
Di kediaman Chaim terlihat beberapa orang ng tengah berkumpul. Mereka adalah Zeroun, Gloria dan ketiga anaknya yaitu Farraz, Wilona dan Ziggy.
Mereka saat ini tengah mengobrol dan membahas pekerjaan masing-masing. Bahkan mereka juga membahas masalah pencarian Darren yang sudah satu bulan menghilang pasca kecelakaan yang dialaminya
Bukan hanya orang-orang suruhan dari keluarga Smith saja yang mencari keberadaan Darren. Orang-orang yang kenal dan sayang dengan Darren juga ikut mencari keberadaannya.
Ketika Ziggy dan anggota keluarganya tengah membahas tentang Darren, tiba-tiba ponselnya berbunyi, menandakan panggilan masuk.
Ziggy yang mendengar bunyi ponselnya langsung mengambil ponselnya yang memang terletak di atas meja.
Ziggy melihat nama salah satu tangan kanannya yaitu Mark tertera di layar ponselnya. Tanpa membuang-buang waktu lagi, Ziggy pun langsung menjawab panggilan dari tangan kanannya itu.
"Hallo, Mark!"
"Hallo, King! Aku ingin memberikan dua kabar. Kabar baik dan kabar buruk, tapi tidak begitu buruk."
Mendengar ucapan dari tangan kanannya itu membuat Ziggy menjadi was-was.
"Katakan. Jangan buat aku penasaran dan juga ketakutan."
"Maafkan saya, King! Saya mendapatkan laporan dari salah satu anggota saya. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia berhasil menemukan keberadaan Darren."
"Benarkah begitu?"
"Iya, King! Anggota saya juga mengatakan kalau Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel juga bertemu dengan Darren."
Mendengar ucapan dari tangan kanannya membuat Ziggy tersenyum. Dia bahagia salah satu anggotanya berhasil menemukan keberadaan Darren.
Melihat Ziggy yang tersenyum. Zeroun, Gloria Farraz dan Wilona meyakini bahwa salah satu tangan kanannya atau anggotanya berhasil melakukan pekerjaannya.
"Seperti yang saya katakan diawal pembicaraan bahwa ada kabar baik dan kabar buruk. Dan untuk kabar buruknya adalah bahwa Darren sama sekali tidak ingat dengan sahabat-sahabatnya ketika pertemuan pertama mereka di jalanan."
"Ma-maksud kamu?"
"Dari hasil laporan anggota saya bahwa Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel menolong seorang pemuda yang dikeroyok oleh beberapa pengendara motor. Setelah diketahui, ternyata orang yang ditolong itu adalah Darren. Mengetahui hal itu membuat Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel bahagia. Mereka memeluk Darren. Diluar dugaan, Darren melepaskan pelukan Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel. Darren tidak mengenali mereka. Bahkan Darren menyebut dirinya sebagai Askara Eleon Mendez."
Mendengar penuturan dari tangan kanannya membuat Ziggy terkejut. Berlahan raut wajah Ziggy berubah menjadi sedih.
Zeroun, Gloria, Farraz dan Wilona melihat perubahan raut wajah Ziggy seketika paham. Mereka meyakini bahwa telah terjadi sesuatu.
"Baiklah. Awasi terus dia dan pantau terus perkembangannya."
"Baik King."
Setelah mengatakan itu, Ziggy langsung mematikan panggilannya. Seketika wajahnya langsung murung dan sedih.
"Ada apa?" tanya Farraz melihat wajah adik laki-lakinya tak baik-baik saja.
Ziggy menatap wajah kakak laki-lakinya itu lalu menatap wajah kedua orang tuanya dan wajah Kakak perempuannya.
"Ayolah, sayang! Katakan, ada apa?" tanya Gloria.
"Beberapa anggotanya Mark sudah bertemu dengan Darren. Bahkan Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel juga sudah bertemu dengan Darren. Tapi...."
Ziggy menjawab pertanyaan dari ibunya lalu tiba-tiba Ziggy menghentikan perkataannya ketika pikirannya teringat akan perkataan dari Mark.
"Tapi apa sayang. Ada apa? Katakanlah," sahut Zeroun yang menatap khawatir putra bungsunya.
"Darren," lirih Ziggy.
