
[Kampus]
Ketujuh sahabat-sahabat Darren saat ini berada di kampus. Mereka menggantikan tugas-tugas Darren sebagai ketua organisasi mahasiswa selama Darren masih koma di rumah sakit. Begitu juga dengan kedua kakaknya yaitu Gilang dan Darka.
Para mahasiswa dan mahasiswi. Serta para Dosen dan juga Rektor sudah mengetahui tentang Darren yang sedang koma di rumah sakit. Mengetahui hal itu, setiap hari sebelum mereka memulai proses perkuliahan mereka. Mereka menyempatkan waktu berkumpul di lapangan. Tujuan mereka adalah untuk melakukan doa bersama untuk Darren. Doa-doa mereka adalah meminta kepada Tuhan agar Darren segera bangun dari tidurnya. Dan diberikan kesembuhan pada jantungnya.
Gilang dan Darka hampir setiap hari meneteskan air matanya kala mendengar doa-doa dari semua mahasiswa dan mahasiswi yang ditujukan untuk adik kesayangannya. Gilang dan Darka berharap doa-doa dari semua mahasiswa dan mahasiswi segera dikabulkan oleh Tuhan dan adiknya segera bangun dari komanya.
^^^
Qenan, Willy, Rehan, Darel, Dylan, Jerry dan Axel saat ini berada di kelas. Mereka mengikuti materi kuliah yang terakhir yaitu ekonomi.
Setelah selesai materi ini, mereka akan tempat kerja masing-masing. Seperti Qenan dan Willy ke perusahaan Accenture, Rehan dan Darel ke Darren Galery Of Art. Axel, Jerry dan Dylan akan ke SHOWROOM BMWX yang baru.
Baik Axel, Dylan dan Jerry sudah sepakat menggunakan membeli tiga buah gedung baru untuk dijadikan SHOWROOM BMWX baru.
Gedung milik Jerry akan digunakan sebagai Bengkel. Dengan kata lain gedung milik Jerry digunakan untuk membuat dan merakit mobil-mobil dan motor sport mewah. Yang bertanggung jawab dan bertugas disana adalah Jerry, Axel dan Dylan. Ditambah dengan para pekerja-pekerja yang akan membantu mereka.
Sedangkan gedung milik Dylan akan digunakan sebagai Showroom untuk mobil-mobil dan motor sport yang telah selesai dibuat dan dirakit. Dan juga selesai dalam pengujian di sirkuit. Serta sudah layak dijual kepada para konsumen. Yang bertanggung jawab disana adalah tiga anggota dari tim Dylan dan beberapa pegawai.
Dan untuk gedung milik Axel akan digunakan untuk menyimpan semua bahan, alat, suku cadang dan perlengkapan pembuatan dan perakitan mobil-mobil dan motor sport mewah.
Untuk gedung milik Axel sudah terisi lengkap berbagai macam suku cadang, alat-alat dan perlengkapan untuk pembuatan dan perakitan mobil-mobil baru dan juga motor sport baru. Semua telah tersediah tanpa kurang satu apapun. Pegawai yang akan diperkerjakan sebanyak 30 pegawai. Dan yang akan bertanggung jawab disana adalah tiga anggota dari tim Axel dan beberapa pegawai.
Setelah SHOWROOM milik Darren atau dengan kata lain Showroom yang aslinya selesai dibangun. SHOWROOM itu akan dijadikan tempat khusus untuk mobil-mobil mewah BMW. Seperti BMW Seri 3, BMW Seri 5, BMW X1, BMW X3 dan BMW X5.
Baik Darren, Jerry maupun Dylan dan Axel berencana akan merakit mobil BMW model terbaru.
SHOWROOM milik Darren ini berbeda dengan SHOWROOM milik Darren yang lama. Jika SHOWROOM dulu bergabung jadi satu dimana terdapat bengkel di dalam SHOWROOM.
Untuk SHOWROOM yang dibangun ini dibuat khusus untuk SHOWROOM saja tanpa ada bengkel di dalamnya. SHOWROOM tersebut khusus untuk mobil-mobil mewah BMW.
Setelah dua jam mengikuti materi kuliah ekonomi. Willy, Qenan, Darel, Rehan, Axel, Jerry dan Dylan pun memutuskan untuk langsung ke tempat kerja mereka masing-masing.
