KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Tatapan Jijik Davin


__ADS_3

Di perusahaan ER'Land di ruang kerja dimana Davin yang sedang bersama dengan seorang wanita cantik dan juga seksi saat ini.


Ketika Davin tengah sibuk dengan pekerjaannya, tiba-tiba datang seorang wanita ke ruang kerjanya.


Wanita itu memaksa masuk ke ruang kerja Davin dengan beralasan bahwa dia ingin bertemu dengan Davin.


Wanita itu memanipulasi keadaan sehingga membuat para karyawan percaya bahwa dia memang kenal dekat dengan Davin.


Ketika berhasil membohongi para karyawan dan berhasil masuk ke ruang kerja Davin. Wanita itu memulai aksinya merayu serta menggoda Davin.


Wanita itu terus saja menggoda dan merayu Davin dan berniat untuk menjadikan Davin sepenuhnya miliknya.


Melihat wanita yang ada di sampingnya itu tidak juga berhenti menggoda dan merayunya. Bahkan wanita itu dengan beraninya melakukan hal menjijikkan terhadap dirinya sehingga membuat Davin benar-benar marah


Davin mendorong kuat tubuh wanita itu sehingga membuat tubuh wanita itu sehingga tubuh wanita itu menjauh darinya.


Davin berdiri dari duduknya, membersihkan dan merapikan jas nya yang berantakan akibat ulah wanita itu.


"Lebih baik kau pergi dari sini. Kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi," ucap Davin sembari melangkah menuju meja kerjanya.


Ketika Davin hendak melangkah menuju meja kerjanya, tiba-tiba wanita itu berdiri dan langsung memeluk tubuh Davin dari belakang.


Mendapatkan pelukan dari wanita itu membuat Davin terkejut. Dan detik kemudian, Davin memegangi kedua tangan wanita itu sehingga membuat wanita itu berpikir bahwa Davin senang di peluk.


Namun pikiran wanita itu salah. Davin dengan kasarnya melepaskan tangan wanita itu, lalu mencengkeramnya dengan kuat sehingga membuat wanita itu meringis kesakitan.


Davin membalikkan badannya tanpa melepaskan pegangan tangannya di tangan wanita itu dan menatap tajam wanita tersebut.


"Sekali lagi aku katakan padamu. Aku sudah tidak mencintaimu lagi. Aku tidak ingin memiliki hubungan apapun denganmu. Apa kau mengerti!"


"Tidak! Aku tidak peduli. Seribu kali pun kau menolakku, aku akan tetap ingin kembali denganmu. Dan aku akan setiap hari menemuimu," jawab wanita itu.


Wanita itu adalah mantan kekasihnya Davin. Nama wanita itu adalah Talia Aari Norin. Talia berasal dari keluarga Norin.


Mendengar perkataan dari Talia membuat Davin semakin marah. Terlihat bagaimana cara Davin menatap wajah Talia.


"Aku juga tidak peduli apa yang akan kau lakukan. Satu hal yang harus kau ketahui, Talia! Aku Davin tidak akan pernah kembali padamu dan menjalin hubungan lagi denganmu. Aku juga tidak sudi menjadi bagian dari keluarga Norin!"


Setelah mengatakan itu, Davin menarik tangan Talia, lalu mendorongnya dengan kuat sehingga tubuh Talia tersungkur ke lantai.


"Pergi dari sini. Tinggalkan perusahaan ini. Dan ingat! Jangan pernah lagi kau menginjakkan kakimu ke perusahaan ini!" bentak Davin.


Mendengar perkataan dan ancaman dari Davin membuat Talia geram. Dia tidak terima jika usahanya untuk mendapatkan perhatian dan cinta Davin kembali telah gagal.


Davin melangkah menuju meja kerjanya, lalu tangannya memegang telepon panggilan.


Davin menekan sebuah nomor. Dan detik kemudian.

__ADS_1


"Suruh dua security untuk datang ke ruanganku."


"Baik, Bos!"


Setelah mendapatkan jawaban dari karyawannya yang bagian resepsionis, Davin langsung mematikan panggilan tersebut.


Tak butuh waktu lama, dua security datang. Kedua security itu melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya Davin setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk.


"Seret wanita murahan ini dari sini. Dan ingat, jangan biarkan dia datang lagi kesini."


"Baik, Bos."


"Beritahu karyawan lainnya agar mereka tahu dengan perempuan ini."


"Baik, Bos."


Setelah itu, dua security itu menarik paksa tangan Talia dan membawanya keluar dari ruang kerjanya Davin.


Sementara Talia berusah memberontak sembari berteriak seperti orang gila.


