KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Memutuskan membatalkan Kerja Sama


__ADS_3

[MARKAS ALMIGHTY BLACK]


Di markas Almighty Black tepatnya Justin, Tommy, Zee, Lian dan Jason berada di ruangan komputer. Mereka tengah memantau gerak gerik para musuh.


"Bos!" seru salah satu anggota yang sama ini tengah fokus memantau perusahaan milik.


Mendengar salah satu anggotanya memanggil. Justin, Tommy, Zee, Lian dan Jason pun mengalihkan tatapan mereka untuk melihat kearah anggota tersebut.


"Ada apa?" tanya Justin.


"Lihat ini, Bos."


Justin, Tommy, Zee, Lian dan Jason melihat kearah tunjuk anggotanya itu. Mereka dapat melihat Samuel dan beberapa anak buahnya sedang merencanakan sesuatu.


"Bos, gawat!" seru anggota yang lain


Justin, Tommy, Zee, Lian dan Jason langsung melihat kearah anggota tersebut.


"Ada apa?" tanya Tommy.


"Ini hanya pengalihan, Bos."


"Pengalihan apa maksudmu?" tanya Zee bingung.


"Kerja sama dan proyek besar yang akan dilakukan besok itu hanya pengalihan saja, Bos."


"Tujuan yang sebenarnya adalah perusahaan GT itu ingin memancing para Ayah dari ketujuh adik-adik dari ketua mafia kita itu untuk keluar."


"Jadi?" tanya Lian.


"Intinya perusahaan GT dan perusahaan SF ingin balas dendam atas kematian Delon Frederick."


"Apa hubungannya kematian pria brengs*k itu dengan Paman Erland, Paman Aldez, Paman David, Paman Dellano, Paman Valeo, Paman Eric, Paman Hendy dan Paman Dario?" tanya Jason.


"Dendam masa lalu, Bos. Dan itulah alasannya kenapa Samuel mengincar Darren beserta ketujuh sahabatnya. Darren itu sebelas dua belas dengan Ayahnya. Dulu Tuan Erland yang paling berani melawan Delon Frederick. Sementara yang lainnya memilih untuk mengalah. Mereka tidak ingin ada keributan. Coba Bos lihat video ini."


Justin, Tommy, Zee, Lian dan Jason melihat video yang diputar di layar komputer. Di dalam video itu terlihat perdebatan demi perdebatan antara Erland dan Delon. Di dalam video itu juga terlihat permusuhan Delon dengan Erland, Aldez, David, Dellano, Valeo, Eric, Hendy dan Dario.


"Setelah kematian Delon. Samuel yang mengambil ahli semuanya."


"Jadi maksudmu? Apa yang dilakukan oleh Ayahnya, itu juga yang dilakukan oleh bajingan itu kepada Darren dan ketujuh sahabatnya?" tanya Zee.


"Iya, Bos."


"Itulah alasan perusahaan GT dan perusahaan SF ingin menjebak kedelapan perusahaan Company agar perusahaan itu jatuh ketangan mereka. Setelah rencana itu berhasil, kedua perusahaan itu akan melakukan hal yang kejam kepada kedelapan Ayah dari adik-adik ketua mafia kita."


"Dan satu lagi, Bos!" seru anggota lainnya.

__ADS_1


"Apa?" tanya Justin, Tommy, Zee, Lian dan Jason bersamaan.


"Kemarin para Ayah dari Darren dan ketujuh sahabatnya mendapatkan teror. Mereka menerima sebuah surat yang dituliskan dengan darah. Dan yang lebih para adalah tuan Erland."


"Apa isinya?" tanya Lian.


"Aku kurang tahu isinya apa. Tapi aku sempat mendengar sedikit pembicaraan mereka di rekaman ini. Coba Bos lihat dan dengar sendiri."


Justin, Tommy, Zee, Lian dan Jason melihat kearah anggota itu dan melihat ke layar komputer. Dapat mereka lihat dan mendengar apa yang dibicarakan oleh Samuel pada beberapa anak buahnya.


"Aku mau kau mengancam pria tua itu dengan mengatakan akan membunuh putra bungsunya."


"Baik, Bos."


Justin, Tommy, Zee, Lian dan Jason melihat video dan mendengar ucapan dari Samuel menjadi marah. Mereka benar-benar emosi saat melihat video itu.


"Dasar licik," ucap Jason.


"Eh, tunggu dulu." Tommy teringat sesuatu.


Justin, Zee, Lian dan Jason melihat kearah Tommy.


"Ada apa, Tommy?"


"Aku masih bingung disini. Delon Frederick adalah Ayahnya Samuel Frederick. Dan bajingan itu ingin membalaskan kekalahan Ayahnya sekaligus kematian Ayahnya kepada Darren dan ketujuh sahabatnya beserta anggota keluarga mereka. Lalu apa hubungannya Samuel selaku pemilik perusahaan SF dengan perusahaan GT. Kalau hanya bekerja sama sebagai sekutu untuk menghancurkan lima perusahaan COMPANY terbesar, aku tidak yakin. Secara perusahaan GT lebih besar dan lebih sukses dibandingkan perusahaan SF. Perusahaan SF itu tidak ada apa-apa nya dibandingkan perusahaan GT." Tommy berbicara sambil menatap ke layar komputer.


