
Melihat suaminya yang pergi, Soraya memutuskan untuk menyusul suaminya itu.
Baren menatap kedua keponakannya itu. "Untuk kali ini Daddy tidak bisa bantu kalian. Dan apa yang dikatakan oleh Daddy Yufal kalian benar. Kita jangan menjadi seperti kacang lupa kulitnya."
Setelah mengatakan itu, Baren pergi meninggalkan ruang tengah dan tak lupa mengajak istri dan putrinya. Begitu juga dengan Lidia, suaminya dan kedua anak kembarnya.
Kini tinggal Livia, Rafif, Daisy, Agra, Mikko dan Kenzo. Livia menatap kecewa Kenzo dan Mikko.
"Mommy kecewa sama kalian berdua."
Setelah itu, Livia pergi meninggalkan suami dan kedua putranya. Dan disusul oleh Rafif dan Daisy.
***
Semuanya telah berkumpul di rumah sakit. Dan lebih tepatnya semuanya menunggu di depan ruang Instalasi Gawat Darurat. Tatapan mata mereka semua tak hentinya menatap kearah ruang Instalasi Gawat Darurat dengan tatapan khawatir dan juga takut.
Davin, Andra, Dzaky, Adnan, Gilang dan Darka tak hentinya menangis. Mereka masih teringat kondisi terakhir adik laki-lakinya yang saat itu tidak bisa bernafas dengan sempurna. Nafas adik laki-lakinya itu putus-putus dan wajahnya yang sudah pucat pasih.
Bukan hanya Davin, Andra, Dzaky, Adnan, Gilang dan Darka saja yang saat ini hancur melihat kondisi adik laki-lakinya. Erland dan Agneta selaku orang tua merasakan hal yang sama. Hati mereka kembali terluka ketika melihat putranya harus berurusan dengan rumah sakit dan alat-alat medis.
Sementara untuk Evan, Carissa, Daffa, Tristan, Davian, Adrian, Mathew, Nathan, Ivan dan Melvin berada di rumah menemani Erica.
Sampai detik ini Erica belum mengetahui apa yang terjadi terhadap ayah angkatnya. Anggota keluarga Smith serta yang lainnya hanya mengatakan kepada Erica bahwa ayah angkatnya itu berada di luar negeri untuk beberapa bulan. Dan komunikasi disana kurang bagus.
Mendengar penjelasan dari semua orang membuat Erica percaya. Dan setiap hari Erica selalu mengirimkan doa untuk ayah angkatnya itu agar ayah angkatnya itu baik-baik saja di negara orang.
Aldez, David, Dellano, Valeo, Eric, Hendy dan Dario berusaha memberikan ketenangan kepada Erland.
Sementara Emma, Sophia, Bella, Revina dan Yocelyn menghibur keenam putranya Erland. Sementara Evelyn menghibur Agneta.
Ketika mereka semua tengah memikirkan kondisi Darren yang masih berada di ruang Instalasi Gawat Darurat, tiba-tiba mereka mendengar suara panggilan dari seseorang yang mengarah kearah mereka semua.
"Darren!"
Mereka semua melihat keasal suara. Dan dapat mereka lihat Brenda yang berlari menuju kearah mereka bersama dengan kedua kakak laki-lakinya yaitu Rangga dan Barra.
"Bagaimana keadaan Darren?" tanya Brenda yang dengan wajah basahnya.
Mereka semua menatap Brenda dengan tatapan sedih. Mereka semua hancur dan terluka.
__ADS_1
Bella berdiri dari duduknya lalu melangkah menghampiri Brenda. Setelah itu, Bella langsung memeluk tubuh Brenda.
"Darren masih di dalam ruang Instalasi Gawat Darurat, sayang. Sudah satu jam setengah Darren berada di dalam. Dan kita belum mengetahui kondisinya."
"Darren," ucap Brenda terisak.
Cklek!
Terdengar suara pintu ruang Instalasi Gawat Darurat dibuka. Mereka semua yang mendengar suara pintu ruang Instalasi Gawat Darurat dibuka langsung melihatnya.
Dan keluar seorang Dokter cantik yang tak lain adalah Celsea. Melihat Celsea yang keluar dari ruang Instalasi Gawat Darurat, mereka semua menatap kearah Celsea, terutama Erland, Agneta dan keenam putranya.