Ketika dia security itu menarik paksa Talia. Andra yang kebetulan ingin ke ruang kerja kakak laki-lakinya terkejut ketika melihat kejadian itu.


^^^


Kini Andra telah berada di ruang kerja Davin. Andra kesana untuk memberikan berkas kerjasama perusahaan ER'Land dan perusahaan SQUID.


"Dia mantan Kakak," jawab Davin dengan ekspresi wajah buruknya.


"Ja-jadi dia yang bernama Talia itu? Perempuan yang sudah mengkhianati kakak, mempermalukan kakak dan juga mencampakkan kakak demi laki-laki yang lebih kaya dari kakak saat itu?"


Andra seketika marah ketika mengetahui bahwa wanita yang pernah singgah di hati kakak laki-lakinya itu kini kembali lagi.


Andra tahu tentang hubungan Davin dan Talia. Karena saat mereka sama-sama kuliah dulu, Andra mengetahui bahwa kakak laki-lakinya itu telah memiliki kekasih.


Andra terus mendesak agar Davin mau bercerita tentang sosok kekasihnya itu. Dan pada akhirnya, Davin pun bercerita tentang Talia dan keluarganya.


Andra juga tahu putusnya hubungan asmara Davin dan Talia disebabkan bahwa Talia tidak benar-benar mencintai kakak laki-lakinya. Talia selama ini hanya memanfaatkan kebaikan kakak laki-lakinya


"Jangan bilang jika perempuan itu datang kesini untuk balikan lagi sama kakak Davin?"


"Memang itu rencananya," jawab Davin.


"Dasar perempuan murahan," umpat Andra kesal.


Davin menata wajah adiknya itu dan juga menatap kearah dua map di atas meja.


"Apa ini berkas kerjasama perusahaan kita dengan perusahaan SQUID?" tanya Davin.

__ADS_1


"Iya," jawab Andra.


"Oh iya, kakak Davin! Akan ada General Manager baru hari ini. Dia akan datang siang nanti."


"Baiklah. Kau atur saja semuanya. Selama Papa di Singapura. Kita yang bertanggung jawab di perusahaan ini. Perusahaan ini adalah perusahaan utama keluarga kita."


"Baik, kak Davin. Aku mengerti."


Seperti yang telah diputuskan oleh Erland bahwa dia akan pergi ke Singapura untuk menjalin kerjasama perusahaannya yang ada di Singapura dengan perusahaan terbesar nomor dua di Singapura.


Dan keberangkatan Erland ternyata di percepat. Yang awalnya Erland seharusnya pergi besok siang. Namun berubah menjadi siang tadi sekitar pukul satu siang. Erland diantar oleh Agneta, Carissa, Evan dan dua anaknya yaitu Davin dan Andra.


Sementara untuk anak-anaknya yang lain belum mengetahui keberangkatan Erland yang dipercepat, termasuk Darren.


***


Di markas Latin King telah berkumpul beberapa anggota mafioso, dua tangan kanannya Devian yaitu Carly dan Leo di Aula.


Mereka kini tengah menunggu kedatangan Darren dan ketujuh sahabatnya. Setelah kedatangan Darren dan ketujuh sahabatnya, baru proses hukuman akan dijalankan.


"Prince," panggil salah satu anggota mafioso.


"Iya, ada apa?"


"Kenapa kita hanya membawa perempuan itu dan anak perempuannya? Kenapa tidak semua anggota keluarganya?"


Mendengar pertanyaan dari anggotanya membuat Carly tersenyum. Begitu juga dengan Leo.


"Karena mereka tidak bersalah. Mereka berbeda dengan musuh-musuh kita yang telah kita habisi selama ini," jawab Carly.


"Mereka juga tidak bersikap sombong dan arogan. Bahkan mereka bertanya secara baik-baik ketika kita datang," ucap Leo.


"Maka dari itu kita hanya membawa perempuan itu dan anak perempuannya," ujar Carly.


"Bahkan semua anggota keluarga Morella tidak ada yang membantu perempuan itu ketika kita membawanya pergi," sela Leo.


Mendengar jawaban demi jawaban dari dua Bos nya membuat laki-laki itu mengangguk paham.


Ketika mereka tengah membahas keluarga Morella, orang yang mereka tunggu pun datang.


"Maaf, kami terlambat!" Darren dan ketujuh sahabatnya bersamaan.


Mendengar seruan dari Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya. Carly, Leo dan beberapa anggota mafiosonya langsung melihat kearah Darren dan ketujuh sahabatnya.


"Tidak. Kalian sama sekali tidak terlambat," jawab Leo.


Setelah itu, mereka semua pergi menuju ruang tahanan dimana Sashi dan putrinya berada.

__ADS_1


__ADS_2