KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Mengajak Bergabung


__ADS_3

[KAMPUS]


Darren sudah berada di Kampus. Dia tidak sendirian, melainkan bersama dengan ketujuh sahabat-sahabatnya. Mereka saat berada di lapangan sembari mengerjakan tugas masing-masing. Terbukti dengan tatapan mata hanya tertuju pada layar laptop yang ada di pangkuan.


"Ren," panggil Axel.


"Hm." Darren berdehem sebagai jawabannya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.


"Bagaimana dengan spanduk untuk acara touring minggu depan?" tanya Axel.


"Sudah aku serahkan sama kakak Gilang dan kakak Darka," jawab Darren.


"Syukurlah kalau begitu," balas Axel.


"Siapa aja yang akan ikut acara touring itu?" tanya Willy.


"Nanti kita diskusikan masalah itu. Aku berencana ingin mengajak Monica, Mehdy dan sahabat-sahabatnya untuk bergabung dengan anggota Organisasi Kampus kita."


Mendengar ucapan yang mengatakan akan mengajak Monica, Mehdy dan para sahabatnya untuk bergabung dengan anggota Organisasi Kampus langsung menyetujui rencana Darren tersebut.


"Baiklah!" Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Darel dan Rehan menjawab perkataan Darren secara bersamaan.


Ketika mereka sedang fokus dengan tugas masing-masing sembari mengobrol kecil, tiba-tiba mereka mendengar suara yang memanggil dengan panggilan sayang.


"Hallo, bebeb!"


"Hallo, cintaku!"


"Hallo, pujaan hatiku!"


"Masa depanku!"


Sementara Darren, Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Darel dan Rehan hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala ketika mendengar sapaan mesra dari kekasihnya.


***


Dzaky berada di sebuah cafe. Beberapa jam yang lalu Dzaky baru bertemu dengan dua rekan kerjanya membahas tentang perkembangan proyek yang sedang mereka tangani.


Dzaky masih duduk di tempatnya, sementara dua rekannya sudah pergi kembali ke perusahaan masing-masing.


Ketika Dzaky sedang fokus dengan ponselnya sembari menikmati minumannya, tatapan matanya tak sengaja melihat sosok gadis yang dia jumpai beberapa hari yang lalu


Dzaky seketika tersenyum ketika kembali dipertemukan dengan gadis tersebut. Di dalam hatinya berharap semoga Tuhan menyatukan dirinya dengan gadis tersebut.


Setelah puas menatap gadis cantik itu, Dzaky seketika berdiri dari duduknya. Kakinya melangkah menghampiri gadis tersebut yang mana gadis itu sedang membayar pesanannya.


"Hai!" Dzaky menyapa lembut gadis itu.


Gadis tersebut langsung melihat kearah Dzaky. Seketika terukir senyuman manis di bibirnya ketika melihat pemuda yang sudah dua kali menolongnya.

__ADS_1


"Kamu!" seru gadis itu dengan tersenyum manis.


"Masih kenal denganku?" tanya Dzaky basa basi.


"Iya masihlah. Kamukan orang yang sudah nolongin aku dua kali. Keterlaluan namanya jika aku tidak kenal kamu," jawab gadis itu.


Dzaky seketika tertawa kecil ketika mendengar jawaban dari gadis di hadapannya.


"Oh, iya! Kita belum saling tahu nama masing-masing. Kenalkan namaku Darah Sienna Heidi. Panggil saja Sienna." Sienna berucap memperkenalkan namanya dengan mengulurkan tangannya di hadapan Dzaky.


Dzaky seketika tersenyum bahagia ketika mengetahui nama gadis yang sudah merebut hatinya. Kemudian Dzaky membalas uluran tangan Sienna.


"Dzaky Radhitya Smith. Panggil saja Dzaky," balas Dzaky.


"Boleh minta nomornya."


"Oh, tentu."


Sienna kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam tas kecilnya. Setelah ponselnya di tangannya, Sienna langsung memperlihatkan nomor ponselnya ke hadapan Dzaky.


"Ini."


Dzaky melihat ke layar ponsel milik Sienna. Setelah itu, Dzaky menyimpan nomor tersebut.


Detik kemudian...


Drrtt..


Drrtt..


