KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Sandirwara Darren


__ADS_3

Agneta yang duduk di sampingnya mengelus-elus lengan suaminya. "Jadi rasa takutnya sudah hilang, hum!" goda  Agneta.


"Sepenuhnya sudah hilang. Ini semua berkat putra bungsuku," sahut Erland dengan senyuman lebarnya.


Mereka yang melihatnya juga ikut tersenyum.


"Maaf Tuan, Nyonya." tiba-tiba pelayan datang menghampiri mereka semua.


"Ya. Ada apa?"


"Sarapan paginya sudah tersedia di atas meja."


"Oh, iya. Terima kasih."


Setelah itu, mereka semua pun pergi keruang makan untuk memulai sarapan pagi.


***


[PERUSAHAAN ACCENTURE]


Darren berada di ruang kerjanya saat ini. Dirinya sedang mengerjakan sebuah berkas. Berkas proyek kerja samanya dengan Perusahaan RVN dan Perusahaan SHN. Sebenarnya Darren hanya menyelesaikan sisa-sisanya saja, selebihnya sudah diselesaikan oleh Willy dan Qenan.


Willy dan Qenan tidak ingin membuat Darren kelelahan bekerja sendirian, walau hanya untuk beberapa hari. Makanya mereka berdua mengerjakan tugas-tugas mereka sampai satu minggu kedepan, jika rencana mereka untuk menjebak Helena gagal.


Darren tersenyum-senyum sendiri saat melihat semua pekerjaan yang telah diselesaikan oleh kedua sahabatnya itu tanpa cacat sama sekali.


"Dasar kalian ya. Sempat-sempatnya kalian menyelesaikan semua tugas-tugas kalian sampai minggu depan. Eeeemmm.. aku mengerti maksud kalian." ucap Darren.


Baik Willy, Qenan maupun semua karyawan ACCENTURE sudah mengetahui rencana yang akan dijalankan oleh Darren. Begitu juga dengan para karyawan yang bekerja di DARREN GALERI OF ART dan Perusahaan mobil BMWX.


Saat Darren tengah fokus dengan pekerjaannya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


TOK!


TOK!


TOK!


"Masuk."


CKLEK!


Pintu dibuka oleh sekretarisnya. Lalu sekretarisnya itu melangkah masuk.


"Maaf, Bos."


Darren melihat kearah sekretarisnya itu. "Ada apa?"


"Diluar ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan Bos. Wanita itu memaksa untuk masuk."


Darren langsung menghentikan kegiatannya, kemudian Darren menyandarkan punggungnya di kursi kebesaran miliknya dan tidak lupa senyuman terukir di sudut bibirnya itu.


"Biarkan wanita itu masuk."


"Baik, Bos."


Setelah mengatakan hal itu, sekretaris itu pergi meninggalkan ruang kerja Darren.

__ADS_1


"Permainan segera dimulai sayang." Darren berucap dengan senyuman iblisnya.


Darren beranjak dari duduknya untuk berpindah duduk di sofa. Kaki jenjangnya melangkah menuju sofa yang ada di ruang kerjanya itu.


Sebelum Darren beranjak dari duduknya, Darren sudah terlebih menekan sebuah tombol yang ada di bawah meja kerjanya. Tombol yang mengaktifkan kamera pengintai dan alat penyadap suara. Kamera pengintai dan penyadap suara tersebut bisa terhubung dengan beberapa orang, sekali pun jarak orang itu berada sangat jauh dari Perusahaan ACCENTURE.


Kini Darren sudah duduk di sofa empuknya. Darren menyandarkan punggungnya dan memejamkan kedua matanya.


Beberapa detik kemudian, seseorang membuka pintu ruang kerjanya.


CKLEK!


***


[KEDIAMAN DARREN]


Gilang dan Darka saat ini masih berada di ruang tengah rumah Darren. Keduanya tampak sibuk dengan beberapa tugas kampus dan juga mempersiapkan semua jadwal untuk BAKSOS di kampusnya.


Gilang dan Darka mendapatkan tugas dari adik kesayangannya untuk menghandle tugasnya sebagai ketua di kampus.


