KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Kedatangan Darren Ke Perusahaan ER


__ADS_3

Di perusahaan ER terlihat para karyawan berlalu lalang dari tempat satu ke tempat lain. Mereka tampak sibuk dengan pekerjaannya.


Disaat semua karyawan tengah sibuk, tiba-tiba terdengar suara letupan senjata api menggema di dalam perusahaan sehingga membuat semua karyawan terkejut.


Semua karyawan melihat kearah seorang laki-laki yang berpakaian jas lengkap dan juga rapi dengan memegang senjata di tangannya.


Laki-laki itu berjalan dengan angkuhnya diikuti beberapa orang di belakangnya.


"Pak Armand," ucap semua karyawan ketika melihat Armand.


Erland, Davin dan Andra yang mendengar suara letusan senjata api langsung mengerti. Mereka langsung keluar dari ruang kerja masing-masing.


^^^


Kini Erland, Davin dan Andra sudah berada di Aula. Begitu juga dengan semua para karyawan.


Erland, Davin dan Andra menatap tajam laki-laki di hadapannya itu.


Laki-laki itu tertawa meremehkan menatap wajah Erland, Davin dan Andra.


"Sudah waktunya aku membeberkan siapa diriku yang sebenarnya kepada kalian bertiga. Dan aku....," perkataan Armand terpotong karena Andra sudah terlebih dahulu bersuara.


"Anda adalah Armando Ladoza dari keluarga Ladoza," ucap Andra dengan senyuman manisnya.


"Anda memiliki istri bernama Carlita Agatha Charly yang berasal dari keluarga Charly," ucap Davin dengan tersenyum.


"Anda beserta istri anda bekerja disini dan menjabat posisi penting perusahaan ini hanya untuk mencuri," ucap Erland.


Deg!


Mendengar ucapan demi ucapan dari Erland, Davin dan Andra membuat Armand terkejut. Dirinya tidak menyangka jika semua rencananya selama ini telah diketahui dan dengan liciknya ketiga Bosnya itu pura-pura tidak mengetahuinya.


Melihat keterkejutan Armand membuat Erland dan kedua anaknya Davin dan Andra tersenyum mengejek.


"Kenapa? Apa anda terkejut, tuan Armando Ladoza?" tanya Andra.


"Apa kau pikir rencanamu itu tidak kami ketahui sehingga kau leluasa melakukan sekehendak hatimu di perusahaan ini. Anda salah besar, tuan Armando!" Davin berucap dengan wajah dingin.


Armand menatap marah terhadap Erland, Davin dan Andra. Dan detik kemudian, Armand tertawa keras.


"Hahahaha. Saya salut kepada kalian bertiga. Kalian itu benar-benar bodoh. Jika kalian mengetahui semua kecurangan saya di perusahaan ini. Kenapa kalian hanya diam saja? Kenapa kalian tidak langsung bertindak, hah?!" tanya Armand dengan nada membentaknya.


Mendengar perkataan dari Armand. Erland dan kedua putranya hanya menatap dengan seringaian masing-masing.


"Tapi kalian sudah terlambat. Perusahaan ini sudah resmi menjadi milikku," ucap Armand.


Mendengar perkataan dari Armand tidak membuat Erland, Davin dan Andra terkejut. Mereka justru bersikap biasa saja.

__ADS_1


Namun justru yang terkejut itu adalah para karyawannya. Mereka semua menatap Armand tak percaya.


Selama ini mereka begitu hormat terhadap Armand selaku Jendral Manager di perusahaan ER. Mereka semua tahu bagaimana ketekunan, keuletan, kedisiplinan, kerja keras dan tangguh jawab Armand sebagai karyawan dan sebagai Jendral Manager .


"Apa anda yakin jika perusahaan ini sudah resmi menjadi milik anda, hum?" tanya Davin dengan menatap remeh Armand.


"Apa yang dikatakan oleh tuan Armand memang benar!" seru seseorang yang melangkah menghampiri Armand dan yang lainnya.


Erland, Davin, Andra dan semua karyawan melihat kedatangan seorang pria bersama dua orang polisi. Dan diikuti beberapa orang di belakangnya.


"Perusahaan ER sudah resmi menjadi milik tuan Armand," sahut orang itu.


"Siapa kau?!" tanya Erland dengan suara kerasnya.


"Saya adalah pengacara tuan Armando Ladoza," jawab pria itu.


"Oh," jawab Erland, Davin dan Andra dengan santainya.


Melihat reaksi dari ketiga mantan Bosnya membuat Armand terkejut. Dirinya tidak menyangka jika mantan ketiga Bosnya itu hanya bersikap biasa saja.


"Dengarkan aku. Kalian bukan lagi pemilik perusahaan ER. Perusahaan ini sudah resmi menjadi milikku. Sekarang aku minta kepada kalian bertiga, enyahlah dari sini. Dan jangan pernah lagi menginjakkan kaki kalian di perusahaan ini."