Setelah selesai dengan pekerjaan mereka. Mereka akan mengunjungi Darren di rumah sakit. Sudah dua hari sahabat kelinci mereka koma di rumah sakit. Dan selama dua hari juga mereka merindukan teriakan dari sahabat kelincinya itu.
***
[Rumah Sakit]
Hari ini adalah hari kedua dimana Darren masih setia memejamkan kedua matanya. Selama dua hari ini anggota keluarganya, ketujuh sahabatnya, kelima kakak-kakak mafianya, para orang tua dari ketujuh sahabatnya selalu setia mengunjunginya di rumah sakit.
Mereka secara bergantian menemani Darren dengan menginap di rumah sakit, termasuk kelima kakak-kakak mafianya dan para tangan kanannya.
Saat ini yang menemani kesayangan keluarga Smith adalah Dzaky, Adnan dan ketiga saudara sepupunya yaitu Daffa, Tristan dan Davian.
Sementara untuk anggota keluarga lainnya masih sibuk dengan urusan masing-masing. Setelah urusan mereka selesai. Mereka semua akan datang mengunjungi Darren di rumah sakit. Begitu juga dengan ketujuh sahabatnya, kelima kakak-kakak mafianya dan para anggota keluarga dari ketujuh sahabatnya.
__ADS_1
Dzaky dan Adnan duduk berdampingan di samping kiri ranjang Darren. Sementara Daffa, Tristan dan Davian duduk di seberang ranjang Darren. Mereka semua menatap sedih Darren. Apalagi ketika melihat alat-alat yang menempel di tubuhnya.
Dzaky membelai lembut kepala adik laki-lakinya sehingga memperlihatkan kening putih adiknya itu. Dan setelah itu, Dzaky memberikan kecupan sayang di sana.
Setetes air mata jatuh membasahi wajah Darren ketika Dzaky memberikan kecupan di keningnya.
"Darren, adik kesayangannya kakak. Kapan bangun, hum? Kakak Dzaky kangen omelan kamu? Kakak kangen ketika kamu berteriak manggil-manggil kakak. Bangun dong sayang. Udah dua hari kamu tidurnya. Apa nggak sakit punggung kamu?"
Adnan yang berada di samping Dzaky. Tangannya tak henti-hentinya memberikan pijatan pada kaki adiknya sembari berucap.
"Kakak Adnan juga rindu omelan kamu, Ren! Kapan kamu akan bangun?" Adnan menangis dengan matanya menatap wajah adiknya.
Tak jauh beda dengan Dzaky dan Adnan. Daffa, Tristan dan Davian juga menangis. Baik Daffa maupun Tristan dan Davian secara bergantian memberikan kecupan sayang di kening Darren. Dan tak lupa mereka memberikan kata-kata semangat untuk Darren.
"Setiap hari kami selalu merindukanmu, kami tak terbiasa tanpa dirimu. Semoga kamu cepat bangun dan dapat kembali bersama kami lagi secepatnya." Daffa menangis ketika mengatakan itu.
"Kami merindukan suara tawa dan candamu, kami membutuhkan senyumanmu yang bersinar seperti matahari. Semoga kamu segera membuka matamu," ucap Tristan.
"Sakit yang sedang kau rasakan, Kakak memang tak bisa merasakannya. Namun, melihatmu terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit membuat kakak merasa sedih dan hancur. Kakak Davian berharap semoga Tuhan memberikan kesembuhan padamu dengan melihat kamu membuka matamu." Davian menangis dengan menatap wajah Darren.
Ketika Dzaky, Adnan, Daffa, Tristan dan Davian tengah mengajak Jungkook berbicara, tiba-tiba terdengar suara ruang rawat Darren dibuka.
CKLEK!
Mendengar suara pintu ruang rawat Darren di buka. Dzaky, Adnan, Daffa, Tristan dan Davian secara bersamaan melihat kearah pintu.
Mereka semua berjalan menghampiri ranjang Darren hanya sekedar untuk menyapa Darren, walau sapaan dari mereka tidak akan dibalas oleh Darren.
"Bagaimana?" tanya Evan sembari menatap wajah keponakannya.
Baik Dzaky, Adnan maupun Daffa, Tristan dan Davian menggelengkan kepalanya kompak ketika mendengar pertanyaan dari ayahnya/pamannya.
Mendapatkan gelengan kepala dari Dzaky, Adnan, Daffa, Tristan dan Davian membuat mereka semua sedih.
"Hei, Ren! Kita datang lagi!" seru Devian, Noe, Enzo, Ziggy dan Chico secara bersamaan.
