
Sementara Samuel hanya menatap Darren dengan tatapan amarahnya. Samuel tersenyum di sudut bibirnya. Di dalam hatinya, Samuel memuji kehebatan dan juga kecerdasan Darren.
"Aku salut padamu, Darren! Kau memang pemuda yang cerdas. Aku akui kau benar-benar pintar dan jenius dalam segala hal. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah bisa mengalahkanmu. Apalagi bersaing denganmu," batin Samuel.
"Samuel Frederick. Sampai kapan pun kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku. Dalam hal apapun, kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku. Sekali pecundang tetaplah pecundang." Darren berucap dengan penuh lantang. Dan jangan lupa tatapan matanya yang penuh dengan kebencian.
"Diam!" teriak Samuel dengan kembali menyerang Darren secara bertubi-tubi.
Darren dan Samuel kembali bertarung. Mereka bertarung hingga sampai menemukan siapa yang menjadi pemenangnya kali ini.
Baik Darren maupun Samuel sama-sama kuat, sama-sama lelah, sama-sama mendapatkan pukulan. Namun kedua masih terus bertarung tanpa mempedulikan rasa sakit di tubuh masing-masing.
Ketika Darren dan Samuel tengah bertarung seperti orang kesurupan, tiba-tiba Darren merasakan sakit yang luar biasa di dada kirinya.
Ya! Tiba-tiba jantung Darren kambuh disela-sela pertarungannya dengan Samuel.
Bagaimana tidak kambuh?
Darren banyak menghabiskan tenaganya malam ini. Mulai dari melawan para anak buah Samuel dan Gustavo yang dibilang cukup banyak. Darren menghabisi para musuhnya sekitar 100 lebih anak buah Samuel dan Gustavo. Dan ditambah lagi luka di lengan kanannya dan luka di pinggangnya akibat tembakan dari Samuel.
Sekarang Darren kembali bertarung dengan sisa tenaganya dengan Samuel sehingga membuat kinerja otot jantungnya bekerja lebih keras.
"Aakkhhh!" teriak pelan Darren dengan meremat kuat dada kirinya.
Melihat Darren yang tiba-tiba kesakitan sembari meremat dada kirinya membuat Samuel tersenyum menyeringai. Samuel menatap Darren penuh arti.
"Eemm! Ternyata kau memiliki masalah di jantungmu, Darren! Ini kesempatan untukku melenyapkanmu," batin Samuel.
BRUUKK!
Seketika tubuh Darren terjatuh terduduk di lantai dengan lutut kiri dan telapak kaki kanan menumpu di lantai. Dan pergelangan tangan kanan menumpu di atas lutut kaki kanan dengan telapak tangan masih meremat dada kirinya. Dan jangan lupa keringat yang membasahi wajah tampannya.
"Hahahaha." Samuel tiba-tiba tertawa keras sehingga membuat semua orang yang ada di sekitarnya melihat ke arahnya, termasuk pamannya Gustavo Frederick.
"Hei, Darren. Apa yang terjadi padamu, hum? Oh, aku tahu! Kau sedang sakitkan saat ini. Kau memiliki masalah di jantungmu. Benarkan? Wah! Kau benar-benar laki-laki lemah Darren. Kau laki-laki penyakitan!" teriak Samuel.
Mendengar ucapan dan teriakan dari Samuel mereka semua menghentikan pertarungannya dan langsung melihat ke arah Darren dimana saat ini Darren tengah kesakitan di jantungnya.
Melihat hal itu membuat anggota keluarganya, ketujuh sahabat-sahabatnya dan para anggota keluarga dari sahabat-sahabatnya menatap khawatir Darren. Begitu juga dengan kelima kakak-kakak mafianya.
__ADS_1
Davin, Andra, Dzaky, Adnan, Gilang dan Darka mengepal kuat tangannya dengan tatapan tajamnya ke arah Samuel. Mereka marah dan mereka tak terima Samuel yang menghina adik kesayangannya.
"Darren, kau hanya beban untuk keluargamu. Apa kau tidak kasihan melihat keluargamu yang setiap hari mengkhawatirkanmu, hum?" Samuel berucap dengan nada mengejeknya ke arah Darren.
"Diam kau, Samuel!" teriak Qenan.
"Adikku itu bukan beban. Adikku itu permata kami semua!" teriak Darka.
"Dan kami semua tidak pernah merasa terbebani. Justru itu tugas kami sebagai keluarganya!" teriak Gilang.
Samuel menatap tajam ke arah Darka dan Gilang dengan tatapan meremehkan.
