
Di kediaman Egger terlihat ramai dimana salah satu anggota keluarga tersebut sedang berulang tahun. Semua anggota keluarga turut hadir dalam merayakan ulang tahun tersebut.
Di acara ulang tahun tersebut Elzaro juga diundang oleh Saskia yang berstatus kekasihnya. Hubungan keduanya sudah terjalin selama tiga bulan sejak pertama kali bertemu ketika insiden tabrakan di lapangan Kampus.
Acara ulang tahun itu hanya dihadiri anggota keluarga saja. Mereka tidak mengundang tamu sama sekali.
"Mami, ini hadiah dariku." anak perempuan pertama dari wanita paruh baya itu tersenyum sembari menerima hadiah dari anak perempuannya.
Wanita itu kemudian membuka langsung hadiah dari anak perempuannya. Detik kemudian, wanita itu tersenyum bahagia ketika melihat hadiah tersebut.
"Hadiah yang sangat indah dan bagus! Ini harganya pasti mahal."
"Tentu. Harganya memang mahal. Aku sengaja membelinya untuk ibu."
Hadiah yang diberikan oleh putri pertama dari wanita paruh baya itu adalah kalung berlian seharga USD$1000 ( Rp 14.200.000)
"Ini dariku Mami." suami dari putri keduanya memberikan hadiah kepada ibu mertuanya.
Dan lagi-lagi wanita itu membuka hadiah tersebut. Hadiah berupa cincin berlian seharga USD$800 (Rp 11.360.000).
Wanita itu tersenyum bahagia ketika mendapatkan hadiah yang luar biasa dari putri pertamanya dan menantu laki-lakinya sembari memperlihatkan kedua hadiah itu di hadapan menantunya dan cucunya yang tak dianggap.
"Lihatlah Shireen. Putriku dan menantuku membelikan kalung dan cincin berlian untukku. Kau memberikan apa untukku, hum?" wanita itu berbicara dengan tatapan jijiknya kearah Shireen dan putrinya Saskia.
Sementara Shireen dan Saskia sebisa mungkin bersikap biasa saja. Ini bukan pertama kalinya untuk mereka berdua yang pandang rendah.
"Mami mengharapkan apa kepada kedua wanita yang tak tahu malu itu. Palingan perempuan tua itu hanya mampu memberikan Mami obat herbal lagi," ejek putri kedua dari wanita itu.
"Hahahaha." mereka tertawa.
"Kan mereka mampunya memang itu. Selain itu apalagi lagi yang bisa mereka berikan," ejek kerabat lainnya.
Kerabat yang berbicara seperti itu adalah kerabat dari wanita paruh baya tersebut. Dengan kata lain semua anggota keluarga yang datang kebanyakan kerabat dari wanita paruh baya tersebut.
Shireen hanya berstatus menantu di keluarga Egger dan juga menantu asli keluarga Egger. Sementara yang lain hanya benalu di dalam keluarga tersebut.
Elzaro yang sejak tadi mendengar ucapan demi ucapan dari anggota keluarga Saskia yang menghina dan merendahkan Saskia dan ibunya mengepalkan kuat tangannya. Bahkan mereka sejak tadi tidak menganggap keberadaannya.
__ADS_1
"Shireen, mau sampai kapan kau akan bertahan di rumah ini? Sudah berapa kali aku katakan padamu bahwa rumah ini adalah milikku dan anak-anakku. Kau dan anakmu yang tak tahu diri itu hanya benalu di rumah ini. Sebaiknya bawa anakmu pergi dari sini. Kau dan anakmu itu tidak memiliki hak apapun atas semua kekayaan keluarga Egger." wanita paruh baya itu berbicara begitu kejamnya kepada menantunya.
Shireen menatap tajam kearah perempuan yang selama ini dia anggap sebagai ibu. Dia begitu menghormati ibu mertuanya itu. Sejak semuanya terbongkar, rasa hormatnya berkurang. Namun Shireen berusaha untuk tetap menjadi menantu yang baik untuk ibu mertuanya itu. Begitu juga dengan Saskia yang selalu berusaha menjadi cucu yang baik untuk sang nenek.
"Apa perkataanmu dapat dipercaya, hum? Apa kau pikir aku percaya begitu saja jika semua kekayaan keluarga Egger sudah menjadi milikmu dan kedua anakmu itu? Yang aku ketahui adalah kau adalah istri kedua dari ayah mertuaku. Dan untuk kedua anakmu itu bukanlah anak kandung dari ayah mertuaku. Jadi dengan kata lain, yang benalu itu adalah kau dan anak-anakmu. Bukan aku dan putriku!"
Deg..
Mendengar ucapan demi ucapan dari Shireen membuat wanita paruh baya itu terkejut dan syok. Begitu juga dengan kedua anak perempuannya dan menantu laki-laki. Mereka tidak menyangka jika Shireen akan mengatakan hal itu.
Yang membuat mereka lebih terkejut lagi adalah ketika mendengar Shireen yang menyebut kau kepada ibu mertuanya tanpa embel-embel ibu.
