KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Keterkejutan Helena


__ADS_3

[RUMAH SAKIT]


Riana sudah berada di rumah sakit. Kini dirinya berada di ruang rawat putrinya Helena.


Riana benar-benar hancur saat ini. Suami dan putrinya sama-sama masuk rumah sakit dan sama-sama dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


Suaminya masih koma sampai saat ini. Sudah lima hari suaminya dinyatakan koma akibat luka tusukan yang dialaminya.


Ramoz Orlando hidup dengan satu ginjal selama ini dan akibat tusukan yang diterimanya mengakibatkan ginjalnya rusak dan harus diangkat dan diganti dengan ginjal baru. Disaat operasi selesai, Ramoz dinyatakan koma.


Dan sekarang putri semata wayangnya mengalami kelumpuhan permanen di kedua kakinya akibat kecelakaan yang dialaminya. Dan saat ini putrinya belum sadarkan diri akibat pengaruh obat bius.


Riana membelai lembut rambut putrinya lalu setelah itu memberikan kecupan sayang di keningnya.


"Kenapa jadi seperti ini, nak? Ayahmu masuk rumah sakit. Dan sekarang kamu juga masuk rumah sakit. Apa yang akan Mama lakukan sendirian seperti ini?" ucap dan tanya Riana.


Riana menangis melihat keadaan putrinya. Baru kemarin Riana melihat putrinya dalam keadaan bahagia. Putrinya mengatakan padanya bahwa putrinya sudah memiliki kekasih. Dan kekasihnya itu sangat menyayanginya.


Riana tidak mengetahui banyak hal tentang putrinya. Selama ini putrinya Helena sudah menjalin hubungan dengan banyak pria. Salah satunya adalah Darren. Putrinya itu mendekati pria-pria itu hanya untuk meraup pundi-pundi kekayaan. Putrinya itu tidak benar-benar tulus dengan para pria-pria tersebut.


Jika pria-pria itu sudah jatuh miskin, maka putrinya akan pergi meninggalkan pria tersebut dengan cara menjebak pria-pria tersebut dengan seorang wanita sehingga putrinya itu mempunyai alasan untuk meninggalkan pria-pria itu karena telah selingkuh.


Tapi tidak dengan Darren. Justru Darren sangat berbeda dengan pria-pria lainnya. Darren sudah mengetahui terlebih dahulu akan kelakuan Helena kepadanya. Darren tahu, jika Helena tidak benar-benar mencintainya.


Disaat Riana tengah bersedih, tiba-tiba Riana merasakan tangannya digenggam oleh putrinya. Hal itu sukses membuat Riana terkejut dan juga bahagia.


"Sayang."


Berlahan Helena membuka kedua matanya. Saat matanya terbuka sempurna, Helena dapat melihat wajah ibunya.


"Mama," lirih Helena.


"Iya, sayang."


"Aku dimana?"


"Kamu ada di rumah sakit, sayang. Kamu baru mengalami kecelakaan."


"Apa? Kecelakaan?"


Helena terkejut mendengar jawaban dari Ibunya. Seketika Helena teringat saat setelah bertemu dengan Darren.

__ADS_1


Flasback On


[DI PERJALANAN]


Helena dalam perjalanan pulang ke rumah. Dirinya menggunakan mobil baru yang diberikan oleh Darren kepadanya. Saat ini Helena sangat bahagia karena rencananya berjalan lancar. Dirinya benar-benar tidak menyangka jika Darren akan memberikan sebuah mobil mewah yang selama ini jadi incarannya kepadanya secara cuma-cuma.


"Darren. Kau terlalu bodoh sehingga dengan mudahnya percaya padaku. Ini baru permulaan, Darrendra Smith. Kita lihat saja nanti. Kau akan menuruti semua keinginanku," ucap Helena sembari tersenyum kemenangan.


Helena makin mempercepat laju mobilnya. Helena ingin segera sampai di rumah. Pikirannya saat ini tertuju pada ibunya. Dirinya benar-benar khawatir akan ibunya saat ini.


