KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Ketakutan Andra Akan Pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Darren, Gilang dan Darka dimana hari ini adalah acara Touring.


Saat ini Darren dan kedua kakaknya yaitu Gilang dan Darka sedang bersiap-siap memasukkan beberapa pakaian serta beberapa kebutuhan pribadinya ke dalam koper. Begitu juga dengan ketujuh sahabat-sahabatnya Darren dan para anggotanya di rumah masing-masing.


Sementara anggota keluarganya termasuk Andra berada di ruang tengah. Mereka duduk disana sembari menunggu ketiga putranya/adiknya/kakaknya/keponakannya/sepupunya.


Tiba-tiba Andra mengumpat kesal sehingga membuat Erland, Agneta dan anggota keluarga lainnya menatap kearah Andra. Dapat mereka lihat wajah Andra yang kusut dan tak baik-baik saja.


"Apa kalian tidak ada solusi atau ide untuk menggagalkan niat Darren untuk menikahkanku dengan perempuan menjijikan itu?" tanya Andra dengan tatapan matanya menatap satu persatu anggota keluarganya.


Mendengar pertanyaan dari Andra membuat Erland, Agneta, Davin dan yang lainnya menatap Andra iba dan kasihan. Sejujurnya di hati mereka masing-masing tidak setuju apa yang direncanakan oleh Darren.


Namun mereka semua tidak berani memberikan saran, arahan, usulan dan nasehat kepada Darren. Mereka tidak bisa melakukan semua itu dikarenakan Darren lebih mempercayai foto yang ditunjukkan oleh perempuan tersebut, melainkan percaya dengan kakaknya sendiri.


"Paman pribadi percaya sama kamu, Andra! Tapi Paman tidak bisa berbuat apa-apa untuk menasehati adikmu agar lebih mempercayai kamu dari pada foto itu. Alasan yang membuat Darren lebih mempercayai foto itu ketimbang mempercayai kamu kakak kandungnya sendiri karena ingatan kejadian itu kembali muncul di pikirannya Darren. Darren membandingkan dan menyamakan kejadian yang dia alami sama kejadian yang kamu alami. Kejadian tersebut sama-sama mengandung unsur fitnah." Evan berucap sembari menatap wajah sedih Andra.


"Sama halnya dengan Bibi. Apa yang disampaikan oleh Pamanmu itu juga yang akan bibi sampaikan sama kamu. Bibi percaya sama kamu. Kamu tidak mungkin melakukan hal serendah itu terhadap seorang perempuan," sahut Carissa.


"Setidaknya lakukan sesuatu! Darren, Gilang dan Darka akan pergi beberapa hari dalam acara kegiatan kampusnya. Sementara Darren sudah menjanjikan satu minggu ketiga manusia busuk itu untuk datang kesini. Dan berarti......." Perkataan Andra seketika terhenti karena perkataan seseorang.


"Berarti kakak Andra harus menikahi perempuan itu!"


Baik Andra maupun anggota keluarga lainnya langsung menolehkan kepalanya kearah asal suara tersebut. Mereka dapat melihat bahwa Darren yang telah tiba di bawah dengan dua kopernya. Begitu juga dengan Gilang dan Darka yang berdiri tak jauh dari ruang tengah.


Andra seketika berdiri dari duduknya dan diikuti oleh anggota keluarga lainnya. Mereka menatap kearah Darren dengan tatapan sedih dan memohon, terutama Andra.


"Ren, kakak mohon. Jangan buat keputusan seperti itu. Kakak tidak mencintai perempuan itu, Ren!" Andra berucap dengan menatap sedih adiknya.

__ADS_1


"Jika kakak Andra tidak mencintai perempuan itu. Kenapa kakak menghamilinya?" tanya Darren.


"Ren, kakak berani bersumpah di hadapan kamu dan di hadapan semua orang. Kakak tidak pernah melakukan hal serendah itu. Kakak dijebak, Ren! Selama ini kakak sibuk dengan pekerjaan. Tidak ada waktu buat kakak untuk bersenang-senang, apalagi pacaran. Kalau pun mau pacaran, harus ada kekasihnya kan? Sementara kakak sama sekali belum memiliki kekasih." Andra berucap panjang lebar di hadapan adik kesayangannya itu.


Sementara Darren, Gilang, Darka, Erland dan anggota keluarga lainnya menatap kearah Andra yang tampak sedih. Bahkan mereka bisa melihat sebuah kejujuran di tatapan mata Andra.


Gilang sejak tadi yang mendengar perkataan dari kakak keduanya dan adik ketujuh hanya diam tanpa mengeluarkan satu kata pun, namun tatapan matanya menatap lekat manik coklat adik kesayangannya itu. Bahkan Gilang juga memperhatikan gerak-gerik dari bibir adiknya itu ketika menatap kakak keduanya. Gilang menyimpulkan bahwa adiknya itu berusaha menahan tawanya.


"Ren, apa ini rencana kamu? Kamu sebenarnya percaya dengan kakak Andra, namun kamu sengaja berbuat seperti itu untuk menjebak balik ketiga manusia busuk itu. Jika semua ini benar rencana kamu, maka kakak akan bantu kamu." Gilang berbicara di dalam hatinya.


