
Saat Davin ingin melangkah, tiba-tiba mereka semua mendengar suara langkah kaki. Lalu mereka semua melihat keasal suara. Mereka terkejut saat melihat Darren yang telah berpakaian rapi berjalan menuju ruang tamu.
"Darren, " panggil Erland.
^^^
Darren yang saat ini sudah berada di tengah-tengah ruangan di rumahnya. Darren berdiri diantara ruang tengah dan ruang makan. Hanya beberapa meter jarak antara ruang makan dan ruang tengah.
Darren tidak menghiraukan panggilan dari Ayahnya. Dirinya tetap melangkahkan kakinya menuju pintu utama.
Davin meletakkan kembali sarapan pagi yang akan diantar ke kamar adiknya di atas meja. Lalu Davin berlari menuju ke arah Darren.
Saat tiba disana, Davin pun berhasil mencekal pergelangan tangan Darren. Dan hal itu sukses membuat Darren terkejut. Darren menarik kuat tangannya. Namun hasilnya dirinya gagal. Davin memegang tangannya kuat.
"Apa yang kau lakukan, brengsek?! Lepaskan tanganku!" bentak Darren.
"Kakak tidak akan melepaskan tangan kamu. Dan kakak tidak akan membiarkan kamu pergi," sahut Davin.
"Ck! Kau tidak berhak mengatur hidupku, sialan!" bentak Darren.
"Kakak berhak karena kau adalah adik kandung kakak. Kakak adalah kakak kandung kamu," jawab Davin.
"Itu urusanmu. Bukan urusanku," jawab Darren ketus.
"Kakak peduli pada kamu, Darren!" seru Davin.
"Tapi aku tidak. Aku sama sekali tidak peduli padamu. Bahkan pada keluargamu. Jadi sekarang lepaskan tanganku. Jauhkan tangan kotormu itu dari tanganku. Aku tidak sudi disentuh olehmu!" teriak Darren.
"Darren," lirih Davin.
Davin menangis saat mendengar penuturan dari Darren..
Melihat Davin yang menangis. Dan Darren merasakan pegangan tangan Davin sedikit melemah. Darren langsung menarik tangannya.
Setelah tangannya terlepas, Darren langsung pergi meninggalkan Davin begitu saja tanpa mempedulikan kondisi Davin saat ini.
Baru tiga langkah Darren meninggalkan Davin. Lagi-lagi langkahnya terhenti. Davin berhasil mencekal pergelangan tangannya untuk yang kedua kalinya.
"Kakak sudah katakan pada kamu. Kamu tidak boleh pergi dari rumah ini, Darren drama SMITH!" bentak Davin.
Darren yang mendengar ucapan dari Davin dan juga bentakan tersebut membuat diri marah. Matanya memerah.
Darren menatap tajam kearah Davin. Sedangkan anggota keluarga yang lainnya yang melihat dan mendengar seketika berubah menjadi takut. Bahkan mereka bisa melihat raut wajah Darren yang kini berubah menjadi marah. Terlihat dari sorot matanya.
"Berani sekali kau memanggilku dengan sebutan seperti itu, hah! Apa kau lupa kalau aku sudah tidak sudi memakai marga sialan itu?!" teriak Darren.
"Kakak tidak peduli. Sampai kapan pun, kamu adalah Darren drama Smith. Kamu adalah putra dari Erland Fath Smith dan Agneta Smith. Kamu adalah adik kandung dari Davin Aldan Smith," ucap Davin yang menantang adiknya.
__ADS_1
"Cuih! Ternyata mulut kotormu itu masih berani mengatakan bahwa aku ini adikmu. Bukankah saat itu mulutmu itu mengatakan bahwa aku ini adalah anak tidak tahu diri!"
Davin terkejut saat mendengar ucapan dari Darren. Dirinya tidak menyangka jika adiknya itu mendengar ucapannya saat itu.
"Kenapa? Aku benar bukan? Kau pikir aku ini bodoh yang tidak tahu apa yang kau bicarakan saat itu. Justru aku mendengar semua yang kau bicarakan bersama saudara-saudaramu itu!" bentak Darren.