Beberapa meter lagi tiba ditikungan, Helena berlahan menginjak rem. namun sayangnya, rem tersebut tidak bisa diinjak sama sekali. Apa yang dirasakan oleh Darren saat diuji coba mobilnya, itu juga yang dirasakan oleh Helena. Helenabenar-benar tidak bisa menginjak rem itu. Rem itu benar-benar keras. Sementara mobil makin melaju kencang.


"Kenapa rem nya tidak bisa dipijak sama sekali? Bahkan rem benar-benar keras dan susah untuk diinjak. Apa yang terjadi?" tanya Helena pada dirinya sendiri.


Helena berusaha untuk mengendalikan mobilnya, walau mobilnya melaju sangat cepat. Helena tidak ingin terjadi sesuatu padanya. Helena berulang kali menginjak rem itu, namun hasilnya sama saja. Rem itu benar-benar keras.


"Aku tidak mau mati dengan cara seperti ini. Aku masih ingin hidup," ucap Helena ketakutan.


Helena saat ini benar-benar ketakutan. Dirinya tidak ingin mati. Dirinya ingin selamat.


Ketika mobilnya telah mendekati tikungan, Helena kembali menginjak rem mobilnya. Helena berharap usaha terakhirnya kali ini membuahkan hasil. Namun sayangnya, dewi fortuna belum memihak padanya.


Sehingga.....


GEDEBAK


GEDEBUK


BAGH


BUGH


Mobil yang dikendarai oleh Helena terbalik saat ditikungan. Mobil itu menghantam tiang listrik sehingga membuat mobil itu hancur. Dan bisa dipastikan tubuh Helena terhimpit, terutama bagian kakinya.


Flasback Off


"Katakan pada Mama. Apa yang terjadi? Kenapa kau sampai mengalami kecelakaan? Apa kau membawa mobil terlalu ngebut?" tanya Helena pada putrinya.


Riana sangat tahu kebiasaan putrinya jika membawa mobil selalu ngebut.


"Tidak, Mama. Kali ini aku tidak membawa mobil dengan ngebut. Yang aku ingat terakhir aku tidak membawa mobil karena mobilku lagi diservis di bengkel. Aku pergi menemui Darren di perusahaannya dengan naik taksi. Setelah dari sana, Darren membawaku ke SHOOWROOM miliknya. Tiba disana Darren memberikan aku mobil mewah kepadaku. Mobil yang selama ini aku incar." Helena menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

__ADS_1


Riana menatap penuh selidik wajah dan mata putrinya.


"Sekarang katakan pada Mama. Ada hubungan apa kau dengan anak sialan itu?"


"Se-sebenarnya aku dan Darren dulu pacaran. Lebih tepatnya Darren yang mencintaiku. Sementara aku hanya main-main saja dengannya. Aku tidak benar-benar mencintainya. Di depan Darren aku memperlihatkan sisi baikku. Sementara di belakangnya aku bermain dengan pria lain."


Riana terkejut saat mendengar penuturan dari putrinya. Dirinya tidak menyangka jika putrinya tega melakukan hal itu kepada pria yang benar-benar mencintainya.


"Aku hanya pura-pura mencintai Darren karena hanya ingin memanfaatkan kekayaan keluarganya. Tapi saat aku mendapatkan kabar Darren pergi meninggalkan keluarga dan memilih hidup sendiri, maka aku pun langsung memutuskan hubunganku dengannya. Setelah sekian lama aku pergi meninggalkan Darren, lalu aku kembali pulang ke rumah. Keesokan harinya aku mendapatkan kabar mengenai Darren."


"Kabar apa yang kau dapatkan itu, Helena?"


"Kabar mengenai Darren yang sudah menjadi orang kaya yang memiliki banyak uang dan memiliki tiga usaha sekaligus. Tiga usaha itu adalah perusahaan ACCENTURE, DARREN GALERI OF ART dan SHOOWROOM BMWX. Mendengar kabar itu, aku langsung bahagia dan berniat untuk mendekatinya lagi."


