
Darren saat ini berada di Aula sedang mempersiapkan berkas kerjasama perusahaan Micro Sinopec dengan perusahaan Metro Liber dari Amerika.
Darren hanya sendirian di ruang Aula. Sementara ketujuh sahabatnya berada di ruang komputer mempersiapkan apa saja yang akan dibawa ke acara pasar murah yang diadakan besok.
Untuk Brenda dan ketujuh sahabatnya berada di kelas. Mereka tengah melaksanakan ujian.
Darren tampak begitu sibuk dengan berkas-berkas kantornya. Dirinya sengaja mengerjakan semua tugas kantornya di kampus agar tugas-tugasnya yang lain tidak menumpuk. Jadi jika ada sesuatu yang mendesak, Darren sudah mempersiapkan semuanya dengan rapi tanpa cacat sama sekali.
Ketika Darren tengah sibuk dengan tugas-tugas kantornya, tiba-tiba pintu ruangan Aula dibuka oleh seseorang.
Setelah pintu dibuka, orang itu melangkah masuk ke dalam dengan menenteng sesuatu di tangannya.
Darren yang mendengar pintu dibuka oleh seseorang langsung mengalihkan perhatiannya menatap kearah pintu. Dan dapat Darren lihat seorang gadis cantik melangkah mendekatinya.
Seketika terukir senyuman manis di bibirnya ketika melihat siapa yang datang.
Orang yang membuka pintu ruang Aula itu adalah Brenda Wilson.
"Ini aku bawakan makanan dan minuman untuk kamu," ucap Brenda sembari membuka bungkusan yang dibawanya.
Darren seketika tersenyum ketika melihat makanan dan minuman kesukaannya.
Setelah itu, Darren pun memakan makanan yang dibawa oleh Brenda.
"Ini enak sekali. Apa kamu yang buat?" tanya Darren sembari mengunyah makanannya.
"Tidak. Ini aku delivery. Hanya tempat makanannya saja yang sengaja aku bawa dari rumah," jawab Brenda.
Mendengar jawaban dari Brenda membuat Darren tersenyum. Dirinya benar-benar bahagia ketika kekasihnya itu datang ke ruang Aula membawa makanan dan minuman kesukaannya.
"Ini," ucap Darren dengan mengarahkan sendok makan yang sudah berisi makanan ke depan mulut kekasihnya.
"Aku sudah makan," tolak Brenda.
"Aku tidak menerima penolakan," balas Darren.
Mendengar perkataan Darren membuat Brenda akhirnya menerima suapan dari Darren.
"Kamu habis nyelesain semua berkas-berkas ini, apa ada lagi tugas yang lain?" tanya Brenda disela makannya.
"Tidak ada. Hanya saja nanti sepulang dari kampus aku akan ke perusahaan Micro Sinopec," jawab Darren.
Setelah itu, Darren dan Brenda kembali melanjutkan makannya.
***
Di kediaman Radmilo, semua anggota keluarga telah berkumpul di ruang tengah termasuk Mita, ibu dari Elzaro Adelino.
Mereka saat ini tengah menunggu kedatangan Atalaric dan Danesh bersama dengan kesayangan mereka yaitu Elzaro Adelino.
Mereka semua tampak tidak sabaran menunggu kedatangan kesayangan m seereka. Bahkan ada dari mereka yang mondar-mandir sembari menatap kearah dimana Atalaric, Danesh dan Elzaro Adelino masuk.
Dan beberapa detik kemudian terdengar suara seseorang melangkah masuk menuju ruang tengah.
"Kami pulang!" teriak Atalaric.
Mendengar teriakan dari Atalaric. Semua anggota keluarga Radmilo langsung berdiri dari duduknya. Mereka menatap kearah dimana Atalaric masuk dan berjalan menuju ruang tengah.
"Bagaimana? Mana Lino, sayang?" tanya Mita menatap wajah suaminya penuh harap.
Atalaric mengusap lembut pipi istrinya. "Apa kamu sudah siap bertemu dengan Lino?"
"Aku selalu siap. Bahkan aku sangat merindukannya," jawab Mita.
__ADS_1
"Baiklah. Sekarang lihatlah disana," ucap Atalaric sembari menunjuk kearah dimana Elzaro berdiri.
Mita melihat kearah tunjuk suaminya. Begitu juga dengan keluarga Radmilo lainnya.
Seketika air mata Mita jatuh membasahi wajah cantiknya ketika melihat putra kembarnya berjalan bersama putra sulungnya menuju kearahnya dan juga yang lainnya.
Kini Lino sudah berdiri di hadapan Mita, ibunya. Lino menatap lekat wajah perempuan yang ada di depannya. Seketika air matanya mengalir membasahi wajahnya.
Mita mengusap lembut air mata putra kembarnya itu. "Ini Mami, sayang!"
Mendengar suara dan ucapan dari perempuan yang berdiri di hadapannya. Lino kembali menjatuhkan air matanya.
"Ma-mami... Hiks," isak Lino ketika menyebut nama ibunya.
