KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Ancaman Seorang Ziggy


__ADS_3

[Mall]


Seorang pemuda tampan tengah berjalan menyusuri luasnya Mall. Dia tidak sendirian, melainkan bersama dengan seorang gadis kecil yang manis. Mereka adalah Ziggy dan Erica.


Kenapa Ziggy bisa bersama dengan Erica? Itu dikarenakan pada saat Ziggy berada di perjalanan pulang ke rumah, tiba-tiba dia mendapatkan panggilan dari Tory tangan kanannya.


Tory memberitahu bahwa ada salah satu orang tua wali murid yang berlaku buruk terhadap Erica. Ketika Tory memberikan laporan kepada Ziggy. Tory berada diluar. Dia mendapatkan berita itu karena tatapan matanya tak sengaja melihat dan telinganya tak sengaja mendengar pengasuhnya Erica berusaha untuk menghubungi Darren, namun panggilan tersebut tidak kunjung dijawab. Bahkan pengasuhnya Erica juga menghubungi semua sahabat-sahabatnya Darren, namun hasilnya tetap sama. Sama-sama tidak mendapatkan jawaban.


Melihat hal tersebut, Tory menghampiri pengasuh tersebut.


Awalnya pengasuhnya Erica itu takut, namun ketika Tory menyebut nama ketuanya. Pengasuhnya Erica tersebut langsung merasakan kelegaan. Setelah itu, pengasuhnya Erica menceritakan tentang Erica.


"Paman!"


"Iya, sayang!"


"Kita kesana ya!" Erica langsung menunjuk kearah dimana banyak sekali boneka yang berukuran besar.


"Baiklah. Ayo kita kesana."


Ziggy dan Erica pun langsung melangkah menuju dimana boneka-boneka itu berada.


"Mau Paman temani?"


"Tidak usah Paman. Paman tunggu disini saja ya. Paman cukup awasi Erica dari sini saja."


"Oke! Tapi Erica jangan jauh-jauh. Milih-milih bonekanya di sekitar sini saja. Disini lebih bagus dari di tempat lain."


"Baik, Paman!"


Setelah itu, Erica pun mulai menjelajah mengelilingi tiga rak boneka yang berukuran besar dengan warna yang begitu manis.


Sementara Ziggy memiliki duduk di sebuah kursi yang mana memang disediakan ditempat itu. Matanya menatap terus kearah Erica yang tampak begitu antusias memilih boneka.


Bersamaan Erica yang sedang memilih-milih boneka. Ditambah lagi dia sudah mendapatkan dua boneka cantik dan manis dengan Ziggy yang tiba-tiba mendapatkan panggilan telpon.


"Ini punyaku!"


Tiba-tiba datang dua gadis kecil dari arah lain dan salah satunya langsung merebut paksa boneka yang dipeluk oleh Erica. Tersisa satu boneka lagi.


Detik kemudian, gadis kecil satunya juga ikut merebut boneka yang satunya dari Erica.


"Ini juga punyaku!"


Melihat apa yang dilakukan oleh dua gadis kecil di hadapannya membuat Erica terkejut. Dua boneka itu miliknya, namun kedua gadis kecil itu justru merebutnya dan mengklaim miliknya.


"Ini punya Erica. Jika kalian ingin boneka. Tuh banyak disana," ucap Erica sembari menunjuk kearah rak boneka.


Dan terjadilah tarik menarik antara Erica dan dua gadis kecil itu.


Bruukkk..


Erica berhasil merebut dua boneka miliknya sehingga membuat dua gadis kecil itu terjatuh di lantai.


Setelah mendapatkan boneka miliknya, Erica langsung berlari menghampiri sang Paman yang saat ini sedang berbicara dengan seseorang di telepon.


"Paman Ziggy!"


Ziggy yang mendengar suara panggilan dari Erica langsung mengalihkan perhatiannya melihat kearah Erica. Dia melihat bahwa Erica sudah mendapatkan dua boneka kesukaannya.


"Sudah dulu. Nanti aku hubungi lagi," ucap Ziggy.


Setelah itu, Ziggy langsung mematikan panggilannya. Dan kemudian Ziggy memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.


"Wah! Bonekanya cantik. Pintar sekali Erica memilih bonekanya," ucap Ziggy sembari memberikan pujian kepada Erica. Dan kemudian tangannya mengusap lembut kepalanya.

__ADS_1


"Kita kemana lagi?"


"Kita pulang aja ya, Paman!"


Ziggy tersenyum. "Baiklah! Kita bayar dulu bonekanya ya?"


Erica menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas perkataan dari Ziggy.


Setelah itu, Ziggy mengambil boneka yang dipegang oleh Erica untuk dibawa ke kasir dengan Erica yang memegang pergelangan tangan Ziggy.


Namun detik kemudian..


"Itu dia anaknya, Pih!" seru kedua gadis kecil itu dengan menunjuk kearah Erica yang berjalan di samping Ziggy.


