KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Pembalasan Bianca Kepada Mantan Sahabat


__ADS_3

Bianca dan Kathleen saat ini tengah pergi bersama. Beberapa jam yang lalu keduanya baru saja menyelesaikan proyek perusahaan mereka dengan perusahaan DISTRO.


Dan saat ini mereka tengah menikmati minuman segar di sebuah cafe yang cukup terkenal di kota Hamburg.


Baik Bianca maupun Kathleen memilih duduk diluar agar bisa leluasa melihat orang-orang berlalu lalang. Dan di tambah dengan angin yang berhembus.


Ketika Bianca dan Kathleen tengah menikmati kebahagiaan bersama sembari menikmati minuman dan bercerita. Mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang perempuan yang berpakaian seksi dan sedikit terbuka.


"Hallo, Bianca!"


Baik Bianca maupun Kathleen sama-sama melihat kearah perempuan yang kini sudah berdiri di samping mereka.


Bianca seketika menghela nafasnya ketika melihat orang yang tidak ingin dia lihat lagi.


Kathleen menatap wajah Bianca. Dan dapat Kathleen lihat bahwa Bianca tidak ingin bertemu atau melihat perempuan tersebut.


"Siapa dia, Bianca?" tanya Kathleen berbisik.


"Dia itu mantan sahabatku yang aku ceritakan itu," jawab Bianca.


Mendengar jawaban dari Bianca. Seketika Kathleen tersenyum.


Setelah itu, Kathleen merubah duduknya seperti sedia kala dengan matanya menatap kearah mantan sahabatnya Bianca.


"Kamu? Mau ngapain lagi?" tanya Bianca melirik sekilas kearah mantan sahabatnya itu.


Perempuan itu melihat kearah Kathleen. Setelah itu, perempuan itu balik melihat kearah Bianca.


"Aku mau bicara kamu. Berdua saja," ucap perempuan itu.


Mendengar perkataan dari mantan sahabatnya. Seketika Bianca tersenyum.


Bianca seketika melihat kearah mantan sahabatnya itu dengan tatapan sinisnya.


"Mau bicara apa? Apa kau tidak lihat kalau aku sedang bersama dengan sahabatku," ucap Bianca sembari melihat kearah Kathleen.


Kathleen seketika memberikan senyuman termanisnya kearah mantan sahabatnya Bianca.


"Hallo, mantan sahabatnya Bianca. Perkenalkan namaku Kathleen Adelia Radmilo. Aku sahabatnya Bianca Anya Carlo."


Mendengar perkataan dari Kathleen membuat Bianca seketika menjadi malu ketika Kathleen mengubah nama marganya menggunakan marga keluarga Daniel.


Sementara perempuan yang berstatus mantan sahabatnya Bianca terkejut ketika mendengar perkataan dari Kathleen.


"Jadi nona...." Kathleen menghentikan perkataannya lalu menatap wajah Bianca.


"Laura Resty Munaf," ucap Bianca yang tahu maksud dari perkataan dan tatapan mata Kathleen.

__ADS_1


"Ach, nona Laura Resty Munaf. Kalau anda mau bicara dengan sahabat saya ini, kenapa tidak bicara disini saja? Tidak sopan jika anda mengajak mantan sahabat anda pergi dan meninggalkan saya sendirian disini."


Mendengar perkataan dari Kathleen membuat Laura menatap kesal kearahnya.


"Kau jangan ikut campur. Ini masalahku dan Bianca," ucap Laura ketus.


Laura menatap wajah Bianca. "Dan kau Bianca. Ikut aku sekarang juga. Aku mau bicara denganmu," ucap Laura sembari menarik kasar tangan Bianca.


Sret..


Plak..


Bianca langsung menarik kuat tangannya ketika Laura menariknya dan disertai sebuah tamparan keras di wajahnya sehingga membuat Laura meringis kesakitan.


Semua pengunjung yang ada di sekitarnya langsung melihat kearah Bianca, Kathleen dan Laura.


"Enak aja lo maksa gue buat ikut dengan lo! Lo pikir gue ini budak lo, hah! Lo bukan siapa-siapa gue dan lo juga bukan keluarga gue. Jadi jangan coba-coba ngatur hidup gue!" bentak Bianca.


"Udah berani lo sekarang sama gue!" bentak balik Laura.


