
Perempuan yang memanggil dengan suara manja serta yang kini tengah bergelayut manja di tangan Darren adalah Connie Noberto.
Connie datang memakai pakaian seksi dan ketat untuk menarik perhatian Darren agar Darren mau meliriknya.
"Darren, sayang. Kita jalan yuk. Aku kangen nih jalan berduaan sama kamu. Kamu udah lama loh nggak ajak aku jalan dengan motor kamu," ucap Connie dengan suara menggodanya. Dan jangan lupakan jari-jari tangannya bermain-main di kancing kemeja Darren.
Darren yang melihat itu langsung memegang tangan Connie. Dirinya benar-benar risih dan jijik tubuhnya disentuh oleh perempuan tak tahu diri.
Sedangkan Connie terlihat senang tangannya yang dipegang oleh Darren. Dirinya berpikir jika Darren sudah tergoda akan rayuannya sehingga tangannya dipegang oleh Darren.
Darren terus berusaha untuk melepaskan tangannya yang kini masih dipeluk oleh Connie.
"Hei, Connie. Lo nggak tahu malu banget ya. Ini didepan umum dan lo berani berbuat seperti ini," ucap Qenan menatap Connie jijik.
"Lah, memangnya kenapa? Bukannya sah-sah aja ya melakukan hal ini didepan umum. Kalian juga sering seperti ini," jawab Connie.
"Sadar dong dan tahu diri. Kalau pun kami melakukan itu. Kami melakukannya dengan kekasih kami masing-masing. Bukan dengan orang lain," ucap Axel.
"Sementara lo. Lo melakukannya sama orang lain. Bukan sama kekasih lo sendiri. Kalau mau jadi wanita murahan, jangan sama sahabat gue. Cari cowok lain saja." Dylan berucap dengan kejamnya.
Mendengar perkataan kejam dari Dylan membuat Connie marah. Dirinya tak terika dengan apa yang barusan dikatakan oleh Dylan.
Namun Connie tak ambil pusing. Connie masih terus bersikap manja dengan makin kuat memeluk lengan Darren.
"Darren, sayang. Tuh kamu lihat. Sahabat kamu itu menghina aku loh. Masa dia ngomong gitu sama aku," ucap Connie.
Mendengar perkataan menjijikkan dari Connie membuat Darren ingin muntah. Begitu juga dengan ketujuh sahabatnya.
Ketika Darren ingin membalas perkataan Connie, tiba-tiba matanya tak sengaja melihat sosok seseorang.
Dan seketika terukir senyuman manis di bibirnya ketika melihat sosok itu melangkah menghampirinya dan ketujuh sahabatnya.
Srek!
"Aakkhhh!" teriak Connie tiba-tiba.
"Kalau lo mau jadi wanita murahan, jangan sama cowok gue. Cari cowok yang lain saja," ucap orang itu.
Mendengar suara orang yang dikenalnya membuat Connie terkejut.
"Brenda."
"Iya, gue Brenda. Mau apa lo? Mau coba-coba ngerebut milik gue, hah?!" bentak Brenda.
Sosok yang dilihat oleh Darren adalah Brenda Wilson, pujaan hatinya.
"Lepasin rambut gue!" teriak Connie.
"Kenapa? Takut? Atau sakit, hum?!" ejek Brenda.
"Makanya jadi cewek itu yang benar. Jangan suka mengambil apa yang bukan milik lo," ucap Elsa
Ketujuh sahabat-sahabatnya Brenda sudah berdiri di samping pasangan masing-masing. Mereka menatap jijik kearah Connie. Dan jangan lupakan senyuman manis mereka ketika melihat wajah kesakitan Connie.
__ADS_1
Sementara para mahasiswa dan mahasiswi yang melihat kejadian itu hanya bisa berdoa di dalam hati untuk keselamatan Connie.
Setelah puas menarik rambut Connie. Brenda melepaskan rambutnya dengan cara mendorong kuat tubuh Connie hingga tersungkur di tanah.
"Jauhin cowok gue. Jangan lo ganggu dia!" bentak Brenda.
