KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Rasa Khawatir Axel, Dylan Dan Jerry


__ADS_3

[MARKAS BLACK GUERRILLA]


Noe dan keempat sahabatnya yaitu Ziggy, Devian, Enzo, Chico tengah berkumpul di aula pertemuan, lengkap dengan tangan kanan dan para anggota masing-masing.


Saat ini mereka tengah membahas persiapan untuk menjebak balik Perusahaan GT COMPANY dan Perusahaan SF CORP. Mereka membuat rencana jika kedua Perusahaan itulah yang masuk ke dalam permainan yang mereka buat sendiri.


"Bagaimana persiapannya saat ini?" tanya Enzo.


"Kami sudah mengganti semua berkas yang akan ditandatangani oleh 15 Perusahaan COMPENY itu dengan berkas kerja sama yang kami buat," jawab Justin.


"Kami mengubah isinya, Bos!" seru Caleb.


"Apa isinya?" tanya Devian.


"Perusahaan GT COMPANY dan Perusahaan SF CORP akan bertanggung jawab sepenuhnya. Dan kedua Perusahaan itu siap mengganti kerugian sebesar 100%, jika proyek kerja sama mereka gagal atau terjadi kerusakan," jawab Dorris.


Noe, Ziggy, Devian, Enzo dan Chico tersenyum di sudut bibir mereka saat mendengar perkataan dari Dorria.


"Kami juga memasukkan lima pegawai baru di Perusahaan GT COMPANY, Bos! Pegawai baru itu dari anggota kita," sela Ruby.


"Bajingan itu memecat lima karyawannya hanya kesalahan sepele," kata Tory.


"Setelah memecat lima karyawannya, bajingan itu mencari pengganti untuk menggantikan posisi kelima karyawan lamanya itu," ucap Billy.


"Mendengar berita itu. Kami pun memutuskan untuk memasukkan lima anggota kami," ujar Caleb.


"Dengan begitu semua pekerjaan kami menjadi mudah," pungkas Mark.


"Sekretarisnya ikut andil dalam rencana ini, Bos!" seru Dirga.


"Bagaimana bisa?" tanya para ketua mafia kompak.


"Direktur GT pernah melakukan pelecehan seksual pada sekretarisnya. Bahkan pria itu mengancam sekretarisnya untuk menutup mulut. Jika berani membocorkan masalah tersebut, maka keluarganya akan kena imbasnya." Marco yang menjawabnya.


"Cih! Menjijikkan," ucap Enzo.


"Oh iya. Bagaimana dengan keluarga wanita murah*n itu?" tanya Chico.


"Semuanya beres, Bos!" seru Marcel.


"Keluarga itu sudah hancur. Perusahaan RM'Ol dan juga butik milik istrinya semuanya mengalami kerugian besar. Justin, Tommy, Zee, Lian dan Jason sudah melakukan tugas mereka dengan baik," sahut Enzo dengan wajah yang begitu bahagia.


Mendengar penuturan dari Enzo. Ziggy, Devian, Chico dan Noe tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Pasti adik kelinci kita bahagia kalau mendengar kabar ini!" seru Noe.


"Sudah pasti itu. Bukankah hal ini yang diinginkan oleh sikelinci nakal itu," sela Chico sembari membayangkan wajah bahagia Darren.


"Aku sudah menghubunginya barusan. Dan mengatakan padanya jika keinginannya untuk melihat kehancuran keluarga sialan itu telah sukses dijalankan," sahut Enzo.


"Lalu bagaimana tanggapan sikelinci nakal itu, Enzo?" tanya Ziggy.


"Dari nada suaranya terdengar sangat bahagia. Dan sekarang anak kelinci itu sedang mengurus wanita murah*n itu," jawab Enzo.


"Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Darren pada wanita murah*n itu?" tanya Chico.


Saat mereka sedang berpikir rencana apa yang akan dilakukan oleh Darren pada Helena, tiba-tiba Zaky bersuara.


"Bos, lihatlah ini!" Zaki memberikan ponselnya pada Noe.


Noe mengambil ponsel milik Zaky. Dapat dilihat olehnya sebuah video. Di dalam video itu terlihat Helena berada di ruang kerja Darren. Helena yang berusaha menghibur dan merayu Darreb. Helena yang berambisi ingin menguasai semua kekayaan pribadi milik Darren sampai Darren membawanya ke SHOOWROOM BMWX dan bertemu dengan ketiga sahabatnya yaitu Jerry, Axel dan Dylan.


Seketika terukir senyuman manis di bibirnya. Melihat Noe yang tersenyum sembari fokus pada ponsel milik Zaky. Chico langsung merebut ponsel tersebut.


"Berikan padaku."


Setelah itu, Devian, Ziggy dan Enzo melihat video tersebut secara bersamaan.