"Hahahaha." Bianca tertawa keras sehingga semua orang bisa mendengarnya. "Apa lo pikir selama ini gue takut dan tunduk sama lo? Apa lo pikir gue cewek lemah, hah?! Lo salah besar kalau berpikir seperti itu, Laura Resty Munaf!"


Bianca menatap tajam wajah Laura. "Gue Bianca Anya Carlo tidak pernah takut dengan perempuan busuk seperti lo. Baik dulu maupun sekarang!" bentak Bianca tepat di wajah Laura.


"Satu hal yang harus lo tahu, Laura! Orang diam bukan berarti orang itu takut atau lemah. Justru sebaliknya. Orang itu menyimpan banyak rencana untuk membalaskan sakit hatinya terhadap orang-orang yang telah menyakitinya. Jadi lo jangan merasa hebat karena selama ini telah berhasil menyakiti gue!"


"Sekarang lo pergi dari sini. Gue jijik lihat wajah lo," usir Bianca.


"Jadi lo berani ngusir gue, hah?!" bentak Laura.


"Iya. Kenapa?" tanya Bianca.


"Ini balasan lo terhadap gue yang sudah banyak bantuin lo, terutama bantuin lo agar bisa mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua lo lagi."


Mendengar perkataan dari Laura. Seketika Bianca tersenyum di sudut bibirnya.


"Bahkan gue mati-matian bela lo di depan Henry dan mengatakan pada Henry kalau lo tidak pernah selingkuh."


"Baiklah kalau itu mau lo. Gue mau kasih tahu lo satu hal. Gue dan Henry sudah kenal lama sebelum lo. Gue cinta pertama Henry. Dan Henry cinta pertama gue. Sejak kedatangan lo Henry mengkhianati gue. Dia ninggalin gue demi lo. Jadi gue minta sama lo, jauhi Henry. Jangan coba-coba lo dekatin Henry. Dia milik gue. Beberapa hari yang lalu gue lihat lo berduaan dengan Henry. Apa lo nggak malu dekat-dekat dengan cowok dari sahabat lo sendiri!"


Laura berbicara dengan suara yang begitu keras sehingga para pengunjung cafe tersebut mendengar dengan jelas perkataan Laura. Bahkan tak sedikit para pengunjung tersebut memaki, menyumpah dan menatap jijik kearah Bianca.


Prok..


Prok..


Prok..

__ADS_1


Tiba-tiba Kathleen berdiri sambil bertepuk tangan. Dan jangan lupakan tatapan sinis dan senyuman menyeringainya menatap wajah Laura.


"Wah! Drama yang cukup mengharukan ya, nona Laura! Anda berperan seakan-akan anda adalah korban disini. Padahal jelas-jelas anda lah yang menjadi tersangka utamanya," ucap Kathleen.


"Dan coba lihat!" seru Kathleen sambil menunjuk kearah para pengunjung yang saat ini tengah menatap mereka.


Laura dan Bianca melihat kearah tunjuk Kathleen. Dan dapat mereka lihat bahwa para pengunjung tengah menonton keributan yang dibuat oleh mereka bertiga.


"Mereka semua pasti mengira bahwa anda lah yang tersakiti disini. Dan saya juga yakin jika mereka saat ini tengah mengumpat dan memaki sahabat saya," ucap Kathleen.


Mendengar sindiran dari Kathleen membuat para pengunjung yang memang memaki dan mengumpat Bianca sedari tadi langsung bungkam.


"Kalian semuanya! Dengarin gue baik-baik. Pasang kuping kalian itu agar kalian bisa dengar apa yang gue katakan. Ini perempuan!" Kathleen menunjuk kearah Laura. "Henry itu adalah pacarnya Bianca. Perempuan ini adalah sahabatnya. Karena rasa iri dan cemburunya, perempuan ini menjebak Bianca, sahabatnya sendiri dengan laki-laki lain di hotel sehingga membuat pacarnya marah dan memutuskan hubungannya."


"Lalu perempuan ini berpura-pura baik terhadap Bianca dengan membela Bianca di depan Henry."


"Di depan Bianca, perempuan ini terlihat sedang berusaha meyakinkan Henry. Namun tanpa disadari Bianca, perempuan ini justru membuat Henry masuk ke dalam pelukannya. Dan usahanya berhasil. Henry masuk dalam pelukannya dan jatuh cinta padanya."


