KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Terluka


__ADS_3

Darka dan Kathleen saat ini sedang berada di Mall. Setelah selesai makan di sebuah cafe yang tak jauh dari Mall, Darka mengajak Kathleen untuk ke Mall.


Darka dan Kathleen berjalan sambil bergandengan tangan sehingga membuat para pengunjung melihatnya.


Darka dan Kathleen melihat-lihat dan juga memilih-milih barang yang akan mereka beli.


Kathleen begitu bahagia malam ini karena bisa pergi berkencan dengan laki-laki yang dicintainya dan juga mencintainya.


Yang membuat Kathleen lebih bahagia lagi adalah keluarga dari Darka begitu perhatian, peduli dan juga peka.


Setelah satu jam memilih-milih, akhirnya Darka dan Kathleen mendapatkan beberapa barang di tangannya.


"Sudah?" tanya Darka menatap wajah cantik Kathleen.


"Sudah," jawab Darka.


"Ya, sudah! Kita ke kasir," ajak Darka.


Darka dan Kathleen pun pergi menuju kasir untuk membayarnya.


^^^


Di tempat yang sama di lokasi yang berbeda, terlihat enam pemuda baru saja sampai di mall. Kini keenam pemuda itu sedang berada di parkiran.


Keenam pemuda itu adalah Elzaro dan kelima sahabatnya yaitu Glen, Allan, Derry, Diego dan Melky.


Setelah memarkirkan mobilnya. Elzaro dan kelima temannya pun pergi meninggalkan parkiran untuk masuk ke dalam mall.


Ketika mereka melangkahkan kaki menuju gedung mall, tiba-tiba mata Glen tak sengaja melihat sosok pemuda yang dikenalnya bersama seorang gadis.


"Eh, itukan Darka!" seru Glen sembari menunjuk kearah dimana Darka dan Kathleen berada.


"Darka!" seru Elzaro, Derry, Diego, Allan dan Melky bersamaan.


"Itu." Glen kembali menunjuk kearah Darka dan Kathleen.


Elzaro, Derry, Allan, Melky dan Diego melihat kearah tunjuk Glen.


"Itukan kakak laki-lakinya Darren!" seru Diego.


"Lino, itukan saudari kembar lo." Melky berucap ketika melihat Kathleen saudari kembarnya Elzaro.


Tes!


Seketika air matanya jatuh membasahi wajah tampannya ketika melihat sosok gadis cantik yang selama ini dia rindukan.


"Alin," batin Elzaro.


"Siapa orang-orang yang sudah mengganggu Darka dan Kathleen?" tanya Derry.


"Lihatlah bagaimana Darka melindungi Kathleen saat orang-orang itu menghina bahkan berusaha untuk menyentuh Kathleen," ucap Melky.


^^^


"Siapa kalian? Lebih baik kalian pergi dari sini!" bentak Darka.


"Kami akan pergi dari sini. Tapi dengan satu syarat," ucap salah pria pria itu.


"Aku tidak peduli. Mau satu syarat, dua syarat. Bahkan seribu syarat aku tidak akan pernah mengabulkan apapun keinginan kalian!" bentak Darka.


Darka melihat kearah kekasihnya. "Sayang, sekarang kamu masuklah ke mobil. Tunggu aku di dalam. Kamu tidak perlu khawatir. Mereka tidak akan bisa memecahkan kaca mobilku. Cukup kau kunci mobilnya. Dan jangan pernah dibuka."


"Tapi kamu bagaimana?" tanya Kathleen dengan suara lirihnya. Dan jangan lupa air matanya yang sudah mengalir membasahi wajahnya.


"Kamu tidak perlu khawatir. Aku akan baik-baik saja. Sekarang pergilah ke mobil. Jika mereka berhasil menyentuh kamu. Seumur hidup aku akan menyalahkan diriku karena gagal melindungimu."


"Ini kunci mobilku. Pergilah!"


Dengan berat hati, Kathleen pun pergi meninggalkan Darka untuk menuju mobil milik Darka.


"Tuhan. Lindungilah Darka. Jangan biarkan dia terluka," batin Kathleen berdoa.


Setelah memastikan kekasihnya sudah aman. Darka menatap tajam orang-orang yang ada di hadapannya. Jumlah orang-orang itu sekitar 12 orang.


"Berani sekali kau membiarkan mangsa kami lepas, hah?! Apa kau tidak takut mati?!" bentak pria yang berstatus pimpinan.


"Lebih baik aku mati dari pada menyerahkan orang yang sangat aku cintai kepada pria busuk seperti kalian!" teriak Darka.


"Brengsek!"


"Serang!"


Dan terjadilah perkelahian tak seimbang dimana Darka yang hanya sendirian melawan dua belas orang laki-laki dengan badan besar.

