di penjara selama 10 tahun." Willy berbicara dengan penuh penekanan dan dingin.


"Saya tekankan sekali lagi kepada kalian sebagai keluarga dari Kathy. Katakan padanya untuk tidak mengusik kekasihku Alice atau mencari masalah dengannya. Katakan juga padanya untuk tidak memperlihatkan wajahnya didepanku."


"Kesalahannya kali ini kami maafkan. Jika terbukti Kathy melakukannya lagi. Kami tidak akan segan-segan untuk menyakitinya. Bahkan kami tidak akan meminta izin kepada kalian." Darren berucap.


"Aku akan benar-benar membunuh putri kalian jika dia masih berani mengusikku dan kekasihku," ucap Willy penuh ancaman.


Setelah mengatakan itu, Willy langsung berdiri dari duduknya. Dan diikuti oleh sahabat-sahabatnya.

__ADS_1


"Tolong dipertimbangkan apa yang kami katakan tadi," ucap Darren.


Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Kathy.


__ADS_2