KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Teriak Histeris Darka


__ADS_3

Seketika Gilang dan Darka menangis ketika mendengar pertanyaan dari Cakra. Sedangkan Brenda, ketujuh sahabat-sahabatnya serta yang lainnya seketika menundukkan kepalanya. Mereka menangis dalam diam.


Ketika Gilang hendak menjawab pertanyaan dari Cakra, sedangkan Darka dalam keadaan tak baik-baik saja. Tiba-tiba 40 warga yang pergi mencari keberadaan Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel, Rehan dan Nandito kembali.


Salah satu warga berjenis kelamin perempuan melihat kedatangan keempat puluh warga. Wanita itu langsung berteriak bermaksud memberitahu.


"Itu mereka kembali!" teriak wanita itu sembari menunjuk kearah empat puluh warga yang berjalan menghampiri perkumpulan.


Mendengar teriakkan dari salah satu wanita membuat semuanya melihat kearah tunjuk wanita tersebut termasuk Gilang, Darka Brenda, Davin, para kakak ketujuh sahabat-sahabatnya Darren, kelima ketua mafia serta yang lainnya.


"Bagaimana?! Apa kalian berhasil menemukan kedua adikku dan ketujuh sahabatnya?!" teriak Darka histeris.


Mendengar teriakkan dari Darka membuat kepala desa dan para warga desa hanya bisa diam. Begitu juga dengan keempat puluh warga yang baru kembali dalam mencari keberadaan Darren, ketujuh sahabat-sahabatnya dan Nandito.


"Bagaimana?" tanya kepala desa itu.


"Kami tidak berhasil menemukan tuan Darren, sepupunya dan ketujuh sahabat-sahabatnya tuan Darren, pak kepala desa!" jawab salah satu dari keempat puluh warga tersebut.


"Kami hanya menemukan ini!" seru dua warga lainnya bersamaan dengan memperlihatkan sesuatu di tangannya.


Semua mata menatap kearah benda yang ada di tangan kedua laki-laki itu. Dua buah ponsel yang mereka yakini milik Darren dan Nandito.


Kedua laki-laki itu menghampiri Gilang dan Darka. Kemudian keduanya memberikan ponsel tersebut kepada Gilang.


"Ini ponselnya Darren dan Nandito," sahut Gilang.

__ADS_1


"Kami hanya menemukan itu di lokasi yang berbeda," ucap laki-laki itu dengan tatapan matanya menatap Gilang.


"Apa yang terjadi? Kenapa Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel, Rehan dan Nandito berpisah dari kalian?" tanya Angga dengan menatap satu persatu orang-orang yang ada di hadapannya.


"Kami juga tidak tahu. Dan kami juga tidak menyadari akan hal itu karena kami sibuk dengan tugas kami masing-masing," jawab salah satu anggotanya Jerry.


"Kegiatan kami di hari keempat mengalami kegagalan. Luka-luka yang kami dapatkan ini hasil dari kegiatan di hari keempat tersebut," ucap anggotanya Qenan.


"Kami semua dalam keadaan terluka termasuk Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel, Rehan dan Nandito!" ucap anggotanya Axel.


"Dari pengakuan dua warga disini. Mereka melihat Darren dan Nandito pergi meninggalkan lokasi kegiatan menuju lokasi lain. Mereka berdua pergi ke lokasi yang berbeda," ucap anggotanya Darel.


"Intinya! Kesimpulan yang bisa kami tarik dari laporan dua orang gadis yaitu nona Winka dan nona Salom adalah bahwa ada seseorang yang telah menyampaikan berita palsu kepada Darren dan Nandito. Kemungkinan orang tersebut mengatakan bahwa Darren dan Nandito dalam masalah besar sehingga membuat Darren dan Nandito pergi," sahut anggotanya Gilang.


"Jadi maksud kamu. Seseorang mengatakan kepada Darren bahwa Nandito dalam bahaya di suatu tempat sehingga membuat Darren panik dan berakhir Darren tanpa berpikir dua kali langsung pergi untuk menyelamatkan sepupunya itu, begitu?" tanya Dendra.


"Hal yang sama juga yang dilakukan oleh orang itu kepada Nandito?" tanya Aaron.


"Iya, kak!"


