
Darren saat ini berada di kelasnya. Begitu juga dengan ketujuh sahabat-sahabatnya.
Ketika Darren datang, ketujuh sahabat-sahabatnya menyambutnya dengan berteriak memanggilnya sehingga membuat Darren terkejut dan berakhir ketujuh sahabat-sahabatnya mendapatkan pukulan di kepala masing-masing dari Darren.
Setelah membully ketujuh sahabat-sahabatnya, Darren memperlihatkan senyum termanisnya. Tidak ada rasa bersalah sama sekali di wajahnya.
Melihat senyuman di bibir Darren membuat ketujuh sahabat-sahabatnya mendengus dan mengumpatinya.
"Xel, Lan, Jer." panggil Darren.
Mendengar Darren yang memanggilnya. Axel, Dylan dan Jerry langsung menatap wajah Darren.
"Ya, Ren!" seru Axel, Dylan dan Jerry bersamaan.
"Kita dapat pesanan lagi," jawab Darren.
"Berapa mobil kali ini?" tanya Jerry.
"Merek apa?" tanya Dylan.
"Dari perusahaan mana?" tanya Axel.
Mendengar pertanyaan dari Axel, Dylan dan Jerry membuat Darren tersenyum.
"Ini, lihatlah sendiri."
Darren memberikan desain gambar mobil yang akan dibuatnya.
Baik Jerry, Axel, Dylan maupun Qenan, Willy, Rehan dan Darel sama-sama melihat desain gambar mobil itu.
"Hyundai CRETA!" seru Qenan, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel bersamaan.
"Ren," ucap Dylan, Jerry dan Axel.
"Iya. Merek mobil terbaru kita adalah Hyundai CRETA. Aku memang sudah merencanakannya beberapa minggu terakhir ini untuk membuatnya bersama kalian," ujar Darren.
"Ini benar-benar bagus, Ren!" seru Darel.
"Desain gambarnya udah bagus begini. Apalagi kalau udah jadi mobilnya. Bahkan dua kali lipat bagusnya," sahut Rehan.
Darren membuka laptopnya dan menghidupkannya. Setelah laptopnya dalam keadaan hidup. Darren membuka file yang menyimpan data-data yang berhubungan dengan mobil terbarunya itu.
"Ini hasilnya jika sudah menjadi sebuah mobil," sahut Darren dengan memperlihatkan apa yang ada di layar laptopnya.
Qenan, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel melihat kearah layar laptop milik Darren. Dan terlihat oleh mereka sebuah Ilustrasi mobil terbaru mereka Hyundai CRETA.
"Keren, Ren!" seru Willy.
"Ilustrasi nya saja keren. Apalagi mobil aslinya," ucap Qenan.
"Jadi kapan kita mulai?" tanya Jerry, Axel dan Dylan bersamaan.
"Tergantung kalian. Kalian kapan siapnya?" ucap dan tanya Darren.
"Kami selalu siap kapan pun," jawab kompak Axel, Dylan dan Jerry.
"Bagaimana jika kita mulai membuatnya setelah uji coba mobil BMWX itu selesai?" tanya Darren.
"Tak masalah," jawab Axel, Dylan dan Jerry bersama-sama.
"Baiklah kalau begitu," balas Darren.
"Dari perusahaan mana yang memesan mobil-mobil ini, Ren?" tanya Rehan.
"Mereka rekan kerja perusahaan Accenture," jawab Darren.
"Yang mana?" tanya Qenan dan Willy.
"Perusahaan COSMOS, perusahaan ASM dan perusahaan DELTA," jawab Darren.
"Oh, mereka!" Willy berucap.
"Ketiga pemilik perusahaan itu terkenal dengan royalnya. Mereka tidak pelit ketika mengeluarkan uang," ucap Qenan.
__ADS_1
"Mereka itu tidak perhitungan. Berapa pun akan mereka bayar," sela Willy.
Qenan dan Willy menatap wajah Darren. Mereka ingin menyampaikan sesuatu mengenai perusahaan Accenture. Kebetulan Darren saat ini bersama mereka.
"Ren," panggil Qenan.
Darren menatap wajah Qenan. "Iya, Qenan. Ada apa?"
"Maaf. Aku dan Willy lupa beritahu kamu. Bukan kita sengaja. Aku dan Willy benar-benar lupa. Lupa ngasih tahu kamu. Dan kita berdua juga lupa akan masalah ini dikarenakan terlalu banyak masalah yang kita hadapi beberapa hari ini." Qenan berbicara sembari menatap wajah Darren.
Darren memperlihatkan senyumannya ketika mendengar ucapan dan permintaan maaf dari Qenan.
"Tak masalah. Katakanlah," ucap Darren.
"Begini, Ren! Kamu masih ingat dengan perusahaan SANTA?" tanya Willy.
Mendengar pertanyaan dari Willy, Darren berusaha untuk mengingat nama perusahaan itu.
"Ach, maaf! Sepertinya aku sedikit melupakan nama perusahaan itu," jawab Darren.
"Baiklah," jawab Qenan dan Willy.
Qenan mengambil sesuatu dalam tasnya. Setelah itu, Qenan memberikannya kepada Darren.
"Coba lihat ini."
Darren menerima sebuah map merah dari Qenan. Setelah itu, Darren membuka map itu.
Darren melihat satu persatu kertas-kertas yang ada di dalam map itu dan berakhir matanya melihat sebuah foto. Darren mengambil foto itu dan melihatnya secara teliti.
"Inikan Rolando Santa," ucap Darren yang tatapan matanya menatap foto tersebut.
"Syukurlah kalau kau ingat," sahut Qenan.
