KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Mempersiapkan Senjata Tempur


__ADS_3

Darren, ayahnya, para kakak-kakaknya, ketujuh sahabatnya dan para anggota keluarga dari ketujuh sahabatnya kini berada di sebuah gudang di samping rumahnya. Gudang yang begitu luas dan besar. Jarak rumahnya ke gudang itu hanya 100 meter.


Ketika mereka memasuki gudang tersebut. Mereka semua berdecak kagum melihat bentuk, luas dan mewahnya gudang tersebut. Bukan itu saja, mereka juga terkejut dan juga kagum ketika melihat begitu banyak senjata api, senjata tajam, peluru dan perlengkapan lainnya.


Darren membangun gudang itu secara diam-diam ketika Darren duduk di bangku kelas 2 SMP. Anggota keluarganya tidak mengetahui hal itu. Bahkan anggota keluarga jarang pergi ke belakang rumah atau ke samping rumah hanya sekedar untuk mengecek. Jangankan untuk mengecek atau keluar sekedar merilekkan tubuh. Mengunjungi Paviliun yang ada di belakang rumahnya saja mereka jarang. Mereka menghabiskan waktu berkumpul bersama hanya di dalam rumah saja.


Terlihat dari luar tidak seperti gudang pada umumnya. Orang-orang akan beranggapan kalau itu adalah rumah.


Darren juga membuat jalan pintas untuk anggotanya bisa kesana. Begitu juga untuk beberapa anggota mafia dari Noe Alfredo.


Darren meminta bantuan kepada dua tangan kanan dari Noe Alfredo yaitu Zaky dan Razky. Apa yang diminta oleh Darren. Baik Kim Zaky maupun Razky langsung mematuhinya.


Darren meminta kepada Zaky dan Razky untuk mencarikan beberapa jenis senjata api, senjata tajam, peluru, bom dan lainnya.


Untuk jenis senjata api antara lainnya adalah jenis AK-12, jenis SA80 A2, Glock, 29 Revolver Magnum, Colt Single Action Army Revolver, Colt 1911.


Semua jenis senjata api tersebut senjata yang sangat berbahaya dan mematikan. Semuanya masing-masing berjumlah 200 senjata.


Untuk jenis pelurunya adalah Peluru Tajam. Jenis peluru tajam sangat beragam. Salah satu jenis diantaranya yang memiliki bentuk seperti perahu. Ujungnya sangat runcing di bagian depan dengan bagian belakang yang terlihat besar. Bentuk tersebut membuat peluru ini dapat melesat dengan cepat dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Orang yang terkena peluru ini pasti akan langsung luka parah.


Orang yang terkena peluru tajam memerlukan perawatan dengan segera. Pendarahan yang terjadi akibat dari tembakan ini tidak mudah untuk dihentikan. Kondisinya akan semakin gawat jika peluru tersebut melukai organ vital manusia.


Oleh karena itu, perawatan medis sangat dibutuhkan agar luka bisa segera ditutup dengan baik.


Jumlah untuk peluru tajam yang tajam nya seperti perahu sekitar 50000 peluru, karena peluru ini sangat dibutuhkan.


Peluru Karet. Walau hanya peluru karet dan tidak mematikan, tapi peluru karet ini juga berbahaya jika ditembakkan ke arah orang lain. Luka akibat dari peluru karet adalah kulit luka dan sobek, cidera sendi, laserasi, patah tulang, cedera pada mata, kebutaa, cedera otak, kelumpuhan, cedera saraf, cedera otot dan cedera organ. Jumlah peluru karet adalah sekitar 10000 peluru.


Darren pernah menggunakan senjata dengan peluru karet untuk melindungi ketika berada di luar rumah. Bahkan senjata itu tersimpan apik di dalam mobilnya.


Darren tidak perlu meminta izin pada pihak kepolisian, karena secara langsung Darren sudah diberikan izin oleh ayahnya Ziggy yang tak lain adalah seorang Jendral Kepolisian.


