KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Kathleen Radmilo


__ADS_3

Darren, ketujuh sahabatnya berserta Elzaro dan keenam sahabatnya saat ini berada di sebuah Cafe.


Cafe favorit sekaligus Cafe milik kakak perempuan dari Derry, sahabat Elzaro.


"Apa kita tidak salah melepaskan pembunuh itu?" tanya Elzaro tiba-tiba.


Mendengar pertanyaan dari Elzaro. Darren, ketujuh sahabatnya dan juga keenam sahabatnya Elzaro langsung menatap wajah Elzaro. Terlihat kesedihan dan kerinduan di mata Elzaro.


"Aku tahu perasaanmu, Lino! Bukan kau saja yang merindukan ketua geng motor Vagos terdahulu yang tak lain adalah kakak angkatmu. Aku juga merasakan hal yang sama."


"Aku juga merindukannya. Ketua geng motor Bruiser yang dulu sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri. Dialah yang memberikan jabatan sebagai ketua kepadaku."


"Bertepatan satu minggu aku menjabat sebagai ketua. Aku, ketujuh sahabat-sahabatku dan anak-anak geng motor Bruiser mendapatkan kabar tentang kematian dua ketua geng motor yang terkenal di kota Hamburg." Darren berucap sembari teringat akan kejadian mengerikan yang dialami laki-laki yang sudah dianggap kakak olehnya.


Elzaro menatap wajah Darren. Dia dapat melihat Darren yang berusaha untuk tidak menangis.


Ketika suasana lagi sedih-sedihnya dimana masing-masing ketua geng motor merasakan kerinduan akan ketua mereka yang dulu. Mereka tiba-tiba dikejutkan dengan bunyi ponsel milik Elzaro.


Mendengar bunyi ponselnya, Elzaro langsung mengambil ponselnya yang memang kebetulan ada di atas meja dan tepat di hadapannya.


Elzaro menatap layar ponselnya dan melihat nama tangan kanannya tertera disana.


Tanpa membuang waktu lagi, Elzaro langsung menjawab panggilan tersebut.


"Hallo."


"Hallo, Bos. Aku berhasil mendapatkan informasi mengenai saudari kembarmu, Bos!"


Mendengar perkataan dari tangan kanannya seketika membuat Elzaro meneteskan air matanya.


Melihat Elzaro yang tiba-tiba menangis membuat mereka menatap khawatir dirinya.


"Lino, lo kenapa?" tanya Allan.


Elzaro tak mengindahkan pertanyaan dari Allan. Justru Elzaro masih terus berbicara dengan tangan kanannya.


"Apa itu benar? Kau sedang tidak memberikanku harapan palsu kepadaku kan?"


"Tidak, Bos! Kali ini aku benar-benar sudah yakin seratus persen tentang penyelidikan ini, Bos."


"Katakan sekarang!"


"Gadis yang pernah aku katakan pada Bos yang namanya sama dengan nama saudari kembarnya Bos yaitu Kathleen. Hanya nama marganya saja yang berbeda dan bekerja di perusahaan ER yang sekarang sudah berganti nama menjadi perusahaan ER'Land adalah benar saudari kembarnya Bos. Gadis itu adalah Kathleen Radmilo."


Mendengar hal itu seketika Elzaro langsung berdiri dari duduknya. Air matanya kembali jatuh bahkan sangat deras membasahi pipinya.


Darren dan yang juga ikut berdiri. Mereka menatap khawatir Elzaro.


"Sekarang kirimkan fotonya padaku. Aku ingin melihatnya."

__ADS_1


"Baik, Bos."


Setelah mengatakan itu, Elzaro langsung mematikan panggilannya.


Dan detik kemudian...


Ting!


Terdengar bunyi notifikasi masuk ke ponselnya. Mendengar itu, Elzaro langsung melihat dan membukanya.


Terlihat sebuah pesan gambar di layar ponselnya. Baik Darren, ketujuh sahabatnya maupun kelima sahabatnya Elzaro juga ikut melihat pesan gambar itu. Mereka melihat foto gadis cantik di layar ponselnya Elzaro.


"Kathleen Johnson!" seru Darren.


Mendengar seruan dari Darren. Mereka semua menatap wajah Darren, termasuk Elzaro.


"Ren," panggil Elzaro.


"Hm." Darren berdehem.


"Apa kau kenal dengan gadis yang ada di layar ponselku ini?" tanya Elzaro.


"Kenal. Dia Kathleen Johnson, karyawan di perusahaan ayahku, menjabat sebagai manager keuangan. Dan sekaligus calon kakak iparku," jawab Darren sembari membayangkan wajah bahagia sang kakak yaitu Darka Lian Smith.


Mendengar jawaban dari Darren membuat Elzaro dan kelima sahabatnya terkejut. Yang membuat mereka terkejut adalah ketika mendengar perkataan dari Darren yang mengklaim seorang Kathleen Johnson sebagai calon kakak iparnya.


