KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Menceritakan Tentang Sosok Asli Darren


__ADS_3

Keesokan harinya dimana saat ini Darren sudah rapi dengan pakaian kampusnya. Darren memutuskan untuk kuliah hari ini.


Tap.. Tap..


Tap..


Darren menuruni anak tangga sembari berbicara dengan seseorang di telepon.


"Bagaimana keadaan perusahaan Micro Sinopec?"


"...."


"Ach, syukurlah. Saya pagi ini mau ke kampus dulu. Ada tiga materi kuliah saya hari ini. Ditambah lagi saya dan ketujuh sahabat-sahabat saya dan anggota Organisasi Kampus akan mengadakan rapat untuk kegiatan Touring Minggu depan. Setelah selesai urusan di kampus, saya akan langsung ke perusahaan."


"...."


"Iya, saya ingat itu. Tolong pimpin perusahaan selama tidak ada saya."


"...."


Pip..


Darren langsung mematikan panggilannya setelah selesai berbicara dengan Steven kepercayaan sekaligus Direktur perusahaan Micro Sinopec.


Sementara Erland dan anggota keluarga lainnya sejak tadi memperhatikan dirinya dengan tersenyum manis. Mereka tampak bahagia ketika melihat kondisi Darren sudah fresh dan sehat.


Darren melangkahkan kakinya menuju ruang makan dimana disana sudah duduk manis semua anggota keluarganya.


"Selamat pagi sayang!"


"Selamat pagi, Ren!"


"Selamat pagi kakak Darren!"


"Selamat pagi, Papa!"


Erland, Agneta, para kakak-kakaknya, Paman dan bibinya, kelima adiknya menyapa dirinya secara bersamaan.


Mendengar sapaan dari anggota keluarganya membuat Darren seketika tersenyum bersamaan dirinya menduduki pantatnya di kursi di sebelah putri angkatnya.


"Pagi."


Cup..


Darren memberikan ciuman selamat pagi kepada putri angkatnya.


"Selamat pagi putri Papa yang cantik."


Erland dan Agneta serta yang lainnya tersenyum melihat interaksi Darren dan Erica.


"Bagaimana tidurnya sayang?" tanya Erland.


"Nyenyak Papa," jawab Darren sembari memasukkan satu potong nugget ke dalam mulutnya.


Mereka semua tersenyum mendengar jawaban dari Darren. Setelah itu, mereka pun memulai sarapan paginya.


Darren mengalihkan perhatiannya menatap kearah kedua kakaknya yaitu Gilang dan Darka.


"Kakak Gilang, kakak Darka!"


Mendengar panggilan dari adik kesayangannya membuat Gilang dan Darka langsung melihat kearah Darren.


"Iya, Ren!" Gilang dan Darka menjawab panggilan dari adiknya itu.


"Nanti ketika di kampus aku minta kakak Gilang dan kakak Darka bersama bersama anggotanya membuat beberapa spanduk untuk acara touring kita minggu depan," ucap Darren.


"Baiklah," jawab Gilang dan Darka bersama.


"Erica pergi sekolahnya sama siapa hari ini, hum?" tanya Darren sembari memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Diantar sama Paman Dzaky," jawab Erica sembari menggigit sepotong nugget.

__ADS_1


Darren tersenyum mendengar jawaban dari Erica. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Papa."


"Ada apa, hum?"


"Nanti pulang sekolah boleh tidak Erica main ke rumah Oma Bella?"


"Tentu. Kalau Erica mau menginap disana juga boleh," jawab Darren.


"Benarkah, Papa?"


"Iya, benar!"


"Yeeeyyy!" Erica seketika berteriak bahagia karena mendapatkan izin dari ayah angkatnya plus gratis menginap.


"Sekarang habiskan sarapannya. Jangan ada yang tersisa," sahut Agneta.


"Baik, Oma!"


***


Di kediaman Mendez saat ini tampak heboh dimana Monica putri kembar dari Lidia berlari kesana kemari sembari berteriak memanggil ibunya. Monica sedang mencari sesuatu namun belum berhasil dia temukan.