"Iya, ini Mami. Mami masih hidup."
Grep!
Mita langsung memeluk tubuh putra kembarnya. Dan seketika terdengar isak tangis keduanya.
Mendengar isak tangis dari Mita dan Elzaro membuat semua anggota keluarga Radmilo juga ikut menangis. Mereka semua bahagia satu anak kembar dari Atalaric dan Mita telah kembali. Kini tinggal putri kembarnya.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Saat ini Darren berada di perusahaan Micro Sinopec.
Darren kini berada di ruang kerja tengah berkutat dengan laptop miliknya.
Ketika Darren tengah sibuk dengan pekerjaannya, tiba-tiba pintu ruang kerjanya dibuka secara paksa.
Brak!
Darren yang berada di dalam seketika terkejut. Darren langsung melihat kearah pintu.
"Ada apa?" tanya Darren.
"Di depan pintu masuk ada keributan," jawab Steven.
"Keributan? Panggil security."
"Sudah, Presdir. Tapi orang itu tetap tidak mau pergi. Bahkan orang makin membuat keributan."
"Baiklah. Kita kesana."
Setelah itu, Darren menghentikan kegiatannya dan berdiri dari duduknya.
^^^
"Biarkan saya masuk!" teriak dua orang laki-laki yang memaksa masuk.
"Tidak, tuan! Lebih baik tuan-tuan pergi dari sini. Jangan buat keributan disini," salah satu security.
"Kami tidak akan pergi sebelum bertemu dengan Direktur perusahaan ini!" bentak pria pertama.
"Direktur itu harus bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya terjadap keponakan saya!" bentak pria kedua.
"Silahkan pergi dari sini atau kami akan melaporkan tuan-tuan ke polisi," ancam security itu.
Kedua pria itu marah dan menatap tajam kedua security itu.
Detik kemudian...
Bugh!
__ADS_1
Bugh!
Kedua pria itu memberikan masing-masing ke wajah dua security itu.
"Jangan coba-coba menghalangi kami untuk bertemu Direktur kalian!"
Setelah itu, kedua pria itu berhasil memasuki perusahaan dengan berteriak.
Setiba di dalam perusahaan, kedua pria itu kembali membuat keributan dengan memukul bahkan menendang tiga karyawan laki-laki yang berusaha untuk menyuruh kedua pria itu pergi.
Ketika salah satu pria tersebut hendak menendang kembali salah satu karyawan laki-laki yang keadaan sudah kesakitan, tiba-tiba seseorang menendang punggungnya dengan sangat kuat sehingga tubuh pria itu terhuyung ke depan dan membentur dinding.
Duagh!
Melihat kejadian itu membuat para karyawan yang ada disana terkejut. Mereka melihat kedatangan Predir tiba-tiba dan langsung memberikan tendangan kepada salah satu pria yang membuat keributan di perusahaan Bahkan ada beberapa karyawan yang ketakutan.
"Siapa kalian? Kenapa kalian membuat keributan di perusahaanku?!" bentak Darren.
"Jadi kau Direktur di perusahaan ini?!" bentak pria yang satunya.
"Bukan Direktur. Tapi Presiden Direktur. Dengan kata lain saya pemilik perusahaan ini," jawab Darren.
"Kebetulan sekali. Saya ingin anda memenuhi permintaan saya. Pecat Direktur anda itu. Dan angkat kembali putri saya di perusahaan ini," ucap pria itu seenaknya.
Mendengar perkataan dari pria di depannya membuat Darren menatap remeh kearahnya.
"Memangnya anda itu siapa? Seenaknya saja anda menyuruh Presdir kami memenuhi keinginan anda itu?" tanya Steven.
"Diam kau! Aku tidak bicara denganmu!" pria itu.
Darren menatap dengan tersenyum di sudut bibirnya.
"Memangnya siapa nama putrimu itu?" tanya Darren.
"Namanya Rindi. Dia menjabat sebagai Manager Konsultan," jawab pria itu.
"Oh. Jadi perempuan gila itu? Tapi maaf. Saya tidak mempekerjakan manusia rendahan seperti putri anda. Seharusnya anda berterima kasih karena saya tidak mencebloskan putri anda ke dalam penjara."
Mendengar perkataan dari pemuda di hadapannya membuat pria itu marah.
"Brengsek! Berani sekali kau menghina putriku!"
"Rasakan ini."
Pria itu langsung berlari dan menyerang Darren. Namun sayangnya usahanya gagal, karena Darren sudah terlebih dahulu memberikan tendangan gratis tepat di perutnya.
Duagh!
Gedebug!
Bruk!
Tubuh pria itu terhempas dan membentur dinding sangat kuat sehingga membuat pria itu memuntahkan cairan segar dari mulutnya.
"Kalian," panggil Darren kepada security.
"Iya, Bos!"
"Seret mereka dari perusahaan ini. Bawa mereka ke kantor polisi," ucap Darren.
"Baik, Bos."
Setelah itu, empat security membawa pergi tubuh kedua pria itu keluar dari perusahaan.
__ADS_1