Helena memperhatikan wajah cantik Ibunya. "Apa Mama tahu? Rencanaku berhasil. Aku berhasil membuat Darren tunduk padaku. Aku berhasil meluluhkan hatinya kembali. Aku berhasil membuat takluk akan kecantikanku ini. Darren percaya kalau aku benar-benar mencintainya dan tidak pernah mengkhianatinya."


"Awalnya aku mendekati Darren hanya untuk sekedar bermain-main saja. Tapi setelah apa yang telah dilakukannya pada Papa membuatku terobsesi untuk mendapatkannya. Dan aku berniat untuk menghancurkannya setelah aku berhasil mendapatkan semua kekayaannya."


"Tapi rencana awalmu telah gagal, Helena! Saat ini kau tengah dirawat di rumah sakit. Dan kau tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Papamu juga belum sadar dari komanya. Kita sudah kehilangan segalanya. Perusahaan Papamu bangkrut. Semua rekan kerja Papamu menarik sahamnya dari perusahaan Papamu. Mama juga harus kehilangan dua Butik Mama. Bahkan mereka akan menyita rumah mewah kita untuk menutupi kerugian miliaran dolar atas perbuatan Papamu." Riana berucap dengan penuh penekanan di setiap kata.


"Apa? Ma-mama bohongkan?" Helena benar-benar terkejut saat mendengar penuturan dari Ibunya.


"Untuk apa Mama berkata bohong padamu. Tidak ada gunanya. Itulah alasan Mama menyuruhmu pulang."


Helena terdiam saat setelah mengetahui kondisi keluarganya. Namun itu hanya sesaat saja. Lalu detik kemudian, terukir senyuman manis di bibirnya.


"Mama tenang saja. Selama ada Darren disisiku, selama aku bisa memainkan dramaku di depannya. Maka hidup kita akan terjamin. Kita akan tetap merasakan hidup mewah. Darren pasti akan mengabulkan semua yang aku inginkan," ucap Helena dengan penuh keyakinan.


"Apa kau yakin? Apa Darren akan mau dengan perempuan lumpuh sepertimu?" tanya Riana pada putrinya.


Riana sengaja mengatakan hal itu agar putrinya tidak terlalu percaya diri akan sikap dan kelakuannya.


"Apa? Mama tadi bilang apa? Lumpuh?" Seketika air matanya mengalir dari sudut matanya saat mendengar ucapan dari ibunya


"Iya, kau lumpuh. Gara-gara kecelakaan itu kau harus mengalami kelumpuhan secara permanen," jawab Riana.


"Tidak. Ini tidak mungkin. Mama pasti bohongkan?"


"Mama mengatakan apa adanya, Helena! Mama mengatakan padamu sekarang agar kau tidak tertekan dan stres jika kau mengetahuinya nanti."


"Aku tidak peduli. Aku tidak peduli dengan keadaanku yang sekarang ini. Aku yakin Darren tidak akan pernah meninggalkanku. Darren akan selalu bersamaku. Darren masih mencintaiku. Dia sendiri yang bilang padaku kalau dia masih mencintaiku. Jika Darren tidak mencintaiku, Darren tidak akan memberikan mobil mewah itu padaku."

__ADS_1


Helena menatap wajah ibunya. "Mama. Jika kehidupan kita sudah seperti ini. Tidak ada cara lain. Kita bisa memanfaatkan Darren. Mama jangan memberitahu Darren kalau aku lumpuh. Cukup Mama mengatakan pada Darren bahwa aku harus dianjurkan untuk istirahat dan tidak boleh banyak bergerak, apalagi untuk berjalan."


Riana hanya diam dan tidak mengiyakan atau pun menolaknya. Riana masih berpikir dengan keadaan keluarganya. Kenapa keluarganya yang dia bangun hancur seketika? Bahkan butik yang dibangun olehnya juga ikut hancur.


__ADS_2