KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Menceritakan Tentang Showroom


__ADS_3

Brenda saat ini bersama dengan ketujuh sahabat-sahabatnya di kelas. Mereka tengah mengerjakan beberapa tugas yang diberikan oleh Dosennya, termasuk teman-teman kampusnya. Tugas-tugas tersebut akan diserahkan oleh ketua kelas. Dari ketua kelas akan diserahkan kepada Dosen tersebut.


Suasana tampak hening dikarenakan semua mahasiswa dan mahasiswi fokus mengerjakan tugas-tugas tersebut, walau masih terdengar sedikit suara obrolan dari beberapa mahasiswi, terutama Brenda dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


"Brenda," panggil Milly.


"Hm." Brenda berdehem menjawab panggilan dari Milly.


"Ketika kita ke rumah Darren kemarin. Erica sempat cerita kalau lo dan Erica diajak ke Showroom milik Darren. Apa itu benar?" tanya Milly.


Mendengar pertanyaan dari Milly membuat Elsa, Alice, Tania, Lenny, Vania, Tania dan Felisa langsung melihat kearah Brenda. Mereka ingin jawaban jujur dari Brenda.


"Ayolah, Brenda! Ceritakan kepada kami bagaimana bentuk Showroom milik Darren," mohon Vania.


"Hah." Brenda seketika menghela nafas pasrahnya ketika melihat ketujuh sahabat-sahabatnya menatap kearah dirinya.


"Baiklah. Aku akan ceritakan," jawab Brenda pasrah.


Seketika terukir senyuman manis di bibir Milly, Felisa, Vania, Elsa, Alice, Tania dan Lenny.


Flashback On.


*Darren, Brenda dan Erica sudah tiba di depan Showroom besar nomor satu milik Darren.


Sesampainya di Showroom milik Darren. Darren langsung keluar dari dalam mobilnya. Begitu juga dengan Brenda yang menggendong Erica.


"Wah! Showroom milik Papa besar sekali!" seru Erica ketika sudah tiba diluar.


Seketika terukir senyuman manis di bibir Darren ketika mendengar ucapan semangat dan wajah bahagia Erica ketika melihat Showroom miliknya.


"Ren, ini..."


"Iya. Kenapa?"


"Besar sekali. Dan ini untuk pertama kalinya aku kesini," ucap Brenda.


"Kelak ketika nanti ketika kita nikah. Showroom ini akan aku berikan untuk Erica. Sementara untuk perusahaan Accenture akan aku berikan kepada anak kita," ucap Darren sembari tangannya mengusap lembut pipi putih Brenda.


"Apapun keputusan yang kamu buat. Aku akan selalu mendukung kamu," balas Brenda yang juga mengusap lembut pipi Darren.

__ADS_1


Mendengar jawaban dari Brenda membuat Darren seketika tersenyum hangat. Matanya menatap teduh wajah Brenda.


"Tetaplah bersamaku. Jangan pernah pergi meninggalkanku, kecuali kematian."


"Tidak akan. Selama aku masih hidup di dunia ini, selama itulah aku akan selalu ada di samping kamu dan Erica. Aku akan menjadi tempat bersandarmu ketika kamu lelah dan aku akan menjadi rumah untuk kamu dan Erica."


"Aku mencintaimu," ucap Darren.


"Aku juga mencintaimu," balas Brenda.


"Papa! Bibi Brenda! Ayo masuk ke dalam," ajak Erica sambil menarik tangan Darren dan Brenda bersamaan.


Darren dan Brenda seketika tersenyum ketika mendengar ucapan dan melihat ketidaksabaran Erica.


"Ach, baiklah!" Darren dan Brenda menjawab bersamaan.


Setelah itu, mereka pun melangkahkan kakinya untuk memasuki Showroom yang besar itu dengan Erica berada di tengah-tengah dengan memegang tangan Darren dan Brenda.


^^^


Darren dan Brenda sudah berada di dalam Showroom dan kedatangan mereka disambut oleh Jerry, Axel dan Dylan serta beberapa calon pembeli.


Sementara Darren, Jerry, Dylan dan Axel berada di tempat khusus untuk melayani calon pembeli bersama beberapa calon pembeli.


"Saya salut dengan anda, tuan Daren! Anda masih muda, namun anda sudah memiliki bakat yang luar biasa," ucap CEO perusahaan OKA'Sn Corp.


"Anda benar tuan. Tuan Darren ini benar-benar luar biasa. Dia bisa melakukan apapun dengan bakat dan keahliannya. Terbukti dengan kita melihat beberapa gambar mobil yang terpampang di layar laptopnya," sela CEO perusahaan X4'IM Corp."


