
Darren dan kedua sahabatnya yaitu Qenan dan Willy sudah berada di kampus. Setelah selesai urusan mereka di perusahaan Accenture. Mereka memutuskan untuk langsung ke kampus.
Kini Darren, Qenan dan Willy berada diĀ kantin lengkap dengan sahabatnya yang lain plus para kekasihnya.
Mereka makan siang bersama setelah sebelum mengikuti materi kuliah selanjutnya.
"Apa kalian sudah melihat berita di internet?" tanya Rehan.
"Sudah," jawab Brenda dan ketujuh sahabatnya kompak.
"Sudah dong," jawab Qenan, Willy, Darel, Jerry, Axel dan Dylan.
Sementara Darren hanya tersenyum sebagai jawabannya. Dirinya orang pertama yang bahagia ketika melihat berita tersebut.
Berita yang dimaksud oleh Rehan adalah berita tentang kehancuran dari orang-orang yang sudah menghina dan mempermalukan Brenda dan ketujuh sahabatnya di mall kemarin.
"Rehan, Darel, Dylan, Axel, Jerry!" Darren memanggil kelima sahabatnya itu.
Rehan, Darel, Dylan, Axel, Jerry yang mendengar panggilan dari Darren langsung melihat kearah Darren.
"Ada apa, Ren?" Rehan, Darel, Dylan, Axel, Jerry menjawab bersamaan.
Darren menatap satu persatu wajah kelima sahabatnya itu. "Aku ada sesuatu untuk kalian."
"Sesuatu untuk kami?" tanya Rehan, Darel, Dylan, Axel, Jerry.
Darren melihat kearah Qenan dan Willy. Qenan dan Willy yang mengerti akan tatapan mata Darren langsung mengangguk.
Setelah itu, keduanya berdiri dan pergi meninggalkan kantin.
Melihat kepergian Qenan dan Willy membuat Rehan, Darel, Dylan, Axel, Jerry, Vania, Felisa, Milly, Tania dan Lenny bingung. Kecuali Brenda, Elsa dan Alice. Mereka sudah tahu Qenan dan Willy mau pergi kemana, karena mereka sudah memberitahu pacar masing-masing.
Rehan, Darel, Dylan, Axel, Jerry melihat kearah Darren untuk minta penjelasan.
"Ren," panggil Jerry.
Darren tersenyum ketika Jerry memanggil sembari tersenyum. "Ada apa?"
"Qenan sama Willy mau kemana?" tanya Jerry.
"Nanti kamu tahu sendiri. Begitu juga dengan kalian. Lihat saja nanti," jawab Darren.
Mendengar jawaban dari Darren, mereka semua hanya bisa menghela nafas pasrahnya.
Dan tak butuh lama, Qenan dan Willy datang dengan membawa masing-masing kotak besar.
Melihat Qenan dan Willy membawa kotak besar membuat para penghuni kantin menatap kearah Qenan dan Willy. Begitu juga dengan Rehan, Darel, Dylan, Axel, Jerry, Brenda, Alice, Elsa, Vania, Milly, Lenny, Tania dan Felisa.
"Qenan, Willy. Itu kotak apa?" tanya Axel.
Qenan dan Willy tidak langsung menjawab pertanyaan dari Axel. Justru Qenan dan Willy meletakkan dua kotak besar itu di hadapan Rehan, Darel, Dylan, Axel, dan Jerry.
"Kalian bukalah kotak itu," ucap Darren.
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Darren. Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel langsung membuka kotak yang dibawa oleh Qenan dan Willy.
Setelah kotak itu terbuka, terlihat beberapa kotak kecil di dalamnya. Baik Axel, Dylan, Jerry maupun Rehan dan Darel dapat melihat setiap kotak di dalam itu terdapat nama mereka masing-masing.
Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel langsung mengambil kotak yang sudah tertulis nama mereka.
"Ren, ini kotak apa?" tanya Jerry.
"Buka saja. Nanti kalian bakal tahu," jawab Darren.
Melihat wajah bingung Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel membuat Darren, Qenan, Willy, Brenda, Elsa dan Alice tersenyum.
Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel langsung membuka kotak yang sudah mereka ambil.
Setelah kotak itu terbuka. Baik Axel, Dylan, Jerry maupun Rehan dan Darel terkejut ketika melihat isinya.
"Ren, ini!" seru Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel bersamaan dengan menatap wajan Darren.
"Iya. Itu kalung berlian yang sudah kalian pesan kemarin ketika kita di mall. Kalian ingin membayarnya, tapi gagal karena kita harus menemui kekasih kita. Tanpa kalian sadari aku membayar semua kalung pesanan kalian itu dan meminta pelayan toko itu mengirim semua kalung itu ke alamat rumahku."
"Ren, kamu...." perkataan Axel terpotong.
"Bukankah aku sudah janji sama kalian jika kau bakal traktir kalian semua. Sekarang kalian pakaikan kalung berlian itu ke leher kekasih kalian."
Mendengar perkataan dari Darren. Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel langsung memakaikan kalung berlian itu ke leher kekasih mereka masing-masing.
Mendapatkan kalung dari kekasihnya. Vania, Lenny, Tania, Lenny dan Felisa terharu.
