KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Perkataan Sekaligus Ancaman Dari Darel


__ADS_3

"Woi, kalian mau pesen apa? Biar gue sama Alice yang pesenin?" tanya Elsa.


Yup! Brenda dan ketujuh sahabatnya saat ini sedang berada di kantin.


Setelah lelah berlari karena mendapatkan hukuman dari salah satu dosennya, kaki mereka seperti mau patah.


Baik Brenda maupun ketujuh sahabatnya mendapatkan hukuman dari dosen yang mengajar di kelasnya karena dosen tersebut mendapatkan kertas jawaban di dalam tas mereka.


Brenda dan ketujuh sahabatnya sudah menjelaskan secara jujur. Namun sang dosen sama sekali tidak mempercayainya. Dan pada akhirnya mereka berakhir disuruh berlari mengelilingi lapangan sebanyak 50 kali.


"Gue samain aja deh sama lo," jawab Brenda. Elsa dan Alice mengangguk.


"Kalian?" tanya Alice menunjuk kearah sahabatnya yang lain.


"Samain aja semuanya!" seru Vania, Lenny, Felisa, Tania dan Milly.


"Oke," ucap Alice dan Elsa bersamaan.


Setelah itu, Elsa dan Alice berlalu untuk memesan pesanan mereka.


Terlihat segerombolan mahasiswa memasuki kantin membuat kantin yang semula tidak terlalu ramai menjadi sangat ramai.


Ada yang memfoto mereka ada juga yang memekik girang. ASTAGA!


Brenda dan ketujuh sahabatnya yang melihat itu mnggelengkan kepalanya.


Elsa dan Alice kembali ke mejanya setelah memesan makanan untuknya dan untuk sahabat-sahabatnya.


Elsa dan Alice meletakkan 8 minuman dingin di atas meja. Sembari menunggu pesanan datang, Brenda dan ketujuh sahabatnya menikmati minuman dingin tersebut terlebih dahulu.


Setelah beberapa menit menunggu, pesanan mereka pun datang. Dan pelayan kantin itu pun meletakkan pesanan itu di atas meja.


Elsa dan Alice memesan 8 porsi bakso untuknya dan sahabat-sahabatnya.


Setelah pesanan tersaji di atas meja, Brenda dan ketujuh sahabatnya mulai memakan baksonya dengan lahap.


Ketika Brenda dan ketujuh sahabatnya tengah menikmati baksonya, tiba-tiba Arianna dan keenam teman-temannya datang.


Dari meja ujung kantin. Terlihat delapan pasang mata yang terus menatap ke meja dimana Brenda dan ketujuh sahabatnya berada tanpa henti.


Mereka itu adalah Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


"Mau ngapain lagi mereka?" tanya Dylan dengan matanya menatap kearah dimana kekasihnya berada.


"Apa nggak ada kerjaan lain selain mengganggu pacar-pacar kita?" ucap Jerry.

__ADS_1


"Awas aja kalau sampai Janet berani melakukan hal buruk terhadap Felisa. Bakal habis tuh cewek," ucap Darel.


Mereka terus menatap kearah meja Brenda dan ketujuh sahabatnya dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh Arianna dan keenam teman-temannya.


"Mau apa lagi kalian? Belum puas melihat kami yang mendapatkan hukuman dari dosen?" tanya sinis Tania.


Mendengar pertanyaan dari Tania membuat Arianna dan keenam teman-temannya menatap nyalang kearah Tania.


Brak!


Arianna menggebrak kuat meja sehingga membuat makanan dan minuman di atas meja berserakan keluar.


Brenda dan ketujuh sahabatnya berusaha untuk tidak terpancing. Mereka berusaha untuk sabar.


"Selama lo dan para sampah lo itu masih ada di kampus ini. Selama itulah gue dan teman-teman gue nggak akan pernah berhenti buat nyari masalah sama lo dan teman-teman lo!" bentak Arianna menunjuk kearah wajah Tania.


"Jauhin tangan kotor lo dari hadapan wajah sahabat gue," ucap Lenny dengan menepis kasar tangan Arianna.


"Nggak usah ikut campur. Urusan lo sama gue!" bentak Wanda.


"Jijik gue berurusan sama lo. Nggak level," jawab Lenny.


"Brengsek!" bentak Wanda.


Wanda mengangkat tangannya hendak menampar wajah Lenny.


"Jangan coba-coba lo nampar sahabat gue," ucap Brenda dengan menatap marah Wanda.


Wanda menatap tajam kearah Brenda. Begitu juga dengan keenam teman-temannya.


Setelah itu, Wanda menarik tangannya dari genggaman tangan Brenda.


Ketujuh sahabatnya Brenda berdiri dari duduknya dengan tatapan matanya menatap nyalang Arianna dan keenam teman-temannya.


"Mending kalian pergi dari sini. Kita mau makan," ucap Elsa.


"Beraninya lo ngusir kita, hah!" bentak Kelly.