"Aku tekankan sekali kepada anda. Aku Shireen Egger dan putriku Saskia Alexa Egger pemilik asli dari semua kekayaan milik keluarga Egger. Ayah mertuaku yaitu Hutama Egger sudah mewariskan semua kekayaannya kepada Delvian Egger yang tak lain adalah suamiku."
Wanita itu dan semuanya menatap dengan penuh amarah kearah Shireen. Mereka tidak terima akan perkataan Shireen yang begitu merendahkan mereka semua.
Putri pertama wanita itu kemudian melangkah mendekati Shireen. Dia ingin memberikan sedikit pelajaran atas ucapannya yang merendahkan ibunya.
Ketika wanita itu hendak melayangkan tamparannya ke wajah Shireen. Elzaro yang kebetulan berdiri di samping calon ibu mertuanya itu langsung menangkap tangan wanita itu dan merematnya kuat sehingga membuat wanita itu meringis kesakitan.
"Jangan coba-coba menyentuh atau menyakiti calon ibu mertuaku. Atau aku akan patahkan tanganmu hari ini juga," ucap Elzaro dengan menatap tajam kearah wanita itu.
Bruukk..
"Amel!" teriak sang ibu dan suaminya.
"Kak Amel!" teriak adiknya.
Pria yang berstatus suami dari Amel itu langsung menghampiri istrinya dan membantu istrinya untuk berdiri.
Setelah istrinya berdiri, pria itu menatap tajam kearah Elzaro. Kemudian kakinya melangkah mendekati Elzaro berniat hendak menyerang Elzaro.
Namun sayangnya ketika pria hendak memukul wajah Elzaro. Sebuah tendangan kuat tepat mengenai perutnya sehingga tubuhnya tersungkur ke lantai dengan perut yang terlebih dahulu menghantam lantai.
Gedebug..
Bruukkk..
__ADS_1
"Aakkhhh!" teriak pria itu kesakitan di bagian dada dan perutnya.
Seketika semua yang ada di ruangan tersebut menjerit histeris ketika melihat apa yang dilakukan oleh pemuda yang berstatus kekasihnya Saskia.
"Jangan coba-coba menyakiti Saskia dan juga ibunya jika kalian ingin tetap hidup di dunia ini." Elzaro berucap dengan wajah dingin dan datar.
Wanita paruh baya itu menatap marah kearah Elzaro. Dirinya tidak terima atas apa yang telah dilakukan oleh Elzaro.
"Berani sekali kau menyakiti putriku dan menantuku!"
"Jika anda tidak ingin aku menyakiti putri anda dan menantu anda, maka jangan menyakiti kekasihku dan calon ibu mertuaku." Elzaro menjawab perkataan dari wanita tersebut.
"Ada pepatah mengatakan nyawa dibayar nyawa, darah dibayar dengan darah, tangan dibayar dengan tangan, hina juga dibayar dengan hinaan. Begitu juga sebaliknya. Apa yang kalian berikan kepada kekasihku Saskia dan ibunya. Hal itu juga yang akan kalian terima dariku. Apa kalian mengerti!" Elzaro berucap dengan tatapan matanya menatap tajam dan nyalang kearah orang-orang yang menyakiti kekasihnya dan calon ibu mertuanya.
Elzaro menatap wajah cantik kekasihnya dan beralih menatap wajah ibu dari kekasihnya itu.
"Kalian ikut aku. Kalian jangan lagi tinggal disini," ucap Elzaro.
"Tapi, nak! Bibi tidak bisa meninggalkan rumah ini. Ini rumah mendiang suami Bibi. Dulu sebelum meninggal ayah mertua Bibi pernah berpesan agar Bibi tidak meninggalkan rumah ini apapun yang terjadi sampai Samantha pulang ke rumah ini lagi."
"Samantha?!" ulang Elzaro menatap wajah Saskia.
"Samantha itu adalah Bibiku. Dia adik perempuannya Papa," jawab Saskia.
Elzaro menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Bi, dengarkan aku. Percayalah! Apa yang telah mereka ambil dari Bibi, dari Saskia dan dari Bibi Samantha akan kembali lagi kepada kalian. Aku akan buat semuanya kembali kepada kalian." Elzaro berucap dengan bersungguh-sungguh dan tulus.
"Hanya sementara saja Bibi keluar dari rumah ini. Dan Bibi, Saski serta Bibi Samantha akan pulang lagi ke rumah ini."
Shireen menatap wajah putri satu-satunya. Begitu juga dengan Saskia. Kemudian Saskia menganggukkan kepalanya di depan ibunya.
Shireen kembali menatap wajah laki-laki yang begitu dicintai oleh putrinya.
"Baiklah. Bibi ikuti apa yang kamu katakan."
"Baiklah. Mari kita pergi sekarang. Kita pergi seperti ini saja. Tidak perlu membawa pakaian. Jika kalian membawa pakaian, maka mereka berpikir bahwa kalian berdua kalah. Masalah pakaian nanti aku yang akan siapkan."
__ADS_1
"Baiklah."
Setelah mengatakan itu, Elzaro membawa Shireen dan Saskia pergi meninggalkan kediaman Egger. Elzaro akan membawa kedua ke Apartemen miliknya. Apartemen tersebut kosong sejak dia kembali pulang ke kediaman keluarga kandungnya yaitu keluarga Radmilo.