KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Bantuan Tersenyum Kakek Raymond


__ADS_3

Disaat Darren yang masih mengingat pertemuannya dengan sang kakek dari keluarga Mendez.


Sementara Erland, Agneta dan semua orang yang ada di ruang rawat Darren masih terus menatap kearah Darren. Mereka benar-benar khawatir akan Darren yang masih melamun.


"Apa kita akan membiarkan Darren seperti ini terus?" tanya tiba-tiba Damian Radmilo.


Mendengar pertanyaan dari Damian. Seketika salah satu kakak mafianya yaitu Ziggy langsung menepuk pelan bahu kanan Darren.


Mendapatkan tepukan di bahu kanannya membuat Darren tersadar dari aksi lamunannya.


Sedangkan semua orang yang sejak tadi memperhatikannya menghela nafas leganya masing-masing.


Mendengar helaan nafas lega dari semua orang yang ada di hadapannya membuat Darren menatap mereka satu persatu dengan tatapan bingungnya. Sementara mereka semua tersenyum melihat wajah bingung Darren.


"Kenapa?" tanya Darren.


"Seharusnya kita yang bertanya seperti itu sama lo, kancil!" seru Dylan.


Darren membelalakkan matanya ketika mendengar perkataan Dylan yang menyebut dirinya kancil.


"Nama gue Darren bukan kancil, sialan!"


"Nama Darren itu sudah nggak cocok lagi buat lo," balas Dylan.


"Memangnya kenapa?"tanya Darren dengan menatap sinis Dylan.


"Sejak lo sembuh dari Amnesia. Lo banyak melamun. Mikirin apa sih lo? Hobi benar melamun," ucap Dylan sewot.


"Sejak kapan lo jadi kepo urusan orang lain?" tanya Darren.


Melihat perdebatan antara Darren dan Dylan membuat semua penghuni di ruang rawat Darren hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.


Erland mengusap lembut kepala Darren. "Sayang!"


Darren melihat ke samping lalu tersenyum manis menatap wajah tampan ayahnya.


"Iya, Papa! Ada apa?"


"Kalau boleh Papa tahu. Ketika kamu melamun tadi. Kamu lagi memikirkan apa?" tanya Erland.


Darren langsung melihat ke depan ketika mendengar pertanyaan dari ayahnya.


Sementara Erland dan yang lainnya menatap wajah Darren. Dan mereka semua meyakini jika Darren mengetahui mengetahui sesuatu.


"Aku... Aku memikirkan kakek Reymond."


Mendengar jawaban dari Darren membuat mereka semua saling memberikan tatapan satu sama lainnya. Setelah itu, mereka kembali menatap wajah Darren.


"Kakek Reymond?!" tanya mereka bersamaan.


"Siapa dia, Ren?" tanya Adnan.

__ADS_1


"Dia orang yang aku selamatkan ketika dipalak oleh lima orang preman. Kejadian itu terjadi saat aku pergi meninggalkan kalian semua."


"Kenapa kamu memanggil dia kakek?" tanya Tristan.


"Karena dia tidak ingin aku memanggilnya dengan sebutan tuan. Dan ditambah lagi saat itu aku tiba-tiba teringat dengan kakek Darwin. Akhirnya aku mengabulkan keinginannya dengan memanggilnya kakek."


"Terus apa yang terjadi setelah itu?" tanya Noe.


"Kita ngobrol banyak. Dan intinya adalah bahwa kakek itu adalah ayah sekaligus kakek dari dua perempuan yang dulu pernah aku tolong. Kakek Reymond mengatakan padaku bahwa dua perempuan yang pernah aku tolong itu adalah putri dan cucu perempuannya."


"Kakek itu tahu dari mana kalau lo yang nolongin anak perempuan dan cucu perempuannya, Ren! Jika kakek Reymond tahunya dari anak perempuannya. Lalu anak perempuannya itu tahu dari mana?" tanya Dylan.


"Han, lo bisa wakilkan gue nggak buat mukulin kepala marmut busuk itu?"


Mendengar pertanyaan dari Darren membuat Rehan seketika langsung menganggukkan kepalanya tanda dirinya dengan senang hati menjadi perwakilan.


Sementara Dylan seketika mendengus mendengar ucapan dari Darren dan melihat kelakuan Rehan.


"Anak kuliahan. Tapi otak tumpul. Jelaslah anak perempuan kakek Reymond tahu. Secara ketika gue nolongin anak perempuan dan cucu perempuannya kakek Reymond. Anak perempuan kakek Reymond dalam keadaan sadar. Hanya cucunya yang tidak sadarkan diri. Setelah aku mengantar mereka ke rumah sakit. Aku langsung pergi meninggalkan mereka berdua karena aku saat itu sedang buru-buru ingin ke perusahaan Micro Sinopec." Darren berucap dengan menjelaskan yang sebenarnya sembari menghina Dylan seenaknya.


Mendengar penjelasan dari Darren. Dylan hanya diam tak melakukan protes apapun. Namun tatapan matanya sudah menunjukkan kekesalan terhadap Darren.


Ketika mereka semua tengah berbicara, tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka.


Mereka semua yang ada di dalam ruangan rawat Darren langsung melihat kearah pintu itu termasuk Darren.


Mereka semua melihat Celsea bersama Dokter laki-laki memasuki ruang rawat Darren. Dan keduanya melangkah menghampiri ranjang Darren.


Dokter laki-laki itu sudah mengetahui secara detail kondisi Darren dari Celsea. Dan bahkan Dokter laki-laki itu juga sudah cerita kepada Celsea tentang kesehatan Darren yang pernah mengalami pembekuan darah di otaknya.