"Mami!"


Lidia hanya bisa menghela nafas serta geleng-geleng kepala mendengar teriakkan putri kembarnya. Begitu juga Khary yang berstatus sebagai suaminya dan ayah dari Monica.


"Anak kamu tuh," ucap Khary.


"Anak kamu juga tuh," balas Lidia.


Sementara Livia, Baren, Yufal beserta istri-istrinya Nuria dan Soraya yang kebetulan tak jauh dari Lidia dan Khary hanya tersenyum mendengarnya.


"Mami!" Monica memanggil ibunya dengan suara keras.


"Monica, Mami akan kurung kamu di gudang jika kamu berteriak lagi!" balas Lidia dengan nada kesal.


Tap.. Tap..


Tap..


"Mami, kok gitu sih!" Monica seketika merengut di hadapan ibunya.


"Mami tidak suka kamu teriak-teriak di dalam rumah. Memangnya kenapa?" ucap dan tanya Lidia dengan menatap wajah cantik putrinya.


Ketika Monica hendak menjawab pertanyaan dari ibunya, Mehdy yang berdiri di belakang Monica langsung menjawab.


"Kebiasaan buruk putri Mami ini belum hilang. Mami ngertikan maksudku?" ucap sekaligus pertanyaan dari Mehdy.


Setelah mengatakan itu, Mehdy pergi meninggalkan Monica untuk menuju ruang tengah dimana disana sudah ada Papinya, ketiga Pamannya dan kakeknya serta sepupu-sepupunya.


Sedangkan untuk para Bibinya berada di dapur membantu para pelayan menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga Mendez.


Monica seketika mengumpat kesal yang ditujukan untuk saudara kembarnya itu. Dia benar-benar kesal akan kelakuan saudara kembarnya itu yang seenaknya ikut campur urusannya dengan sang ibu.


Setelah beberapa detik terjadinya keributan kecil yang mana Monica sebagai pelakunya serta tambahan bumbu dari Mehdy. Kini semua anggota keluarga Mendez sudah berada di meja makan. Mereka akan melaksanakan sarapan pagi bersama.


"Khary," panggil Reymond.


"Iya, Pah!" Khary langsung melihat kearah ayah mertuanya.


"Papa dengar kalau kamu menjalin hubungan kerjasama sama dengan perusahaan Accenture. Apa itu benar?" tanya Reymond.


"Iya, Pah. Itu benar! Perusahaan KH'Ry Corp milikku sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan Accenture milik Askara," jawab Khary dengan tersenyum.


"Apa yang kamu rasakan setelah menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan milik Askara, Khary?" tanya Baren.


"Aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, kak Baren! Intinya! Perusahaan Accenture milik Askara merupakan perusahaan yang sudah terkenal di dunia, terutama di dunia bisnis. Banyak pengusaha-pengusaha bisnis, baik di dunia maupun yang ada di kota ini menjalin kerjasama dengan perusahaan Accenture. Aku mendapatkan informasi dari perusahaan-perusahaan yang sudah lama menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan Accenture, mereka mengatakan kalau mereka selalu mendapat keuntungan besar selama menjalin hubungan kerjasama sama tersebut."


"Bukan itu saja, mereka juga mendapatkan keuntungan besar dengan bekerja sama dengan perusahaan lain. Mereka bisa seperti itu karena mereka melihat cara Askara memimpin perusahaan. Mulai dari mereka melihat bagaimana cara Askara menjadi seorang pemimpin, melihat bagaimana cara Aksara menangani musuh-musuhnya dan melihat bagaimana cara Askara ketika berhadapan dengan para rekan kerjanya. Baik rekan kerja yang tulus maupun rekan kerja yang busuk. Mereka mengambil sisi positif dari Askara."

__ADS_1


Mendengar ucapan sekaligus penjelasan dari Khary membuat anggota keluarga Mendez tersenyum terutama Baren, Yufal dan Reymond. Ketiganya benar-benar bangga akan Askara/Darren dalam memimpin sebuah perusahaan diusianya yang masih muda.