"Terima kasih, Ren!" ucap mereka semua, kecuali Qenan, Willy, Brenda, Elsa dan Alice.
"Dan untuk kalian para gadis. Aku sudah mentransfer uang kalian. Uang yang kalian pake buat memborong semua barang-barang yang ada di toko itu."
Mendengar perkataan dari Darren membuat Vania, Lenny, Tania, Lenny dan Elsa, Alice, Felisa terkejut dan juga menatap Darren tak percaya.
"Kok bisa?" tanya Elsa dan Vania bersamaan.
"Ya, bisalah." Darren berbicara sambil melirik kearah Brenda.
Melihat Darren yang melihat kearah Brenda. Vania, Lenny, Elsa, Alice, Tania, Lenny dan Felisa langsung paham.
"Dasar ember," ejek Elsa, Alice, Vania, Lenny, Tania, Lenny dan Felisa bersamaan.
Sedangkan Brenda hanya memperlihatkan senyuman manisnya.
"Maafkan aku wahai sahabat-sahabatku yang cantik. Aku terpaksa membocorkan nomor rekening kalian. Aku diancam sama pemuda tampan yang ada di sampingku ini," ucap Brenda sambil menatap wajah tampan Darren.
Brenda menatap wajah tampan Darren dengan memangku tangannya di dagu. Sementara yang lainnya hanya tersenyum.
"Pemuda tampan di hadapanku ini mengancamku jika aku tidak memberitahu nomor rekening kalian. Pemuda tampan ini bakal pergi ninggalin aku. Kalau itu beneran terjadi. Hidupku akan benar-benar hancur."
"Aku sudah susah payah mendapatkan pemuda tampan ini. Masa hanya gara-gara aku tidak mau memberitahu nomor rekening sahabat-sahabat aku. Aku harus kehilangan pemuda tampan ini."
Brenda berbicara sembari terus menatap wajah Darren. Dan jangan lupakan senyuman manisnya dan juga matanya yang berulang kali berkedip di depan Darren.
__ADS_1
Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan, Darel, Vania, Lenny, Tania, Lenny, Felisa, Elsa dan Alice melihat kelakuan dan juga ucapan demi ucapan dari Brenda hanya tersenyum serta geleng-geleng kepala.
Sedangkan Darren yang melihat kelakuan kekasihnya yang menggodanya hanya tersenyum dan juga geleng-geleng kepala.
Dan detik kemudian...
Tak!
Darren memberikan jitakan tepat di kening Brenda sehingga membuat Brenda mengelus-ngelus keningnya.
"Belajar dari mana, hum?" tanya Darren dengan menatap wajah cantik Brenda.
"Atau jangan-jangan...." perkataan Darren terpotong.
"Apa?" tanya Brenda dengan mempoutkan bibirnya.
Cup!
Darren langsung mencium bibir Brenda yang sedang manyun.
Mendapatkan ciuman di bibirnya membuat Brenda malu. Dan seketika wajahnya berubah merah.
"Cie!" seru Elsa, Alice, Vania bersamaan.
"Ciuman keberapa tuh?" ledek Lenny, Tania, Lenny dan Felisa.
Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel tersenyum mendengar ucapan dari Elsa, Alice, Vania, Lenny, Tania, Lenny dan Felisa yang menggoda Brenda dan Darren.
Sedangkan Brenda yang mendengar ledekan dari ketujuh sahabatnya wajahnya makin memerah karena malu.
Setelah menggoda Brenda dan Darren. Elsa, Alice, Vania, Lenny, Tania, Lenny dan Felisa menatap wajah Darren.
"Ren," panggil Alice.
"Iya. Ada apa, Alice?"
"Seharusnya kamu nggak perlu mengembalikan uang itu. Kami nggak masalah kok," jawab Tania.
"Yang dikatakan Alice benar. Seharusnya kamu nggak perlu ngelakuin itu. Kita beneran nggak apa-apa," ucap Milly.
Mendengar perkataan dari Tania dan Milly. Darren hanya tersenyum menanggapinya.
"Bukankah aku sudah janji akan mentraktir kalian semua," ucap Darren.
"Iya, kami tahu. Tapikan...." perkataan Felisa terpotong.
Darren berdiri dari duduknya sembari berkata, "Udah, ach! Aku mau kembali ke kelas. Kalau masih disini. Pasti bakal panjang ceritanya."
Setelah mengatakan itu, Darren pun pergi meninggalkan ketujuh sahabatnya dan ketujuh sahabatnya Brenda. Dan tak lupa menarik pelan tangan Brenda.
Sementara ketujuh sahabatnya dan ketujuh sahabatnya Brenda hanya menghela nafas pasrahnya akan kelakuan dan perkataan Darren.
Mereka semua tahu bagaimana watak asli Darren. Jika Darren sudah berjanji, maka dirinya akan menepati janjinya itu. Jika Darren sudah mengatakan akan mentraktir, maka Darren akan benar-benar mentraktirnya. Jika Darren bilang tidak, maka jawabannya tetap tidak. Sebaliknya, jika Darren mengatakan iya, makan jawabannya juga iya.
__ADS_1
Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan, Darel, Elsa, Alice. Vania, Lenny, Tania, Lenny dan Felisa pun memutuskan pergi meninggalkan kantin untuk menyusul Darren dan Brenda.