"Benar juga apa yang dikatakan oleh Tommy. Ap...." perkataan Jason terpotong dikarenakan salah satu anggota mereka bersuara.


"Maaf, Bos. Aku lupa memberitahu masalah itu."


"Katakan!" seru Justin, Tommy, Zee, Lian dan Jason secara bersamaan.


"Direktur dari perusahaan GT itu adalah Paman dari Samuel Frederick. Nama pria itu adalah Gustavo Frederick, adik kandung Delon Frederick."


"Apa?" teriak Justin, Tommy, Zee, Lian dan Jason. Mereka terkejut saat mendengar apa yang disampaikan oleh anggotanya.


"Apa itu benar?" tanya Yuta.


"Iya, Bos. Itu semua benar. Kalian akan lebih terkejut lagi jika aku mengatakan hal ini."


"Katakan. Jangan buat kami makin penasaran seperti ini," kata Zee.


"Baik Gustavo dan Samuel. Mereka berdua memiliki satu perusahaan yang paling kuat. Dengan kata lain perusahaan inti. Perusahaan itulah yang membuat perusahaan GT dan perusahaan SF bisa berkembang dan terkenal sampai sekarang dan tidak ada satu pun yang bisa mengganggu kedua perusahaan itu. Justru malah banyak yang bekerja sama dengan kedua perusahaan tersebut."


"Perusahaan inti mereka itu dilindungi oleh pihak kepolisian dan dua kelompok mafia yang dikenal kejam dan juga selalu menyakiti orang-orang yang tidak bersalah. Mereka membantai orang-orang yang tidak tunduk pada mereka. Kepolisian yang melindungi perusahaan itu dipimpin oleh Malik Alvaro. Dia sebagai Brigadir Jendral Polisi merupakan pangkat tertinggi ke 4 di kepolisian. Untuk dua mafia itu adalah Cosa Nostra dan Yakuza."


"Brengsek! Benar-benar licik dan busuk," kesal Lian.

__ADS_1


"Wah! Ini kabar yang menakjubkan. Apa jadinya jika kita memberitahu kepada Ayahnya Bos Ziggy tentang apa yang dilakukan oleh anak buahnya selama ini. Seperti yang kita ketahui bahwa Ayahnya Bos Ziggy adalah seorang Jenderal Kepolisian pangkat tertinggi nomor 1 di Jerman!" seru Jason.


"Sudah pastinya situa itu akan didepak dari kepolisian secara tidak terhormat," sahut Tommy.


"Dan bisa juga akan mendapatkan hukuman berat dari kepolisian karena terlibat melakukan kejahatan," sela Zee.


"Kalian benar," pungkas Lian.


"Ya, sudah! Kalian terus pantau gerak gerik mereka dan jangan sampai kita kecolongan," perintah Justin.


"Siap, Bos."  para anggota menjawab bersamaan.


"Ingat.. kalian jangan lengah. Darren dan ketujuh sahabatnya beserta keluarganya dalam bahaya saat ini. Pastikan kalian semua bekerja dengan baik. Pasang telinga dan buka mata kalian baik-baik setiap kalian bekerja di depan layar komputer," sahut Zee.


"Siap, Bos!" jawab mereka lagi.


"Aku tinggal dulu. Aku akan melaporkan masalah ini kepada ketua kita!" seru Justin.


Tommy, Zee, Lian dan Jason mengangguk. Setelah itu, Justin pun pergi meninggalkan ruangan komputer untuk menuju ruangan Enzo, ketuanya. Disana sudah ada DEvian, Ziggy, Chico dan Noe.


***


[KEDIAMAN DUSTINE]


Di kediaman Dustine terlihat Dellano Dustine, istrinya Bella Sara Dustine dan ketiga putranya yaitu Ardy Dustine, Rama Dustine dan Darelano Dustine tengah berkumpul di ruang tengah.


"Papa. Sekarang apa yang kita lakukan? Apa kerja sama dan proyek itu akan tetap dilakukan?" tanya Ardy.


"Papa juga tidak tahu sayang. Papa saat ini benar-benar bingung," jawab Dellano.


"Menurut Papa sendiri, bagaimana?" tanya Rama.


"Kalau menurut Papa sih. Papa lebih memilih untuk membatalkan kerja sama dan proyek itu dari pada terjadi sesuatu pada keluarga kita," jawab Dellano.


"Aku sepemikiran dengan Papa. Lebih baik kita cari amannya saja. Kita semua sudah tahu siapa Samuel itu. Dan apa tujuannya," ucap Darel.


"Dan aku yakin, sahabat-sahabat Papa akan berpikir sama seperti Papa. Mereka tidak akan mau mengambil resiko yang akan menyakiti keluarganya," ucap Darel lagi.


"Ya, sudah! Begini saja. Darel, sekarang kau hubungi Darren. Katakan padanya. Apa Papanya akan tetap melanjutkan kerja sama besok?" saran Bella.


"Baik, Mama." Darel langsung mengiyakan saran dari ibunya.


"Video call. Hubungi semua sahabatmu. Biar sekali jalan!" seru Ardy.


"Ya, kakak!" Darel menjawab perkataan kakak sulungnya sembari menganggukkan kepalanya.


Setelah itu, Darel pun menghubungi ketujuh sahabatnya melalui video call WhatsApp.

__ADS_1


__ADS_2