__ADS_1


Kathleen yang ada di dalam mobil sudah menangis ketika melihat Darka yang bertarung sendirian.


"Darka... Hiks."


"Tuhan, lindungi Darka."


Darka tidak menyerah begitu saja. Sekali pun lawannya memiliki tubuh besar, Darka tetap masih bisa mengalahkan mereka semua.


Bagh!


Bugh!


Duagh!


Darka memberikan pukulan dan juga tendangan kuat sehingga membuat lima pria-pria itu tersungkur di aspal dan sertai teriakan kesakitannya.


"Dasar banci! Jika kalian berani jangan main keroyokan. Mari maju dan lawan aku satu satu," ejek dan tantang Darka.


Mendengar ucapan dan ejekan dari Darka membuat tujuh pria itu menatap Darka dengan penuh amarah.


"Jangan banyak bicara kau!" bentak pria itu.


Ketika pria itu dan orang-orangnya kembali menyerang Darka, tiba-tiba Elzaro dan kelima sahabatnya datang dengan menerjang punggung ketujuh pria-pria itu sehingga ketujuh pria-pria itu tersungkur ke depan.


Baik Elzaro maupun kelima sahabatnya tersenyum mengejek menatap wajah ketujuh pria-pria itu.


Ketujuh pria-pria itu bangkit dari tersungkurnya akibat tendangan di punggungnya.


Setelah itu, ketujuh pria-pria itu menatap penuh amarah keenam pemuda di hadapannya itu.


"Siapa kalian?! Kenapa mengganggu pekerjaan kami, hah?!" bentak pria itu.


"Kami?" tanya Allan dengan menunjuk kearah dirinya sendiri.


"Brengsek! Jangan main-main kau!" bentak pria itu.


"Kami adalah malaikat pencabut nyawa!" seru Elzaro dengan lantangnya.


"Kami datang kesini untuk mengambil nyawa kalian satu persatu," ucap Diego.


Elzaro melihat kearah Darka. "Apa kamu masih sanggup untuk bertarung?" tanya Elzaro.


"Tentu. Anggap saja pertarungan barusan hanya pemanasan," jawab Darka.


"Tidak jauh beda dengan adiknya. Berani dan tidak takut akan hal apapun," batin Elzaro.


Baik Darka, Elzaro maupun kelima sahabatnya langsung menyerang ketujuh pria-pria itu dengan bringas.


Bagh! Bagh!


Bugh! Duagh!


Darka, Elzaro, Melky, Derry, Glen, Diego dan Allan memberikan pukulan dan tendangan secara bertubi-tubi tanpa jeda sama sekali kepada ketujuh pria-pria itu sehingga ketujuh pria-pria itu merasakan sakit luar biasa di seluruh tubuhnya.


Melihat tujuh rekannya kewalahan membuat lima pria yang sudah kalah oleh Darka bangkit untuk memberikan pertolongan.


Namun baru beberapa pukulan dan tendangan yang mereka berikan. Mereka mendapatkan pukulan dan tendangan balasan dari Derry, Allan dan Glen berupa tendangan tepat di perutnya.


Duagh!


Bruk!


Glen, Derry dan Allan memberikan tendangan secara bersamaan sehingga kelimanya kembali tersungkur ke aspal dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Darka, Elzaro, Diego dan Melky masih melawan tujuh pria-pria itu. Ternyata ketujuh pria-pria itu belum ada yang mau menyerah. Ketujuh sama-sama bersikeras terus melawan Darka, Elzaro, Diego dan Melky.


Para pengunjung mall yang menyaksikan kejadian itu hanya sebagai penonton. Tidak ada yang berani hanya untuk sekedar melerai. Mereka semua menatap takut kearah orang-orang yang sedang bertarung.


Pertarungan masih terus berlanjut. Ketujuh pria-pria itu sama sekali belum menyerah.


"Sial. Ternyata kuat juga mereka," ucap Glen.


"Beberapa kali kena pukulan dan tendangan, tapi mereka masih saja sanggup untuk bertarung." Doddy ikut bersuara.


"Mereka itu hanya menjaga imeg. Sebenarnya mereka itu sudah kalah. Tapi mereka tidak menunjukkan kepada kita, makanya mereka terus menyerang kita!" seru Elzaro.


"Aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh sahabat kalian. Sebenarnya mereka itu sudah kalah. Bahkan beberapa kali aku melihatnya, mereka merintih kesakitan. Kita disini masih menyerang mereka karena mereka tidak berhenti menyerang kita. Kalau kita berhenti. Sementara mereka terus menyerang kita, pasti kita semua akan kalah." Darka berbicara sambil menatap satu persatu pria-pria itu.


