
"Bibi yakin tidak apa-apa?" tanya Brenda dengan tatapan matanya menatap khawatir kearah Frida.
Mendengar pertanyaan dari Brenda sahabat dari putrinya Tania membuat Frida tersenyum. Dirinya merasakan kebahagiaan luar biasa putrinya memiliki sahabat yang saling peduli dan saling menyayangi.
"Bibi tidak apa-apa sayang," jawab Frida.
Saat ini Darren, Brenda, Erica dan Frida berada di sebuah cafe terkenal di Hamburg, Jerman. Mereka memutuskan untuk makan bersama di cafe tersebut sebelum pulang ke rumah.
"Sebenarnya mereka itu siapa, Bi?" tanya Darren kepada Frida.
"Bibi tidak tahu siapa mereka. Mereka berjalan seolah-olah Mall tersebut milik mereka, lalu menabrak Bibi. Bukannya minta maaf, justru mereka marah-marah terhadap Bibi."
Mendengar jawaban sekaligus cerita dari Frida membuat Darren dan Brenda marah. Mereka tidak menyangka jika keempat perempuan yang ingin menyakiti Frida memiliki sifat menjijikan.
Darren mengambil ponselnya. Setelah mendapatkan ponselnya, Darren menghubungi salah satu tangan kanannya yaitu Andrean. Dirinya meminta untuk menyelidiki empat perempuan yang sudah mencari masalah dengan ibu dari salah satu sahabat kekasihnya.
Beberapa detik kemudian..
"Hallo, Darren!"
"Hallo, Andrean. Apa kau sibuk?"
"Tidak. Kenapa?"
"Aku butuh bantuanmu."
"Katakanlah."
"Aku kau mencari tahu latar belakang empat orang perempuan. Mereka sudah mencari masalah dengan ibunya Tania."
"Tania pacarnya Jerry?"
"Iya."
"Apa yang harus kau inginkan jika aku sudah mendapatkan latar belakang dari keempat wanita itu?"
"Tekan perusahaan milik suami mereka. Dan buat para suami mereka marah besar terhadap istri-istrinya."
"Baik. Aku akan melakukan sesuai keinginanmu."
"Terima kasih Andrean."
__ADS_1
"Sama-sama, Ren!"
"Nanti aku akan kirimkan foto keempat perempuan itu."
"Baiklah."
Setelah mengatakan itu, baik Darren maupun Andrean sama-sama mematikan panggilannya.
"Seharusnya nak Darren tidak perlu melakukan hal itu. Bibi kan tidak apa-apa," ucap Frida.
Darren tersenyum mendengar ucapan dari Frida ibunya Tania. "Hari ini Bibi memang selamat dan baik-baik saja. Dan hari ini keempat manusia busuk itu gagal menyakiti Bibi. Besok dan besoknya kemungkinan keempat perempuan itu akan mencari masalah lagi sama Bibi jika bertemu dengan Bibi lagi," jawab Darren dengan penuh penekanan dalam setiap katanya.
Mendengar ucapan sekaligus penjelasan dari Darren membuat Frida diam. Namun di dalam hatinya membenarkan apa yang dikatakan oleh Darren barusan. Begitu juga dengan Brenda.
***
Jerry, Dylan dan Axel saat ini berada di Showroom mobil BMW X5. Mereka saat tampak sibuk dimana ada beberapa pengusaha kaya yang ingin melihat-lihat, memilih-milih, membeli dan ingin memesan mobil terbaru. Mobil yang belum dipamerkan di Showroom tersebut.
"Bisa saya bertemu dengan orang yang mendesain mobil-mobil mewah seperti yang saya lihat ini?" tanya salah satu pengusaha kaya tersebut.
"Oh, tentu bisa." Axel langsung menjawab pertanyaan dari calon pembelinya itu.
"Kalau begitu saya akan menghubungi sahabat saya dan memintanya untuk datang kesini," sahut Dylan.
"Benar. Kami bersahabat dengan pemilik Showroom ini.
Setelah itu, Dylan langsung menghubungi Darren dan memintanya untuk datang ke Showroom.
Beberapa detik kemudian...
"Hallo, Lan. Ada apa?"
"Kamu dimana sekarang?"
"Di jalan mau pulang. Kenapa?"
"Bisa tidak kamu ke Showroom?"
"Sekarang?"
"Iya, sekarang! Bagaimana? Bisa?"
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Apa ada masalah?"
"Tidak ada masalah. Semuanya baik-baik saja. Aku menyuruh kamu untuk datang ke Showroom karena disini ada beberapa pengusaha kaya yang ingin bertemu kamu. Mereka sepertinya tertarik dengan semua desain mobil kamu."
"Bisa mereka menungguku?"
"Memangnya kenapa?"
"Pertama aku harus mengantarkan Brenda dan bibi Frida pulang ke rumah. Setelah itu, aku harus mengantarkan Erica pulang dulu karena Erica sudah terlihat lelah dan mengantuk."
"Bagaimana jika kamu antar Bibi Frida saja pulang ke rumahnya. Setelah mengantarkan Bibi Frida. Kamu ajak Brenda dan Erica ke Showroom agar kamu tidak bolak-balik. Lagian kamu belum pernah ajak Brenda ke Showroom kamu. Sekalian kamu memperlihatkan Showroom kamu kepada dua perempuan kesayangan kamu yaitu Brenda dan Erica."
Mendengar ucapan sekaligus usulan dari Dylan seketika membuat Darren tersenyum. Dirinya menyetujui apa yang diusulkan oleh Dylan kepadanya.
"Baiklah. Aku akan antar Bibi Frida pulang ke rumahnya. Setelah itu, aku akan langsung menuju Showroom bersama Brenda dan Erica."
"Baiklah. Aku akan katakan kepada para calon pembeli kita untuk menunggu kamu."
"Hm."
Setelah mengatakan itu, baik Darren maupun Dylan sama-sama mematikan panggilannya teleponnya.
"Saya sudah menghubungi sahabat saya. Sahabat saya mengatakan bahwa dia akan datang kesini setelah mengantarkan ibu dari salah satu sahabat kekasih saya," ucap Dylan.
Mendengar ucapan dari Dylan para pengusaha tersebut menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Lan," panggil Jerry.
"Iya," jawab Dylan.
"Tadi kamu bilang kalau Darren mengantarkan salah satu ibu dari kekasih kita?" tanya Jerry.
"Iya," jawab Dylan.
"Siapa?"
"Bibi Frida," jawab Dylan.
"Bibi Frida?!" tanya Jerry dan Axel bersamaan.
"Kenapa Darren bisa bersama dengan bibi Frida? Tania mengatakan kepadaku bahwa bibi Frida bersama sopirnya pergi ke Mall untuk berbelanja," ujar Jerry.
__ADS_1
"Mana aku tahu hal itu. Tanyakan saja sama anak kelinci itu jika dia datang nanti," jawab Dylan asal.
Mendengar ucapan asal dari Dylan membuat Axel seketika tersenyum. Sementara Jerry mendengus kesal.