KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Amarah Para Kakak Mafia Darren


__ADS_3

Setelah kepergian Evan, Carissa, Davin dan Agneta ke ruang rawat Darren. Mereka semua kembali menatap polisi tersebut.


"Kami tidak ingin berdebat terlalu lama dengan anda, Inspektur. Untuk mempercepat masalah ini sehingga kalian semua bisa pergi dari sini. Lebih baik anda lihat sendiri video ini!" seru Enzo dengan memperlihatkan video yang ada di ponselnya.


Enzo sudah cukup muak melihat sikap arogan polisi yang ada di hadapannya, ditambah dengan wanita yang bersikeras ingin memenjarakan Darren.


Setelah melihat video itu, polisi tersebut mengembalikan ponsel itu pada Enzo. Kemudian polisi itu menatap satu persatu wajah orang-orang yang ada di hadapannya tersebut.


"Bagaimana? Apa anda akan tetap membawa adik saya ke kantor polisi setelah anda melihat kejadian yang sebenarnya?" tanya Chico.


"Apapun alasannya. Saudara Darren tidak berhak melakukan hal itu. Saudara Darren tetap dinyatakan bersalah," jawab polisi itu.


BUGH!


Tiba-tiba Ziggy memberikan pukulan keras kepada polisi itu sehingga membuat tubuh polisi itu oleng ke belakang. Dan dapat dilihat polisi tersebut mengeluarkan darah dari mulutnya.


"CUIH!" Ziggy meludah dan menatap jijik polisi itu.


Mereka yang melihat hal itu dibuat terkejut, termasuk Riana dan ketiga pria yang dibawa oleh Riana. Mereka tidak menyangka jika Ziggy berani memukul seorang polisi.


Sementara Noe, Devian dan Enzo dan Chico hanya bersikap biasa saja.


"Aku sedari tadi hanya diam melihatmu yang tetap bersikeras untuk membawa adikku ke kantor polisi. Bahkan orang-orangku sudah cukup sabar menghadapi polisi arogan seperti dirimu, tapi kau makin melunjak dengan membanggakan posisimu sebagai polisi. Kau sama sekali tidak menghargai kami. Padahal jelas-jelas di video itu pria brengsek itulah yang sudah memulai terlebih dahulu dengan mempermalukan keluarga Smith. Keluarga dari adikku!" bentak Ziggy.


"Kau berani memukul seorang polisi?!" Inspektur Polisi itu balik membentak Ziggy.


Saat Ziggy ingin menjawab pertanyaan dari polisi itu, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ziggy langsung mengambil ponselnya. Lalu detik kemudian terukir senyuman manis di bibirnya saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Sebelum menjawab panggilan tersebut, Ziggy melirik kearah polisi itu.


"Terima nasibmu, polisi idiot." Ziggy membatin.


Setelah mengatakan hal itu didalam hatinya, Ziggy pun memutuskan untuk menjawab panggilan tersebut.


"Hallo, Papa."


"Hallo, sayang. Bagaimana?"


"Apanya?" Ziggy pura-pura tidak memahami maksud dari pertanyaan dari Ayahnya itu.

__ADS_1


"Jangan berpura-pura tidak mengetahuinya, Ziggy Chaim! Papa sudah melihat video dimana kau dan teman-temanmu sedang berdebat dengan salah satu anggota Papa demi melindungi Darren."


"Kalau Papa sudah tahu. Kenapa Papa tidak langsung bicara padanya?" tanya Ziggy kesal.


"Papa sengaja untuk membiarkan anggota Papa itu menangani kasus Darren. Papa hanya ingin melihat bagaimana cara kerjanya. Bagaimana keadaan Darren saat ini? Papa dengar jantungnya kambuh lagi?"


"Iya, Papa! Dan saat ini Darren masih belum sadar."


"Yang sabar ya sayang. Papa doakan semoga Darren cepat sadar. Ya, sudah! Berikan ponselmu pada anggota Papa itu."


"Baik, Papa."


"Ini." Ziggy langsung menyerahkan ponselnya pada polisi itu. "Ada seseorang yang ingin bicara denganmu."


"Siapa?" tanya polisi itu ketus.


"Kau akan tahu sendiri setelah mendengar suaranya," jawab Ziggy yang tak kalah ketusnya.


Polisi itu langsung mengambil ponsel milik Ziggy dan langsung berbicara dengan orang yang di telepon itu.


