KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Isakan Serta Ketakutan Vania Dan Tania


__ADS_3

Brenda bersama ketujuh sahabatnya yaitu Alice, Elsa, Vania, Felisa, Lenny, Milly dan Tania berada di sebuah Cafe. Mereka berada disana ingin membeli beberapa menu makanan dan minuman untuk mereka bawa ke rumah Darren dikarenakan ketujuh sahabat-sahabatnya Darren, Elzaro dan kelima sahabatnya yaitu Derry, Diego, Glen, Melky dan Allan berada di rumah Darren.


Cafe yang dikunjungi oleh Brenda dan ketujuh sahabat-sahabatnya adalah Cafe yang menjual makanan ala restoran dan juga menjual berbagai jenis kue. Mulai kue basah sampai kue kering.


Brenda dan ketujuh sahabat-sahabatnya saat ini tengah memilih-milih beberapa kue basah dan kue kering sembari menunggu stik daging 10 porsi, bistik daging 10 porsi, spaghetti 10 porsi dan pizza 10 kotak selesai dibuat.


Setelah beberapa menit, semua pesanan pun telah selesai. Brenda dan ketujuh sahabat-sahabatnya langsung membayar semua pesanan.


^^^


Brenda dan ketujuh sahabat-sahabatnya sudah berada di luar Cafe. Dan mereka juga sudah menyusun belanjaan mereka di dalam mobil Brenda dan Alice.


Namun ketika Brenda dan ketujuh sahabat-sahabatnya hendak masuk ke dalam mobil bermaksud ingin pergi meninggalkan lokasi, tiba-tiba ada sekitar 10 laki-laki yang datang mendekati kearah Vania dan dan Tania. Dua diantaranya menyukai Vania dan Tania sejak pertemuan pertama.


"Kita bertemu lagi!" kedua laki-laki itu bersuara secara bersamaan.


Vania dan Tania langsung membalikkan badannya untuk melihat keasal suara. Begitu juga dengan Brenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny dan Felisa.


Deg..


Seketika Vania dan Tania terkejut ketika melihat dua laki-laki yang mereka kenal. Bukan kenal karena niat atau keinginan, melati kenal tak sengaja.


Brenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny dan Felisa melihat kearah Vania dan Tania. Mereka ingin bertanya tentang laki-laki yang tengah menatap kearah Vania dan Tania.


"Van, Tan! Siapa mereka?" tanya Brenda.


"Kalian kenal?" tanya Milly.


"Mereka yang aku sama Vania ceritakan itu seminggu sebelum kita berangkat Touring," jawab Tania tanpa melihat kearah sahabat-sahabatnya.


Mendengar jawaban dari Tania membuat Brenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny dan Felisa terkejut. Mereka tidak menyangka jika akan bertemu laki-laki yang pernah menolong Vania dan Tania dan berujung dua laki-laki tersebut selalu mengganggu kedua sahabatnya itu.


"Sudahlah. Jangan pedulikan mereka..Buruan kita pergi dari sini," ucap Felisa lalu langsung menarik tangan kedua sahabatnya.


Vania dan Tania menganggukkan kepalanya. Lalu Kakinya pun melangkah untuk pergi dan masuk ke dalam mobil Brenda dan mobil Alice.


Namun lagi-lagi langkah Vania dan Tania terhenti. Dan bahkan lebih parahnya, dua laki-laki itu dengan beraninya menahan tangan Vania dan Tania.


Apa yang dilakukan oleh kedua laki-laki itu membuat Vania dan Tania terkejut. Begitu juga denganBrenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny dan Felisa. Mereka tidak menyangka jika kedua laki-laki itu berani menyentuh tangan Vania dan Tania.


"Hei, lepaskan tangan sahabat saya!" ucap Brenda dengan membantu melepaskan tangan Vania dan Tania bersama Lenny.


"Diem lo! Jangan ikut campur!" bentak laki-laki yang menyukai Vania.


"Ini urusan kami berdua dengan dua teman kalian ini!" bentak laki-laki yang menyukai Tania.


^^^


Di lokasi yang sama terlihat dua pasangan kekasih baru keluar dari sebuah Cafe yang mana Cafe tersebut adalah Cafe yang tadi dikunjungi oleh Brenda dan ketujuh sahabat-sahabatnya. Sepasang kekasih itu adalah Daniel dan Bianca.


