KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Keterkejutan Helena 2


__ADS_3

Darren menatap jijik Helena. Hatinya tersenyum bahagia. Hatinya merasa begitu puas melihat kondisi Helena saat ini.


"Darren, aku senang kau datang. Aku pikir kau tidak akan mau lagi menemuiku setelah kecelakaan menimpaku," ucap Helena.


"Cih!" Jerry, Axel dan Dylan merasa jijik ketika mendengar ucapan dari Helena.


"Aku datang kesini bukan untuk menemanimu atau sekedar merindukanmu. Tapi aku datang kesini ingin menunjukkan sesuatu padamu dan juga ingin mengakhiri permainanku!" seru Darren.


Mendengar penuturan dari Darren membuat Helena dan Riana terkejut.


"A-apa maksudmu, Ren?" tanya Helena.


Darren tidak menjawab pertanyaan dari Helena. Justru Darren berteriak sembari memanggil keempat sahabatnya yang masih berada diluar.


"Kalian, masuklah!" teriak Darren.


Mendengar teriakan Darren. Qenan, Willy, Rehan dan Darel pun masuk ke dalam ruang rawat Helena.


Kini Qenan, Willy, Darel dan Rehan sudah berada di dalam ruangan rawat Helena.


Ketika melihat kehadiran Qenan, Willy, Rehan dan Darel. Seketika Helena terkejut dengan kedua matanya terbelalak sempurna. Helena tidak menyangka apa yang dilihatnya saat ini.


"Hallo, nona Helena. Kita bertemu kembali!" ucap Qenan dingin.


"Apa nona Helena tidak merindukan kami, hum?" sindir Darel.


"Pasti nona Helena terkejut kenapa kami masih hidup? Benar begitu?" ucap dan tanya Rehan.


"Kami datang kemari memang sengaja memberikan kejutan untuk anda, nona Helena!" ucap Willy menambahkan.


Mendengar ucapan dari Willy, Rehan, Darel dan Qenan. Helena hanya diam membeku. Dirinya benar-benar syok saat melihat kedatangan keempat sahabat Darren. Dirinya berpikir bahwa keempat sahabat Darren tersebut telah tewas dalam ledakan mobil saat uji coba tersebut. Ternyata dugaannya salah. Justru semua sahabat-sahabat Darren termasuk Darren sendiri dalam keadaan baik-baik saja tanpa kurang satu apapun.


Darren dan sahabat-sahabatnya tersenyum kemenangan saat melihat wajah syok Helena.


"Kau dengar aku baik-baik Helena. Kau pikir aku laki-laki bodoh yang bisa kau bodohi dan juga kau bohongi. Apa kau pikir aku tidak mengetahui apa yang kau lakukan selama ini di belakangku, hah?! Selama kau menjadi kekasihku, kau menjalin hubungan dengan banyak laki-laki diluar sana. Kau mendekati semua laki-laki kaya dan kau menguras semua kekayaannya. Setelah mendapatkan semuanya, kau meninggalkan mereka. Biar tidak ketahuan, kau menjebak mereka dan menjadikan mereka sebagai tersangka. Dengan kata lain mereka lah yang telah mengkhianatimu dengan berselingkuh di belakangmu. Padahal kau lah yang tersangka utamanya. Sementara denganku, kau masih mempertahankanku. Namun saat mendapatkan kabar bahwa aku pergi meninggalkan keluargaku dan memutuskan hubungan dengan mereka, kau langsung memutuskan hubungan denganku. Kau pergi dan menghilang tanpa kabar. Lalu kau kembali lagi setelah mendapatkan kabar terbaru mengenai kehidupan pribadiku." Darren menatap tajam Helena.


DEG!


Helena terkejut saat mendengar ucapan dari Darren. Dirinya benar-benar tidak menyangka jika Darren mengetahui semua tentang apa yang telah dilakukannya.


"Ren. Itu tidak benar. Aku sama sekali tidak pernah mengkhianatimu. Aku bersumpah, Ren! Percayalah padaku!"


Helena memohon didepan Darren. Dirinya berharap Darren percaya padanya.


"Hahaha." Darren tertawa. "Apa kau pikir aku ini gampang percaya padamu, hah?" ucap dan tanya Darren.