"Hallo, Inspektur Dion Efrain!" seru seseorang di seberang telepon.


"Mampus," batin Noe, Devian, Enzo dan Chico.


"Ha-hallo Jen-jendral," jawab Dion gugup.


"Dengarkan aku baik-baik, Inspektur Dion. Aku tegaskan kepadamu. Tinggalkan rumah sakit itu dan kembali ke kantor!"


"Ta-tapi, Jendral."


"Sekarang!" teriak melengking jendral polisi tersebut.


"Ba-baik, jendral."


"Ingat, Dion! Jangan lagi kau ikut campur dalam hal apapun mengenai Darren dan orang-orang terdekatnya. Aku sangat mengenal mereka, terutama Darren. Dan satu hal lagi. Aku benar-benar kecewa akan kinerjamu hari ini. Kau langsung mengambil tindakan saat kau menerima laporan dari seorang wanita. Dan ditambah lagi mereka sudah menunjukkan sebuah video. Namun kau tetap ingin membawa Darren ke kantor polisi. Tugas kita memang menangkap penjahat, tapi bukan berarti kita boleh semena-mena kepada mereka. Bagaimana pun mereka juga berhak mendapatkan perlindungan. Bedakan mana yang benar-benar penjahat dan mana yang terpaksa melakukan kejahatan, seperti yang dilakukan oleh Darren. Dia melakukan hal itu demi melindungi harga dirinya dan keluarganya. Jika kau berada diposisi Darren mungkin kau juga akan melakukan hal itu."


Setelah mengatakan hal itu, Ayahnya Ziggy langsung mematikan panggilan tersebut. Dikarenakan panggilan telah terputus, Dion langsung mengembalikan ponsel tersebut pada Ziggy. Ziggy mengambil ponsel itu dengan kasar.

__ADS_1


"Maaf," hanya kata itu yang keluar dari mulut Dion.


Setelah mengucapkan kata itu, Dion dan anggotanya pergi meninggalkan Ziggy dan yang lainnya.


Riana menjadi terkejut saat melihat kepergian polisi-polisi itu.


"Lebih baik anda pergi dari sini, Nyonya Riana!" seru Ziggy.


"Jangan pernah mengusik kehidupan Darren jika anda dan keluarga anda tidak ingin hancur ditangan kami," ujar Chico.


"Katakan pada putri anda untuk menjauhi Darran. Jangan kira kami tidak tahu tujuan putri anda mendekati Darren," ucap Devian.


"Jika putri anda masih mengganggu Darren. Jangan salahkan kami jika terjadi sesuatu pada keluarga anda," ucap Enzo dengan nada mengancam.


"Kami tidak pernah main-main dengan apa yang kami ucapkan," pungkas Ziggy.


Dan pada akhirnya, Riana dan ketiga pria bayarannya pergi meninggalkan mereka semua.


Setelah kepergian Riana. Ziggy menatap horor keempat sahabat-sahabatnya.


"Siapa diantara kalian yang menghubungi Papaku?"


"Enzo!" tunjuk Devian, Noe, Chico bersamaan.


"Mereka!" tunjuk Enzo kearah Noe, Devian dan Chico.


"Enzo. Aku tahu ini ulahmu," kesal Ziggy.


"Hehehehe! Oke.. Oke! Memang aku yang memberikan video itu pada Papamu. Habisnya aku sudah muak melihat anggota Papamu itu. Baru jadi Inspektur Polisi saja sudah belagu," jawab Enzo.


"Tapi tidak harus melibatkan Papaku juga kali," balas Ziggy yang masih kesal.


"Kalau aku tidak melibatkan Papamu. Belum tentu polisi arogan itu akan pergi dari sini. Dan mau sampai kapan kita akan berargumen dengan polisi seperti dia. Masih banyak hal lain yang lebih penting yang harus kita bahas." Enzo menjawab perkataan dari Ziggy.


Setelah mengatakan hal itu, Enzo pergi begitu saja menuju ruang rawat Darren dan meninggalkan para sahabatnya dan para anggota keluarga dari adik-adik line 97 nya.


Melihat kepergian Enzo. Mereka hanya tersenyum gemas dan geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Sedangkan Ziggy mendengus kesal akan ulah dari seorang Enzo. Dan jangan lupakan mulutnya yang mengeluarkan sumpah serapah untuk Enzo.


__ADS_2