Seketika Ziggy langsung menghentikan langkahnya lalu kemudian Ziggy membalikkan badannya untuk melihat keasal suara. Tatapan matanya melihat dua pasangan suami istri dan masing-masing satu anak perempuannya.


"Yakin dia anak yang sudah mencuri boneka kamu dan juga mendorong kamu sampai jatuh?" tanya wanita itu pada anaknya.


"Iya, Mom!"


"Itu benar Mami!"


Dua pasangan suami istri itu menatap kearah laki-laki di hadapannya dengan tatapan matanya yang tajam.


"Apa anda ayah dari gadis kecil itu, hah?!" bentak pria itu kepada Ziggy.


"Iya. Terus apa urusannya dengan anda?" jawab dan tanya Ziggy.


"Anda tahu tidak bahwa anak perempuan anda yang tidak tahu diri dan tidak tahu malu itu berani mencuri boneka milik anak perempuan saya. Bahkan dia juga berani mendorong anak saya hingga jatuh."


Mendengar ucapan sekaligus jawaban dari pria di hadapannya itu membuat Ziggy langsung melihat kearah Erica yang sejak tadi hanya diam.


"Erica sayang," panggil Ziggy dengan lembut.


"Erica tidak melakukan apa-apa. Erica berada di tempat yang sudah Paman katakan. Erica nggak pergi kemana ketika selesai mendapatkan dua boneka. Mereka tiba-tiba datang lalu merebut boneka milik Erica. Bahkan mereka menyebut boneka Erica adalah boneka milik mereka."


"Erica hanya mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya Erica dengan cara merebut kembali boneka milik Erica. Mereka saja yang lemah hingga tak sanggup menarik boneka milik Erica hingga mereka jatuh."


"Baiklah sayang. Paman percaya sama Erica."


"Terima kasih Paman."


Ziggy menghubungi tangan kanannya dan memintanya untuk masuk ke dalam Mall. Dan Ziggy juga tak lupa memberikan lokasinya.


"Caleb, masuklah ke dalam Mall. Naik ke lantai dua. Aku dan Erica berada di bagian penjualan boneka."


"Baik, ketua!"


Pip..


Beberapa detik kemudian..


"Ketua," sapa Caleb.


"Ini boneka Erica. Kau urus dulu pembayarannya. Setelah selesai, langsung bawa Erica ke mobil. Kita akan pulang."


"Lalu ketua?"


"Aku ada urusan dengan para manusia busuk ini." Ziggy menjawab pertanyaan dari Caleb sembari melirik kearah dua pasangan suami istri dan masing-masing satu anak mereka.


Caleb langsung melihat kearah tatapan mata sang ketua. Apalagi ketika mendengar ucapan kejam dari ketuanya itu.


"Baik, ketua."


"Cari tahu siapa mereka dan setelah itu, hancurkan semua usaha mereka." Ziggy berucap pelan.

__ADS_1


"Siap ketua. Ayo nona!"


Caleb pun pergi meninggalkan Ziggy dengan memegang tangan Erica dan boneka milik Erica untuk menuju kasir.


Kini Ziggy fokus menatap kearah dua pasangan suami istri itu dengan tatapan dinginnya sehingga membuat beberapa pengunjung yang tadi berlalu lalang, kini berhenti menatap mereka.


"Apa kalian yakin jika anak perempuan saya yang sudah mencuri boneka anak kalian, hum? Secara saya sudah mengatakan kepada anak perempuan saya untuk tidak pergi kemana-mana dan hanya ditempat ini saja untuk dia memilih boneka."


"Kalian lihat di ujung sana," ucap Ziggy sembari menunjuk kearah deretan rak yang tersedia boneka.


Semuanya melihat kearah tunjuk Ziggy termasuk dua pasangan suami istri itu dan anak mereka.


"Disini juga ada tiga rak boneka. Dan di tempat inilah anak perempuan saya memilih-milih boneka yang akan dia beli. Dan ketika anak perempuan saya sedang memilih bonekanya. Tempat ini sepi. Hanya ada anak perempuan saya saja. Detik kemudian, anak saya memanggil saya dan mengatakan bahwa dia sudah selesai. Ketika hendak membayar, kalian datang dan langsung menuduh anak perempuan saya sebagai pencuri."


"Sekarang katakan pada saya dimana letak kesalahan anak perempuan saya, hum? Sementara anak perempuan saya tidak beranjak dari tempatnya?"


Ziggy berbicara sembari menjelaskan kronologi yang sebenarnya dengan tatapan matanya yang begitu mengerikan.


Mendengar ucapan demi ucapan dari pria di hadapannya itu membuat dua pasangan suami istri itu tak terima. Bahkan mendengar kata-kata dari pria itu seolah-olah pria itu menuduh anaknya.


"Jadi anda menuduh anak kami, hah?!" bentak pria yang satunya.


"Saya tidak menuduh anak kalian. Saya disini hanya melakukan tugas saya sebagai seorang ayah untuk anak perempuannya yang dituduh telah mencuri boneka anak orang lain. Bahkan anak perempuan saya juga dituduh telah menyakiti anak tersebut." Ziggy menjawab dengan santainya.


