
Darren menatap tajam kearah Irfan. Saat ini dia benar-benar marah dan berniat untuk menghabisi pemuda busuk itu.
Darren melangkahkan kakinya sedikit agar dia bisa berdiri lebih dekat lagi di hadapan Irfan yang saat ini tengah kesakitan.
Sreeekkk..
"Aakkhhh!" Irfan seketika berteriak karena mendapatkan cekikan dari Darren.
Melihat apa yang dilakukan oleh Darren membuat semua mahasiswa, mahasiswi, wakil rektor, Dekan, wakil Dekan dan para Dosen seketika terkejut.
Sementara untuk Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan. Mereka tampak biasa-biasa saja. Jika hari ini Darren ingin membunuh Irfan, mereka akan membiarkannya saja. Secara mereka juga korban atas ulah Irfan dan kelima teman-temannya. Apalagi disini korban yang parah adalah Nandito. Nandito mengalami luka di kepalanya. Lukanya lumayan besar sehingga dijahit sekitar dua puluh.
"Lo benar-benar busuk. Jika lo marah sama gue karena telah ikut campur ketika lo malak mahasiswa baru yang tak lain sepupu gue. Kenapa lo nggak langsung nyamperin gue. Lo bisa bisa pukul gue, lo bisa hajar gue!" teriak Darren.
"Tapi lo justru melakukan pembalasan dengan cara menggagalkan dan menghancurkan kegiatan Touring gue dan anggota Organisasi gue. Dari tindakan lo dan kelima teman-teman lo, kita bukan hanya mengalami kerugian. Kita juga mengalami luka-luka!"
"Dan kesalahan terbesar lo dan kelima teman-teman lo adalah lo udah berani nyakitin sepupu gue, Nandito!"
"Aarrgghh!"
Sreeekkk..
"Aakkhhh!"
Darren seketika berteriak penuh amarah bersamaan tangannya menguatkan cekikannya di leher Irfan sehingga membuat Irfan berteriak kesakitan.
"Le-lepas-kan gu-gue," ucap Irfan dengan surat putus-putus.
Darren tersenyum di sudut bibirnya ketika mendengar ucapan dari Irfan.
"Kenapa? Lo takut sekarang sama gue, hum?"
Darren bertanya kepada Irfan dengan tatapan matanya menatap tajam serta tangannya makin menguatkan cekikannya.
"Lo dan kelima teman-teman lo sudah salah mencari lawan. Lo dan kelima teman-teman lo bukan tandingan gue dan ketujuh sahabat-sahabat gue."
Ketika Darren makin menguatkan cekikannya di leher Irfan. Ketika Darren yang memang berniat untuk menghabisi nyawa Irfan, tiba-tiba Nandito datang bersama dengan Gilang, Darka, Brenda, ketujuh sahabat-sahabatnya, Mehdy dan Monica.
"Darren!" teriak Nandito sembari berlari kearah Darren.
Setelah berdiri diantara Darran dan Irfan, Nandito berlahan menyentuh tangan Darren yang mencekik leher Irfan.
"Aku mohon padamu. Lepaskan Irfan. Jangan lakukan itu, Ren!" Nandito berbicara dengan lembut.
Darren melirik sekilas kearah Nandito, lalu tatapan matanya kembali menatap Irfan.
"Dia sudah menggagalkan kegiatan amal gue dan anggota-anggota gue. Bahkan yang lebih parahnya lagi, dia udah nyakitin lo."
"Gue tahu akan hal itu. Dan gue nggak akan pernah melupakannya. Tapi ada cara lain kan untuk menghukum mereka. Hukuman mati, menurut gue kurang menyenangkan!"
Mendengar ucapan dari Nandito membuat Darren menatap kearah Nandito. Begitu juga Nandito. Dapat dilihat oleh Darren memberikan kode melalui dua alisnya yang terangkat serta senyuman di bibirnya.
Seketika Darren tersenyum di sudut bibirnya ketika melihat senyuman serta kode dari Nandito.
"Kamu benar sekali Nandito. Kematian kurang menarik untuk mereka. Baiklah."
__ADS_1
Darren kemudian melepaskan cekikannya di leher Irfan. Detik kemudian, Darren mendorong kuat tubuh Irfan sehingga membuat tubuh Irfan tersungkur di tanah.
Bruukkk..
Darren menatap tajam kearah Irfan lalu beralih menatap kearah kelima teman-temannya. Begitu juga dengan Nandito, Gilang, Darka, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan.