"Itu nomorku. Save ya."


"Dengan senang hati."


***


Darren, ketujuh sahabat-sahabatnya lengkap dengan kekasihnya masing-masing kini berada di kantin. Setelah mengikuti mata kuliah selama 2 jam. Darren, ketujuh sahabat-sahabatnya beserta para kekasihnya masing-masing memutuskan untuk mengisi perutnya di kantin.


Di kantin itu juga ada Monica, Mehdy dan para sahabatnya. Mereka bergabung dengan Darren, ketujuh sahabatnya dan para kekasihnya.


Mereka menikmati makan siang bersama sembari mengobrol. Sesekali melontarkan candaan satu sama lainnya.


"Bagaimana? Apa kalian mau bergabung dengan Anggota Organisasi Kampus?" tanya Darren menatap Monica, Mehdy dan sahabat-sahabatnya.


"Jika kami bergabung. Tugas kami apa?" tanya Mehdy.


"Tim memungut sampah," ucap asal Dylan.


Puk..

__ADS_1


Monica dan Mehdy langsung melempari wajah Dylan dengan menggunakan botol plastik sehingga membuat Dylan mendengus.


"Pungut tuh sampah!" seru Monica dan Mehdy bersamaan.


"Nih sekalian!"


Azkiya, Aurelia, Saskia dan Zora, Zivan, Pasya, Damian, Radika dan Riffat secara bersamaan melempari wajah Dylan dengan botol plastik.


"Hahahaha." Qenan, Willy, Axel, Jerry, Darel dan Rehan tertawa nista.


"Sepertinya lo yang lebih pantas menjadi tim pungut sampah, Lan!" ucap Rehan.


"Wajah lo juga sangat pas berada ada disana. Hahahahahaha!" seru Darel disertai tawa nistanya.


"Sialan lo berdua," ucap Dylan kesal.


"Hahahahahaha."


Qenan, Willy, Axel, Jerry, Darel dan Rehan kembali tertawa. Termasuk Darren.


"Jika kalian bersedia bergabung dalam Organisasi Kampus. Tugas kalian menginput data para mahasiswa dan mahasiswi yang tidak pernah mengikuti kelas alias membolos. Kalian laporkan padaku setiap akhir bulan. Nanti data-data nama mahasiswa dan mahasiswi minta saja sama Qenan dan Axel."


"Apa hanya itu saja tugas kami?" tanya Zora.


"Tidak. Kalian akan ikut serta dalam semua jenis kegiatan Organisasi Kampus. Sementara yang tugas tadi adalah tugas wajib kalian."


"Baiklah. Kami mau bergabung!" Monica, Mehdy dan sahabat-sahabatnya langsung mengabulkan ajakan dari Darren.


Mendengar jawaban kompak dari Monica, Mehdy dan sahabat-sahabatnya membuat Darren tersenyum. Begitu juga dengan Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Darel dan Rehan, Brenda, Milly, Vania, Elsa, Alice, Tania, Felisa dan Lenny.


"Selamat bergabung dengan Organisasi Kampus," ucap Darren.


Ketika Darren, Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Darel, Rehan, Brenda, Milly, Vania, Elsa, Alice, Tania, Felisa, Lenny, Monica, Mehdy dan sahabat-sahabatnya mengobrol sembari membahas tentang Organisasi Kampus. Tiba-tiba datang dua mahasiswi menghampiri Darren dan kelompoknya.


"Darren!" panggil salah satu mahasiswi itu.


Darren langsung melihat keasal suara. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Iya."


"Itu ada yang nyari kamu."


"Siapa?"


"Tidak tahu. Tapi dia menyebut dirinya suster Anin," jawab mahasiswi satunya.


Mendengar jawaban dari mahasiswi tersebut membuat Darren langsung berdiri dari duduknya. Begitu juga dengan Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Darel, Rehan, Brenda, Milly, Vania, Elsa, Alice, Tania, Felisa dan Lenny, Monica, Mehdy dan sahabat-sahabatnya.


"Dimana dia sekarang?" tanya Darren.

__ADS_1


"Di Lobi!"


Darren langsung pergi meninggalkan kantin, lalu disusul oleh yang lainnya setelah mengucapkan terima kasih kepada dua mahasiswi itu.


__ADS_2