Darren menolehkan wajahnya menatap ke layar ponselnya Elzaro. Setelah itu, Darren mengalihkan perhatiannya menatap wajah Elzaro curiga.


Mendengar perkataan dan tuduhan yang diberikan oleh Darren kepadanya membuat Elzaro membelalakkan matanya.


Elzaro kembali menduduki pantatnya di kursi sambil berkata, "Berarti mulai sekarang kau harus bersikap sopan padaku. Dan kau harus memanggilku dengan sebutan kakak ipar."


Darren juga menduduki pantatnya di kursi dan diikuti oleh yang lainnya. Mereka semua menatap penuh penasaran akan perkataan dari Elzaro barusan.


Darren menatap lekat Elzaro. "Kasih gue satu alasan buat gue manggil lo kakak ipar," sahut Darren.


Elzaro mengalihkan perhatiannya dari layar ponsel dan menoleh kearah Darren.


Dan detik kemudian, terukir senyuman manis di bibirnya.


Darren yang melihat senyuman manis di bibirnya Elzaro seketika tubuhnya merinding dengan ekspresi wajah yang seperti orang ketakutan tapi terlihat menggemaskan seperti bocah berumur 5 tahun.


Ketujuh sahabatnya dan kelima sahabatnya Elzaro tersenyum melihat reaksi dari Darren.


"Mencurigakan," ucap Darren pelan, lalu membuang wajahnya ke depan.


"Gadis yang ada di layar ponsel gue ini adalah saudari kembar gue. Namanya adalah Kathleen Radmilo," ucap Elzaro.


Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya terkejut ketika mendengar perkataan dari Elzaro, kecuali kelima sahabatnya Elzaro. Mereka sudah tahu jika Elzaro memiliki saudari kembar.

__ADS_1


"Yang barusan nelpon gue itu adalah salah satu anak buah yang gue suruh buat nyari keberadaan saudari kembar gue yang hilang. Dia mengatakan ke gue bahwa Kathleen Johnson karyawan yang bekerja di perusahaan ayah lo adalah Kathleen Radmilo. Mendengar kabar itu, gue benar-benar bahagia."


Elzaro menatap wajah keenam sahabatnya. "Aku ingin mengatakan sesuatu sama kalian."


"Apa?" tanya kompak kelima sahabatnya itu.


"Gue udah bertemu dengan keluarga kandung gue. Ternyata kedua orang tua gue masih hidup. Mereka selamat dari kejadian menembakkan itu."


Mendengar perkataan dari Elzaro mengenai keluarga dan kedua orang tuanya membuat Allan, Derry, Glen, Diego, dan Melky tersenyum bahagia.


"Kami senang mendengarnya, Lino!" seru mereka kompak.


Elzaro kembali menatap kearah Darren. "Jadi?"


"Apanya?" tanya balik Darren dengan melirik sekilas ke samping.


"Jangan berpura-pura tidak mengerti saudara Darrendra Smith!"


Mendengar perkataan dari Elzaro membuat Darren mendengus.


Darren berdiri dari duduknya, lalu tatapan matanya menatap kearah Elzaro dengan wajah yang sedikit ditekuk.


"Lo belum membuktikan bahwa gadis yang ada di layar ponsel lo itu adalah saudari kembar lo. Bagi gue saat ini dia adalah tetaplah Kathleen Johnson, calon masa depan kakak kesayangan gue yaitu Darka Lian Smith. Selama belum ada bukti. Ogah gue manggil lo dengan sebutan kakak ipar."


Setelah mengatakan itu, Darren pun pergi meninggalkan Elzaro dan kelima sahabatnya. Dan diikuti oleh Qenan, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Axel dan Dylan.


"Kalau gue berhasil membuktikan bahwa Kathleen Johnson adalah Kathleen Radmilo, saudari kembar gue!? Lo harus manggil gue dengan sebutan kakak ipar!" teriak Elzaro sembari tersenyum.


"Buktikan saja dulu!" teriak balik Darren.


Darren saat ini beradai di kasir untuk membayar semua makanan dan minuman yang mereka pesan.


"Tapi gue butuh jawaban dari lo, monyet!" teriak Elzaro.


"Ogah!" teriak Darren.


"Maksud lo?!" teriak Elzaro.


"Jijik gue manggil lo dengan sebutan kakak ipar!" teriak Darren.


Setelah itu, Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya benar-benar pergi meninggalkan cafe tersebut.


Sementara Elzaro seketika mendengus kesal saat mendengar perkataan dari Darren. Dia tidak benaran marah atau pun sakit hati. Hanya kesal saja.


Detik kemudian...


Terukir senyuman di bibirnya Elzaro. "Ternyata Darren itu orangnya asyik," ucap Elzaro.


Mendengar perkataan dari Elzaro membuat kelima sahabatnya juga ikut membenarkan perkataannya.

__ADS_1


"Iya. Kau benar Lino," ujar Derry.


"Sahabat-sahabatnya juga asyik," sela Glen.


__ADS_2