KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Kata-Kata Penghibur Dan Penyemangat


__ADS_3

Elzaro dan kelima sahabatnya kini berada di perjalanan menggunakan motor sport mewah masing-masing. Mereka baru saja dari markas Vagos.


Elzaro, Diego, Allan Glen, Melky dan Derry memutuskan ke rumah keluarga Smith untuk mengunjungi Darren dan juga bersilahturahmi kesana.


Ketika Elzaro dan kelima sahabatnya tengah fokus mengendarai motor sportnya, tiba-tiba sekelompok motor yang berjumlah 16 motor dan masing-masing motor dua orang. Jadi sekitar 32 orang.


Melihat beberapa motor menghalangi jalannya membuat Elzaro, Derry, Allan, Glen, Melky dan Diego menghentikan laju motornya.


Baik Elzaro, Derry maupun Allan, Glen, Melky dan Diego bersamaan membuka helmnya lalu menatap semua orang-orang yang ada di hadapannya.


"Siapa mereka?"


Elzaro, Derry, Allan, Glen, Melky dan Diego bertanya di dalam hatinya masing-masing.


"Siapa kalian?" tanya Allan.


"Kami adalah malaikat kematian kalian. Tapi sebelumnya kami diperintahkan untuk membawa kalian semua ke markas." seorang laki-laki berbicara sembari menatap tajam kearah Elzaro, Derry, Allan, Glen, Melky dan Diego.


Elzaro, Derry, Allan, Glen, Melky dan Diego saling memberikan tatapan satu sama lain lalu dengan kompak menganggukkan kepalanya.


Dan detik kemudian...


Elzaro, Derry, Allan, Glen, Melky dan Diego memain-mainkan stang motornya dengan memutar-mutarnya berulang-ulang dan berlahan-lahan.


Brum!


Brum!


Terdengar suara knalpot yang begitu besar dan nyaring dan juga mengeluarkan asap.


Glen, Melky dan Diego membelokkan motor dengan maksud bertukar posisi sehingga mereka membelakangi para pengendara motor yang menghadang jalannya itu.


Sementara Elzaro, Allan, Derry tetap pada posisinya dengan masih terus memainkan gas motornya.


Glen, Melky dan Diego melakukan Burnout yaitu membakar ban dengan cara memutar roda saat motor dalam keadaan stasioner.


Glen, Melky dan Diego melakukan aksi Burnout sehingga kepulan asap keluar begitu banyak sehingga membuat para pengendara motor tersebut terganggu.


Allan dan Derry yang melihat ada celah untuk mereka pergi langsung memberikan kode kepada sahabat-sahabatnya.


Langsung paham akan kode yang diberikan oleh Allan dan Derry. Elzaro, Glen, Melky dan Diego langsung menancapkan gas motornya dengan cepat sehingga membuat motornya melaju dengan kecepatan luar biasa sehingga berhasil menyalip para pengendara motor yang menghadang jalannya.


Tak membuang-buang kesempatan Glen, Melky dan Diego menendang beberapa pengendara motor itu sehingga bisa dipastikan mereka terjatuh.


***


Di kediaman keluarga Smith tampak hening dan tanpa suara. Mereka semua seketika terdiam membisu termasuk Darren setelah mengetahui dan mendengar cerita dari Reymond yang mengatakan bahwa dirinya mendapatkan ancaman berupa teror setelah dua hari keluar dari rumah sakit.


Teror yang didapatkan oleh Reymond ada dua. Satu melalui pesan dan teror yang kedua melalui paket yang diterima oleh seorang pelayan lalu diberikan kepada Reymond karena paket tersebut untuk Reymond.


Teror pertama menyebutkan bahwa sipelaku meminta Reymond untuk menyerahkan semua kekayaan keluarga Mendez untuknya. Dan waktu yang diberikan satu minggu.


Sementara teror yang kedua yaitu paket berisikan surat yang bertuliskan dengan darah dan bangkai burung. Dalam surat itu mengatakan jika dalam satu minggu tidak ada jawaban dari Reymond, maka pelaku itu akan menghabisi semua anggota keluarga Mendez satu persatu.


Anggota keluarga Mendez menatap kearah Darren. Mereka sudah tahu bahwa Darren sudah mengingat tentang dirinya dan anggota keluarganya. Maka dari itulah kenapa anggota keluarga Mendez tidak bertanya langsung kepada Darren. Mereka langsung bisa mengetahuinya dari gerak-gerik dan cara berbicara Darren yang bukan seperti ketika menjadi Askara. Bahkan mereka juga salah tingkah ketika ingin menyapa Darren.