Baik Davin maupun anggota keluarga Smith yang lainnya terkejut saat mendengar ucapan Darren. Mereka tidak menyangka bahwa perkataan mereka saat itu didengar oleh Darren.
"Sekarang aku katakan padamu, Davin Aldan Smith. Kau bukan lagi kakakku. Kau adalah musuhku. Selamanya akan seperti itu. Kau dan keluargamu adalah musuhku. Aku sudah tidak sudi menjadi bagian dari keluarga kalian. Kau mengerti!" Darren berbicara dengan tatapan tajam Davin.
Darren menarik kuat tangannya, tapi Davin makin kuat memegang tangannya sehingga Darren bisa merasakan sakit di pergelangan tangannya.
"Lepaskan tanganku, brengsek! Ini sakit. Apa kau memang sengaja ingin melukai tanganku, hah?!" teriak Darren.
"Kak Davin. Lepaskan tangan, Darren. Kau menyakiti Darren, kak! " teriak Darka.
Davin tidak mengindahkan teriakan dari Darka. Dirinya makin memperkuat pegangan tangannya.
"Davin Aldan Smith. Lepaskan tanganku, sialan!" teriak Darren.
Masih sama. Davin tidak mempedulikan teriakan Darren. Darren makin emosi dan marah saat Davin makin memperkuat pegangannya, lalu Darren mengeluarkan seluruh kekuatannya agar dirinya bisa melepaskan tangannya.
SREETT!
Darren berhasil menarik tangannya dari pegangan tangan Davin. Dan derik kemudian, Darren memberikan tendangan kuat tepat di perut Davin.
"Aakkkhhh." tubuh Davin terhuyung mundur ke belakang akibat tendangan tak main-main dari Darren.
"Darren!" teriak mereka.
Mereka semua terkejut saat melihat Darren yang tiba-tiba memberikan tendangan keras pada perut Davin.
"Berani sekali kau menyakitiku. Kau pikir kau itu siapa, hah?!" teriak Darren. "Dikarenakan kau sudah berani menyakitiku. Maka terimalah balasan dariku."
Darren memberikan pukulan dan tendangan pada Davin. Davin yang mendapatkan pukulan dan tendangan dari Darren berusaha untuk menghindar. Davin tidak ingin menyakiti Darren. Davin benar-benar menyesal karena sudah menyakiti Darren dengan memegang tangan adiknya terlalu kuat. Davin melakukan hal itu bukan sengaja. Dirinya melakukan itu hanya ingin membuat adiknya tidak pergi.
Davin ingin adiknya tetap berada di rumah. Namun usahanya gagal. Adiknya justru lebih mempertahankan egonya dari pada menuruti keinginannya itu.
Perkelahian kedua terus berlangsung. Davin dan Darren saling memberikan pukulan dan tendangan mereka. Darren yang secara membabi buta menyerang Davin. Darren memberikan pukulan dan tendangan pada Davin. Davin yang mendapatkan serangan yang brutal dari adiknya membuat dirinya kewalahan menghadapinya. Dirinya tidak menyangka jika Ilmu bela diri adiknya begitu hebat.
Di dalam hatinya, Davin benar-benar bangga pada adiknya.
"Davin, Darren. Hentikan!" teriak Erland.
Erland benar-benar khawatir saat melihat kedua putra berkelahi. Dirinya takut jika salah satunya terluka. Begitu juga dengan yang lainnya. Mereka semua merasakan ketakutan.
Davin dan Darren tidak mempedulikan teriakan dari Erland. Mereka masih saling memberikan pukulan dan tendangan masing-masing. Dalam perkelahian keduanya, baik Davin maupun Darren, keduanya sama-sama terluka. Mereka sama-sama mendapatkan pukulan.
__ADS_1
"Kak Davin, Darren! Hentikan. Jangan diteruskan lagi. Nanti kalian bisa saling membunuh!" teriak Dzaky dan Adnan bersamaan.