"Lalu nona Winka dan nona Salom memberitahu Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan. Mendengar informasi tersebut. Mereka memutuskan untuk mencari Darren dan Nandito," sahut anggotanya Darel.


Mendengar jawaban dari anggotanya Gilang dan anggotanya Darel membuat para kakak-kakak dari Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel, Rehan dan Nandito marah. Begitu juga dengan kelima ketua mafia.


"Kemungkinan besar juga kegiatan kami di hari keempat itu sudah disabotase oleh orang itu sehingga kegiatan tersebut mengalami kegagalan dan berakhir kami semua terluka. Bahkan obat-obatan yang diberikan langsung oleh dokter Celsea, semuanya dalam keadaan rusak dan tidak bisa dikonsumsi lagi," sahut anggota inti dari Darren.

__ADS_1


"Brengsek!" para kakak termasuk kelima ketua mafia begitu marah ketika mendengar laporan dari para anggota Organisasi.


"Baiklah kalau begitu. Dikarenakan kami sudah melihat kondisi kalian semua. Sebaiknya sore ini kalian semua kembali ke kota Hamburg. Luka-luka yang kalian alami itu perlu diperiksa, walau sudah kalian obati!" seru Chico.


"Tidak!" Darka seketika berteriak histeris. "Bagaimana aku bisa kembali ke Hamburg, sementara kedua adikku dan ketujuh sahabat dari adik kesayanganku belum ditemukan."


"Itu akan menjadi urusan kami. Kami akan mencari Darren, Nandito, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel, dan Rehan!" sahut Devian.


"Tetap tidak! Kami datang ke desa ini bersama-sama. Pulang juga harus bersama-sama," tolak Darka.


Mendengar jawaban serta penolakan dari Darka membuat mereka semua menangis. Ditambah lagi melihat kondisi Darka yang tak baik-baik saja.


Ziggy menatap lekat wajah Darka. Dia sangat mengetahui bagaimana seorang Darka yang begitu menyayangi adiknya. Darka rela melakukan apapun demi adiknya itu.


"Dengarkan aku, Lian Darka Smith! Kakak tahu perasaan kamu dan ketakutan kamu terhadap Darren serta yang lainnya, terutama terhadap Darren. Jika kamu serta yang lainnya tidak kembali, maka anggota keluarga kamu dan keluarga dari orang-orang yang melakukan kegiatan Touring ini akan semakin sedih dan khawatir. Mereka dalam keadaan tak baik-baik saja saat ini ketika empat hari tidak mendapatkan kabar dari kalian anak-anaknya. Setidaknya dengan kalian kembali walau tidak bersama Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel, Rehan dan Nandito. Rasa khawatir mereka semua sedikit berkurang. Tapi jika kalian tidak kembali, maka semuanya akan menjadi buruk. Pikirkan ayahmu. Disini ayahmu yang akan benar-benar hancur karena ketiga putranya bahkan empat putranya termasuk Davin tidak kembali. Bahkan tidak ada kabar sama sekali."


Tes..


Air mata Darka berlomba-lomba mengalir membasahi pipinya ketika mendengar ucapan demi ucapan dari Ziggy. Di dalam hatinya, Darka tidak ingin terjadi sesuatu terhadap ayahnya itu. Orang tua kandungnya hanya ayahnya itu yang tersisa.


"Baiklah. Aku akan pulang. Tapi kakak Ziggy serta yang lainnya harus kembali dengan membawa pulang semua adik-adikku. Kalian semua harus kembali dengan selamat," ucap Darka dengan menatap wajah Ziggy lalu beralih menatap wajah Chico, Enzo, Noe dan Devian.


Mendengar ucapan dan permintaan dari Darka membuat Ziggy, Chico, Enzo, Noe dan Devian langsung menganggukkan kepalanya.


"Baik, kami janji!"

__ADS_1


Setelah perundingan tersebut selesai. Mereka semua memutuskan untuk kembali pulang ke kota Hamburg termasuk para kakak-kakaknya.


Sementara Ziggy, Chico, Enzo, Noe dan Devian bersama 3 tangan kanan dan beberapa anggotanya tetap di kota Munich. Mereka yang akan mengambil alih untuk mencari keberadaan Darren, Nandito, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan.


__ADS_2