Bukan hanya Darren. Orang-orang terdekat Darren juga diberikan izin untuk menggunakan senjata api, walau mereka tidak menggunakan senjata api itu atau tidak memilikinya sama sekali.


Untuk jenis senjata tajam antara lain adalah Pisau Fairbairn Skykes Fighting.  Pisau Fixation Bowie, Pisau SOG Seal Knife 2000, Pisau LHR Combat, M-9 Bayonet dan Eickhorn.


Semua jenis pisau tersebut adalah Pisau ini dibuat tidak hanya untuk menusuk tapi juga merobek dan menyayat korbannya. Apalagi ketika digunakan untuk serangan kejutan atau juga dalam pertarungan jarak dekat. Jumlah masing-masing pisau itu adalah 200 buah


Untuk senjata tajam lainnya adalah jenis katana. Katana Zweihunder, katana Sword of Goujian, katana Hook Sword, katana Falammard, katana Khanda dan katana Ulfberth Sword.

__ADS_1


Semua katana tersebut sangat berbahaya. Katana-katana tersebut sangat ampuh membunuh musuh. Dengan bentuknya yang panjang, kemudian ditambah kedua belah sisi pedang yang tajam, pedang ini sangat ditakut  para lawan.


Dampak katana juga begitu kuat  dengan ditambah cara memegang katana dengan dua tangan sehingga ayunan akan semakin kuat. Dengan sekali tebas, katana ini bisa memotong 7 leher orang sekaligus.


Jumlah masing-masing untuk katana tersebut adalah 500 katana. Sementara untuk bom rakitan sekitar 5000 bom rakitan.


"Wah, Ren! Ini... Ini keren!" seru Qenan dan Willy ketika melihat begitu banyak senjata di dalam gudang milik Darren.


"Aku benar-benar tidak menyangka jika kau sudah menyiapkan semua ini, Ren." Axel berbicara di dalam hatinya sembari menatap wajah Darren.


Di dalam hati Axel benar-benar bangga terhadap Darren. Baik dirinya maupun sahabat-sahabatnya yang lainnya tidak pernah mengetahui hal ini. Selama mereka bersahabat dengan Darren, sahabatnya itu tidak pernah sekali pun membahas soal gudang persenjataan miliknya kepadanya dan juga kepada yang lainnya.


Tapi Axel tidak marah apalagi kecewa karena Darren yang sudah merahasiakan semua ini darinya dan juga dari sahabat-sahabatnya yang lain. Tidak ada alasan bagi Axel untuk marah atau pun kecewa terhadap Darren karena telah merahasiakan semua ini. Menurut Axel mungkin saja Darren lupa. Mungkin saja masalah gudang persenjataan ini tidak penting untuk dibahas. Mungkin saja Darren menyiapkan semua ini untuk persiapan ke depannya. Atau dengan kata lain untuk berjaga-jaga kemungkinan jika hal buruk terjadi.


Dan lihatlah sekarang! Seharusnya malam ini mereka tidur dengan nyenyak. Namun hal itu tidak bisa mereka lakukan, karena malam ini akan terjadi perang besar. Nyawa mereka semua dalam bahaya.


Axel tersenyum. Senyumannya mengandung dua arti. Senyuman kebahagiaan dimana Axel bangga memiliki sahabat seperti Darren. Dan senyuman kesedihan dimana Axel memiliki ketakutan akan sahabatnya itu. Ditambah lagi kesehatan jantung Darren.


Tersirat kekhawatiran dan ketakutan dalam diri Axel saat ini.


"Ren! Kau sudah menyiapkan semuanya dari awal. Bahkan kau tidak pernah membahas masalah ini dengan kami. Ren! Aku harap kau baik-baik saja sampai akhir. Dan semoga jantungmu tidak kambuh ketika sedang melawan Samuel." Axel berbicara di dalam hatinya. Dan tanpa diminta air matanya mengalir begitu saja membasahi wajah tampannya.


Seketika Darren terkejut ketika melihat sahabatnya itu menangis.