"Darren," ucap Zeroun, Gloria, Farraz dan Wilona bersamaan.
"Kenapa dengan Darren? Apa terjadi sesuatu terhadap Darren? Ayolah Ziggy, katakan!" seru Farraz.
"Darren tidak ingat dengan Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel. Dengan kata lain Darren hilang ingatan," jawab Ziggy.
__ADS_1
"Apa?!"
Zeroun, Gloria, Farraz dan Wilona terkejut dan juga tak percaya apa yang mereka dengar dari Ziggy bahwa Darren hilang ingatan.
"Kamu lagi sedang tidak bercanda, kan Ziggy?" tanya Wilona dengan menatap wajah adik laki-lakinya itu.
"Menurut kak Wilona, apa aku sedang bercanda hari ini?"
Bukannya menjawab pertanyaan dari kakak perempuannya. Justru Ziggy memberikan pertanyaan balik untuk sang kakak perempuan.
Mendapatkan pertanyaan balik dari adik laki-lakinya dan melihat kesedihan di tatapan matanya adik laki-lakinya itu membuat Wilona menjadi tidak tega.
"Apa keluarga Smith sudah tahu masalah ini?" tanya Gloria.
"Sepertinya belum, Mom! Jika keluarga Smith sudah tahu. Mark pasti memberitahuku. Mark mengatakan hanya Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel yang baru mengetahuinya," jawab Ziggy.
"Ziggy," panggil Zeroun.
"Iya, Dad!"
"Ada baiknya kau temui sahabat-sahabat kamu. Jika mereka belum mengetahui tentang Darren. Ada baiknya kamu langsung memberitahu sahabat-sahabat kamu itu. Dan jika mereka sudah mengetahuinya, ada baiknya kamu dan sahabat-sahabat kamu itu segera memberitahu keluarga Smith. Ceritakan kepada mereka mengenai kondisi Darren yang sebenarnya. Jadi dengan begitu, jika mereka mengetahui kondisi Darren yang sebenarnya. Mereka semua tidak terlalu terkejut. Apalagi syok. Terutama Erland, ayahnya Darren."
Zeroun memberikan saran kepada Ziggy untuk menceritakan semuanya kepada sahabat-sahabatnya lalu menceritakan kepada keluarga Smith agar tidak ada yang terluka dengan Darren yang melupakan orang-orang terdekatnya.
"Mommy setuju apa yang dikatakan oleh Daddy kamu. Lebih baik kamu bicarakan masalah ini dengan sahabat-sahabat kamu. Rundingkan bersama mereka. Setelah itu, barulah keluarga Smith diberitahu." Gloria ikut menambahkan.
Mendengar perkataan dan usulan dari kedua orang tuanya. Ziggy langsung menganggukkan kepalanya.
"Baiklah."
***
Di kampus tampak ramai dimana para mahasiswa dan mahasiswi sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel bersama kekasihnya saat ini berada di kantin. Sementara Brenda memutuskan untuk pulang ke rumah sejak bertemu dengan Darren dan berakhir Darren yang tidak mengingat dirinya. Hati Brenda benar-benar hancur saat kejadian itu.
Baik Qenan, Willy, Axel maupun Dylan, Jerry, Rehan dan Darel sesekali melirik kearah Askara. Begitu juga dengan Alice, Vania, Milly, Lenny, Tania, Felisa dan Elsa. Mereka menatap Darren dengan tatapan sedih dan terlukanya.
"Seharusnya Darren duduk disini. Bukan duduk disana," sahut Jerry dengan tatapan matanya menatap kearah Askara.
"Kau benar, Jer! Seharusnya Darren duduk disini bersama kita. Bukan duduk sendirian disana," sela Qenan.
"Oh iya! Bagaimana keadaan kakak Darka, sekarang? Apakah kakak Darka sudah di kelasnya?" tanya Rehan menatap wajah Axel, Dylan dan Jerry.
Flashback On
"Tidak. Ini tidak mungkin. Darren tidak mungkin melupakanku, kakak kesayangannya. Darren pasti tengah menjahiliku," ucap Darka dengan air matanya mengalir membasahi wajah tampannya.
"Darka," ucap Gilang terisak melihat kondisi Darka saat ini.