"Bagaimana ini, Nak? Apa yang harus kakek lakukan?


Darren menatap satu persatu wajah anggota keluarga Mendez. Begitu juga dengan anggota keluarganya, ketujuh sahabatnya, Brenda dan ketujuh sahabatnya Brenda. Mereka benar-benar kasihan ketika menatap wajah memohon Reymond. Ada kesedihan dan ketakutan di tatapan mata Reymond.


Disaat Darren hendak menjawab pertanyaan dari Reymond, tiba-tiba ponsel Willy berbunyi, menandakan sebuah panggilan masuk di ponselnya.


Willy yang mendengar bunyi ponselnya langsung mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.


Setelah ponselnya di tangannya, Willy melihat nama salah satu kakak mafianya yaitu Chico di layar ponselnya.


Darren, Qenan, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel melihat kearah Willy dan bertanya.


"Siapa jangkung?" tanya Qenan, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel bersamaan.


Mendengar pertanyaan kompak dari Qenan, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel sert ditambah dengan kata terlarang dibelakangnya membuat Willy mendengus.


"Dari kakak Chico wahai para kecoak busuk," jawab Willy.


"Jawab jangkung," ucap Qenan, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel bersamaan.

__ADS_1


"Baik, kecoak busuk," balas Willy.


Sementara Darren dan yang lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ejek-ejekan dari Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel.


Willy pun langsung menjawab panggilan dari Chico.


"Hallo, kakak Chico."


"Kamu dimana, Wil?"


"Aku di rumah keluarga Smith."


"Berarti Darren bersama kamu sekarang?"


"Iya. Darren bersamaku di ruang tengah. Bahkan kami semua berkumpul di ruang tengah bersama keluarga Mendez. Kenapa kakak Chico."


"Kakak berulang kali menghubungi Darren, tapi tidak diangkat."


"Ren," panggil Willy.


"Iya."


"Ponselmu mana?"


"Nggak ada padaku. Berarti di kamar. Kenapa?"


"Hallo kakak Chico. Ponselnya Darren ada di kamarnya. Sementara sianak kelincinya ada di ruang tengah."


Mendengar ucapan dari Willy membuat Darren mendengus dan memberikan tatapan mematikannya kearah Willy.


"Willy sialan!" teriak Darren tanpa sadar.


"Ini, kakak Chico mau bicara denganmu."


Willy memberikan ponselnya kepada Darren sembari berdoa di dalam hatinya agar tidak diamuk oleh siluman kelinci yang duduk tak jauh darinya.


"Anak kelinci sialan! Mau sampai kapan kamu diam. Apa kamu sengaja ingin mengabaikan panggilan dari kakak, hah?!"


Seketika Darren membulatkan matanya ketika mendengar perkataan kejam dari Chico kakak mafianya.


Willy memang sengaja meloudspeaker panggilan tersebut agar nanti dia tidak kena amuk sendirian. Setidaknya dirinya ada temannya yaitu Chico.


Darren menatap geram kearah Willy. "Wil! Kau tidak akan mendapatkan gaji selama satu tahun dariku. Dan aku akan terapkan kerja paksa di perusahaan Accenture khusus pegawai andalanku yaitu kau!"


Willy yang mendengar perkataan dari Darren seketika membelalakkan matanya dan mulutnya juga sudah berbentuk o.


Disaat Willy ingin protes, Darren sudah terlebih dulu berbicara dengan Chico.


"Ada apa kakak Chico menghubungiku. Jika tujuan kakak Chico hanya ingin membuaku kesal. Aku akan matikan panggilannya."


Mendengar ucapan dan ancaman dari Darren membuat Chico di seberang telepon tersenyum. Begitu juga dengan Enzo, Devian, Ziggy dan Noe. Mereka juga tersenyum ketika mendengar nada kesal dari Darren.


"Oke, Oke! Kakak minta maaf. Apa keluarga Mendez berada di rumah keluarga Smith, sekarang?"


"Iya. Apa anak jagung itu yang memberitahu kakak Chico?"


"Anak jagung?"


Chico, Ziggy, Noe, Enzo dan Devian mengulangi perkataan dari Darren. Begitu juga dengan orang-orang yang ada di ruang tengah bersama Darren.


"Siapa anak jagung?" tanya Ziggy.


"Eh, kakak Chico kenapa tiba-tiba suara kakak Chico berubah menjadi suaranya kakak Ziggy, putra dari seorang jendral polisi yaitu tuan Zeroun?"