"Dan jangan bilang kalau...." perkataan Darren terpotong.
"Iya. Perusahaan SANTA yang aku maksuda tadi adalah milik keluarga SANTA. Dulu ayahnya yang memimpin. Dan sekarang perusahaan itu diwariskan kepadanya," ucap Willy.
Ketika Qenan ingin menjawabnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Mendengar itu, Darren langsung mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.
Setelah ponselnya ada di tangannya, Darren melihat nomor yang tak dikenal tertera di layar ponselnya.
Dengan rasa penasaran, Darren langsung menjawabnya.
"Hallo."
"Hallo, Darren."
"Samuel."
Mendengar Darren menyebut nama Samuel, mantan musuh mereka. Qenan, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel saling melirik satu sama lainnya.
Setelah itu, mereka kembali menatap wajah Darren. Mereka memasang telinga mereka untuk mendengar apa yang dibicarakan Darren bersama Samuel di telepon.
"Ternyata kau masih ingat dengan suaraku, hum!"
"Tentu. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah melupakan suara jelekmu itu."
"Sialan kau."
"Ach, maafkan aku."
"Tak masalah. Aku tidak benaran marah padamu."
"Ada apa kau menghubungiku?"
"Begini, Ren. Kau masih ingatkan dengan Rolando Santa?"
"Iya. Aku masih ingat. Mantan sekutumu itukan."
"Aish! Sialan kau."
"Hehehehe. Aku minta maaf lagi."
__ADS_1
"Dasar kelinci kurap."
"Udah berani sekarang."
"Sejak kapan aku takut padamu. Aku Samuel Frederick tidak pernah takut dengan seorang Darrendra Smith!"
"Iya, iya! Terserah anda saja, tuan Samuel Frederick yang terhormat."
"Hahahaha."
"Oke. Kembali ke laptop."
"Kau pikir ini acara Tukul Arwana, hah!"
"Anggap saja seperti itu."
"Sialan. Jadi apa? Kenapa dengan Rolando Santa? Apa yang dilakukannya kali ini?"
"Jadi gini. Aku dapat kabar dari tangan kananku yang ada di luar negeri. Tangan kananku bilang bahwa Rolando Santa akan kembali ke Jerman. Setelah dia berada di Jerman. Dia akan melakukan hal besar di Jerman. Kau pasti sudah tahu sepak terjang Rolando Santa selama inikan? Apa yang aku lakukan dulu. Itulah yang akan dilakukan oleh Rolando Santa. Hanya saja Rolando tidak melakukannya seperti dulu. Rolando bermain cantik dan juga bermain bersih sehingga semua orang tidak mengetahui kejahatannya, termasuk polisi."
"Aku minta padamu, sahabat-sahabatmu, keluargamu dan juga keluarga dari sahabat-sahabatmu berhati-hatilah dan selalu waspada. Jangan sampai kau dan yang lainnya masuk ke dalam permainan Rolando Santa. Jika kau dan yang lainnya sampai masuk ke dalam permainannya. Maka kau dan yang lainnya akan dijadikan target olehnya."
"Baiklah. Terima kasih atas informasinya, Samuel."
"Sama-sama, Darren. Anggap saja ini sebagai tanda permintaan maafku atas kesalahanku dulu."
"Aku senang dan juga bahagia melihatmu yang sekarang ini, Samuel! Ayahmu pasti bangga melihatmu dari atas sana akan perubahanmu."
"Ibumu juga bangga melihat kesuksesanmu dari atas sana. Kau masih muda dan kau juga kuliah. Tapi kau sudah sukses menjadi seorang CEO. Aku pribadi ikut bahagia melihat kesuksesanmu."
"Terima kasih."
"Ya, sudah. Aku tutup teleponnya. Sampaikan salamku kepada ketujuh kacung-kacungmu itu."
Mendengar ucapan dari Samuel seketika Darren tertawa.
"Hahahaha. Baiklah! Aku akan sampaikan salammu kepada ketujuh kacung-kacungku. Kebetulan mereka ada di dekatku. Sekarang mereka semua tengah melototiku."
"Hahahaha."
Kini Samuel yang tertawa di seberang telepon ketika mendengar jawaban dari Darren.
"Ya, sudah. Bye!"
"Bye!"
Baik Darren maupun Samuel sama-sama mematikan panggilannya.
Setelah selesai berbicara dengan Samuel di telepon. Qenan, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel langsung memberikan tatapan mautnya kearah Darren.
"Jangan menatapku seperti itu. Sebagai tanda maaf dariku. Nanti pulang dari kampus kita jalan-jalan. Aku yang akan mentraktir kalian semua. Termasuk para kekasih kalian itu."
Mendengar ucapan dari Darren membuat Qenan, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel menatap Darren dengan wajah melongo dan tak percaya.
"Be-benaran, Ren?" tanya Rehan dan Darel bersamaan.
"Hm." Darren berdehem.
"Kau akan mentraktir kami semua?" tanya Qenan dan Willy.
"Hm." Darren lagi-lagi hanya berdehem.
"Kami boleh belanja apa aja?" tanya Axel, Jerry dan Dylan.
"Kalian dan para kekasih kalian boleh belanja sepuasnya," ucap Darren tulus.
Mendengar jawaban dari Darren membuat Qenan, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel tersenyum bahagia.
"Makan gratis kita," ucap Dylan, Jerry dan Axel.
"Sepuasnya lagi," ucap Qenan, Willy, Rehan dan Darel.
Sementara Darren hanya tersenyum mendengar ucapan demi ucapan dari ketujuh sahabat-sahabatnya.
__ADS_1