"Hahaha." Elsa tersenyum di sudut bibirnya. "Lo anak kuliahan, tapi otak lo nggak ada pintar-pintarnya sama sekali." Elsa berbicara dengan seenak jidatnya.


Mendengar ucapan kejam dari Elsa membuat Brenda dan sahabatnya yang lain tersenyum mengejek. Begitu juga dengan Darren, ketujuh sahabatnya dan para pengunjung kantin lainnya.


Elsa menatap remeh Kelly. "Lo ngerti nggak dari ucapan gue barusan, hah?! Gue nyuruh lo dan para antek busuk di sekitar lo itu pergi dari sini. Bukan ngusir lo dari kantin ini." Elsa tersenyum mengejek.


Mendengar ucapan dari Elsa membuat Kelly mengepal kuat tangannya. Dan jangan lupa tatapan matanya. Tak jauh beda dengan keenam teman-temannya. Mereka menatap marah Brenda dan ketujuh sahabatnya.

__ADS_1


"Mending kalian berhenti nyari masalah dengan gue dan sahabat-sahabat gue. Apa kalian nggak lelah dan nggak bosan?" ucap dan tanya Brenda dengan tatapan matanya menatap Arianna dan keenam teman-temannya.


Arianna seketika menatap tajam wajah Brenda. Dirinya benar-benar marah ketika mendengar ucapan Benda barusan.


"Lo dengar ya wanita murahan. Ini semua berawal dari lo dan para sahabat-sahabat busuk lo itu. Lo udah buat Jessica dipenjara. Lo dan....." perkataan Arianna terpotong dikarenakan suara seseorang.


"Siapa yang lo sebut wanita murahan, hah?!"


Deg!


Arianna terkejut ketika mendengar suara orang itu. Begitu juga dengan keenam teman-temannya.


Arianna dan keenam teman-temannya langsung melihat ke asal suara.


Seketika mereka membelalakkan matanya ketika melihat Darren dan ketujuh sahabatnya melangkah menuju meja Brenda dan sahabat-sahabatnya.


Darren dan ketujuh sahabatnya menatap marah Arianna dan keenam teman-temannya. Mereka tidak terima jika kekasihnya disebut ******.


"Siapa yang lo sebut wanita murahan?" tanya Jerry yang mengulangi pertanyaan Darren barusan.


Arianna dan keenam teman-temannya menatap ngeri Jerry dan sahabat-sahabatnya.


"Lo nyebut pacar gue dan ketujuh sahabatnya sebagai wanita murahan. Terus lo dan keenam teman-teman lo pantasnya disebut apa, hah?!" bentak Darren.


"Yang wanita murahan itu adalah kalian!" bentak Axel.


"Kalian selalu ngejar-ngejar kita, gangguin kita, merayu kita dan kalian juga bersikap seolah-olah kita ini adalah kekasih kalian. Padahal kita nggak punya hubungan apa-apa dengan kalian," ucap Jerry.


"Sekarang gue tanya sama kalian. Siapa yang murahan disini, hah?!" ucap dan tanya Jerry dengan nada membentak dan tatapan amarahnya.


Darren menatap wajah Arianna. Dirinya benar-benar marah ketika kekasihnya dituduh atas apa yang terjadi terhadap Jessica.


"Dan lo sialan!" bentak Darren. "Barusan lo nyalahin Brenda atas apa yang dialami Jessica. Lo dengar baik-baik ya. Jessica masuk penjara karena dia udah berani merencanakan untuk membunuh kekasih gue. Jessica, teman lo itu meletakkan bom di bawah mobil kekasih gue!" bentak Darren dengan menatap marah Arianna.


Deg!


Arianna dan keenam teman-temannya terkejut ketika mendengar perkataan Darren yang mengatakan bahwa Jessica ingin membunuh Brenda dengan cara meledakkan mobil Brenda. Mereka tidak menyangka jika Jessica bisa memiliki niat seperti itu.


Bukan hanya Arianna dan keenam teman-temannya yang terkejut. Semua para penghuni kantin juga terkejut.


"Karena saat kejadian itu suasana hati gue dalam keadaan baik, makanya gue hanya melaporkan Jessica ke polisi. Jika saat kejadian itu suasana hati gue lagi buruk, maka bisa dipastikan Jessica bakal menghadap Tuhan," ucap Darren.


Mendengar ucapan dari Darren membuat tubuh Arianna dan keenam teman-temannya bergetar.


Setelah mengatakan itu, Darren langsung menarik tangan Brenda untuk pergi meninggalkan kantin. Diikuti oleh ketujuh sahabatnya bersama para kekasihnya.

__ADS_1


Dan sebelum itu, Darel berucap dengan kejamnya sehingga membuat Arianna dan keenam temannya ketakutan.


"Berhentilah mengganggu pacar gue dan sahabat-sahabatnya. Jika kalian masih saja mengganggu pacar gue dan sahabat-sahabatnya, kalian semua akan tahu akibatnya."


__ADS_2