Celsea yang mendengar cerita dari rekan kerjanya itu berucap syukur dan bahagia. Dia tidak menyangka jika keluarga besar Mendez melakukan pengobatan akupuntur terhadap Darren.


"Saya senang melihat kondisi anda sudah mulai berangsur membaik tuan Darren. Jika tuan besar Reymond mengetahui hal ini. Pasti beliau sangat bahagia."


Mendengar ucapan dari Dokter laki-laki di hadapannya itu membuat Darren menatap dengan tatapan bingung.


"Apa maksud Dokter?" tanya Darren.


"Sebelum saya menjawab pertanyaan tuan. Tolong jawab pertanyaan saya terlebih dahulu. Apakah tuan pernah bertemu dan mengobrol dengan tuan besar Reymond?"


"Iya," jawab Darren singkat.


"Dan apakah tuan Darren pernah membahas soal rasa sakit yang tuan Darren rasakan selama ini?"


Mendengar pertanyaan dari Dokter laki-laki itu membuat Darren seketika mengingat ketika dirinya mengobrol dengan Reymond.


Dan detik kemudian....


Darren menatap wajah Dokter laki-laki itu lekat.


"Katakan padaku. Apa yang dilakukan oleh kakek setelah pertemuan itu?"

__ADS_1


"Dan tuan Darren pasti sudah tahu dari keluarga dan dari orang-orang terdekat tuan tentang pembekuan darah di kepala tuan itu sudah sembuh?"


"Iya, aku sudah tahu. Dan aku sudah sembuh dari rasa sakit itu."


"Semua ini atas keinginan tuan besar Reymond. Setelah pertemuannya dengan tuan Darren. Tuan besar Reymond menghubungi saya untuk mencarikan orang yang bisa melakukan pengobatan akupuntur. Dan kebetulan sahabat saya memang ahli dalam bidang tersebut. Dan saya langsung merekomendasikan sahabat saya itu kepada tuan besar Reymond. Hasilnya, kami sepakat untuk membantu tuan Darren untuk menyembuhkan rasa sakit di kepala tuan."


Mendengar cerita dan penjelasan dari Dokter laki-laki itu seketika air mata Darren jatuh membasahi wajahnya. Dia tidak menyangka jika Reymond akan melakukan hal sebesar itu untuknya.


"Tuan besar Reymond melakukan itu hanya untuk membalas kebaikan tuan Darren karena telah menyelamatkan nyonya Lidia dan nona muda Renata."


"Kapan pengobatan akupuntur itu dilakukan? Tidak mungkin jika pengobatan itu dilakukan setelah pertemuan kami. Karena dua hari setelah pertemuan itu, aku mendapatkan laporan dari salah satu anggotaku yang mengatakan bahwa ada seseorang yang ingin menghabisi kakek malam itu juga."


Deg!


Mendengar ucapan dari Darren membuat mereka semua terkejut, termasuk Dokter tersebut.


"Saat kejadian itu, aku sempat melihat wajah orang yang hendak membunuh kakek, tapi samar-samar."


"Pengobatan akupuntur itu dilakukan ketika tuan Darren dan tuan besar Reymond yang sama-sama dilarikan ke rumah sakit oleh beberapa orang berpakaian hitam. Mereka meminta kami untuk segera menangani tuan Darren dan juga tuan besar Reymond, terutama tuan Darren. Karena tuan Darren mengalami luka yang sangat parah."


Lagi-lagi semua orang yang ada di ruang rawat Darren terkejut ketika mendengar perkataan dari Dokter laki-laki itu yang mengatakan bahwa Darren mengalami luka parah.


"Walau pada saat itu tuan Darren tetap mengalami Amnesia. Namun Amnesia yang tuan alami hanya sementara. Dan saya turut bahagia bahwa tuan Darren telah sembuh dan telah ingat kembali dengan orang-orang terdekat tuan."


"Terima kasih atas semua yang telah Dokter lakukan untukku. Dan sampaikan terima kasihku kepada sahabat Dokter itu."


"Baiklah."


"Oh iya, Dok! Ada satu hal yang ingin saya minta dari anda."


"Oh, tentu! Katakanlah."


"Jangan beritahu dulu kepada keluarga Mendez jika ingatanku sudah kembali. Biarkan mereka tahunya aku masih Amnesia."


"Memangnya kenapa tuan?"


"Saya hanya ingin memancing orang itu keluar. Dan setelah saya mengetahui seperti apa wajahnya, maka saya akan memperkenalkan diri saya langsung padanya. Secara dia sudah terang-terangan ingin melenyapkan nyawa saya."


"Jangan bilang apa yang tuan....."


"Iya. Saya seperti ini karena ulah dari orang itu."


"Tapi kenapa tuan?"


"Orang itu berpikir bahwa aku sudah mengetahui kebusukannya. Jadi dia takut kalau aku akan membeberkan kelakuannya di hadapan keluarga Mendez. Jika dia berhasil, barulah dia akan....."


"Akan membunuh kakek Reymond." Willy dan Qenan melanjutkan perkataan Darren.


"Iya, itu rencananya!" sahut Darren membenarkan apa yang dikatakan oleh Qenan dan Willy.


Mendengar perkataan dari Darren membuat mereka semua mengepalkan kuat tangannya. Mereka tidak terima orang itu menyakiti Darren. Dan mereka semua bersumpah tidak akan membiarkan orang itu atau pun kelompoknya berhasil melukai Darren.

__ADS_1


__ADS_2