Mendengar pertanyaan dari Darren membuat Ziggy yang di seberang telepon mendengus. Bisa-bisanya adik laki-lakinya itu dalam keadaan seperti ini membuat dirinya naik darah.


Tak jauh beda dengan Ziggy, Devian, Enzo, Chico dan Noe. Anggota keluarganya dan orang-orang yang ada di ruang tengah juga geleng-geleng kepala mendengar perkataan dari Darren. Padahal jelas-jelas yang berbicara itu memang Ziggy. Bukan Chico yang berubah menjadi Ziggy.


"Darrendra Smith! Ini bukan waktunya bercanda!"


Terdengar teriakan yang amat keras di seberang telepon. Bahkan teriakannya terdengar oleh semua penghuni di kediaman Smith.


Dan Darren reflek menjatuhkan ponsel milik Willy ke lantai sehingga membuat Willy melotot.


"Ren, ponsel gue!"

__ADS_1


Darren melihat kearah Willy lalu kembali menatap ke bawah. Darren mengambil ponsel milik Willy lalu mengeceknya.


"Aman! Gue nggak perlu mengeluarkan uang buat ganti rugi," ucap Darren sembari mengelus-elus bodi ponsel milik Willy.


Darren merubah mode panggilan menjadi biasa dengan mematikan mode loudspeaker tersebut.


"Maaf aku tidak serius tadi. Aku memang sengaja bercanda seperti tadi hanya ingin menghilangkan semua beban dan rasa lelah aku beberapa hari ini. Kakak Ziggy sudah pasti tahu dari perkataanku ini. Beban dan rasa lelahku bukan ada di tubuhku, melainkan di kepalaku. Semua masalah selalu datang menghampiriku dan berdampak pada orang-orang terdekatku. Aku bingung dan aku nggak tahu lagi harus melakukan apa. Sekarang saja aku tidak bisa melakukan apa-apa. Kondisiku masih belum pulih seratus persen. Tubuhku masih dibalut perban gulung. Dan perban gulung itu akan disingkirkan satu minggu lagi. Sementara aku ingin segera menyelesaikan semua masalah ini."


Darren pada akhirnya mengeluarkan semua yang dia pendam selama ini. Dia benar-benar tidak kuat menanggungnya sendiri.


Jika dulu Darren tidak pernah mau bercerita dan berbagi, walau orang-orang terdekatnya selalu setia membantunya termasuk kelima kakak-kakak mafianya.


Namun sekarang, Darren benar-benar tidak kuat untuk melakukan sendiri. Untuk pertama kalinya dan hari ini, dia membutuh orang-orang terdekatnya untuk membantunya.


Mendengar ucapan demi ucapan dari Darren membuat Erland dan anggota keluarganya menangis. Hati mereka sakit ketika mendengar perkataan Darren barusan. Begitu juga dengan Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan, Darel, Brenda, Elsa, Alice, Vania, Larissa, Lenny, Tania dan Felisa. Mereka menatap sedih kearah Darren.


Tak jauh beda dengan kelima kakak mafianya yang berada di seberang telepon. Ziggy, Noe, Enzo, Devian dan Chico juga merasakan sesak di dadanya ketika mendengar perkataan dari Darren.


"Darren," panggil Noe.


"Iya, kakak Noe."


"Apa keluarga Mendez sudah cerita tujuan mereka mendatangi kediaman keluarga Smith untuk bertemu kamu?"


"Sudah."


"Intinya apa?" tanya Devian.


"Keluarga Mendez dalam bahaya. Orang itu mengincar seluruh kekayaan milik keluarga Mendez. Jika kakek Reymond tidak mau memberikan, maka...."


"Maka orang itu akan menghabisi semua anggota keluarga Mendez, begitu?"


"Iya."


"Dengarkan kakak, Ren! Kakak tahu kamu saat ini tertekan dan juga stres akan semua masalah yang tidak pernah habisnya. Masalah-masalah itu selalu menghampiri kamu. Bahkan menghampiri ketujuh sahabat-sahabat kamu."


"Ingat, Ren! Kamu tidak sendirian. Ada kakak Devian, ada Chico, Ziggy, Noe, Enzo. Kita semua akan selalu ada untuk kamu, untuk ketujuh sahabat-sahabat kamu dan orang-orang terdekat kalian."


Devian berbicara dengan lembut sembari menghibur dan menenangkan Darren.