Saat ini Darka sedang melakukan penelitian terlebih dahulu. Seperti apa target peserta yang akan ditangani pada saat kegiatan. Lalu memastikan juga berapa jumlah peserta serta usia yang akan ditangani sehingga semua kegiatan bisa disesuaikan berdasarkan kriteria tersebut.


Sementara Gilang melakukan pengecekan peralatan yang dibutuhkan. Kegiatan outdoor ada kemungkinan cedera untuk mengantisipasi hal itu maka kemampuan teknis di bidang keselamatan dan keamanan sangat penting dimiliki, keselamatan dan keamanan kegiatan berada di tangan Gilang dan Darka. Begitu juga Darren sebagai ketua.


Gilang dan Darka mengecek semuanya secara teliti. Baik dari hasil yang mereka kerjakan maupun dari hasil yang mereka terima dari para anggota lainnya. Ditambah lagi dari data-data yang diberikan oleh Darka pada mereka. Gilang dan Darka mencocokkan semuanya.


Dua jam mereka melakukan pengecekan dan penelitian, akhirnya semuanya selesai dengan sangat baik.


"Ach, selesai juga!" seru Darka dengan mengangkat kedua tangannya ke atas sambil sedikit merilekskan tangan dan tubuhnya


"Aahh.. pinggangku." Gilang langsung menjatuhkan tubuhnya di lantai yang beralaskan karpet bulu.


"Iya. Aku hanya ingin meluruskan tubuhku sebentar. Rasanya mau putus duduk terlalu lama," jawab Gilang.


"Ayolah, Gil. Tidak ada waktu untuk berleha-leha. Kita harus segera ke kampus. Acara Baksosnya tinggal beberapa hari lagi. Masih banyak yang belum kelar. Kita belum mengecek bahan makanannya, obat-obatan, pakaian dan lain-lain. Yang kita lakukan saat ini baru setengahnya. Belum lagi kita harus mencari tim kesehatan. Darren sudah memberikan kepercayaan pada kita, Gil." Darka berbicara sembari menjelaskan semua jenis kegiatannya.


Mendengar penuturan dari Darka. Gilang pun langsung menduduki tubuhnya.


"Lakukan demi Darren, Gil! Darren sudah terlalu banyak masalah. Dan saat ini Darren tengah berusaha untuk menyelesaikan masalahnya. Ditambah lagi besok adalah kerja sama dan proyek besar-besaran yang akan dilakukan oleh lima belas Perusahaan terkenal dan ternama, salah satunya adalah Perusahaan Papa."


"Aku sempat dengar saat Darren berbicara di telepon dengan Qenan sahabatnya, jika Perusahaan GT COMPANY selaku tuan rumah bekerja sama dengan Perusahaan SF CORP ingin menjebak kelima belas Perusahaan itu. Saat ini Darren sedang menyelesaikan masalah itu bersama sahabat-sahabatnya. Jadi kita jangan membebankan kegiatan BAKSOS ini kepada Darren. Sebisanya mungkin kita harus menyelesaikan semuanya. Jadi Darren cukup hadir saat hari H nya saja."


Gilang tersenyum tulus mendengar penuturan dari Darka. "Baiklah. Ayo, kita lakukan demi Darren!"


Setelah itu, Gilang dan Darka membereskan semua berkas dan file mereka. Lalu bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.


***


[PERUSAHAAN ACCENTURE]


CKLEK!


Pintu dibuka oleh seseorang, lalu orang itu melangkah masuk ke ruangan kerja Darren dan tak lupa menutup kembali pintu tersebut. Seseorang itu adalah Helena Orlando.


Helena memperhatikan di sekitar ruang kerja Darren.


"Eemm. Ruangan yang bagus dan mewah. Sebentar lagi ruangan ini akan menjadi milikku," batin Helena.

__ADS_1


Setelah selesai menatap takjub ruangan kerja Darren. Helena melihat Darren yang kini duduk bersandar di sofa dengan mata yang terpejam.


Helena melangkah menghampiri Darren. Setelah dirinya sudah berada di dekat Darren. Helena langsung menduduki pantatnya tepat di samping kanan Darren.


