
Kini di ruang rawat Darren tampak ramai dimana semua orang-orang terdekat Darren pada datang mengunjunginya, termasuk kelima kakak-kakak mafianya.
Mereka semua menatap khawatir Darren yang saat ini tengah tertidur dengan wajahnya yang di pasang masker oksigen. Sementara untuk alat-alat yang menempuh di tubuhnya sudah dilepas.
Celsea sebagai dokter pribadi Darren sudah memutuskan untuk melepaskan alat-alat medis itu dan diganti dengan masker oksigen.
Celsea tidak tega melihat Darren harus menggunakan banyak alat medis. Jadi Celsea mengganti dengan masker oksigen.
Beberapa jam yang lalu ketika Erland datang, Darren langsung menangis disertai dengan tubuhnya yang bergetar.
Melihat itu, Erland langsung memeluk tubuh putranya dan berusaha menenangkannya.
Sedangkan para kakak-kakaknya, kelima adik laki-lakinya, ketujuh sahabatnya, Brenda serta yang lainnya menatap Darren dengan tatapan khawatir.
Mereka semua dibuat penasaran dan juga bingung akan sikap Darren yang tiba-tiba ketakutan di pelukan ayahnya dan mengatakan bahwa dia tidak ingin tinggal pergi. Darren juga mengatakan kepada ayahnya harus selalu bersamanya.
Mereka semua juga melihat Darren tengah menyembunyikan sesuatu. Sesuatu yang mereka yakini penyebab ketakutan Darren timbul.
Bagi mereka semua, terutama ketujuh sahabatnya dan kelima saudara-saudara mafianya ini adalah pertama kalinya Darren bersikap seperti ini.
Selama mereka kenal Darren, tidak ada kata takut dan kata menyerah dalam hidupnya. Mereka mengenal Darren sosok pemuda kuat, tangguh, pemberani dan pantang menyerah.
"Apa yang terjadi terhadap Darren? Kenapa dia jadi seperti ini?" tanya Evan yang tatapan matanya menatap khawatir Darren.
***
Dua minggu kemudian...
Kini Darren sudah berada di rumah. Setelah satu minggu dirawat di rumah sakit pasca tembakkan yang dialaminya, Celsea memberikan izin kepada Darren untuk pulang.
Saat ini Darren berada di ruang tengah bersama anggota keluarganya, ketujuh sahabatnya, kekasihnya, ketujuh sahabat kekasihnya dan kelima kakak mafianya.
Sejak Darren keluar dari rumah sakit, Darren lebih banyak diam. Bahkan Darren sering melamun. Darren akan berbicara jika anggota keluarganya mengajaknya mengobrol.
Ketujuh sahabatnya, kelima kakak mafianya, kekasihnya, para orang tua, para kakak laki-laki dari ketujuh sahabatnya, ketujuh sahabatnya dari kekasihnya tak pernah absen mengunjungi Darren di kediaman Smith. Mereka menyempatkan waktu walaupun sibuk hanya demi Darren.
__ADS_1
Bukan hanya mereka saja yang datang setiap hari mengunjungi Darren. Anggota keluarga dari Brenda dan ketujuh sahabatnya, Elzaro dan kelima sahabatnya, Bianca selaku asisten sekaligus sekretaris Erland, Kathleen selaku kekasih dari Darka, Kayana perempuan yang ditolong oleh Gilang juga ikut mengunjungi Darren. Mereka semua memberikan semangat untuk Darren.
Baik anggota keluarga Smith, ketujuh sahabatnya beserta anggota keluarga, kelima kakak mafianya maupun orang-orang yang sudah mengenalnya dan dekat dengannya mengetahui perubahan sikap Darren sejak keluar dari rumah sakit.
Darren yang ceria, Darren yang penuh semangat, Darren yang usil, jahil dan bawel, Darren yang selalu memberikan umpatan-umpatan. Kini berubah menjadi Darren yang tertutup.
Buktinya saat ini dimana Darren hanya diam tanpa ekspresi. Sementara semuanya tengah berbincang-bincang dan tertawa.
Tanpa Darren sadari, dua diantara ketujuh sahabatnya dan kelima kakak mafianya sedari tadi memperhatikan gerak geriknya yang tampak gelisah. Keduanya itu adalah Axel dan Ziggy.