"Axel," ucap Darren.


Mendengar ucapan Darren. Mereka semua melihat ke arah Axel. Sama halnya dengan Darren. Mereka juga terkejut ketika melihat Axel yang menangis.


"Axel," ucap Qenan, Willy, Jaerry, Dylan, Rehan dan Darel bersamaan.


Axel masih menatap wajah Darren. Dan berlahan Axel mendekati Darren.


Dan...


GREP!


Axel langsung memeluk tubuh Darren, sahabat terbaiknya. Seketika tangis Axel pecah.


"Ren...Hiks." Axel terisak.

__ADS_1


"Axel," ucap Darren.


"Apa kau telah menyadari jika hal ini akan terjadi?"


"Axel."


Bukan jawaban yang diberikan. Melainkan sapaan yang diberikan oleh Darren.


"Ren. Aku tahu siapa kau? Aku tahu bagaimana sikap dan watakmu selama ini. Kau memiliki perasaan yang begitu kuat terhadap orang-orang disekitarmu. Dan kau juga begitu peka dengan keadaan disekitarmu. Bahkan kau juga bisa dengan mudah memahami dan membaca setiap pergerakan musuh-musuhmu."


Darren hanya diam mendengar ucapan dari Axel. Di dalam hatinya, Darren memuji sahabatnya ini. Dari tujuh sahabat yang dimilikinya hanya Axel yang bisa menebak jalan pikiran dan rencananya.


"Axel," ucap Darren sambil melepaskan pelukan dari Axel.


Kini pelukan mereka sudah terlepas. Sementara Axel masih menatap wajah Darren.


Sementara yang lainnya juga masih menatap ke arah Darren dan Axel.


"Katakan Ren. Kau memiliki perasaan tak enak atau sesuatu selama inikan? Jika tidak kau tidak akan mungkin menyiapkan semua ini dengan begitu sempurna?" tanya Axel.


Darren tersenyum mendengar pertanyaan dari Axel.


"Iya. Kau benar, Axel. Aku memang memiliki perasaan tak enak dan juga perasaan takut. Perasaanku mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu yang besar di kemudian hari. Tapi aku tidak tahu apa itu. Aku berusaha membuang perasaan itu. Namun tidak berhasil. Justru perasaan itu makin kuat. Aku memutuskan pergi menemui kakak Zaky dan kakak Razky. Aku menceritakan semua apa yang aku rasakan selama ini."


"Mendengar ceritaku dan keluhanku, tiba-tiba kakak Razky memintaku untuk menyiapkan semuanya. Awalnya aku dibuat bingung oleh kakak Razky. Bahkan kakak Zaky juga menyetujui apa yang dikatakan oleh kakak Razky."


"Apa kakak Razky tidak mengatakan maksud dari ucapannya itu, Ren?" tanya Jerry.


"Tidak. Justru aku disuruh pulang dan memikirkannya di rumah. Bahkan kakak Zaky mengatakan padaku jika aku sudah tahu jawabannya, maka aku harus segera menghubungi salah satu dari mereka. Ketika aku sudah mendapatkan jawaban dari perkataan kakak Razky. Aku pun langsung menghubungi kakak Zaky dan membahas masalah itu bersama dengan kakak Zaky. Aku juga menghubungi kakak Razky. Dan membahas masalah yang sama."


"Jadi ini semua..." perkataan Rehan terpotong.


"Iya, Han. Semua yang ada di dalam gudang ini berkat bantuan dari kakak Zaky dan kakak Razky bersama anggota mafia mereka. Ditambah dengan beberapa anak buah kita."


Mendengar cerita dari Darren membuat mereka semua tersenyum bangga. Mereka tidak menyangka jika Darren sudah menyiapkan semuanya.


Erland melangkah menghampiri putra bungsunya dari pernikahan pertamanya. Tangannya terangkat untuk mengusap lembut kepalanya.


Setelah itu, Erland memberikan ciuman sayang di kening putranya itu.

__ADS_1


__ADS_2