"Hei, Ren! Kita juga datang!" seru Willy, Qenan, Dylan, Axel, Jerry, Rehan dan Darel bersamaan.
"Kami semua ada disini sayang!" seru para orang tua.
Baik anggota keluarga Darren, anggota keluarga dari ketujuh sahabat Darren, kelima kakak-kakak mafia Darren secara bergantian memberikan kata-kata penyemangat untuk Darren. Bahkan mereka juga memberikan kecupan sayang di kening Darren sebagai bukti bahwa mereka benar-benar menyayangi Darren.
Setelah memberikan kata-kata penyemangat dan kecupan sayang di kening Darren. Kelima kakak-kakak mafia Darren pun pamit untuk kembali ke markas dan juga kembali pulang ke rumah. Dan mereka akan kembali lagi sekitar pukul 5 sore nanti. Kelimanya berniat untuk menginap di rumah sakit.
Kini anggota keluarga Darren dan anggota keluarga dari ketujuh sahabatnya Darren menduduki dirinya di sofa yang ada di ruang rawat Darren yang cukup luas itu.
Sementara untuk ketujuh sahabatnya Darren memilih duduk dengan mengerubungi ranjang Darren.
__ADS_1
"Dylan, Axel, Jerry." Eric Antonius memanggil putranya dan kedua sahabat putranya.
Dylan, Axel dan Jerry langsung melihat kearah Eric.
"Iya," jawab ketiganya kompak.
"Bagaimana perkembangan pembangunan Showroom BMWX itu?" tanya Eric.
"Semua berjalan lancar, Papa!" jawab Jerry.
"Para pekerja juga bekerja dengan sangat bagus," jawab Dylan.
"Dan kami sedikit merubah bentuknya. Bentuk Showroomnya bukan seperti Showroom yang lama," sela Axel.
"Apakah Darren tahu jika kalian merubahnya?" tanya Hendy Carlo.
"Justru Darren sendiri yang ingin merubah bentuk Showroomnya, Pa! Darren ingin Showroom yang baru ini berbeda dengan Showroomnya yang lama," jawab Dylan.
"Kira-kira butuh waktu berapa lama membangun Showroom itu Jerry, Dylan, Axel?" tanya Davin.
"Eeemm... Enam bulan," jawab Jerry.
"Itu paling cepatnya atau paling lamanya?" tanya Daffa.
"Paling cepatnya," jawab Axel, Jerry dan Dylan bersamaan.
"Oh iya! Showroom itu selesai selama enam bulan. Apa kalian hanya menunggu selama enam bulan. Apa justru kalian...." perkataan Danar, kakak laki-laki kedua dari Willy terpotong.
"Kami tetap melanjutkan pekerjaan kami seperti biasanya, kakak Danar!" seru Jerry.
"Sudah banyak para pelanggan kami yang meminta dibuatkan mobil baru. Bahkan motor sport baru," ucap Dylan.
"Dan kami tidak bisa berdiam diri saja dengan menunggu selama enam bulan Showroom itu selesai. Sementara para pelanggan kami sudah berteriak untuk dibuatkan mobil baru," tutur Axel.
Mendengar ucapan demi ucapan dari Dylan, Axel dan Jerry membuat mereka semua tersenyum bangga.
"Apa kalian sudah mendapatkan tempat untuk melakukan pekerjaan kalian itu?" tanya Erland.
"Semuanya itukan butuh tempat, butuh peralatan dan juga perlengkapan. Apa kalian sudah mendapatkannya? Apa kalian butuh bantuan?" ucap dan tanya David.
Mendengar perkataan dan pertanyaan dari ayahnya Darren dan ayahnya Willy. Dylan, Jerry dan Axel hanya tersenyum sebagai jawabannya.
"Kami sudah memiliki tempatnya Paman David, Paman Erland!" seru Jerry.
"Kami juga sudah mempersiapkan semuanya. Lengkap tanpa ada yang kurang!" seru Axel.
"Sehari setelah Showroom BMWX milik Darren dibakar oleh Samuel. Aku, Jerry dan Dylan diam-diam tanpa sepengatahuan Darren membeli tiga gedung yang besar dan juga luas untuk kami jadikan tempat usaha kami yang baru," sahut Axel.
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Axel membuat mereka semua terkejut. Mereka semua tak menyangka jika mereka telah mempersiapkan semuanya untuk Darren.