Gilang juga sama seperti Darka yang mana hatinya begitu sakit dan hancur mengetahui fakta bahwa adik laki-laki kesayangannya tidak mengingat dirinya. Hanya saja disini Gilang berusaha kuat. Bagaimana pun dia adalah seorang kakak untuk Darka agar dia bisa menenangkan Darka, walau hatinya juga hancur.
Jika Gilang seperti Darka, maka tidak akan ada yang menguatkan dirinya dan juga Darka.
Gilang memeluk erat tubuh Darka sehingga Gilang bisa merasakan tubuh bergetar Darka.
"Gilang! Darren.... Darren," ucap Darka terisak di dalam pelukannya.
"Aku tahu Darka. Aku melihatnya dan aku juga merasakan apa yang kamu rasakan. Aku sama sepertimu yaitu hancur! Hatiku hancur ketika mengetahui fakta bahwa adik laki-laki kesayanganku tidak mengingatku. Walau bagaimana pun kita sebagai kakak laki-lakinya Darren harus kuat. Kita tidak boleh cengeng. Sekali pun Darren tidak ingat dengan kita. Kita akan tetap selalu ada didekatnya. Kita akan bantu Darren buat ingat lagi dengan kita."
Gilang berbicara dengan tenang dengan pelukannya semakin erat. Dia memberikan ketenangan kepada Darka. Dan berharap Darka mau mendengarnya.
"Darren sedang sakit sekarang. Kita sebagai kakak laki-laki kesayangannya bertanggung jawab untuk menjaga dan melindunginya. Kamu mau, kan?"
Darka kemudian melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Gilang. Dan detik kemudian, Darka menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Melihat reaksi dari Darka membuat Gilang tersenyum. Begitu juga dengan Axel, Dylan dan Jerry.
"Ya, sudah. Lebih baik kita kembali kelas sekarang!"
Gilang membantu Darka untuk berjalan. Namun baru hendak melangkahkan kakinya, tiba-tiba tubuh Darka jatuh tak sadarkan diri.
Flashback Off
"Sepertinya sudah. Kakak Gilang tadi mengirim pesan padaku dan mengatakan bahwa kakak Darka baik-baik saja. Kakak Gilang juga beritahu gue bahwa kakak Gilang memutuskan untuk pulang karena kakak Darka sama sekali tidak fokus mengikuti materi kuliah."
Mendengar jawaban dari Dylan membuat yang lain menghela nafas lega dan juga sedih memikirkan kondisi salah satu kakak laki-lakinya Darren.
"Aku kepikiran Paman Erland dan anggota keluarga Smith lainnya," ucap Willy.
"Bagaimana reaksi mereka saat melihat Darren. Ditambah lagi Darren yang tidak ingat dengan mereka," ucap Darel dengan wajah sedih.
"Kakak Gilang dan kakak Darka saja syok ketika melihat Darren. Apalagi kalau sampai Paman Erland dan yang lainnya melihat Darren. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata," ucap Qenan.
"Disini aku lebih memikirkan Paman Erland!" seru Axel.
Mendengar ucapan seruan dari Axel membuat Qenan, Willy, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel terdiam seketika. Begitu juga dengan Elsa, Alice, Vania, Milly, Lenny, Tania dan Felisa.
Di dalam hati mereka masing-masing juga memikirkan bagaimana reaksi ayahnya Darren ketika mengetahui kondisi putranya.
"Sifat Paman Erland dan sifatnya Darren sama. Keduanya memiliki perasaan yang kuat satu sama lain. Darren yang begitu menyayangi Paman Erland. Dan Paman Erland yang begitu perhatian, penyayang dan peka terhadap Darren." Axel berucap sembari membayangkan bagaimana besarnya kasih sayang Erland terhadap Darren.
"Sejak hubungan Paman Erland dengan Darren membaik. Sejak itulah Paman Erland benar-benar berubah menjadi sosok ayah yang penyayang dan penuh kasih terhadap semua putra-putranya, terutama terhadap Darren. Paman Erland membuktikan semua janjinya, baik janji terhadap dirinya sendiri maupun janjinya terhadap Bibi Belva kalau Paman Erland akan selalu ada untuk Darren. Paman Erland tidak akan membuat Darren menangis lagi."
