
Seketika Agra tertawa keras ketika mendengar perkataan dan bentakkan dari Baren, Yufal dan Livia.
"Iya. Aku memang manusia menjijikkan dan juga busuk. Lalu bagaimana dengan ayah anda, tuan Reymond?!"
"Apa maksud kamu, Agra?! Kenapa kau membawa-bawa ayahku?!" bentak Reymond.
"Karena semua yang aku lakukan ini adalah berawal dari ayahmu itu! Kau tidak lupakan bagaimana sikap dan karakternya selama ini? Kau tak lupakan bagaimana sikap arogannya, sikap sombongnya dan sikap angkuh terhadap orang-orang di sekitarnya. Dia melakukan segala cara untuk memajukan perusahaannya. Dia ingin untung tapi tidak ingin rugi. Dia memaksakan kehendaknya kepada semua orang. Jika ada yang membantah, maka orang itu akan dibuat hancur."
"Satu hal yang harus kau ketahui, tuan Reymond! Sejak kau dan kedua adik laki-lakimu pergi meninggalkan rumah. Sejak itulah kelakuannya semakin menjadi-jadi. Dia telah membunuh ayah dan kakak laki-lakiku karena ayah dan kakak laki-lakiku menolak kerjasama dengan perusahaannya. Bahkan dia juga telah membunuh istriku ketika pulang dari berbelanja. Mobil yang ditumpangi ayahmu menabrak tubuh istriku. Dan dengan kejinya, ayahmu meminta sopirnya untuk tetap melajukan mobilnya dan membiarkan tubuh istriku tergeletak di tengah jalan!"
Mendengar ucapan demi ucapan dari Agra tentang ayahnya membuat Reymond terkejut. Dia tidak menyangka jika ayahnya akan berubah menjadi monster yang mengerikan.
"Ayahmu sudah menghilang tiga nyawa. Sementara aku baru menghilangkan satu nyawa yaitu suami dari Livia. Sejujurnya aku tidak ingin membunuhnya karena dia tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Tapi hanya itu satu-satunya cara agar aku bisa masuk ke dalam keluarga Mendez."
"Sekarang jawab pertanyaanku. Apa aku salah melakukan semua ini terhadap kalian, hah?! Apa aku salah jika ingin membalas kematian ayahku, kakak laki-lakiku dan istriku atas perbuatan ayah kandung anda yang tak lain adalah kakek dan kakek buyut kalian!" teriak Agra.
Seketika Agra menangis ketika menceritakan semua kejadian tersebut di hadapan keluarga Smith dan keluarga Mendez.
Mendengar ucapan dan teriakan dari Agra membuat anggota keluarga Mendez hanya bisa diam. Mereka semua menatap iba kearah Agra bukan tatapan kebencian seperti beberapa menit yang lalu mereka berikan. Begitu juga dengan Darren, anggota keluarganya, ketujuh sahabatnya dan yang lainnya.
"Semua sudah berlalu, Paman Agra. Orang yang melakukan kejahatan tersebut sudah lama meninggal. Bahkan kakek Reymond, anak-anak dan cucu-cucunya tidak mengetahui semua itu. Mereka tidak ikut dalam kejadian tersebut. Kakek Reymond sudah lama tidak berhubungan dengan ayahnya."
Mendengar ucapan dari Darren membuat Agra langsung menatap wajah Darren.
"Jadi kau bermaksud memintaku untuk memaafkan orang-orang yang sudah membunuh ayah, kakak laki-lakiku dan istriku, begitu?!"
__ADS_1
"Aku tidak meminta hal itu. Aku hanya mengatakan bahwa kakek Reymond, Daddy Baren, Daddy Yufal, Bibi Livia dan Bibi Lidia tidak bersalah. Mereka tidak mengetahui masalah tersebut selama bertahun-tahun lamanya. Jadi, bagaimana bisa Paman Agra ingin membalas atas apa yang tidak mereka lakukan."
"Setidaknya pikirkan Mikko, Kenzo dan Chintia, terutama Chintia. Chintia hanya tahu bahwa Bibi Livia adalah ibu kandungnya. Bagaimana jika Chintia sampai tahu bahwa Bibi Livia bukan Ibu kandungnya. Pasti hatinya akan hancur."
