KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Janji Darren Terhadap Erica


__ADS_3

Seketika Darren berubah marah bersamaan dengan kedua tangannya mengepal kuat ketika mendengar cerita dari Erica.


Tak jauh beda dengan semua anggota keluarga Smith. Mereka juga terlihat marah ketika mendengar cerita dari Erica.


Darren memeluk erat tubuh putri angkatnya yang saat ini berada di pangkuannya. Hatinya menatap sedih putrinya itu.


"Kalian sudah mencari masalah dengan putriku. Tunggu saja apa yang akan mendatangi kalian dan keluarga kalian," batin Darren.


Darren mencium pucuk kepala Erica. Setelah itu, Darren memeluknya agar putrinya itu tenang dan nyaman.


"Sekarang Erica masuk kamar dan istirahat. Erica tidak usah masuk sekolah untuk dua hari ini," ucap Darren.


Mendengar ucapan sekaligus perintah dari ayahnya, Erica langsung turun dari pangkuan ayahnya.


Erica menatap wajah tampan ayahnya sejak, lalu Erica memberikan ciuman di pipi kiri ayahnya itu.


"Papa udah nggak marah lagi?"


"Papa tidak marah sama Erica."


"Benarkah?"


"Hm!"


"Berarti Papa nggak akan pergi ninggalin Erica?"


"Tidak, Sayang!"


Mendengar jawaban dari ayahnya membuat Erica tersenyum. Dirinya benar-benar bahagia menjadi bagian dari keluarga Smith, apalagi menjadi putrinya Darrrendra Smith.


"Erica sayang, Papa!"


"Papa juga sayang sama Erica. Cup!" Darren membalas perkataan dari putrinya sembari memberikan ciuman di pipi kiri putrinya itu.


Setelah itu, Erica pun pergi meninggalkan sang ayah dan anggota keluarga Smith lainnya untuk menuju kamarnya di lantai dua.


***


[Di perjalanan]


Di sebuah taxi online terlihat seorang wanita cantik yang sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Wanita itu tampak terlihat marah ketika sedang berbicara dengan seseorang tersebut.

__ADS_1


"Baiklah. Beberapa menit lagi aku sampai. Pastikan semuanya sesuai rencana. Aku ingin para parasit itu mendapatkan balasan setimpal atas apa yang mereka lakukan terhadap kakak iparku dan keponakanku."


"Baik, Nyonya!"


Pip..


Wanita itu langsung mematikan panggilannya setelah selesai berbicara dengan seseorang di telepon. Seketika wanita itu tersenyum di sudut bibirnya.


"Tunggu aku. Sebentar lagi aku akan buat kalian menjadi gembel di jalanan," batin wanita itu.


***


[Markas The Crips]


Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya sudah berada di markas The Crips. Mereka saat ini berada di ruang pribadi Ziggy. Di ruangan tersebut juga ada dua tangannya Ziggy yaitu Caleb dan Rubi.


"Kenapa kalian kemari? Mengganggu saja," ucap dan tanya Ziggy.


Mendengar perkataan dari Ziggy membuat Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan mendengus kesal bersamaan dengan tatapan matanya menatap horor kearah Ziggy.


Sementara Caleb dan Rubi tersenyum ketika melihat wajah kesal Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


Darren menatap ketujuh sahabat-sahabatnya. Begitu juga dengan ketujuh sahabat-sahabatnya itu. Mereka saling memberikan tatapan masing-masing.


"Yuk, kita pergi dari sini!" seru Willy.


"Sepertinya kedatangan kita tidak diharapkan," sela Qenan.


"Kedatangan kita di waktu yang tidak tepat," ucap Rehan.


Willy, Qenan dan Rehan berucap bersamaan dengan beranjak dari duduknya dan diikuti oleh Darren, Axel, Jerry, Dylan dan Darel.


Mendengar ucapan dari Qenan, Willy dan Rehan serta melihat adik-adiknya yang kompak berdiri membuat Ziggy seketika membelalakkan matanya tak percaya. Di dalam hatinya berkata 'sejak kapan mereka berubah menjadi baperan seperti ini ' batin Ziggy.


"Mau kemana?" tanya Ziggy.