"Kak Davin, hentikan. Darre adikmu!" teriak Darka.
"Darren, hentikan. Ingat!! Kak Davin itu kakak kamu. Kakak kandung kamu!" teriak Andra.
"Aku tidak peduli. Siapa yang sudah berani menyakitiku. Berarti dia harus menerima hukumannya!" teriak Darren dalam posisinya menyerang Davin.
"Tapi tidak seperti ini, Darren. Kita bisa bicarakan ini baik-baik," sahut Gilang.
"Bicara baik-baik. Hahaha. Tidak ada istilah bicara baik-baik dengan sampah seperti kalian. Apa dulu kalian pernah bicara baik-baik denganku? Apa dulu kalian pernah menanyakan soal video itu padaku? Apa dulu kalian pernah mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu?" tanya Darren disela-selanya menyerang Davin. "Justru kalian dulu bersikap seperti seorang binatang yang menyerangku dengan membabi buta. Kalian memukulku. Kalian memakiku. Kalian menuduhku. Kalian memojokkanku. Kalian bahkan lebih percaya dengan video sialan itu dari pada aku. Kalian mengatakan aku seorang monster yang kejam yang tega menyakiti saudaranya sendiri. Kalian mengatakan aku anak tidak tahu diri. Apakah hari ini masih pantaskah aku bicara baik-baik pada kalian semua?! Kalian saja bisa bersikap buruk padaku. Kenapa aku tidak? Kalian saja semena-mena padaku. Kenapa aku harus hormat kepada kalian? !" teriak Darren.
Mereka semua terdiam saat mendengar penuturan dari Darren. Di dalam hati mereka masing-masing, kecuali Carissa, Evan dan ketiga putra-putranya membenarkan semua perkataannya. Dulu mereka memang seperti binatang yang menyerang Darren dengan berbagai kata-kata yang kejam. Bahkan mereka tidak mempercayainya.
Melihat mantan anggota keluarganya yang tidak berkutik dan tidak bersuara, Darren tersenyum sinis dan juga meremehkan.
"Bagaimana? Apa kalian sudah ingat akan perlakuan kalian dulu padaku? Jadi aku tidak salahkan jika aku ingin menghajar habis-habisan saudara Davin Aldan Smith ini?" tanya Darren yang menatap tajam pada Davin.
Davin dan Darren masih terus berkelahi. Darren akan berhenti jika salah satu dari mereka berdua ada yang tumbang.
Disaat Davin dan Darren memberikan masing-masing pukulan mereka, tiba-tiba Erland berlari dan berdiri ditengah-tengah kedua putra yang sedang berkelahi.
"Papa!" teriak putra-putranya yang lain.
"Kak Erland!" teriak Carissa dan Evan.
"Sayang!" teriak Agneta.
"Paman!" teriak ketiga keponakannya.
Seketika Davin dan Darren menahan pukulan mereka saat melihat Erland yang berdiri ditengah-tengah mereka.
"Hah." mereka semua bernafas lega saat melihat keduanya menghentikan pukulan masing-masing.
"Sial," umpat Darren menatap tajam kearah Erland.
Darren beralih menatap wajah Davin dengan penuh kebencian.
"Kali ini kau selamat. Jika kau berani mengusik kehidupanku lagi. Maka tidak akan ada ampun lagi," ucap Darren.
Setelah mengatakan hal itu, Darren pergi meninggalkan anggota keluarganya untuk menuju kamarnya di lantai dua.
Saat tiba di dalam kamarnya, Darren menutup pintu kamarnya dengan cara membantingnya dengan kuat.
BLAAMM
Anggota keluarganya yang berada dibawa terkejut. Mereka semua hanya bisa menghela nafas akan sikap Darren. Mereka semua juga tidak bisa menyalahkan Darren sepenuhnya, karena merekalah yang bersalah disini. Merekalah yang sudah membuat Darren berubah menjadi seperti ini. Jadi mereka jugalah yang harus membuat Darren kembali menjadi Darren yang dulu jika mereka tidak ingin ada yang terluka lagi.
__ADS_1