"Satu hal yang harus Paman Agra ketahui. Mikko, Kenzo dan Chintia begitu menyayangi Bibi Livia. Mereka tidak ingin berpisah dari Bibi Livia."
Mendengar ucapan demi ucapan dari Darren membuat Agra hanya diam tanpa berkomentar apapun. Namun hatinya membenarkan apa yang dikatakan oleh Darren tentang ketiga anaknya, terutama putri bungsunya.
"Berhentilah, Paman Agra! Masih ada waktu untuk Paman Agra memulai membangun kembali keluarga bahagia. Lupakan semua yang sudah terjadi. Berdamailah dengan hati Paman. Dan terima semuanya. Paman memang sudah kehilangan ayah, kakak laki-laki dan istri. Namun Tuhan memberikan sosok ayah yang penuh cinta yaitu kakek Reymond, Tuhan memberikan dua kakak laki-laki yang penuh perhatian yaitu Daddy Baren dan Daddy Yufal, dan Tuhan memberikan istri yang pengertian dan sayang terhadap Paman Agra yaitu Bibi Livia. Aku yakin mereka tidak membenci Paman setelah mengetahui apa yang telah Paman lakukan."
"Agra!"
Reymond melangkahkan kakinya menghampiri Agra. Begitu juga dengan anggota keluarga Mendez lainnya.
Kini Reymond telah berdiri di hadapan Agra. Tangannya kemudian terangkat untuk mengusap lembut kepala Agra.
"Iya, Agra! Kita selesaikan sampai disini saja pertikaian diantara kita. Bagaimana pun kamu adalah bagian keluarga Mendez. Suami dari Livia. Hal itu tidak akan pernah berubah sampai kapan pun," ucap Baren.
"Agra," lirih Livia.
Agra menatap wajah cantik istrinya. Wanita yang sudah menjaga dan merawat ketiga anaknya dari kecil.
"Kita lupakan semuanya, oke! Aku sudah memaafkanmu karena telah membunuh Lucky, ayah dari anak-anakku."
"Iya, Dad! Sampai kapan pun Daddy tetap Daddy kami. Aku dan Daisy sudah memaafkan Daddy," ucap Rafif.
__ADS_1
Agra menangis mendengar ucapan demi ucapan dari anggota keluarga Mendez. Dia tidak menyangka jika kesalahan dan kejahatannya begitu mudah dimaafkan oleh anggota keluarga Mendez.
Grep!
Livia langsung memeluk tubuh Agra. Dan seketika tangis Agra pun pecah ketika mendapatkan pelukan dari Livia.
"Maafkan aku, Livia. Maafkan aku!"
"Aku sudah memaafkanmu, Agra! Kita lupakan semuanya, oke! Dan kita mulai dari nol kembali."
Melihat Agra yang sudah berdamai dengan keluarga Mendez membuat Darren tersenyum bahagia. Begitu juga dengan anggota keluarga Smith, ketujuh sahabatnya, Brenda, Elzaro dan para sahabatnya. Mereka semua juga turut bahagia akan perubahan seorang Agra.
Setelah itu, Darren menghampiri ibunya yang saat ini masih disisi ayahnya, diikuti oleh ketujuh sahabatnya. Matanya menatap khawatir kearah ibunya.
Agneta yang melihat tatapan khawatir putranya seketika tersenyum. Dia ingin menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja.
"Mama baik-baik saja, sayang!"
"Xel!"
Axel yang paham dari nada suara Darren langsung mengambil ponselnya yang ada di saku celananya untuk menghubungi ibunya.
Tanpa diketahui oleh Darren dan yang lainnya, kelima kakak mafianya yaitu Ziggy, Noe, Enzo, Devian dan Chico yang sejak tadi sampai di kediaman keluarga Smith berdiri tak jauh dari ruang tengah. Mereka mendengar semua ucapan demi ucapan dari Darren, Agra dan anggota keluarga Mendez.
Baik Ziggy, Noe, Enzo, Devian dan Chico tersenyum bangga akan sikap dan kata bijak Darren ketika berbicara dengan Agra. Mereka sangat tahu sifat dan karakter Darren seperti apa.
__ADS_1
Menurut Darren, jika masalah bisa diselesaikan dengan cara baik-baik, maka pertarungan tidak akan terjadi sehingga tidak ada yang terluka.