Axel dan Ziggy memperhatikan Darren yang tampak berusaha membuang semua apa yang menjadi beban pikirannya beberapa hari ini.
Darren saat ini tengah bersandar di punggung sofa dengan kedua matanya yang terpejam.
"Ren," panggil Axel tiba-tiba.
Mendengar Axel yang memanggil Darren membuat semuanya langsung melihat kearah Darren.
Mereka semua melihat Darren yang memejamkan matanya dengan kepalanya bersandar di kepala sofa.
"Darren, sayang!" kini Erland yang memanggilnya karena panggilan dari Axel tidak mendapatkan respon dari Darren.
Darren melihat tatapan khawatir yang diberikan ayahnya padanya. Setelah itu, Darren menatap satu persatu wajah-wajah orang yang ada di hadapannya yang juga menatap dirinya.
Sama seperti tatapan mata ayahnya. Orang-orang yang ada di hadapannya itu juga menatapnya khawatir.
Seketika Darren merutuki dirinya sendiri yang sudah membuat semua orang mengkhawatirkan dirinya.
"Aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Jadi jangan perlihatkan wajah jelek dan wajah kusut kalian itu padaku," ucap Darren tiba-tiba.
Mendengar perkataan kejam dari Darren membuat mereka melongo tak percaya.
Namun detik kemudian, terukir senyuman di bibir mereka masing-masing ketika mendengar perkataan kejam dari Darren itu.
Darren mereka telah kembali. Darren mereka telah berubah menjadi Darren yang dulu lagi.
__ADS_1
"Ach, akhirnya kembali juga tuh sifat aslinya!" batin kelima kakak mafianya.
"Sahabat gue telah kembali," batin Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Rehan dan Darel.
Darren menatap satu persatu kelima saudara mafianya.
"Kakak Ziggy, kakak Noe, kakak Devian, kakak Chico, kakak Enzo!" Darren memanggil satu persatu kelima saudara mafianya itu.
"Iya, Ren!" Ziggy, Enzo, Noe, Chico dan Devian menjawab bersamaan.
Mereka berlima menatap wajah Darren. Menunggu apa yang akan disampaikan oleh Darren. Lebih tepatnya pertanyaan dari Darren.
Bukan hanya kelima ketua mafia saja yang menunggu perkataan dan pertanyaan dari Darren. Melainkan anggota keluarganya, ketujuh sahabatnya, kekasihnya dan ketujuh sahabat kekasihnya juga menunggu apa yang akan disampaikan atau ditanyakan oleh Darren.
"Kenapa jadi lupa gini? Sejak keluar dari rumah sakit, kenapa otakku tak bekerja dengan baik?"
Darren berucap kesal karena tiba-tiba dia lupa apa yang akan disampaikan dan ditanyakan kepada kelima saudara mafianya itu.
Sementara anggota keluarganya, ketujuh sahabatnya, kelima saudara mafianya, kekasihnya dan ketujuh sahabat kekasihnya tersenyum ketika mendengar perkataan Darren.
"Di pending aja dulu apa yang ingin kamu sampaikan dan ingin kamu tanyakan kepada kami!" seru Chico.
"Mungkin baterai otak kamu tinggal lima persen. Jadi butuh dicas terlebih dahulu," ledek Enzo.
"Atau...." Ziggy menghentikan perkataan sembari matanya menatap jahil kearah Darren.
Sementara Darren menatap dengan tatapan cengo kelima kakak mafianya itu.
"Paketan internet otak kamu itu habis," sambung Ziggy.
Seketika mereka semua tertawa ketika mendengar ucapan dari Chico, Enzo dan Ziggy.
Sementara Darren seketika mendengus mendengar ucapan dari ketiga kakak mafianya itu.
Melihat wajah kesal Darren akan perkataan dari Chico, Enzo dan Ziggy membuat mereka merasakan kebahagiaan dan kelegaan.
__ADS_1
Setidaknya dengan Ziggy, Chico dan Enzo menjahili dan menggoda Darren, pikiran Darren teralihkan ke masalah yang lain. Jadi Darren tidak memikirkan masalah itu terus menerus, walau mereka semua tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Darren beberapa hari ini.
Mereka semua berharap, apa yang dipikirkan Darren beberapa hari ini bukanlah masalah besar. Mereka juga berharap, semoga semuanya baik-baik saja.