
Plak..
Seorang pria paruh baya menampar keras perempuan yang ada di hadapannya. Pria itu tampak begitu marah terhadap perempuan tersebut.
Sedangkan perempuan yang menjadi korban tamparan itu tak terima. Tatapan matanya menajam menatap wajah pria yang berdiri di hadapannya.
Terjadi keributan dan pertengkaran di kediaman Madhavi, keluarga dari Kayana.
"Kenapa kau menamparku?! Apa kesalahanku sehingga kau berani menamparku, hah?!" bentak perempuan itu.
"Kau tidak berhak menamparku dan kau bukan siapa-siapaku!" bentak wanita itu lagi.
Plak!
Pria itu kembali memberikan tamparan keras di pipi yang sama sehingga menimbulkan luka dan darah.
"Papa, cukup! Jangan sakiti Mama!" teriak anak perempuan dari perempuan yang ditampar tersebut.
"Diam kau!!" bentak pria itu dengan menunjukkan kearah anak perempuan tersebut dengan tatapan matanya menatap tajam perempuan di hadapannya.
Baik pria itu maupun perempuan tersebut sama-sama memberikan tatapan tajam masing-masing. Tapi disini pria itulah yang lebih mengerikan memberikan tatapannya.
Srek!
Tiba-tiba pria itu mencekik leher perempuan itu dengan sangat kuat sehingga membuat perempuan itu kesakitan di bagian lehernya.
Sedangkan perempuan itu terkejut dengan membelalakkan matanya atas apa yang dia terima. Perempuan itu tidak menyangka jika pria yang telah hidup bersamanya selama ini berubah menjadi monster.
"Kau bilang aku tidak punya hak untuk menamparmu! Kau bilang aku bukan siapa-siapamu! Dan kau bertanya apa kesalahanmu?" ucap dan tanya pria itu.
"Le-lepaskan aku, Deon!" perempuan itu berucap lirih dan terbata.
Pria itu bernama Deon. Deon Madhavi. Adik laki-lakinya dari pengusaha sukses dulunya bernama Ando Madhavi.
"Jika aku puas, barulah aku akan melepaskanmu." Deon berucap dengan menatap penuh amarah perempuan yang ada di hadapannya ini.
"Sudah cukup kau bermain-main selama ini di belakangku, Sashi! Dan sudah saatnya kau pensiun. Sisanya, biarkan aku yang menyelesaikannya."
Deon berbicara dengan nada dingin dan tatapan amarahnya. Tangannya makin kuat mencekik leher Sashi sehingga membuat Sashi kesakitan dan sulit bernafas.
"Kau sudah membohongiku selama ini dengan mengaku sebagai adik perempuan dari kak Melissa yang tak lain adalah istri kakak Ando, kakak laki-lakiku. Kau bekerja sama dengan perempuan murahan itu. Tujuan kalian sama yaitu sama-sama ingin menghancurkanku dan menghancurkanku kakak laki-lakiku."
Deon menatap tajam wajah Sashi dengan tangannya makin mencekik kuat lehernya.
__ADS_1
"Tugas pertama dilakukan oleh perempuan murahan itu dengan menghancurkan semua milik kakak laki-lakiku. Setelah tugas perempuan murahan itu berhasil, barulah kau yang maju untuk melakukan tugasmu."
Deon tersenyum menyeringai menatap wajah terkejut Sashi ketika dia bercerita mengenai rencananya selama ini.
"Kau membunuh perempuan murahan itu dikarenakan kau sudah tidak membutuhkannya lagi. Kau membunuh perempuan itu dengan cara memberikan bantuan kepada perempuan. Kau menyuruh perempuan itu untuk menghubungiku dan meminta bertemu. Setelah itu......"
Deon menghentikan perkataannya sejenak. Matanya menatap lebih tajam kearah Sashi. Dan tangannya makin kuat mencekik lehernya.
"Setelah itu, kau membunuh perempuan itu dan berakhir aku yang menjadi tersangkanya. Pada saat itu memang hanya aku dan perempuan itu saja berada disana. Saat kejadian itu aku tengah marah besar dengannya karena tak terima akan perkataannya sehingga aku mendorongnya. Setelah aku mendorongnya, aku langsung pergi meninggalkan dia sendirian. Dan aku sangat yakin jika aku mendorongnya pelan. Hanya membuatnya tersungkur di lantai."
"Dua hari berikutnya, polisi datang membawa surat penangkapan untukku. Dan berakhirlah aku di dalam penjara."
Deon makin menatap tajam Sashi ketika menceritakan semua musibah yang menimpanya akibat ulah dari perempuan yang ada di hadapannya.
"Setelah sepuluh tahun aku di dalam penjara. Kau datang dan membebaskanku dengan memberikan bukti kepada polisi. Bukti yang kau bawa itu adalah bukti aku tidak bersalah. Karena kebaikanmu, aku membawamu pulang ke rumahku. Disanalah kau menceritakan semuanya padaku, salah satunya adalah kau mengaku sebagai adik perempuannya kak Melissa."
Deon mencekik kuat leher Sashi hingga beberapa detik sehingga membuat Sashi benar-benar kesulitan untuk bernafas. Di tambah lagi dengan wajah yang sudah pucat.
Setelah puas mencekik leher Sashi. Dengan kasar Deon mendorong kuat tubuh Sashi hingga tubuh perempuan itu membentur meja sehingga membuat teriakan keras dari Sashi.