"Hahahaha." Samuel tertawa. "Jika kalian keluarganya. Kenapa kalian semua lebih memilih percaya video itu dimana di dalam video itu terlihat Darren seakan-akan menusuk kakaknya dan adiknya? Jika kalian keluarga dari seorang Darrendra, maka kalian memilih percaya dengannya. Tapi nyatanya kalian tidak mempercayainya. Kalian justru bersikap buruk padanya. Kalian menghinanya, kalian memakinya. Bahkan kalian memukulnya. Apa itu namanya keluarga, hum? Bukankah sebuah hubungan keluarga itu harus didasari kepercayaan?" Samuel berbicara dengan menatap remeh keluarga Smith. Dan jangan lupa senyuman menyeringainya.
Mendengar perkataan dengan nada mengejek dari Samuel membuat keluarga Smith telak bungkam. Mereka diam seribu bahasa atas apa yang dikatakan oleh Samuel kepada mereka. Di dalam hati mereka masing-masing membenarkan perkataan Samuel yang terakhir bahwa dalam sebuah hubungan keluarga harus didasari kepercayaan. Sementara mereka tidak melakukan hal itu ketika kesayangan mereka mendapatkan masalah.
Samuel mengarahkan senjatanya ke arah Darren dan bersiap ingin melepaskan peluru tersebut ke arah Darren.
Melihat apa yang akan dilakukan oleh Samuel membuat Davin, Andra, Dzaky, Adnan, Gilang dan Darka. Serta ketujuh sahabatnya Darren ingin berlari menghajar Samuel.
Namun langkah mereka terhenti kala beberapa anak buah Samuel dan Gustavo yang masih tersisa hanya beberapa saja kini menodongkan senjatanya bersamaan ke arah anggota keluarga Darren, ketujuh sahabat-sahabat Darren dan keluarga dari sahabat-sahabat Darren.
"Darren!" teriak mereka semua berteriak ketika mendengar bunyi senjata milik Samuel. Mereka semua takut jika Samuel benar-benar menghabisi Darren.
Darren mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Samuel. Dan detik kemudian, terukir senyuman manis di bibirnya.
Melihat Darren yang tiba-tiba tersenyum tanpa terlihat sedikit pun rasa sakit takut di wajahnya membuat Samuel menatap bingung Darren.
Begitu juga dengan anggota keluarganya, ketujuh sahabat-sahabatnya dan anggota keluarga sahabat-sahabatnya. Tapi tidak dengan kelima kakak-kakak mafianya.
Kelima kakak-kakak mafianya tahu arti dari senyuman Darren tersebut. Lebih tepatnya, Darren dan kelima kakak-kakak mafianya itu sudah mempersiapkan hadiah kejutan untuk Samuel. Hadiah tersebut yang akan membuat hidup seorang Samuel Frederick benar-benar hancur.
"Silahkan jika kau ingin membunuhku. Tapi asal kau tahu, Samuel! Seperti yang pernah aku katakan saat itu ketika pertama kalinya kau menghubungiku. Aku mengatakan padamu saat itu bahwa aku juga tahu titik kelemahanmu. Jika terjadi sesuatu padaku malam ini, maka malam ini juga kau akan kehilangan titik kelemahanmu itu. Sekaligus!"
Mendengar perkataan dari Darren membuat Samuel menatap marah Darren. Tangannya makin kuat mengarahkan senjatanya ke arah Darren. Samuel tetap dalam pendiriannya ingin membunuh Darren malam ini.
"Habisi bajingan itu sekarang juga, Samuel!" teriak Gustavo.
DUUAAGGHH!
__ADS_1
"Aaakkkhhh!"
BRUUKK!
Tubuh Gustavo tersungkur akibat tendangan kuat dari Ziggy tepat di perutnya sehingga Gustavo memuntahkan cairan merah segar dari mulutnya.
"Paman!" teriak Samuel kala melihat kondisi Pamannya.
"Jangan pedulikan Paman. Habisi bajingan itu sekarang!" teriak Gustavo.
Darren tersenyum menyeringai mendengar teriakan dari Gustavo. Darren menatap tajam ke arah Samuel.
"Ayo. Lakukan jika itu maumu." Darren berucap dengan santainya.
"Darren!"
"Ren!"
Mereka semua berteriak marah ketika mendengar perkataan Darren. Mereka semua tak habis pikir atas apa yang dikatakan oleh Darren.
Namun beda dengan kelima kakak-kakak mafia Darren. Kelimanya tetap dalam keadaan tenang.
"FIVE MINUTES." Ziggy, Chico, Enzo, Devian dan Noe berucap bersamaan dengan menatap jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.
Ziggy, Chico, Enzo, Devian dan Noe saling lirik satu sama lainnya. Kemudian mereka menganggukkan kepalanya.
Setelah itu, mereka kembali menatap ke arah jam tangan masing-masing yang melingkar di tangan kiri.
Dan detik kemudian..
3
2
1
DOR! DOR! DOR!
Terdengar tiga tembakan dimana Darren dan Samuel berada.
__ADS_1
BRUUKK!
"Mama!"