"Celsea, bagaimana putraku? Dia... Dia baik-baik saja kan? Tidak terluka parah kan?"
Celsea tidak langsung menjawab pertanyaan dari Erland. Justru Celsea menatap satu persatu orang-orang yang ada di hadapannya. Celsea dapat melihat dari manik mereka semua terlihat tatapan khawatir dan juga takut disana.
"Mama," ucap Axel yang menatap wajah ibunya.
"Ada kabar baik dan juga kabar buruk. Kabar baiknya adalah pembekuan darah di otak Darren sudah sembuh. Darah tersebut sudah kembali normal. Dari hasil pemeriksaan tidak ada bekas operasi sama sekali di kepala Darren. Jadi kemungkinan besar keluarga yang menolong Darren melakukan pengobatan akupuntur terhadap Darren sehingga membuat Darren sembuh. Masalah Darren yang hilang ingatan, kemungkinan besar juga itu karena kecelakaan yang menimpa Darren sebulan yang lalu atau kejadian yang lainnya yang tidak kita ketahui."
Mendengar penuturan dari Celsea mereka tersenyum bahagia. Mereka bahagia karena Darren sembuh dari rasa sakit di kepalanya. Dan mereka juga membenarkan apa yang dikatakan oleh Celsea tentang Amnesia nya Darren.
"Lalu kabar buruknya apa Bibi Celsea?" tanya Dzaky.
"Kabar buruknya adalah jantung Darren mengalami pembengkakan. Terdapat luka memar membiru di dada kirinya. Kemungkinan butuh tiga bulan untuk kesembuhan jantung Darren."
Mendengar ucapan dari Celsea membuat mereka semua menangis sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Lalu bagaimana dengan punggung Darren, Bibi Celsea? Darren mendapatkan pukulan keras di punggungnya ketika Darren lengah." Elzaro seketika bertanya.
"Dari hasil pemeriksaan, hanya terdapat luka memar bagian bahu kanannya sehingga jika digerakkan akan sedikit ngilu. Tapi selebihnya tidak apa-apa."
"Dari semua yang aku jelaskan, aku menyimpulkan bahwa Darren dinyatakan koma."
"Koma nya Darren terletak pada kondisi jantungnya."
Mereka kembali terkejut ketika mendengar perkataan dari Celsea yang mengatakan bahwa Darren dinyatakan koma.
"Berapa lama putraku koma, Celsea?"
__ADS_1
"Untuk saat ini aku tidak bisa memprediksikannya, Erland. Semoga koma nya Darren tidak lama."
Ketika sedang membahas kondisi Darren, tiba-tiba ponsel milik Enzo berbunyi. Enzo yang mendengar bunyi ponselnya langsung mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.
Ketika ponselnya sudah ada di tangannya, Enzo melihat nama tangan kanannya 'Zee' di layar ponselnya.
Tanpa buang-buang waktu lagi Enzo langsung menjawab panggilan tersebut.
"Hallo, Zee. Ada apa?"
"...."
"Gawat kenapa?"
"...."
"Apa?!
Seketika Enzo terkejut dan berteriak ketika mendengar laporan dari Zee, tangan kanannya.
Sementara yang lainnya menatap khawatir kearah Enzo. Mereka semua meyakini jika terjadi sesuatu.
"Apa kau sudah tahu siapa dalangnya? Lalu dari kelompok mana saja?"
"...."
"Lima kelompok mafia. Dan kedudukan kelompok mafia itu berada di urutan 6, urutan 7, urutan 8, urutan 9 dan urutan 10. Eemm... Baiklah! Aku tahu siapa saja mereka."
"Terus awasi keluarga itu."
"...."
Setelah mengatakan itu, Enzo langsung mematikan panggilannya.
"Bibi Celsea. Tempatkan Darren di ruang rawat yang khusus. Dan hanya orang-orang terdekat saja yang bisa masuk kesana."
"Baiklah.
"Ada apa?" tanya Ziggy.
__ADS_1
"Nanti aku ceritakan. Kita urus dulu kepindahan Darren ke ruang rawatnya," jawab Enzo.
Mereka semua menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Enzo. Setelah itu, mereka semua bersiap-siap untuk kepindahan Darren ke ruangan perawatan.