Di kediaman Madhavi hanya ada Deon, Sashi, anak perempuan dari Sashi dan beberapa anak buahnya Deon yang kini berjaga, baik di luar rumah maupun di dalam rumah. Salah satunya saat ini. Anak buahnya berada disana dan menyaksikan kemarahan tuannya
"Bukan hanya itu saja yang aku ketahui. Kau juga selama ini selalu bersikap buruk terhadap Kayana. Kau mengistimewakan putrimu dan kau menyakiti Kayana. Kau mengambil semua milik Kayana lalu memberikannya kepada putrimu. Bahkan dengan kejamnya kau memberikan semua bekasmu dan putrimu kepada Kayana. Padahal yang bekerja keras selama ini adalah aku. Aku bekerja untuk Kayana, putri kandungku! Tapi hasilnya, kau dan putrimu yang menikmatinya!"
Kayana yang baru datang dan melangkah masuk ke dalam rumah terkejut ketika mendengar perkataan sang paman yang mengatakan bahwa dia adalah putri kandungnya.
Awalnya Kayana pulang ke kediaman Madhavi ingin bertemu dengan Sashi. Kayana ingin memberikan pelajaran kepada Sashi karena sudah membayar kelompok mafia untuk menyerang rumah Darren.
"Kau bahkan dengan kejinya menikahkan putriku dengan laki-laki yang sudah memiliki tiga istri hanya karena kau meminjam uang kepada laki-laki bejat itu sebagai jaminannya!"
"Kenapa bukan putrimu saja yang kau jadikan jaminan. Kenapa harus putriku, hah?!"
Deon benar-benar marah terhadap kejahatan perempuan itu selama ini. Dia tidak akan memaafkannya.
Ketika Deon tengah dilanda amarah yang membuncah. Tangan kanannya Deon melihat kearah Kayana yang berdiri tak jauh dari mereka berdiri sekarang ini.
"Nona Kayana!" seru tangan kanannya Deon.
Mendengar seruan dari tangan kanannya, Deon langsung melihat kearah Kayana.
Deon tersenyum melihat kedatangan putri kesayangannya itu.
"Sayang, kemarilah!"
__ADS_1
Kayana seketika terkejut ketika mendengar panggilan dari sang Paman yang berstatus ayah kandungnya.
Kayana berlahan melangkahkan kakinya menghampiri pria paruh baya yang selama ini dia pikir adalah pamannya ternyata ayah kandungnya.
Kini Kayana sudah berdiri di samping Deon dengan Deon yang menatapnya dengan tatapan sedih dan juga rindu.
Setelah itu, Deon kembali menatap wajah Sashi dan putrinya Sashi yaitu Desta.
"Dengarkan aku baik-baik, Sashi! Mulai detik ini kau bukan lagi bagian dari keluarga Madhavi. Seperti yang Kau katakan beberapa menit yang lalu padaku bahwa aku bukan siapa-siapamu. Jadi kau tinggalkan rumahku dan jangan pernah lagi mengusikku dan putriku."
Deon melihat satu persatu anak buahnya setelah menatap tangan kanannya.
"Kalian dengarkan aku. Awasi setiap pergerakan perempuan sialan ini dan putrinya. Jika mereka berdua berbuat hal-hal yang mencurigakan. Atau mereka berdua ingin melakukan pembalasan. Kalian langsung habisi mereka berdua. Mengerti!"
"Baik, Bos!"
Tangan kanannya dan semua anak buahnya menjawab bersamaan.
Sementara Sashi dan Desta seketika terkejut dan juga takut akan perkataan dari Deon.
Deon kembali menatap wajah Sashi dan Desta. "Jangan kau pikir perkataanku barusan hanya sekedar ucapan. Tidak, Sashi! Itu akan benar-benar terjadi jika kau masih berani mengusikku, menggangguku dan menyakiti putriku."
Kayana menatap wajah Sashi, perempuan yang selalu bersikap buruk padanya.
"Dan bersiap-siaplah akan kehancuran keluarga besarmu, nyonya Sashi!"
Kayana berucap tiba-tiba dengan tatapan matanya menatap tajam Sashi.
Mendengar perkataan dari Kayana membuat Sashi dan Desta terkejut. Begitu juga dengan Deon.
"Sayang. Apa maksud kamu?" tanya Deon.
"Perempuan ini telah membayar kelompok mafia untuk menyerang rumah pribadi Darren. Darren itu adalah adik laki-laki dari pemuda yang telah menolongku."
"Kau dengarkan aku, Nyonya Sashi! Kau sudah melakukan kesalahan besar dengan mengusik kehidupan Darren dan orang-orang terdekatnya. Bahkan sampai melukainya. Kau tidak tahu betapa bahayanya Darren saat membalas orang-orang yang telah menyakiti orang-orang terdekatnya. Jadi persiapkan mental anda jika terjadi sesuatu terhadap keluarga besar Morella."
Deon menatap tajam Sashi. Setelah itu, Deon menatap tangan kanannya dan memberikan perintah padanya.
"Bawa perempuan itu dan putrinya, keluar dari rumahku. Aku sudah muak dan juga jijik melihat wajah mereka berdua!"
"Baik, Bos!"
Setelah itu, tangan kanannya Deon memerintahkan beberapa anggotanya untuk membawa Sashi dan Desta pergi meninggalkan rumah Deon.
__ADS_1