Mendengar bentakkan dari Brenda membuat Connie marah. Dirinya tak terima akan perlakuan Brenda padanya.
Connie berdiri dari jatuhnya. Setelah itu, Connie mendekati Brenda dan menatapnya tajam.
"Lo pikir gue takut. Lo itu hanya kekasihnya Darren. Dan belum jadi istrinya Darren. Jadi gue masih berhak untuk mendapatkan Darren!" bentak Connie dengan menunjuk wajah Brenda dengan jari telunjuknya.
"Orang yang sudah menikah saja bisa cerai. Apalagi hubungan lo sama Darren. Palingan hanya beberapa bulan saja kalian mesra-mesraan dan sayang-sayangan. Dan setelah merasa bosan, kalian pasti bakalan putus." Connie berbicara dengan menatap remeh Brenda.
"Sekali pun gue dan Brenda beneran putus. Jangan harap gue bakal jadiin lo pacar gue."
"Cuih!" Darren berbicara sembari membuang ludahnya. Darren menatap jijik Connie. "Gue nggak sudi menjalin hubungan dengan perempuan kayak lo. Sekali pun nanti gue putus sama Brenda. Gue nggak akan pacaran lagi. Hati gue hanya untuk Brenda Wilson!" bentak Darren.
Mendengar perkataan dari Darren membuat hati Brenda benar-benar merasakan kebahagiaan luar biasa. Dirinya tidak menyangka jika Darren akan berbicara seperti itu. Apalagi perkataannya itu didengar semua teman-teman kampusnya.
"Aku juga bakal melakukan hal yang sama, Ren! Jika misalkan kita putus karena suatu masalah. Aku Brenda Wilson tidak akan pacaran lagi. Hati gue hanya buat lo seorang," batin Brenda.
"Dan jika kita sudah resmi putus. Gue berharap kita bisa balik lagi menjalin hubungan. Dan hubungan itu bukanlah hubungan sepasang kekasih. Melainkan hubungan suami istri." Brenda berbicara tulus di dalam hatinya.
Mendengar perkataan kejam dari Darren membuat Connie terkejut. Dirinya tidak menyangka jika Darren akan berkata seperti itu.
"Gue nggak peduli. Sekeras apapun lo nolak gue. Gue nggak akan pernah menyerah. Gue bakal terus berusaha untuk mendapatkan cinta lo Darrendra Smith! Apapun akan gue lakuin untuk mendapatkan lo. Kalau perlu gue bakal singkirin orang-orang yang selalu menghalangi gue!" teriak Connie dengan sedikit melirik kearah Brenda.
Mendengar perkataan dan ancaman dari Connie. Baik Darren, Brenda maupun para sahabat-sahabatnya terkejut. Begitu juga dengan teman-teman kampusnya yang masih setia menonton dan mendengar.
Darren melangkah mendekati Connie yang saat ini menatap dirinya dan yang lainnya.
Kini Darren sudah berdiri di hadapan Connie. Matanya menatap penuh amarah wajah Connie.
"Apa yang lo katakan barusan?" tanya Darren.
"Kenapa? Lo takut, hah?!" Connie berbicara sembari menantang Darren.
"Sial. Connie mencoba untuk membuat amarah Darren keluar," batin ketujuh sahabat-sahabatnya Darren.
"Connie, lebih baik lo pergi dari sini. Jangan lagi lo mencari masalah," tegur Jerry.
Mendengar perkataan dari Jerry. Connie menatap marah kearah Jerry.
"Diam lo. Lo dan para sampah busuk itu jangan ikut campur urusan gue," ucap Connie sambil menunjuk kearah para sahabat-sahabatnya Darren dan Brenda.
Amarah Darren saat ini benar-benar sudah memuncak. Tatapan matanya sangat mengerikan ketika menatap wajah Connie.
Qenan dan Willy yang menyadari gerak-gerik aneh dari Darren langsung membisikkan sesuatu yang mereka rasakan ke telinga Dylan, Jerry, Axel, Darel dan Rehan.