Darren menatap tajam Helena. "Jerry!"


Jerry yang mengerti langsung mengeluarkan ponselnya dan kemudian membuka sebuah video. Setelah itu, video itu diperlihatkan kepada Helena.

__ADS_1


"Kau lihatlah video ini jal*ng!" Jerry menatap nyalang Helena.


Helena melihat kearah ponsel milik Jerry. Dan dapat dilihat olehnya sebuah video tentang dirinya yang sedang bersama dengan beberapa pria tampan dan kaya. Melihat hal itu, Helena pun terkejut.


Darren dan sahabat-sahabatnya tersenyum di sudut bibir mereka saat melihat wajah syok Helena.


"Bagaimana, jal*ng? Apa kau masih memiliki ide untuk terus berbohong dan berusaha terus ingin membuat sahabatku mempercayaimu?" tanya Qenan ketus.


"Apakah dengan video itu, kau masih tetap bungkam, hum?" sindir Rehan.


"Apa perlu kami menunjukkan video lainnya?" tanya Darel dengan menatap nyalang kearah Helena.


Darren dan para sahabatnya menatap tajam Helena.


"Sepertinya wanita murahan ini ingin melihat video yang lainnya, Ren!" seru Dylan.


"Sepertinya iya, Dylan!" Darren menjawab perkataan dari Dylan dengan tatapan matanya menatap tajam Helena.


"Axel!" seru Darren.


Axel langsung memperlihatkan video yang ada di ponselnya kepada Helena.


"Kau lihat ini sialan."


Helena melihat video yang ada di ponsel Axel. Saat melihat video itu, lagi-lagi Helena terkejut. Di dalam  video itu terlihat Helena berada di ruang kerja Darren.


Tidak ada jawaban dari Helena. Helena hanya diam. Dirinya tidak tahu harus memberikan jawaban apa untuk menyakinkan Darren.


"Kau benar-benar wanita jal*ng dan tidak tahu diri, Helena!" bentak Darren.


"Tutup mulut sialan. Berani sekali kau menghina putriku!" teriak Riana.


Darren mengalihkan pandangannya lalu menatap tajam kearah Riana ibunya Helena.


"Diam kau! Jangan ikut campur dalam masalahku dengan putrimu yang murahan ini. Putrimu sudah berani mempermainkanku. Putrimu sudah berani menipuku. Dan putrimu sudah berani mengusik kehidupanku dan sahabat-sahabatku. Bahkan putrimu sudah berani bermain-main dengan nyawaku dan nyawa sahabat-sahabatku!" bentak Darren.


Mendengar bentakkan dari Darren membuat Riana ibunya Helena terkejut dan juga ketakutan.


Darren mengalihkan pandangannya menatap tajam wajah Helena, lalu kemudian Darren menarik kuat rambut Helena sehingga membuat Helena berteriak kesakitan.


SREEKK!


"Aakkhhh!"


"Helena." Riana ibunya Helena berteriak saat melihat putri disakiti.


"Lepaskan putriku!" bentak Riana Ibu Helena kepada Darren.


Riana ibunya Helena ingin memukul Darren, namun dengan cepat Darel mendorong kuat tubuh Riana ibunya Helena hingga terjatuh.

__ADS_1


BRUUKK!


"Dengarkan aku baik-baik. Kau sudah salah bermain denganku, Helena! Aku tahu maksud tujuanmu mendekatiku. Kau ingin mengincar kekayaanku. Dan menjadikan kekayaanku itu menjadi milikmu seutuhnya. Kemudian kau akan menjadikanku budakmu. Dan ditambah lagi, kau ingin membalaskan rasa sakitmu karena aku sudah membuat Ayahmu koma di rumah sakit."


Mendengar penuturan dari Darren membuat Helena membelalakkan matanya. Dirinya tidak menyangka jika semua rencananya diketahui oleh Helena.


"Kau bahkan bersekongkol dengan Samuel dalam mensabotase mobil-mobilku. Samuel membayar orang suruhannya lalu orang suruhannya itu membayar 4 karyawannya sehingga mereka berani mengkhianatiku. Kau tahu Helena, keempat karyawanku itu mati dengan sangat mengenaskan. Duanya mati ditanganku dan ditangan Jerry. Dan duanya mati dalam ledakan mobil yang sudah disabotase oleh mereka. Dan mobil yang kuberikan padamu itu adalah mobil yang sudah disabotase oleh mereka. Aku sengaja menyisakan satu untukmu karena aku ingin memberikan hukuman padamu."