Darel ikut menyuarakan isi hatinya mengenai sosok Erland, ayah dari sahabat terbaiknya yaitu Darrendra Smith.
"Dan Paman Erland sudah melakukan yang terbaik untuk Darren," sahut Jerry.
"Dan aku sangat yakin jika Paman Erland akan dua kali lebih hancur dari pada kakak Gilang dan Kakak Darka ketika mengetahui tentang Darren yang sebenarnya. Mendengar kabar kecelakaan dan hilangnya Darren sudah membuat Paman Erland tak semangat beberapa hari. Jika bukan ayah-ayah kita yang membujuk dan menghibur Paman Erland. Sampai detik ini Paman Erland masih bersedih. Sama halnya dengan Darren ketika kejadian kecelakaan pesawat yang ditumpangi Paman Erland beberapa bulan yang lalu sehingga membuat Paman Erland menghilang. Darren juga hancur saat itu."
Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel bercerita tentang bagaimana kondisi Erland dan Darren ketika keduanya merasakan kehilangan satu sama lain sembari tatapan mata mereka semua menatap kearah dimana sahabat terbaik mereka berada.
"Ren, cepat sembuh. Gue nggak kuat lihat lo yang sendirian saat ini," batin Axel.
"Lo seharusnya duduk disini bersama kita. Bukan disana," batik Jerry.
"Ren, gue kangen lo." Willy menangis menatap kearah Askara.
Sementara Qenan, Rehan, Darel dan Dylan hanya diam sembari matanya terus menatap wajah Darren dengan air matanya yang mengalir membasahi wajahnya.
Alice, Elsa, Vania, Milly, Lenny, Tania dan Felisa secara bersamaan mengusap-usap lembut punggung para kekasihnya. Mereka semua tahu bahwa kekasihnya saat ini sangat terpukul melihat sahabatnya melupakannya.
***
Sesuai apa yang dikatakan dan dirundingkan oleh Ziggy bersama anggota keluarganya bahwa Ziggy harus menceritakan semuanya kepada sahabat-sahabatnya lalu menceritakan kepada keluarga Smith.
Ziggy pun melakukan apa yang disarankan oleh anggota keluarganya itu.
Namun diluar dugaan Ziggy. Ternyata Noe, Enzo, Devian dan Chico telah mengetahui perihal kondisi Darren yang sebenarnya. Keempat sahabatnya itu mengetahuinya dari para anggota dan tangan kanannya masing-masing.
Kini Ziggy, Noe, Enzo, Devian dan Chico saat ini berada di kediaman keluarga Smith.
Sebelum Ziggy, Noe, Enzo, Devian dan Chico menuju kediaman keluarga Smith. Mereka memutuskan untuk menghubungi para ayah dari ketujuh adik laki-lakinya yang tak lain adalah sahabat dari adik kelinci mereka.
Mereka meminta para ayah beserta anggota keluarganya untuk datang ke kediaman keluarga Smith. Ada sesuatu yang ingin mereka katakan.
Bukan hanya para ayah dari ketujuh adik laki-lakinya saja yang mereka hubungi. Melainkan Ziggy, Noe, Enzo, Devian dan Chico juga menghubungi keluarga Radmilo dimana keluarga Radmilo adalah keluarga jauh dari Darren.
Semuanya telah berkumpul di ruang tengah, termasuk Gilang dan Darka.
Awalnya Gilang dan Darka tidak ingin bergabung. Keduanya lebih memilih berada di dalam kamarnya. Namun karena desakan dari keempat kakak laki-lakinya dan wajah memohon ayahnya membuat Gilang dan Darka akhirnya ikut bergabung.
__ADS_1
Erland dan yang lainnya memiliki firasat tak enak sejak kepulangan Gilang dan Darka yang begitu cepat. Seharusnya keduanya pulang sekitar pukul 2 sore.
Namun waktu baru menunjukkan pukul 10 pagi padahal Gilang dan Darka baru pergi satu jam yang lalu, tapi mereka sudah kembali lagi ke rumah. Ditambah lagi wajah tak mengenakkan Gilang dan Darka sehingga membuat Erland dan yang lainnya menatap khawatir keduanya dan berpikir jika ada sesuatu yang disembunyikan oleh Gilang dan Darka.