Mendengar perkataan dan pengusiran dari Armando tidak membuat Erland, Davin dan Andra takut. Justru mereka tetap berdiri di tempatnya. Mereka sama sekali tidak beranjak dari posisi berdirinya.


"Tidak semudah itu kau mengusir kami dari perusahaan ini, tuan Armando yang terhormat!" Davin berucap dengan penuh amarah.


Armando tersenyum menyeringai, lalu matanya menatap kearah dua polisi yang dibawa oleh pengacaranya.


"Baik, tuan."


Setelah itu, dua polisi tersebut langsung menjalankan tugasnya.


Ketika kedua polisi itu hendak menyentuh Erland, Davin dan Andra. Terdengar suara seseorang yang begitu keras. Bahkan suara orang itu seketika membuat semua orang yang ada di Aula merinding.


"Berania kalian menyentuh Papaku dan kedua kakakku, maka berakhir nyawa kalian berdua!"


Deg!


Kedua polisi itu seketika menelan air ludahnya kasar ketika mendengar perkataan orang itu.


Setelah itu, kedua polisi itu menjauh dari Erland dan kedua putranya.


[Siapa pemuda itu?]


[Kenapa pemuda itu menyebut Bos Erland, Bos Davin dan Bos Andra sebagai ayah dan kedua kakaknya?]


[Apa benar pemuda itu putra dari Bos Erland]

__ADS_1


Itulah ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut beberapa karyawan.


Melihat kedatangan Darren. Erland, Davin dan Andra hanya memperlihatkan senyumannya. Baik Erland maupun Davin dan Andra memang sengaja tidak menyapa Darren. Ketiga hanya ingin melihat reaksi dari si pengkhianat.


Semua karyawan perusahaan ER belum pernah sekali pun bertemu dengan Darren.


Darren belum pernah sekali pun mendatangi perusahaan ER. Pernah sekali, itupun ketika Darren berusia 15 tahun. Lebih tepatnya ketika Darren duduk di kelas 1 SMP.


"Siapa kau?!" bentak Armando.


"Aku?" tanya Darren dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, kau sialan!"


"Apa perlu aku memperkenalkan namaku kepada anda?" tanya Darren menatap remeh Armando.


"Jangan bermain-main dengan saya!" bentak Armando.


"Yang bermain-main dengan anda siapa, hum? Apa anda berpikir kedatangan saya kesini hanya untuk bermain-main dengan sampah seperti anda? Jawabannya adalah tidak," ucap dan tanya Darren dengan menatap tajam Armando.


"Brengsek! Sekarang katakan padaku. Siapa kau? Dan kenapa kau mengganggu pekerjaanku, hah?!" bentak Armando.


"Sepertinya anda sudah tidak sabaran untuk mengetahui siapa nama saya. Eemm... Baiklah! Saya akan memberitahu tahu anda siapa nama saya," ucap Darren.


Darren menatap marah Armando. "Saya adalah Darrendra Smith. Putra ketujuh dari tuan Erland Faith Smith. Dan adik laki-laki dari tuan Davin Aldan Smith dan Diandra Smith."


Mendengar nama dari pemuda yang ada di hadapannya membuat Armando terkejut. Begitu juga para karyawannya.


Mereka selama ini menduga dan juga mengetahui bahwa bos besarnya yaitu Erland Faith Smith memiliki dua orang putra saja yaitu Davin dan Andra. Dan ternyata dugaan mereka salah. Bos besarnya memiliki tujuh orang putra.


Kemungkinan besar mereka kan kembali terkejut jika mereka mengetahui jika bos besarnya memiliki lima putra laki-laki yang lainnya.


"Hahahaha." tiba-tiba saja Armando tertawa.


"Kau pikir dengan kau mengatakan namamu di hadapanku. Aku akan takut padamu. Begitu? Jangan bermimpi. Sekarang pergi dari sini dan bawa ketiga sampah itu dari perusahaan ini!" bentak Armando dengan menunjuk kearah Erland, Davin dan Andra.


"Lebih baik anda pergi dari sini dan bawa ayah dan kedua kakak anda keluar dari perusahaan ini," ucap pengacara Armando.


Darren menatap wajah pria yang berdiri di samping Armando.


"Siapa kau?" tanya Darren.


"Aku pengacara dari tuan Armando Ladoza," jawab pria itu.


"Boleh aku melihat berkas kepemilikan perusahaan ini jika memang perusahaan ini sudah menjadi milik klien anda?" tanya Darren.


"Oh, tentu!"

__ADS_1


Pria itu langsung mengeluarkan berkas yang sudah ditanda tangani oleh Erland.


"Ini berkasnya."


__ADS_2