"Aku juga mendapatkan dua informasi yang mana informasi ini benar-benar mengerikan," sahut Khary.


Mereka semua melihat kearah Khary ketika mendengar ucapan dari Khary tersebut.


"Apa itu Khary?" tanya Agra suaminya Livia.


"Ini mengenai sifat asli Askara atau Darren. Askara akan baik kepada siapa pun jika orang-orang tersebut juga baik dan tulus terhadap Askara. Bahkan Askara akan membantu orang-orang yang tulus padanya tanpa mengharapkan imbalan apapun. Askara paling benci yang namanya penghianat."


Mendengar ucapan dari Khary membuat mereka tersenyum mendengar tentang Askara atau Darren.


"Bukan Aksara saja yang benci akan pengkhianatan. Siapa pun tidak ingin dikhianati," sela Yufal.


"Paman Khary," panggil Rafif."


"Iya, sayang!"


"Apa yang akan Askara lakukan jika ada yang mengkhianatinya?" tanya Rafif.


"Tergantung," jawab Khary.


"Tergantung?!" tanya Renata, Emily, Monica, Mehdy dan Rafif bersamaan dengan tatapan bingungnya.


"Maksud Paman apa?" tanya Mehdy.


"Maksud Paman adalah jenis pengkhianatan apa dulu yang diterima oleh Aksara," jawab Khary dengan tatapan menatap keponakan-keponakannya dan dua anak kembarnya.


"Misalkan karyawan atau karyawatinya mengkhianati Askara dengan cara menyebarkan informasi mengenai data-data perusahaannya?" tanya Daisy.


"Askara tidak akan memberikan kata ampun untuk karyawannya jika melakukan hal menjijikan seperti itu. Askara akan membuat karyawannya itu hancur tanpa sisa. Bahkan Aksara akan melibatkan anggota keluarga dari karyawannya tersebut," jawab Khary.


Mendengar jawaban dari Khary tentang balasan Aksara terhadap para karyawan dan karyawatinya yang berkhianat.


"Kalau misalnya rekan kerjanya yang berkhianat. Apa yang akan dilakukan oleh Askara, Pih?" tanya Monica.


"Jika Askara mendapatkan informasi dan juga bukti mengenai orang-orang yang menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan miliknya melakukan pengkhianatan, maka Askara tidak akan memberikan kata maaf, apalagi kesempatan kedua. Askara akan langsung memberikan hukuman. Hukuman yang diberikan Askara kepada rekan kerjanya sangat kejam yaitu menghancurkan perusahaan milik rekan kerjanya itu. Bahkan Askara juga akan buat perhitungan terhadap orang tersebut dengan mendatangi rumahnya. Jika ada anggota keluarga dari rekan kerjanya itu marah dan menghina Askara, maka nyawa sebagai balasannya."


Seketika semua anggota keluarga Mendez terkejut ketika mendengar ucapan terakhir yang keluar dari mulut Khary.


"Seperti yang aku katakan beberapa menit yang lalu kalau aku mendapatkan dua informasi yang mengerikan. Dua informasi itu mengenai Askara atau Darren. Pertama tentang sifat asli Askara atau Darren. Askara akan baik kepada siapapun jika orang itu juga baik terhadap Askara. Sebaliknya, jika orang itu jahat terhadap Askara, maka Askara akan lebih jahat lagi terhadap orang itu. Yang kedua adalah Aksara pernah dikhianati oleh 4 karyawannya yang bekerja di Showroom mobil miliknya."


Deg..


Semuanya terkejut ketika mendengar Khary yang mengatakan bahwa Askara pernah dikhianati oleh 4 karyawannya.


"Apa yang dilakukan empat karyawannya itu, Nak?" tanya Reymond.