Daniel dan Bianca berjalan menuju mobilnya yang ada di parkiran. Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan disertai dengan tawa kecil.


Seketika tatapan mata Bianca tertuju pada beberapa laki-laki dan gadis dimana beberapa laki-laki itu mengganggu beberapa gadis tersebut.


"Sayang, coba lihat kesana!" seru Bianca menunjuk kearah beberapa laki-laki dan beberapa gadis.


Mendengar seruan dari Bianca kekasihnya, Daniel langsung melihat kearah tunjuk Bianca. Dan kini Bianca dan Daniel melihat kearah dimana beberapa laki-laki mengganggu beberapa gadis.


Daniel dan Bianca tidak melihat begitu jelas wajah dari beberapa gadis itu termasuk dua gadis yang tangannya dipegang oleh dua laki-laki. Daniel dan Bianca bisa melihat kedua gadis itu berusaha untuk melepaskan tangannya dan dibantu oleh gadis lain.

__ADS_1


Dan detik kemudian...


"Niel! Itu Vania, Tania dan yang lainnya!" seru Bianca ketika tatapan matanya melihat dengan jelas wajah gadis yang tangannya yang dipegang oleh laki-laki tersebut.


Daniel seketika membelalakkan matanya ketika melihat gadis yang begitu dicintai adiknya diganggu oleh laki-laki lain.


Dan pada akhirnya, Daniel dan Bianca langsung berjalan menghampiri kekasih adiknya dan sahabat-sahabatnya.


^^^


"Lepaskan tanganku!" bentak Vania dan Tania bersamaan dengan berusaha menarik tangannya.


"Aku tidak akan melepaskan tanganmu. Aku sudah cukup sabar menunggu kesempatan ini. Aku suka sama kamu. Kamu harus jadi pacarku."


"Kamu harus menjadi milikku. Aku tidak akan melepaskan kamu. Dan aku juga tidak akan membiarkan kamu dimiliki oleh laki-laki mana pun selain aku."


Kedua laki-laki itu berbicara dengan penuh penekanan dan dengan tatapan mata yang menatap tajam kearah Vania dan Tania.


Seketika Vania dan Tania terkejut dan syok akan ucapan dari laki-laki di hadapannya. Begitu juga dengan Brenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny dan Felisa.


"Nggak akan!" Vania dan Tania berteriak bersamaan.


"Gue nggak suka sama lo!" bentak Tania.


"Gue udah punya kekasih dan sebentar lagi gue bakal nikah sama kekasih gue!" bentak Vania.


Kedua laki-laki itu saling memberikan tatapannya. Setelah itu, kedua laki-laki itu kembali menatap wajah cantik Vania dan Tania.


"Kita berdua tidak peduli!" kedua laki-laki itu berucap bersamaan.


Sementara untuk teman-teman dari kedua laki-laki itu sejak tadi memperhatikan wajah cantik Brenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny dan Felisa.


Mendengar ucapan dari salah satu laki-laki yang diyakini oleh Brenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny dan Felisa adalah teman dari kedua laki-laki itu membuat mereka langsung membuang ludah secara bersamaan m


"Cuih! Kita nggak sudi!"


Mendengar ucapan kejam dari Brenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny dan Felisa membuat kedelapan laki-laki itu mengepal kuat tangannya.


Ketika salah satu laki-laki tersebut hendak membalas perkataan dari Brenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny dan Felisa seketika terdengar suara seseorang yang datang dari belakang.


"Lepaskan mereka!"


Mendengar seruan dan ucapan dari seseorang membuat kesepuluh laki-laki itu dan Brenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny dan Felisa langsung melihat keasal suara. Termasuk Vania dan Tania.


Seketika terukir senyuman di bibir mereka masing-masing ketika melihat kedatangan salah satu kakak laki-laki Dylan.


"Kak Daniel !Kak Bianca!" seru Vania, Tania, Brenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny dan Felisa bersamaan.


Daniel dan Bianca tersenyum lalu kemudian menatap kearah tangan Vania dan Tania yang masih dipegang oleh kedua laki-laki itu.


"Lepaskan tangan kedua adikku!" bentak Daniel.


Mendengar ucapan dari laki-laki yang baru datang yang mana laki-laki itu mengatakan bahwa kedua gadis tersebut adalah adiknya.