"Sebagai hukumannya lo harus melakukan apa yang diperintahkan oleh semua anggota-anggota Organisasi gue. Jika gue mendapatkan aduan dari mereka dan mengatakan bahwa lo dan kelima teman-teman lo tidak melakukan perintahnya, maka jangan salahkan gue kalau gue akan bermain-main dengan keluarga kalian!"
Deg..
Irfan dan kelima teman-temannya seketika terkejut dengan kedua matanya membelalakkan. Mereka tidak menyangka jika Darren akan melibatkan keluarganya.
"Gue nggak main-main dengan ucapan gue barusan. Gue akan buktikan sama lo dan kalian semua. Gue dan ketujuh sahabat-sahabat gue bakal usik anggota keluarga kalian jika kalian tidak mematuhi setiap perintah anggota-anggota Organisasi gua!"
"Dan satu lagi. Kalian harus ganti setiap kerugian gue dan anggota-anggota Organisasi gue, terutama untuk obat-obatan yang telah rusak itu. Kerugian kami mencapai USD$20.000 (Rp 282.000.000). Gue kasih waktu sampai 4 bulan untuk kalian mengembalikannya."
Setelah mengatakan itu kepada Irfan dan kelima teman-temannya, Darren melihat kearah wakil Rektor, Dekan dan wakil Dekan.
"Aku serahkan keenam mahasiswa itu kepada kalian. Pastikan mereka semua menjalani hukuman yang saya berikan."
"Baik Darren!" wakil Rektor, Dekan dan wakil Dekan menjawab bersamaan.
Selesai urusannya dengan Irfan dan kelima teman-temannya, Darren pun pergi meninggalkan lapangan kampus untuk menuju kantin. Seketika perutnya lapar. Dan diikuti oleh kedua kakaknya yaitu Gilang dan Darka, ketujuh sahabat-sahabatnya, sepupunya Nandito, Monica dan Mehdy.
***
[Kediaman Radmilo]
Elzaro saat ini berada di ruang tengah. Pikirannya saat ini memikirkan tentang masalah yang dihadapi oleh kekasihnya Saskia dan ibunya.
"Aku harus melakukan sesuatu untuk membantu Saskia dan ibunya agar bisa mendapatkan kembali hak mereka." Elzaro berucap dengan penuh amarah.
"El," panggil Mita yang sudah duduk di sampingnya.
Elzaro seketika tersadar dari lamunannya, lalu melihat kearah ibunya.
"Ada apa, hum? Kamu sedang mikirin apa?" tanya Mita kepada putra kembarnya.
Semuanya menatap kearah Elzaro. Mereka berharap jika Elzaro mau bercerita.
"Ada apa, nak! Katakan kepada Papi."
"Aku sedang memikirkan masalah yang dihadapi oleh Saskia dan ibunya," jawab Elzaro.
"Kenapa dengan mereka? Katakan kepada Opa!"
"Selama ini Saskia dan ibunya dianggap benalu dan juga sampah oleh semua anggota keluarga Egger."
Seketika Robert, Atalarik, Damian, Gilbran serta yang lainnya terkejut ketika mendengar jawaban dari Elzaro.
"Kenapa mereka bisa berbuat hal menjijikan seperti itu kepada anggota keluarganya sendiri?" tanya Satya.
"Sebenarnya yang keturunan asli Egger hanya Saskia karena ayahnya Saskia putra tunggal di keluarga Egger."
Mereka kembali terkejut ketika mendengar ucapan dari Elzaro.
__ADS_1
"Begini ceritanya, kakeknya Saskia hanya memiliki satu putra dari istri pertamanya. Putranya itu tak lain adalah ayahnya Saskia. Setelah istrinya meninggal, kakeknya Saskia menikah lagi, tapi kakeknya Saskia menikah dengan perempuan yang sudah memiliki dua orang anak. Dua-duanya perempuan. Anak pertama perempuan itu usianya lebih muda satu tahun dari ayahnya Saskia. Singkat cerita, setelah meninggalnya kakeknya Saskia. Sejak itulah kedok asli mereka terbongkar. Yang dulunya ramah, lembut dan penuh perhatian. Sekarang berubah menjadi monster. Dan timbul pertikaian antara mereka sehingga mengakibatkan ayahnya Saskia meninggal karena terkena serangan jantung."
Semuanya terkejut ketika mendengar cerita dari Elzaro mengenai Saskia dan ibunya. Mereka tidak menyangka jika kehidupan Saskia dan ibunya begitu sulit akibat ulah orang-orang yang serakah dan tamak.
"Timbulnya pertikaian itu karena mereka tidak terima ayahnya Saskia mendapatkan semua kekayaan ayahnya. Sementara mereka tidak mendapatkan apapun. Setelah meninggalnya ayahnya Saskia. Mereka membuat surat wasiat palsu yang mana isinya bahwa kakeknya telah mewarisi semua kekayaannya kepada istri kedua dan anak-anaknya."