"Empat karyawannya itu mensabotase empat mobil yang sudah dirancang dan rakit oleh Aksara, ketiga sahabatnya serta para pekerja lainnya. Ada sekitar 14 mobil yang telah diselesaikan oleh Aksara dan ketiga sahabatnya itu. Ke 14 mobil tersebut adalah pesanan dari beberapa CEO perusahaan. Askara dan ketujuh sahabatnya itu mengetahui jika mobil tersebut disabotase ketika satu mobil tersebut meledak di sirkuit."


"Apa?!" mereka semua berteriak. Mereka semua terkejut dan juga syok.


"Sayang," ucap Lidia lirih.


"Rencana awalnya Askara dan ketujuh sahabat-sahabatnya itu akan melakukan uji coba keempat belas mobil-mobil itu di serkuit sebelum digunakan oleh pemiliknya satu hari penuh. Namun ntah kenapa tiba-tiba Askara merubahnya menjadi dua kali. Tujuh mobil untuk hari pertama dan tujuh mobil untuk hari kedua."


"Informasi yang diberikan oleh tangan kananku mengatakan bahwa Askara meminta tukar dengan Jerry. Jadi mobil yang dikendarai oleh Jerry dikendarai oleh Askara, sedangkan mobil Askara dikendarai oleh Jerry. Dan pada akhirnya mobil yang dikendarai Askara meledak. Dari situlah Askara dan sahabat-sahabatnya terutama Jerry, Dylan dan Axel mencurigai sesuatu. Dan mereka pun memutuskan untuk menyelidiki masalah tersebut ketika sampai di Showroom."


"Hukuman apa yang diberikan oleh Askara untuk keempat pengkhianat itu Paman Khary?" tanya Emily.


"Tentu saja hukuman mati. Satu mati ditangan Askara. Dan satunya mati ditangan Jerry. Sementara dua lagi mati dengan cara meledak di dalam mobil yang mereka sabotase itu," jawab Khary.


"Ma-maksud Papi kalau Ask....?" Monica tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


"Iya, sayang. Kedua pengkhianat itu menggantikan tugas Askara dan ketujuh sahabat-sahabatnya dalam melakukan uji coba mobil tersebut. Bedanya hanya dua mobil saja. Askara sudah merubah dua mobil tersebut yang mana kedua karyawannya itu tidak akan bisa keluar atau pun melompat dari dalam mobil tersebut. Kedua karyawannya itu mati dalam ledakan tersebut."


Mereka semua terkejut dan juga syok mendengar cerita dari Khary mengenai Askara dan ketujuh sahabat-sahabatnya. Mereka semua tidak menyangka jika Askara dan ketujuh sahabat-sahabatnya begitu kejam membalas orang-orang yang telah mengkhianatinya.


"Wajar jika Askara dan ketujuh sahabat-sahabatnya melakukan hal itu terhadap empat karyawannya tersebut. Pengkhianatan yang dilakukan oleh keempatnya hampir merenggut nyawa Askara dan Jerry. Bahkan sudah membuat Askara hampir kehilangan nyawanya akibat ledakan itu. Jika Askara dan ketujuh sahabat-sahabatnya hanya memberikan hukuman ringan terhadap keempat pengkhianat itu, bisa saja keempat pengkhianat itu melapor kepada orang yang menyuruh mereka sehingga orang yang telah membayar keempat pengkhianat itu akan kembali menyakiti Askara dan ketujuh sahabat-sahabatnya."


Reymond seketika berbicara ketika mengetahui sifat asli dari Askara. Dirinya sama sekali tidak takut, justru dirinya bangga dan membenarkan apa yang dilakukan oleh Askara dan ketujuh sahabat-sahabatnya itu. Jika dia ada diposisi Askara, maka dia juga akan melakukan hal yang sama seperti Askara.

__ADS_1


Sementara anak-anak, menantu dan cucu-cucunya seketika menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang dikatakan oleh Reymond. Mereka juga tidak mempermasalahkan cara balas dendam Askara dan ketujuh sahabat-sahabatnya terhadap orang-orang yang telah mengkhianatinya.


__ADS_2