Helena tersenyum menyeringai saat menatap wajah Darren. Lalu kemudian Helena membelai wajah tampan Darren. Sementara tangan yang satunya bermain-main di rambutnya.


Merasakan sentuhan di wajah dan di kepalanya, Darren pun membuka kedua matanya secara berlahan. Helena yang melihat Darren yang membuka kedua matanya memperlihatkan senyuman manisnya.


"Helena," lirih Darren.


"Iya, ini aku. Aku memang sengaja datang kesini untuk menghiburmu, Ren!" sahut Helena.


Tanpa diduga oleh Helena, Darren langsung menjatuhkan kepalanya di bahu Helena dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Helena.


"Hiks... Helena... aku kehilangan keempat sahabatku... hiks."


Helena yang melihat sikap Darren yang manja padanya tersenyum puas dan juga tersenyum kemenangan.


"Akhirnya aku mendapatkanmu, Darrendra Smith," batin Helena.


"Aku disini untukmu, Darren! Kau tidak sendirian. Kau harus kuat, ya! Masih ada Jerry, Axel dan Dylan. Mereka membutuhkanmu," hibur Helena sembari mengusap-usap lembut wajah Darren.


"Helena."


"Iya, Ren. Ada apa, hum?"


"Apa kau masih mencintaiku?"


"Akukan sudah katakan padamu sejak aku datang ke kantormu beberapa hari yang lalu kalau aku masih mencintaimu. Di hatiku hanya ada namamu. Saat itu aku pergi meninggalkanmu karena ancaman seseorang. Jika aku tidak menurutinya, maka keluargaku yang akan disakitinya," tutur Helena.


"Aku percaya padamu. Jangan pernah meninggalkanku, Helena! Jangan pergi lagi. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku mencintaimu," ucap lirih Darren.


Helena tersenyum bahagia saat mendengar ucapan dari Darren. Dirinya tidak menyangka jika rencananya bisa berjalan mulus seperti ini. Darren langsung luluh padanya. Dan selama ini Darren masih mencintainya.


"Aku mencintaimu. Selamanya mencintaimu. Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Aku akan selalu ada disisimu," jawab Helena.


"Kau benar-benar bodoh, Darren. Kau pikir aku benar-benar mencintaimu. Hahaha. Dalam mimpi. Selama ini aku tidak pernah benar-benar mencintaimu. Aku hanya ingin hartamu saja. Kau sudah masuk ke dalam perangkapku dan juga rayuanku, Darrendra Smith! Sebentar lagi kau akan kehilangan segalanya, dan bersiap-siaplah mengucapkan selamat tinggal untuk semua kekayaanmu," batin Helena.


Darren mengangkat kepalanya dan kemudian menatap wajah Helena. Darren menatap lekat kedua mata Helena.


"Jangan terlalu senang dulu, Helena Orlando! Kau belum sepenuhnya menguasaiku. Selamanya kau tidak akan bisa menguasaiku atau pun memanfaatkanku. Lagian siapa juga yang masih mencintai perempuan murahan sepertimu. Aku mengatakan hal itu hanya ingin membantu melancarkan rencanamu saja," batin Darren.


"Terima kasih kau sudah mau datang kesini dan menghiburku," ucap Darren sembari tangannya mengelus-elus wajah cantik Helena.


"Sama-sama, Ren. Aku senang melakukannya. Aku melakukan hal ini karena aku tidak ingin kau terlalu larut dalam kesedihanmu," jawab Helena.


"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih," kata Darren lagi.


Helena hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawabannya.


"Aku akan keluar membelikan makanan. Aku ingin makan bersama denganmu. Kau maukan menemaniku makan?" ucap dan tanya Darren.


"Tentu. Aku akan menemanimu makan. Aku tidak ingin kau jatuh sakit," jawab Helena dengan senyum palsunya.


"Baiklah. Kalau begitu tunggulah sebentar, oke!"


"Eemm." Helena mengangguk.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Darren pun pergi meninggalkan ruang kerjanya dan meninggalkan Helena sendirian.


__ADS_2