KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Informasi Dari Fito Mengenai Erica, Vania Dan Tania


__ADS_3

[Kediaman Smith]


"Bagaimana, Ren?" tanya Darka ketika melihat Darren yang baru datang dan menduduki pantatnya di sofa.


Semua anggota keluarga menatap dirinya, termasuk ketujuh sahabat-sahabatnya, Brenda dan para kekasih sahabat-sahabatnya.


Ketujuh sahabat-sahabatnya Darren, Brenda dan ketujuh sahabatnya saat ini berada di rumah kediaman Smith. Mereka berada disana karena merindukan putri angkat mereka.


"Erica belum mau mengatakan apapun padaku. Ketika aku bertanya, dia langsung menangis!"


Mendengar jawaban dari Darren membuat Darka seketika diam. Dia tidak bertanya lagi. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya.


Darren, anggota keluarganya, sahabat-sahabatnya, kekasihnya dan para kekasih sahabat-sahabatnya sudah tahu bahwa Erica mendapatkan masalah ketika di sekolahnya.


Namun mereka semua tidak tahu permasalahan apa yang dialami Erica karena Erica tidak mau buka mulut setiap semua anggota keluarga Smith bertanya.


Disaat semua mendesak dirinya, Erica seketika menangis. Alasan dia menangis agar semua anggota keluarga Smith berhenti bertanya.


"Terus apa yang harus kita lakukan, Ren? Kita tidak bisa membiarkan Erica terus diam," ucap dan tanya Rehan.


"Kita harus lakukan sesuatu agar Erica mau mengatakan permasalahannya itu," sahut Darel.


"Papa setuju apa yang dikatakan oleh Rehan dan Darel, Nak! Papa khawatir akan Erica."


Drrtt..


Drrtt..


Terdengar suara bunyi ponsel berdering menandakan panggilan masuk.


Darren yang mendengar bunyi ponselnya langsung mengambil ponselnya itu di saku celananya.


Setelah ponselnya di saku celananya, Darren melihat nama 'Fito' di layar ponselnya itu.


Tanpa membuang-buang waktu lagi, Darren pun langsung menjawab panggilan dari Fito.


Sementara anggota keluarganya, ketujuh sahabat-sahabatnya, Brenda dan ketujuh sahabat-sahabatnya menyimak dan mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Darren dengan seseorang di telepon.


"Hallo, Fito? Ada apa?"


"Hallo, Bos. Saya ingin menyampaikan informasi."


"Informasi apa?"


"Ini mengenai nona Erica, Bos!"


Seketika Darren membelalakkan matanya ketika mendengar jawaban Fito.


Sementara yang lainnya seketika panik ketika melihat perubahan ekspresi wajah dan tatapan mata Darren. Ekspresi terkejut yang mereka lihat.


"Katakan!"


"Begini Bos. Dua hari yang lalu ada tiga orang wanita datang ke sekolah dimana nona Erica sekolah. Ketiga wanita itu adalah orang tua dari teman-temannya nona Erica."


"Apa yang mereka lakukan disana?"


"Secara kronologinya saya tidak tahu. Tapi berita berita yang saya dengar ketiga wanita itu memarahi, membentak dan memaki nona Erica karena tidak terima nona Erica sudah menyakiti anak-anak mereka."


"Brengsek!"


Seketika Darren mengumpat penuh amarah ketika mendengar jawaban dari Fito.


"Bagaimana dengan pihak sekolah? Apa yang mereka lakukan ketika melihat muridnya diperlakukan buruk oleh tiga wali murid?"


Deg..


Anggota keluarga Smith, ketujuh sahabat-sahabatnya, Brenda dan ketujuh sahabat-sahabatnya Brenda terkejut ketika mendengar ucapan dari Darren.

__ADS_1


"Pihak sekolah melakukan hal yang benar, Bos! Mereka membela nona Erica. Begitu juga dengan wali kelasnya. Bahkan wali kelas langsung menghubungi wali murid nona Erica."


"Siapa? Aku sama sekali tidak menerima panggilan dari pihak sekolah."


Darren menatap kearah ketujuh sahabatnya, kekasihnya dan kekasih sahabat-sahabatnya.


Mengerti akan tatapan mata Daren membuat Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel, Rehan, Brenda, Milly, Vania, Elsa, Alice, Tania, Felisa dan Lenny seketika langsung menggelengkan kepalanya bersamaan.


Seketika terdengar suara Fito di seberang telepon sembari menyebut nama seseorang sehingga membuat Darren terkejut.


"Tuan Ziggy!"


"Apa?! Kakak Ziggy?"


"Iya, Bos! Sebenarnya bukan pihak sekolah yang menghubungi tuan Ziggy, melainkan tangan kanannya yaitu Caleb. Karena tangan kanannya itu memang berjaga-jaga disana selama Erica sekolah."


"Saat itu wali kelas nona Erica izin keluar ingin menghubungi Bos dan Bos yang lainnya, namun ponselnya Bos serta yang lainnya tidak bisa dihubungi. Lalu tuan Caleb yang kebetulan disana langsung menghampiri wali kelas nona Erica. Dari situlah tuan Caleb langsung menghubungi tuan Ziggy."


"Baiklah. Aku mengerti!"


Ketika Darren hendak mematikan panggilannya, seketika Fito berteriak.