Mendapatkan bisikan dari Willy dan Qenan membuat kelimanya menjadi takut. Mereka takut jika Darren akan membunuh Connie hari ini juga.
Setelah menatap kearah Jerry. Connie kembali menatap wajah Darren.
__ADS_1
"Kenapa, hum? Apa lo takut jika gue bakalan nyakitin cewek kesayangan lo atau orang-orang terdekat lo? Jika lo beneran takut dan lo pengen gue nggak nyakitin mereka. Caranya gampang kok. Jadilah pacar gue. Dan tinggalkan cewek nggak guna itu." Connie berbicara santai dan disertai dengan senyuman menggodanya.
Mendengar perkataan dari Connie membuat amarah Darren sudah diujung batas. Darren menatap Connie dengan tatapan membunuh.
Darren mengepal kuat tangan kanannya dan berlahan mengangkatnya keatas. Darren ingin membunuh Connie hari ini juga dengan cara mencekiknya.
Ketika tangan Darren terangkat keatas dan sedikit lagi menyentuh leher Connie.
Dengan gerakan cepat, Axel menghampiri Darren lalu memeluknya dari belakang. Sementara Jerry dan Rehan menahan tangan Darren.
"Ren, sadarlah." Axel berbicara tepat di telinga Darren.
Mendengar perkataan dari Axel membuat Darren seketika tersadar.
Melihat perubahan dari tatapan matanya Darren. Jerry dan Rehan langsung menurunkan tangan Darren dan sedikit mendorong tubuh Darren agar menjauh dari Connie.
Melihat apa yang akan dilakukan oleh Darren terhadap Connie barusan membuat semua teman-teman kampusnya seketika ketakutan. Tubuh mereka merinding, termasuk Connie sendiri. Connie menatap syok Darren.
"Ren. Lo tenang, oke!" bujuk Jerry.
Darren masih menatap marah kearah Connie. Dirinya tidak terima akan perkataan Connie barusan.
"Gue peringatkan sama lo untuk terakhir kalinya. Jangan coba-coba lo nyentuh orang-orang terdekat gue. Baik itu cewek gue, sahabat gue maupun keluarga gue."
"Jika terjadi sesuatu dengan mereka. Dan gue mendapatkan kabar bahwa lo adalah dalangnya, maka gue bersumpah akan menghabisi nyawa lo. Gue nggak peduli kalau lo itu perempuan."
"Bagi gue, mau laki-laki atau perempuan. Jika orang itu sudah berani mengusik orang-orang terdekat gue, maka nyawa sebagai gantinya!"
Brenda menatap wajah Darren yang masih terlihat marah. Dan setelah itu, Brenda menghampirinya.
Melihat Brenda yang ingin mendekat. Jerry, Rehan dan Axel memberikan ruang untuk Brenda.
Kini Brenda sudah berada di hadapan Darren. Tangannya terangkat untuk menyentuh kedua pipi Darren.
Mendapatkan sentuhan lembut di kedua pipinya membuat Darren langsung menatap wajah cantik Brenda.
Mendapatkan respon dari Darren membuat Brenda tersenyum.
"Semuanya akan baik-baik saja, oke!" Darren berucap lembut.
Grep!
Darren seketika langsung memeluk tubuh Brenda.
"Jangan pernah bosan untuk mencintaiku," ucap Darren.
Brenda tersenyum mendengar perkataan dari Darren. "Aku nggak akan pernah bosan untuk mencintai kamu. Selamanya aku akan cinta sama kamu," jawab Brenda tulus.
"Tetaplah bersamaku. Dan jangan pernah pergi ninggalin aku," ucap Darren lagi.
"Nggak akan. Aku nggak akan pergi kemana-mana. Aku akan selalu bersama kamu. Selamanya!"
"Aku mencintai kamu, Brenda Smith!"
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Darren yang mengubah nama marga Brenda membuat mereka semua tersenyum. Begitu juga dengan Brenda. Brenda tidak keberatan ketika Darren mengubah marganya.
"Aku juga mencintaimu, Darrendra Smith!"