Ketika pria yang pertama hendak membalas perkataan pria di hadapannya itu, Ziggy langsung memotongnya.


"Saya tidak punya waktu berdebat dengan manusia sampah seperti kalian. Begini saja, kita lihat rekaman cctv-nya. Disana kita bisa melihat siapa yang salah dan siapa yang benar. Dan ingat! Jika terbukti anak perempuan saya tidak bersalah, justru anak perempuan kalian yang terlebih dulu mengusik anak perempuan saya. Saya sebagai ayahnya akan buat perhitungan dengan kalian."


Setelah mengatakan itu, Ziggy kemudian berteriak memanggil para karyawan atau manager yang bekerja di mall tersebut.


"Untuk kalian para karyawan Mall. Aku tidak perlu mengatakan banyak hal. Tolong perlihatkan rekaman cctv tentang kejadian hari ini di bagian penjualan boneka. Saya mau sekarang juga atau kalau tidak saya akan buat Mall ini tutup untuk selamanya. Dan aku bisa pastikan kalian tidak akan mendapatkan lokasi untuk membuka usaha baru!" teriak Ziggy menggema di dalam Mall tersebut.


Mendengar ucapan demi ucapan serta teriakan dari Ziggy membuat semua orang yang ada di dalam Mall itu terkejut dan juga syok. Bahkan ada yang ketakutan. Mereka semua bisa melihat dari tatapan mata Ziggy, terlihat aura menakutkan disana.


Beberapa detik kemudian..


"I-ini tuan rekaman cctv kejadian hari ini," ucap seorang laki-laki yang bekerja di bagian mengecekan setiap kamera cctv.


Perlihatkan kepada keempat manusia busuk itu dan juga kepada semua orang yang melihat kejadian hari ini.


Mendengar ucapan sekaligus permintaan dari Ziggy. Pria itu kemudian memperlihatkan sebuah rekaman. Kebetulan pria itu menggunakan tablet yang cukup besar sehingga bisa dilihat oleh beberapa orang.


Di dalam video tersebut terlihat jelas dimana seorang gadis kecil yang sendirian tengah memilih-milih boneka. Beberapa detik kemudian datang dari arah lain dua gadis kecil menghampiri gadis yang sedang sendirian.


Beberapa detik kemudian, dua gadis kecil itu merebut paksa boneka milik gadis itu dan mengklaim bahwa boneka itu milik mereka.


Di dalam rekaman itu terlihat gadis kecil pemilik boneka itu tidak terima boneka miliknya diambil, kemudian gadis itu merebut kembali boneka tersebut dari dua gadis kecil tersebut. Dengan sekali tarik, gadis kecil itu berhasil mendapatkan bonekanya kembali sehingga membuat dua gadis kecil itu terjatuh.


Setelah mendapatkan bonekanya, gadis kecil itu pergi meninggalkan dua gadis kecil tersebut.


Selesai adegan terakhir, pria yang memegang tablet tersebut mematikan tablet. Dan kembali berdiri kearah lain.


Sementara orang-orang yang ada di sekitarnya benar-benar terkejut ketika melihat adegan-adegan di dalam rekaman itu.


"Bagaimana? Sudah lihat bukan bahwa anak perempuan saya tidak salah. Justru yang salah itu anak perempuan kalian. Apa kalian masih mau menyangkalnya dan tetap menyalahkan anak perempuan saya?" tanya Ziggy.


Ziggy menatap tajam kearah dua pasangan suami istri itu. Dia benar-benar marah akan sikap keempatnya.


"Saya tidak mau ribut disini. Kalian tadi sudah melihat seorang laki-laki yang berbicara dengan saya sebelum pergi bersama anak perempuan saya kan? Laki-laki itu adalah tangan kanan saya. Sebelum tangan kanan saya itu pergi, saya memberikan perintah padanya untuk mencari tahu tentang kalian dan semua anggota keluarga kalian. Dan kalian mau tahu apa yang akan terjadi setelah tangan kanan saya itu berhasil mendapatkan data-data tentang kalian dan semua anggota keluarga kalian, hum?" Ziggy seketika tersenyum di sudut bibirnya.


Melihat senyuman mengerikan yang diberikan oleh Ziggy membuat kedua pasangan suami istri itu seketika menelan ludahnya secara kasar. Tubuh mereka merinding ketika mendengar ucapan demi ucapan dari Ziggy.


"Aku meminta kepada tangan kananku itu untuk menghancurkan semua usaha kalian dan juga usaha semua anggota keluarga kalian. Dengan kalian kehilangan semuanya, maka kalian tidak akan lagi bersikap arogan dan semena-mena terhadap orang lain. Apalagi orang itu hanya seorang anak kecil."


"Selamat tinggal kemewahan. Dan selamat datang penderitaan," ucap Ziggy.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Ziggy pun langsung pergi meninggalkan semua orang. Dirinya bergegas menuju parkiran agar Erica tidak bosan menunggu disana.


__ADS_2