Helena lagi-lagi terkejut dan juga syok akan perkataan dari Darren. Dirinya tidak menyangka ternyata kebaikan Darren dengan memberikan dirinya sebuah mobil mewah hanyalah tipuan. Bahkan Helena baru menyadari bahwa dirinyalah yang masuk ke dalam permainannya sendiri. Bukan Darren.


"Seharusnya kau berterima kasih padaku, Helena karena kau masih hidup sampai saat ini. Dan kau hanya mengalami kelumpuhan pada kedua kakimu. Kalau aku mau, aku bisa saja membunuhmu seperti dua karyawanku itu. Begitu juga dengan Ayahmu. Kalau aku mau saat kejadian dimana Ayahmu menghina kedua orang tuaku. Bahkan Ayahmu mempermalukan keluargaku didepan orang banyak, aku bisa saja menghentakkan pisau itu tepat di jantungnya. Tapi aku tidak melakukannya. Aku hanya melukai perutnya. Aku bisa jamin seratus persen. Ayahmu akan segera bangun dari komanya." Darren berbicara sembari menatap tajam Helena.


SREEKK


"Aaakkkkhhhh!"


Darren kembali menarik kuat rambut Helena. Dan matanya menatap nyalang Helena.


"Jika kau dan Ibumu ingin hidup tenang. Menjauhlah dariku, dari sahabat-sahabatku, dari keluargaku. Bahkan dari orang-orang yang aku sayangi. Jangan mencari masalah dengan kami. Jika kau masih berani menggangguku dan orang-orang terdekatku, maka aku tidak akan memberikan kesempatan lagi untukmu dan keluargamu. Aku benar-benar akan membunuhmu dan menghancurkan seluruh anggota keluargamu, termasuk saudara atau pun saudari dari kedua orang tuamu. Aku tidak main-main dengan ucapanku. Aku akan membuktikannya. Jadi aku sarankan padamu, nona Helena! Jika kau memiliki rencana lain untuk membalasku, maka lebih baik kau urungkan niatmu itu. Kalau kau tetap nekat melanjutkannya, maka jangan salahkan aku jika nasibmu dan seluruh anggota keluargamu, baik dari pihak Ibumu maupun dari pihak Ayahmu akan hancur ditanganku!" Darren berbicara dengan penuh ancaman dan tatapan matanya yang mengisyaratkan kemarahan.


Setelah mengatakan hal itu, Darren melepaskan tarikannya dari rambut Helena.


"Pikirkan apa yang aku katakan barusan. Karena setelah kau melakukan hal itu, maka tidak akan ada kata ampun dariku!" ucap Darren lagi.


Setelah itu, Darren dan ketujuh sahabatnya pergi meninggalkan ruang rawat Helena.


***


Setelah menemui Helena di rumah sakit. Kini Brenda sedang berada di dalam perjalanan pulang ke Apartemen miliknya. Brenda akan istirahat sebentar di Apartemen miliknya. Setelah itu, barulah Brenda akan pulang ke rumah keluarganya.


Saat di perjalanan, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Menandakan sebuah panggilan masuk.


Brenda langsung mengambil ponselnya. Ketika mengetahui nama yang menghubunginya, Brenda langsung menjawab panggilan tersebut.


"Hallo."


"Bagaimana?"


"Semuanya berjalan dengan lancar. Wanita bodoh itu tidak tahu jika aku berpura-pura mengikuti keinginannya untuk mendekati Darren dan menjadikan Darren sebagai kekasihku."


"Bagus. Lakukan dengan baik. Jangan sampai gagal. Jangan kecewakan Bos Ziggy."


"Siap. Aku mengerti!"


Setelah mengatakan hal itu, sipenelpon langsung mematikan panggilannya.


"Kau akan jatuh kelubang yang sama untuk yang kedua kalinya, Helena!" batin Brenda


"Maaf karena aku tidak benar-benar membantumu," gumam Brenda.

__ADS_1


__ADS_2