"Terus apa reaksi dari ibunya Saskia?" tanya Arkana.
"Ibunya Saskia sama sekali tidak percaya akan isi wasiat tersebut. Alasan ibunya Saskia tidak mempercayai karena sebelum meninggal, ayah mertuanya itu mengatakan bahwa semua kekayaan yang dia miliki akan jatuh ke tangan putranya. Jika nanti putranya meninggal, kekayaan tersebut akan otomatis jatuh ke tangan Saskia. Begitu seterusnya. Dan ayah mertuanya juga meminta kepada ibunya Saskia untuk tetap bertahan di rumah itu sampai adik perempuan dari suaminya pulang."
Deg..
Mereka terkejut kembali ketika mendengar ucapan Elzaro yang terakhir.
"Adik perempuan?! Bukannya tadi kamu bilang jika ayahnya Saskia anak tunggal?" tanya Nuel.
"Itulah letak kesalahan kakeknya Saskia. Anak perempuannya pergi meninggalkan rumah karena tidak ingin dijodohkan sama laki-laki yang tidak dia cintai. Bukan itu saja, anak perempuannya itu tahu jika laki-laki yang akan dijodohkan padanya laki-laki yang tak baik. Namun kakeknya Saskia tetap memaksa anak perempuannya menikah sehingga membuat anak perempuannya itu pergi meninggalkan rumah dan memutuskan hubungan dengan ayahnya, tapi tidak dengan kakak laki-lakinya karena kakak laki-lakinya memberikan kebebasan padanya untuk memilih. Dengan kata lain, kakak laki-lakinya itu merestui hubungannya dengan pilihannya itu."
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Atalarik.
"Setahun kepergian anak perempuannya, kebenaran tentang laki-laki yang akan dijodohkan dengan anak perempuannya itu terungkap di media. Dari situlah kakeknya Saskia menyesal dan menarik semua kata-katanya yang mana dia tidak akan memasukkan nama anak perempuannya itu ke dalam daftar ahli waris dan hanya anak laki-lakinya saja. Bahkan kakeknya Saskia juga sempat mengatakan bahwa dia hanya memiliki satu anak yaitu ayahnya Saskia."
"Ya, Tuhan!" Mita seketika terkejut.
"Jadi intinya disini kakeknya Saskia mewarisi semua kekayaan untuk kedua anak-anaknya. Karena kakek Saskia sudah terlanjur bersalah, maka di dalam wasiat itu hanya nama ayahnya Saskia saja yang tertera. Itulah kenapa kakeknya Saskia meminta ibunya untuk bertahan di rumah itu sampai anak perempuannya kembali. Kakeknya Saskia juga sudah menceritakan semuanya kepada ibunya Saskia tanpa ada yang ditutupi lagi."
"Sekarang bagaimana keadaan mereka sayang?" tanya Deliana sang Oma.
"Aku terpaksa membawa mereka keluar dari rumah itu, Oma! Aku sudah tidak tahan mendengar hinaan demi hinaan yang mereka lontarkan kepada Saskia dan ibunya. Kini mereka tinggal di Apartemen milikku."
"Lalu apa rencana kamu?" tanya Damian kepada keponakannya itu.
"Aku ingin merebut semua yang sudah mereka ambil dari Saskia dan ibunya. Semua kekayaan yang seharusnya milik Saskia, milik ibunya dan juga milik Bibi Samantha."
"Oh, jadi nama adik perempuan dari ayahnya Saskia adalah Samantha!" sahut Chandra.
"Iya, kak!"
"Kakak akan bantu kamu untuk menyelesaikan masalah Saskia dan ibunya," sahut Danesh langsung.
"Kami juga akan bantu kamu!" seru para sepupunya.
"Kita semua akan ikut membantu Saskia dan ibunya dan memberikan hukuman kepada para benalu-benalu itu!" seru Gilbran.
"Hm!" Semuanya berdehem sembari menganggukkan kepalanya.
Elzaro tersenyum. "Baiklah. Rencana pertama adalah kalian periksa nama-nama rekan kerja yang menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan kalian. Apakah perusahaan kalian menjalin hubungan dengan para benalu itu."
"Apa nama perusahaannya?" tanya Arkana.
"EG'GG Advertising."
"Baik!"
"Perusahaan-perusahaan kita akan menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan itu kembali jika yang menjadi pemimpinnya adalah Saskia atau Bibi Samantha."
__ADS_1
"Dimengerti!"
"Tunggu kehancuran kalian semua," batin Elzaro.