"Bos, jangan dimatikan dulu!"


"Ada lagi?"


"Iya, Bos!"


"Katakan!"


"Ini masalah nona Tania dan nona Vania."


"Apa kau sudah mengetahui identitas dari orang-orang yang sudah mengusik kekasihku dan kekasih dari sahabat-sahabatku?"


"Benar, tuan!"


"Mereka ada sekitar 10 pemuda. Mereka berasal dari keluarga Jansen, keluarga Devries, keluarga Vanden, keluarga Bakker, keluarga Visser, keluarga Meyer, keluarga Mulder, keluarga Dekker, keluarga Leeuwen dan keluarga Bruwer."


"Siapa diantara kesepuluh keluarga tersebut yang sudah menyakiti kedua sahabatnya Brenda?


"Pemuda yang menyakiti nona Tania dan nona Vania berasal dari keluarga Bakker dan keluarga Devries. Mereka adalah Andro Devries dan Oliver Bakker. Yang menyakiti nona Vania adalah pemuda yang bernama Oliver. Sedangkan yang menyakiti nona Vania adalah Andro."


"Mereka saat ini mengincar nona Vania dan nona Tania untuk dijadikan milik mereka, Bos!"


"Apa kedelapan teman-temannya itu juga mengincar Brenda dan sahabat-sahabat Brenda yang lainnya?


"Sepertinya iya, Bos. Bahkan lebih parahnya lagi diantara mereka akan menjadikan nona Brenda dan yang lainnya sebagai budak mereka. Bos tahulah maksud perkataan saya."


"Iya, saya mengerti."


"Apa ada lagi?"


"Tidak, Bos!"


"Ya, sudah. Terima kasih informasinya Fito. Aku tutup teleponnya."


"Sama-sama, Bos! Baiklah, Bos!"


Pip...


Setelah mendapatkan jawaban dari Fito. Darren pun langsung mematikan panggilannya.


"Fito mengatakan apa padamu, Ren?" tanya Jerry.


"Dua hal. Masalah Erica, masalah pacar lo dan masalah pacar si kurus itu!" Darren menjawab pertanyaan dari Jerry dengan menyebut kata keramat untuk Dylan bersamaan dengan tatapan matanya menatap kearah sahabatnya itu.


Mendengar jawaban dari Darren sembari mengejek dirinya membuat Dylan mendengus. Bahkan bibirnya bergerak-gerak mengabsen satu persatu penghuni kebun binatang.

__ADS_1


Sementara anggota keluarga Smith, sahabat-sahabatnya, Brenda dan sahabat-sahabatnya Brenda termasuk kekasihnya tersenyum ketika mendengar jawaban dari Darren dan melihat wajah kesal Dylan.


"Kita ke markas The Crips!" seru Darren bersamaan dirinya beranjak dari duduknya.


"Sekarang!" tanya Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan bersamaan.


"Nggak! Habis lebaran monyet," jawab asal Darren.


Setelah mengatakan itu, Darren pergi meninggalkan ruang tengah untuk menuju kamarnya. Dia akan bersiap-siap.


"Kelamaan dong kalau nunggu lebaran monyet, Ren!" teriak Rehan ketika melihat Darren sudah berada di anak tangga.


"Ketika monyetnya lebaran, kita-kita udah nggak ada di dunia ini lagi!" teriak Darel.


"Termasuk lo!" teriak Dylan.


"Terserah kalian lah!" teriak Darren balik yang saat ini sudah berada di atas.


Cklek..


Blam..


Darren sudah di dalam kamarnya.


Beberapa menit kemudian...


Cklek..


Blam..


Darren keluar dari dalam kamarnya dengan keadaan yang sudah rapi. Darren menggunakan kemeja biru dengan dalam kaos putih. Dan untuk celananya, Darren menggunakan celana jeans panjang warna hitam.


Tap..


Tap..


Tap..


Darren menuruni anak tangga.


"Ayo!" seru Darren yang sudah berada di ruang tengah.


"Kita pergi sekarang?" tanya Qenan yang menjahili Darren.


"Nggak. Gue mau bawa kalian ke alam kubur. Gue mau kubur kalian hidup-hidup di belakang rumah keluarga gue," jawab Darren asal dan juga kesal.


Seketika Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan menelan ludahnya kasar ketika mendengar jawaban dari Darren.


Sementara anggota keluarganya, Brenda dan ketujuh sahabat-sahabatnya Brenda tersenyum geli ketika melihat wajah syok ketujuhnya.


"Pa, Ma, Semuanya! Aku pergi ya," pamit Darren.


"Iya, sayang. Hati-hati ya!" Erland dan Agneta menjawab bersamaan.


"Iya, Ren!"


"Kamu hati-hati ya!"


Davin serta anggota keluarga lainnya membalas perkataan dari Darren.


"Paman, Bibi, Kak! Kita pamit!" seru Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel, Rehan, Brenda, Milly, Vania, Elsa, Alice, Tania, Felisa dan Lenny bersamaan.


"Iya!"


"Hati-hati di jalan!"


Semua anggota keluarga Smith menjawabnya.

__ADS_1


Setelah berpamitan, mereka semua pun pergi meninggalkan kediaman Smith untuk menuju markas The Crips milik Ziggy.


__ADS_2