"Sekali lagi aku katakan. Lepaskan kedua adikku dan menjauhlah dari semua adik-adikku!"


Tidak mendapatkan jawaban apapun bahkan kedua laki-laki itu masih tetap memegang tangan Vania dan Tania sehingga hal itu membuat Daniel menggeram marah.


Dan detik kemudian...

__ADS_1


Duagh..


Brukk..


"Uuhuukk!" laki-laki itu seketika memuntahkan darah segar dari mulutnya akibat tendangan tak main-main dari Daniel.


Daniel menendang kuat perut salah satu teman dari kedua laki-laki itu yang mencoba menghalangi langkah hendak melepaskan tangan Vania dan Tania.


Setelah itu, Daniel melangkah mendekati kedua laki-laki itu dengan tatapan matanya menatap tajam kedua laki-laki tersebut.


"Lepaskan tangan kedua adikku secara baik-baik atau aku akan buat kalian kehilangan satu tangan?" Daniel berucap dengan penuh penekanan dan ancaman. Dan jangan lupa tatapan matanya yang menatap tajam kedua laki-laki itu.


Mendengar ucapan sekaligus ancaman apalagi melihat tatapan mata laki-laki yang berdiri di depannya membuat kedua laki-laki itu makin mengencangkan pegangannya di pergelangan tangan Vania dan Tania sehingga membuat kedua meringis kesakitan.


"Aakkhh!"


"Vania! Tania!" Brenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny dan Felisa menatap khawatir Vania dan Tania. Begitu juga dengan Bianca ketika mendengar teriakkan kesakitan keduanya.


"Hiks...," seketika Vania dan Tania menangis terisak.


"Brengsek!" Daniel benar-benar marah saat ini.


"Kalian minggir," perintah Daniel kepada Bianca, Brenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny dan Felisa.


"Hm."


Setelah itu, Bianca serta yang lainnya langsung melangkah mundur dan sedikit menjauh agar Daniel lebih leluasa menghadapi kesembilan laki-laki yang tersisa.


Daniel memegang kuat tangan kedua laki-laki itu bersamaan. Bahkan Daniel merematnya kuat sehingga membuat kedua laki-laki itu kesakitan. Terlihat dari gerak gerik dari wajahnya.


Setelah itu, Daniel menarik kuat tangan kedua laki-laki itu sehingga terlepas dari tangan Vania dan Tania.


"Sshh!" Vania dan Tania meringis kesakitan pada pergelangan tangan kanannya.


Alice dan Elsa langsung membawa tubuh Vania dan Tania mundur. Setelah itu, keduanya memeluk erat tubuh Vania dan Tania.


"Hiks... Hiks..." Vania dan Tania terisak di pelukan Elsa dan Alice.


Daniel kemudian mendorong kuat tubuh kedua laki-laki itu hingga tersungkur di aspal.


"Kali ini aku membiarkan kalian selamat dan tetap hidup. Tapi lain kali jika kalian masih berani mengganggu kedelapan adik perempuanku apalagi berniat berbuat buruk terhadap mereka, maka aku pastikan kalian akan menghadap sang Maha Pencipta hari itu juga."


Mendengar ucapan sekaligus ancaman dari laki-laki di hadapannya itu membuat kesembilan laki-laki itu seketika menelan ludahnya secara kasar.


Setelah itu, Daniel menghampiri Bianca kekasihnya dan juga Brenda, Elsa, Alice, Milly, Lenny, Felisa Vania dan Tania.


Tatapan matanya menatap kearah Vania dan Tania yang menangis di pelukan Elsa dan Alice.


"Kalian mau kemana?" tanya Daniel.


"Mau ke rumah Darren, kak!" Brenda menjawab pertanyaan dari Daniel.


"Sekarang kalian pergilah. Kasihan Vania dan Tania jika masih disini," ucap Daniel.


"Baik, kak."


Setelah itu, Alice langsung membawa Tania menuju mobilnya bersama Felisa dan Milly. Begitu juga dengan Brenda dan Elsa yang membawa tubuh Vania menuju mobil Brenda bersama Lenny.


Setelah melihat Brenda dan ketujuh sahabat-sahabatnya sudah masuk ke dalam mobil. Daniel dan Bianca pun memutuskan untuk menuju mobilnya. Mereka juga harus segera kembali ke perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2