"Pulang!" Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan menjawab bersamaan.


"Ya, sudah pulang sana. Dan kalian dilarang untuk datang kesini lagi."


Kini Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan yang membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan dari Ziggy.

__ADS_1


"Dasar menyebalkan!" Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan berucap bersamaan dengan mereka menghempaskan pantatnya di sofa. Dan jangan lupakan wajah serta tatapan kesal menatap kearah Ziggy.


Sementara Ziggy berusaha untuk menahan senyumannya ketika melihat wajah kesal kedelapan adik-adiknya itu.


"Ada apa?" tanya Ziggy yang sudah mulai serius. Dia akhirnya memutuskan untuk menyudahi menjahili adik-adiknya itu.


Sementara Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan dengan kompak menutup mulutnya dengan tatapan matanya yang masih menunjukkan kekesalan.


Tidak mendapatkan jawaban dari kedelapan adik-adiknya itu membuat Ziggy menghela nafas pasrahnya.


"Baiklah-baiklah. Kakak minta maaf. Kakak serius sekarang. Ada apa? Apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya Ziggy dengan menatap satu persatu wajah adik-adiknya.


"Ini masalah Erica!" Jerry langsung menjawab pertanyaan dari Ziggy.


"Kenapa dengan Erica?" tanya Ziggy balik.


"Ini tentang tiga wanita brengsek itu. Erica sudah menceritakan semuanya padaku," sahut Darren.


"Apa yang kalian inginkan?" tanya Ziggy.


"Aku mau kakak Ziggy menghancurkan perusahaan milik suami dari ketiga wanita sialan itu," sahut Darren.


"Dan aku mau kakak Ziggy menyebut namaku dan nama ketujuh sahabat-sahabatku ketika melakukan hal itu agar mereka tahu kesalahan mereka," ucap Dylan.


"Jika mereka menyesal. Suruh mereka meminta maaf kepada Erica atas perbuatannya telah menghina, memarahi dan membentak Erica dengan cara bersujud di hadapan Erica." Axel berucap dengan wajah marahnya.


"Ketika mereka melakukan hal itu harus di depan semua murid-murid KINKA HIGH SCHOOL," ucap Darel yang tak kalah memperlihatkan ekspresi marahnya.


"Eemm.. Baiklah! Tapi jika mereka tidak mau melakukan itu, justru tetap menyalahkan Erica. Apa yang kalian inginkan?" tanya Ziggy.


"Jika mereka benar-benar menyesal dan mau mengakui kesalahannya. Cukup perusahaan suami mereka kehilangan rekan kerja. Dengan kata lain, rekan kerjanya pergi meninggalkan perusahaan tersebut. Tapi jika mereka masih tetap bersikap sombong dan bersikap arogan bahkan mereka tetap menyalahkan Erica, maka tidak ada cara lain. Buat mereka kehilangan segalanya. Mulai perusahaan sampai rumah mewah mereka." kini Darren yang menjawab pertanyaan dari Ziggy. Darren menjawab dengan penuh penekanan disetiap katanya.


Mendengar ucapan demi ucapan dari adik-adiknya membuat Ziggy menatap lekat tepat di maniknya. Tersirat amarah dan dendam disana. Apa yang dirasakan oleh kedelapan adik-adiknya itu, hal itu juga tidak dirasakan oleh dirinya. Baik Ziggy maupun anggota keluarganya bahkan keempat sahabatnya beserta anggota keluarga sahabat-sahabatnya sudah sangat menyayangi Erica. Mereka sudah menganggap Erica bagian dari mereka.


"Baiklah. Kakak akan melakukannya sesuai keinginan kalian."


Seketika terukir senyuman manis di bibir Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan ketika mendengar jawaban dari Ziggy.


"Terlebih dahulu buat mereka mencariku dan ketujuh sahabat-sahabatku. Setelah itu, barulah aku dan ketujuh sahabat-sahabatku akan meminta mereka untuk meminta maaf kepada Erica dengan mereka mendatangi Erica di sekolahnya," ucap Darren.


"Baiklah."

__ADS_1


Setelah itu, Ziggy pun langsung memberikan perintah kepada Caleb untuk menjalankan apa yang diinginkan oleh Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan.


__ADS_2