"Hm." empat CEO lainnya berdehem sembari menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang dikatakan oleh CEO perusahaan OKA'Sn Corp dan CEO perusahaan X4'IM Corp.


Sementara Darren hanya tersenyum ketika mendengar pujian dan dua calon pembelinya. Di dalam hatinya, dia benar-benar bersyukur karena Tuhan memberikan kelebihan padanya. Dengan kelebihan itu, dia bisa melakukan apa saja. Dan dengan kelebihannya itu juga, dia bisa menghasilkan uang banyak.


Setelah beberapa menit melihat-lihat koleksi gambar mobil yang Darren buat membuat para CEO tersebut memutuskan untuk memesan mobil sesuai yang ada di gambar tersebut. Masing-masing para CEO perusahaan tersebut memesan dua mobil sekaligus sehingga membuat Jerry, Dylan dan Axel tersenyum penuh kebahagiaan. Begitu juga dengan Darren.


Setelah selesai dengan para CEO perusahaan itu. Darren memutuskan menghampiri Brenda dan Erica yang berada di tempat lain bersama ketiga sahabatnya.


^^^


"Lama nunggunya?" tanya Darren yang langsung menduduki pantatnya di sofa dan diikuti oleh Jerry, Axel dan Dylan.

__ADS_1


"Papa!"


Erica langsung berlari menghampiri Jerry, Dylan dan Axel lalu memberikan ciuman di pipi ketiga ayahnya itu secara bergantian.


Mendapatkan ciuman dari putri angkatnya membuat Jerry, Dylan dan Axel tersenyum bahagia. Rasa lelah mereka hilang seketika ketika mendapatkan ciuman dari Erica.


"Erica kangen Papa Axel, Papa Dylan dan Papa Jerry!"


"Papa juga kangen sama Erica!" Dylan, Jerry dan Axel menjawab perkataan dari Erica secara bersamaan.


"Bagaimana menurut kamu setelah melihat Showroom milik pujaan hati kamu ini Brenda?" tanya Axel dengan menatap kearah Brenda lalu menatap kearah Darren*.


"Eemm... Satu kata yaitu luar biasa. Calon masa depanku ini benar-benar jenius. Aku bangga padanya," jawab Brenda sembari tersenyum menatap kearah Darren yang juga menatap dirinya.


Seketika terukir senyuman di bibir Darren ketika mendengar jawaban dari kekasihnya. Sementara Dylan, Jerry dan Axel ikut tersenyum ketika mendengar jawaban dari Brenda. Dan senyuman mereka makin mengembang ketika melihat Darren tersenyum.


Flashback Off


Mendengar cerita dari Brenda membuat Elsa, Alice, Tania, Lenny, Vania, Tania dan Felisa tersenyum bahagia. Mereka semua bangga akan kejeniusan dan kepintaran yang dimiliki oleh Darren.


Baik Brenda, Elsa dan Alice maupun Tania, Lenny, Vania, Tania dan Felisa. Mereka semua bangga akan kepintaran dan kecerdasan yang dimiliki oleh kekasih mereka masing-masing.


"Aku nggak sabar deh untuk melihat secara langsung Showroom milik Darren," sahut Vania.


"Aku juga. Aku pengen lihat isi dari Showroom milik Darren itu. Seperti apa bentuk dan tatanan mobil-mobil rakitan tangan Darren, Dylan dan Axel!" seru Alice.


"Sama! Kita juga?" Elsa, Tania, Lenny, Tania dan Felisa bersamaan.


Sementara Brenda hanya tersenyum ketika mendengar ucapan demi ucapan dari Elsa, Alice, Tania, Lenny, Vania, Tania dan Felisa. Ditambah lagi ketika melihat wajah penasaran ketujuh sahabat-sahabatnya akan bentuk Showroom milik kekasihnya.


"Kenapa kalian tidak minta pacar-pacar kalian untuk membawa kalian mengunjungi tempat kerjanya?" tanya Brenda dengan menatap satu persatu wajah ketujuh sahabat-sahabatnya itu.


Mendengar pertanyaan sekaligus usulan dari Brenda membuat Elsa, Alice, Tania, Lenny, Vania, Tania dan Felisa seketika tersenyum.


"Usalan yang bagus!" seru Elsa, Alice, Tania dan Lenny bersamaan.


"Kami akan langsung menyuarakan ide tersebut!" seru Lenny, Vania, Tania dan Felisa bersamaan.


Brenda kembali tersenyum ketika mendengar ucapan kompak dari ketujuh sahabat-sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2