Sama seperti Noe. Chico, Devian, Ziggy dan Enzo tersenyum bahagia melihat video itu.


"Benar-benar rencana yang hebat," puji Enzo.


"Jiwa psikopatnya sekali keluar benar-benar mengerikan," ucap Noe.


"Iya. Kau benar, Noe! Bahkan dia tidak memberikan kata ampun untuk keempat karyawannya yang telah mengkhianatinya. Keempatnya langsung diberikan hukuman mati. Jerry juga ikut andil dalam eksekusi mati empat karyawan itu," ujar Ziggy.


"Dua mati di tangan mereka. Dan duanya mati dalam ledakan mobil yang sudah disabotase oleh mereka sendiri," pungkas Chico.


"Sisa satu mobil lagi!" seru mereka bersamaan.


"Dan mobil itu dipakai oleh wanita murah*n itu!" seru Razky.


"Hm." Noe, Chico, Devian, Ziggy dan Enzo sembari menganggukkan kepala mereka.


"Oke. Besok adalah hari dimana kerja sama dan juga proyek besar Perusahaan COMPANY terbesar dan terkenal di dunia akan dilaksanakan. Persiapkan semuanya. Lakukan dengan baik. Buat para musuh-musuh kita hancur!" seru Ziggy.


"Baik," jawab para tangan kanan mereka secara bersamaan.

__ADS_1


***


[SHOOWROOM BMWX]


Darren, Jerry, Dylan dan Axel masih berada di Shoowroom. Saat ini mereka berada di ruang modifikasi mobil-mobilnya. Mereka terpaksa harus membuat empat mobil lagi untuk menggantikan empat mobil yang sudah disabotase oleh karyawannya.


Untuk Perusahaan RVN dan Perusahaan SHN, kedua Perusahaan itu sudah mengetahui perihal mobil-mobil hasil buatan Darren, Jerry, Dylan dan Axel telah disabotase. Axel selaku penanggung jawab sudah mengirimkan surat pemberitahuan untuk kedua Perusahaan tersebut. Dan tanggapan dari kedua Perusahaan itu sangat membuat Darren dan ketiga sahabatnya bernafas lega. Kedua Perusahaan itu sudah membayar untuk 10 mobil yang sudah selesai dan juga sudah diuji coba. Kesepuluh mobil itu sudah siap dibawa kejalan raya.


"Ren," panggil Axel.


"Hm." Darren berdehem.


"Besok adalah kerja sama dan juga proyek besar untuk ke lima belas Perusahaan COMPANY. Apa semua rencana sudah dipersiapkan?" tanya Axel.


Darren menghentikan kegiatannya, lalu mengalihkan pandangannya melihat wajah Axel.


"Sekarang aku yang bertanya padamu, Xel! Apa salah satu kakak-kakak mafia kita tidak memberikan kabar padamu dan kalian berdua?" tanya Darren sembari melihat kearah Jerry dan Dylan.


Jerry, Dylan dan Axel langsung mengangguk.


"Ada."


"Siapa?"


"Kakak Chico," jawab Axel.


"Kakak Ziggy," jawab Jerry.


"Kalau aku, kakak Devian." Dylan menjawabnya.


"Apa yang mereka katakan?" tanya Darren.


"Mereka semua sudah mempersiapkan semua untuk balik menjebak Perusahaan GT COMPANY dan Perusahaan SF CORP," kawab Jerry, Axel dan Dylan bersamaan.


"Apa kalian sudah membahasnya dengan Ayah kalian masing-masing?" tanya Darren lagi.


"Sudah," jawab mereka.


Darren tersenyum memandangi wajah khawatir ketiga sahabatnya. "Kalian tidak perlu khawatir seperti itu. Semuannya akan baik-baik saja. Kita berdoa saja, semoga semua rencana kakak-kakak mafia kita berjalan lancar. Yang kita pikirkan saat ini adalah apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi Samuel Frederick jika waktu itu tiba," ucap Darren.


Mendengar penuturan dari ucapan Darren membuat Jerry, Axel dan Dylan diam. Mereka membenarkan apa yang diucapkan oleh Darren. Yang harus mereka pikirkan mulai saat ini adalah apa yang akan dilakukan untuk menghadapi Samuel Frederick, jika mereka bertemu langsung dengannya.


"Sudahlah. Jangan terlalu dipikirkan. Lebih baik kalian melihat ini. Siapa tahu dengan melihat ini akan menghilangkan rasa khawatir kalian!" seru Darren sembari memberikan ponsel miliknya pada ketiga sahabatnya.

__ADS_1


Jerry mengambil ponsel Darren, lalu kemudian Jerry melihat ada sebuah video disana. Axel dan Dylan pun ikut melihatnya.


Seketika terukir senyuman manis di bibir mereka masing-masing saat melihat video tersebut.


__ADS_2