Mendengar cerita dari Kathleen membuat para pengunjung terkejut dan juga tercengang.


Sementara Laura terkejut dan juga ketakutan ketika mendengar perkataan dari Kathleen. Laura tidak menyangka jika Kathleen mengetahui semuanya.


"Bukan itu saja. Perempuan ini tahu jika Bianca tidak pernah mendapatkan perhatian, kasih sayang dan pelukan dari kedua orang tuanya dari sejak kecil. Bianca hanya hidup sendiri, walau Bianca masih memiliki kedua orang tua dan kakak perempuan. Perempuan ini juga tahu kalau kedua orang tuanya selalu membandingkan Bianca dengan kakak perempuannya."


"Dengan liciknya perempuan ini menambahkan bumbu di dalamnya dengan mengatakan hal-hal buruk tentang Bianca di depan kedua orang tuanya. Perempuan ini mencuci otak kedua orang tua Bianca dengan mengatakan bahwa Bianca selama ini bekerja di klub malam. Menjajakan tubuhnya kepada setiap laki-laki. Mendengar apa yang dikatakan oleh perempuan ini membuat Bianca makin dimusuhi, diabaikan dan berakhir diusir dari rumahnya oleh kedua orang tuanya."


Lagi-lagi para pengunjung terkejut ketika mendengar perkataan dari Kathleen tentang perempuan bernama Laura. Bahkan kini semua para pengunjung menatap jijik kearah Laura. Dan menatap iba kearah Bianca.


Kathleen menatap tajam kearah Laura. "Lo yang sudah merebut Henry dari Bianca, malah menuduh Bianca yang telah merebut Henry dari lo. Lo yang sudah menghancurkan hubungan Bianca dengan kedua orang tuanya, lo malah dengan bangganya mengatakan bahwa lo sudah mati-matian membantu Bianca buat dekatin Bianca dengan kedua orang tuanya lagi."


Kathleen berbicara dengan tersenyum menyeringai menatap wajah pucat Laura. Begitu juga dengan Bianca.


Bianca sangat puas dengan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh Kathleen. Jadi Bianca tidak perlu mengeluarkan energinya untuk membalas mantan sahabatnya itu.


"Acting yang sempurna sekali, nona Laura Resty Munaf! Tapi sayangnya akting anda harus berakhir SAD disini, hari ini dan di depan semua orang."


Bianca berdiri dari duduknya. Setelah itu, Bianca menatap jijik mantan sahabatnya itu.


"Satu hal yang harus lo ketahui, nona Laura! Dalam kamus kehidupan seorang Bianca Anya Carlo. Tidak ada istilah balik ke pelukan sang mantan. Mantan selamanya akan tetap menjadi mantan. Gue nggak akan pernah sudi untuk balikan lagi dengan pria brengsek seperti dia. Apalagi kalian berdua sudah melakukan hal yang menjijikkan itu."


Laura seketika terkejut ketika mendengar perkataan dari Bianca. Dia tidak menyangka jika Bianca mengetahui bahwa dia dan Henry sudah melakukan hubungan suami istri.


"Kenapa nama gue Bianca Anya Carlo? Dan kenapa bukan Bianca Anya Wechsler?" tanya Bianca dengan menatap tajam wajah Laura.


Mendengar pertanyaan dari Bianca. Laura hanya diam. Dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Dia saat ini sudah kalah telak ketika semua kebusukannya terbongkar di depan semua orang.


"Gue kasih tahu sama lo. Gue sudah tidak sudi memakai nama keluarga sialan itu lagi. Nama Carlo adalah nama keluarga dari calon suami gue. Bahkan gue sudah mendapatkan restu dari seluruh anggota keluarga Carlo. Mereka menerima gue dengan sangat baik. Jadi gue sudah nggak butuh keluarga brengsek itu lagi. Jika lo mau, ambil saja mereka. Bukankah selama ini lo memang pengen jadi putri kesayangan dari kedua manusia busuk itu dan menyingkirkan gue dari kehidupan mereka. Kebetulan gue berbaik hati sama lo. Gue kasih kedua manusia busuk itu untuk lo."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Bianca pergi meninggalkan Laura dengan menggandeng tangan Kathleen. Dia sangat puas bisa membalas rasa sakitnya selama ini.


__ADS_2