Mendengar ucapan dari Darka. Elzaro, Derry, Glen, Melky, Allan dan Diego membenarkan apa yang dikatakan oleh Darka. Jika mereka berhenti, sementara ketujuh pria-pria itu tidak. Sudah jelas mereka akan kalah.


Ketika Darka, Elzaro, Derry, Glen, Melky, Allan dan Diego sedang berbicara. Tanpa mereka sadari, satu dari lima pria yang ditendang oleh Glen, Derry dan Allan tiba-tiba mengeluarkan sebuah pisau dari balik bajunya.


Setelah itu, pria itu melangkah mendekati Darka. Pria itu hendak melukai Darka.

__ADS_1


Kathleen yang sedari tadi terus memperhatikan pertarungan itu dari dalam mobil seketika matanya membelalak sempurna ketika melihat salah satu pria itu hendak melukai Darka.


Kathleen membuka pintu kaca mobil Darka, lalu langsung berteriak.


"Darka, awas! Di belakangmu!"


Namun sayang, Darka tidak sempat bisa mengelak karena posisi pria itu sangat dekat dengan Darka sehingga berhasil melukai perut Darka.


Jleb!


"Aakkhh!"


Pria itu menarik pisaunya, lalu melangkah mundur.


"Akhirnya aku berhasil melukaimu... Hahahaha!"


"Darka!" teriak Elzaro, Derry, Glen, Melky, Allan dan Diego bersamaan.


Elzaro, Derry, Glen, Melky, Allan dan Diego menatap penuh amarah kearah pria yang sudah melukai Darka. Dengan gerakan kompak dan juga kuat, Elzaro, Derry, Glen, Melky, Allan dan Diego memberikan tendangan kuat ke perut, pinggang dan kepala ketujuh pria-pria itu.


Duagh!


Bruk!


Ketujuh pria-pria itu langsung terkapar dan tak sadarkan diri dengan tubuh yang menghantam benda-benda yang ada di sekitarnya.


Setelah membuat ketujuh pria-pria itu tak bergerak. Kini Elzaro, Derry, Glen, Melky, Allan dan Diego menyerang lima pria yang tersisa dan salah satunya masih memegang pisau.


"Lino, kau urus pria yang sudah melukai calon iparmu!" seru Melky.


"Keempat pria-pria itu biarkan menjadi urusan kami!" seru Allan.


"Baiklah," jawab Elzaro.


Elzaro melihat ke sekelilingnya untuk mencari sesuatu. Seketika terukir senyuman di sudut bibirnya ketika matanya melihat kayu balok yang tergeletak di sudut besi pembatas.


Elzaro berjalan untuk mengambil kayu balok itu. Setelah mendapatkan kayu balok itu, Elzaro melangkah mendekati pria yang sudah melukai calon iparnya.


Pria itu ketakutan ketika melihat pemuda di hadapannya berjalan mendekatinya.


Pria itu membalikkan tubuhnya ingin melarikan diri. Ketika kakinya hendak berlari, tiba-tiba sebuah kayu langsung menghantam kedua kakinya sehingga membuat tubuhnya terjatuh.


Elzaro berjalan mendekati pria itu dengan tersenyum bak iblis. Para pengunjung yang melihat itu seketika bergidik ngeri.


Kini Elzaro sudah berdiri di hadapan pria itu, lalu tangannya mengambil kembali kayu balok itu.


"Jangan," ucap pria itu gugup.


"Mata bayar mata, darah bayar darah. Kau sudah melukai calon adik iparku, maka kau harus menerima hukumannya."


"Tangan ini yang tadi melukai calon adik iparku, bukan? Sekarang biarkan aku menghukum tanganmu ini."


"Glen, Diego!"


"Ya, bro!"


Glen dan Diego langsung mendekati Elzaro. Keduanya sudah selesai dengan tugasnya.


Sementara Allan, Melky dan Derry saat ini memberikan pertolongan kepada Darka dengan menekan luka di perut Darka.


"Pegang tangan bajingan itu karena tangan itu yang sudah melukai calon adik iparku," ucap Elzaro.


"Dengan senang hati, Bro!" seru Diego dan Glen.


Setelah itu, Glen dan Diego memegang tangan kanan pria itu.


Detik kemudian...


Bugh!


Bugh!


Elzaro memukul kuat tangan kanan pria itu dengan kayu balok sehingga menimbulkan suara teriakan kesakitan dari pria itu.


Dua kali pukulan dari Elzaro membuat tangan pria itu patah.


Setelah selesai, Elzaro membuang kayu balok itu dengan tatapan matanya menatap tajam pria tersebut.


"Selamat menikmati kesakitanmu," ucap Elzaro.


Kathleen keluar dari dalam mobil dan berlari menghampiri Darka dengan berteriak.


"Darka!"

__ADS_1


__ADS_2