"Kami tidak akan membiarkan kamu dan orang-orang terdekat kamu terluka dan disakiti. Jadi kamu jangan merasa sendiri di dunia ini," ucap Enzo.


"Kakak tahu kalau kamu saat ini beranggapan bahwa kamu tidak berguna untuk orang-orang disekitar kamu. Kamu menyalahkan diri kamu atas apa yang terjadi selama ini. Dan kamu berpikir jika kamu tidak ada di dunia ini, maka tidak akan ada masalah menimpa keluarga kamu, sahabat-sahabat kamu dan orang-orang terdekat kamu yang lainnya."


"Jika kamu berpikir tentang hal itu. Maka kamu salah besar, Darren! Ada dan tidak adanya kamu di dunia ini. Yang namanya masalah pasti akan selalu ada. Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini sudah ditakdirkan untuk mendapatkan masalah dalam hidupnya. Ntah itu dari keluarganya, dari sahabat-sahabatnya maupun dari orang yang tidak dikenal. Tinggal bagaimana manusia itu menjalaninya dan menghadapinya."


Ziggy berbicara seperti itu karena dia tahu bahwa Darren memiliki sifat sensitif. Darren sangat sensitif terhadap orang-orang terdekatnya. Darren begitu menyayangi mereka semua dan tak ingin kehilangan mereka. Setiap permasalahan yang datang dan apalagi sampai berdampak terhadap orang-orang yang disayanginya, Darren langsung menyalahkan dirinya.


"Sekarang dengarkan kakak, Ren! Semuanya akan baik-baik saja. Tidak akan ada yang tersakiti dan terluka disini. Baik kamu, Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan, Darel, Brenda, Elsa, Alice, Vania, Milly, Lenny, Tania, Felisa dan para anggota keluarga kalian termasuk juga anggota keluarga Mendez. Semuanya akan baik-baik saja. Percayakan semuanya kepada kakak dan kakak mafia kamu yang lainnya. Kita semua disini sudah mengatur semua."


Darren menangis mendengar ucapan demi ucapan dari kelima kakak-kakak mafianya. Dirinya benar-benar bangga dan bersyukur memiliki kelima kakak mafianya di dalam hidupnya.


"Aku... Aku tidak tahu harus bicara apa. Kalian sudah berbicara dari A sampai Z sehingga membuatku kehilangan kata-kata. Tapi jujur aku... Aku tidak bisa membohongi hatiku kalau aku benar-benar takut saat ini. Aku tidak mau kehilangan lagi. Aku... Aku tidak ingin ada yang pergi lagi. Aku ingin semuanya baik-baik saja dan selamat."


Mereka semua terkejut mendengar perkataan dari yang mengatakan tidak ingin kehilangan lagi.


"Aku mohon kepada kakak Ziggy, kakak Enzo, kakak Devian, kakak Noe dan kakak Chico. Serta para tangan kanan kakak dan para anggota mafia harus dalam keadaan baik-baik saja. Jika terluka, itu pun hanya luka-luka ringan. Tapi setidaknya jangan ada yang terluka."


"Baiklah, kami berjanji padamu!"


Ziggy, Noe, Enzo, Devian, dan Chico menjawab bersamaan. Mereka tidak menanyakan soal perkataan Darren yang mengatakan tidak ingin kehilangan lagi karena mereka tidak ingin menambah beban pikiran Darren jika mereka bertanya masalah tersebut.


"Oh iya, satu lagi! Untuk sementara ini biarkan keluarga Mendez tinggal di keluarga Smith. Dan jangan biarkan mereka untuk keluar rumah sebelum masalah ini selesai. Suruh mereka tetap di rumah. Sesibuk apapun urusan mereka di kantor atau di kampus. Apapun alasannya jangan izinkan mereka keluar meninggalkan kediaman keluarga Smith!" ucap Ziggy.


"Jika mereka bersikeras tetap keluar rumah. Dan bahkan mereka tidak mau mendengarkan orang-orang yang berjaga-jaga di kediaman Smith. Biarkan saja. Jika terjadi sesuatu terhadap mereka. Itu bukan lagi tanggung jawab kamu. Apa kamu mengerti, Ren!" ucap Enzo.


"Aku mengerti!"


"Bagus. Sekarang kamu hanya perlu fokus sama kesembuhan kamu. Jangan pikirkan yang lain," ucap Noe.


"Masalah bajingan itu biarkan menjadi urusan kami," ucap Devian.


"Baiklah."


Setelah itu, kelima ketua mafia tersebut langsung mematikan panggilannya.

__ADS_1


__ADS_2