"Sudahlah kakak Andra. Terima saja semuanya dengan lapang dada. Lagian apa yang dilakukan oleh Darren sesuai apa yang Darren lihat!" Gilang tiba-tiba bersuara.


Deg..


Andra seketika terkejut ketika mendengar ucapan dari Gilang. Begitu juga dengan Erland, Agneta, Davin, Darka dan anggota keluarga lainnya. Mereka semua tidak menyangka jika Gilang pada akhirnya memilih mempercayai orang lain dari pada kakaknya sendiri.


"Gilang, kenapa kamu menjadi seperti ini? Empat hari yang lalu ketika ketiga orang itu datang, kamu memilih percaya terhadap Andra. Sekarang kenapa kamu berbelok mempercayai orang lain?" tanya Erland.


"Ya, itu karena pada saat itu pikiranku hanya setengah. Dengan kata lain, setengah percaya sama kakak Andra dan setengah percaya terhadap perempuan itu. Tapi setelah aku pikir-pikir. Yang sebenarnya salah itu adalah kakak Andra. Apalagi ketika melihat foto itu dan penjelasan dari Darren," sahut Gilang.


"Gilang!" teriak mereka semua.


Sementara Gilang hanya menunjukkan sikap acuh dan cueknya ketika mendengar teriakkan dari semua anggota keluarganya kecuali Darren.


"Sudah ya. Aku, kakak Gilang dan kakak Darka harus berangkat. Aku tidak mau membuat para anggotaku menunggu terlalu lama," ucap Darren.


"Tidak, Darren!" teriak Andra seketika sembari menggelengkan kepalanya brutal. "Kakak tidak mau menikah dengan perempuan itu. Kakak tidak mencintainya. Kamu tidak bisa memutuskan secara sepihak masalah ini. Kakak tidak salah, Ren!" Andra berbicara dengan tatapan matanya menatap kearah Darren. Hatinya benar-benar hancur saat ini.

__ADS_1


"Yang bilang kakak akan langsung menikah dengan perempuan itu siapa?" tanya Darren dengan menatap balik wajah sedih kakaknya itu.


"Bukannya kamu yang meminta mereka untuk datang kesini seminggu lagi. Dan sekarang sudah hari keempat. Tiga hari lagi. Dengan kata lain, hari Minggu mereka akan datang lagi kesini," ucap Andra.


"Memang aku mengatakan itu kepada mereka, tapi aku tidak mengatakan bahwa kakak Andra akan segera menikah dengan perempuan itu di hari itu juga. Aku mengatakan kepada mereka untuk datang kesini seminggu lagi lalu membahas pernikahan," sahut Darren.


"Yang membuat janji itu aku, bukan kakak Andra atau pun kalian. Sementara aku, kakak Gilang dan kakak Darka tidak di rumah pada saat mereka datang. Nah, itu sudah menjadi urusan kakak Andra dan kalian semua. Kalian pikirkan sendiri bagaimana caranya mengatasinya. Setidaknya kalian bisa mengulur waktu sampai aku, kakak Gilang dan kakak Darka pulang dari kegiatan Touring! Bukan seperti sekarang ini yang hanya memperlihatkan ketakutan kalian."


Darren menatap intens wajah kakak keduanya itu. Di dalam hatinya saat ini Darren tertawa nista ketika melihat wajah tak baik-baik kakaknya. Kakaknya benar-benar ketakutan saat ini ketika membahas pernikahan. Apalagi menikah dengan perempuan yang tidak dia cintai sama sekali.


"Seharusnya kakak Andra membuktikan kepadaku kalau kakak Andra tidak bersalah. Kakak Andra buktikan kepadaku bahwa kakak benar-benar dijebak oleh perempuan itu. Tidak seperti sekarang ini yang ketakutan akan dinikahkan dengan perempuan itu. Kakak itu laki-laki. Dan sebagai laki-laki itu harus kuat. Jangan lemah dan jangan mau ditindas oleh perempuan. Banyak cara untuk bisa membuktikan bahwa diri kita tidak salah."


Mendengar ucapan dari adiknya seketika membuat Andra terdiam. Begitu juga dengan Erland, Agneta, Davin, Darka dan anggota keluarga lainnya. Di dalam hati mereka masing-masing membenarkan apa yang dikatakan oleh Darren. Jika kita difitnah, cukup dengan membuktikan kepada orang-orang kalau kita tidak bersalah.


"Ya, sudah! Kalau begitu aku, kakak Gilang dan kakak Darka pergi dulu," ucap Darren.


"Paman Jonathan!" panggil Darren.


"Iya, tuan muda Darren." Jonathan langsung datang disaat mendengar panggilan dari Darren.


"Aku titip semua anggota keluarga Smith kepada Paman. Jaga mereka. Lakukan apa yang sudah aku katakan dua hari yang lalu," ucap Darren.


"Baik tuan muda!"


"Hubungi aku jika terjadi sesuatu."


"Baik tuan muda!"

__ADS_1


Setelah mengatakan itu kepada Jonathan dan setelah berpamitan dengan semua anggota keluarganya. Darren, Gilang dan Darka pun pergi meninggalkan kediamannya. Ketiganya menggunakan kendaraan masing-masing. Jika Gilang dan Darka menggunakan mobil, sedangkan Darren menggunakan motor sport mewahnya.


__ADS_2