
setelah itu, Alex menchat Rita menanyakan kabar.
"How are you today? ( bagaimana kabarmu hari ini? )"
"I'm fine. Hey, there's a new rule ( baik alhamdulillah. Hei, ada aturan baru )," kata Rita menyadari ada yang kurang.
"Ya ampuun apa lagi?" Tanya Alex yang sangat khawatir takut Rita membuat aturan aneh.
"Setiap memulai chat harus mengatakan salam dulu," kata Rita. Iya ya semenjak mulai mengobrol dengan Alex mereka tidak pernah sekalipun memulai dengan kata salam. Rita lupa, Alex tak ingat.
"Kenapa? Biasa saja kan tidak apa," tampaknya Alex malas harus melakukannya.
"Mengucapkan salam kan kebiasaan orang Muslim kalau dilakukan dapat pahala. Kenapa kamu tidak mau?" Tanya Rita dengan heran.
"I used to always say it just to look cool, but the intention was only to attract the attention of the opposite ***. I used to be a playboy, my target is various girls hehehehe ( dulu aku selalu mengucapkannya hanya untuk terlihat keren saja tapi niatnya hanya untuk menarik perhatian lawan jenis. Aku kan dulu playboy, target aku bermacam - macam perempuan )," kata Alex dengan dibaca kaget oleh Rita.
"Oh, playboy ya? Hmmm," balas Rita.
"WHY DID I SAY IT? ( KENAPA AKU MENGATAKANNYA? ) Aku keceplosan!!" Alex lalu mengirimkan emoji wajah datar.
"Aku tidak memancing kamu lho, kamu sendiri yang mengatakannya," kata Rita sambil tertawa keras.
"Sial. Jadi terbawa ke kenangan yang dulu,"
"Ceritakan padaku kisah tentang hormon kamu yang berkelana," kata Rita tersenyum geli.
"Kamu bilang begitu seperti aku yang lapar lubang perempuan," Rita kemudian tertawa terbahak - bahak membaca kalimatnya.
"Bukan begitu. Kamu kan punya pengalaman yang lebih ya jadi apa salahnya kalau kamu berbagi? Aku tidak akan marah justru aku senang mendengarkan cerita orang,"
"Begitulah? Baiklah aku cerita errrrr dengan bahasa Indonesia saja. Pakai melayu, kamu loading nya lama banget, pakai bahasa Inggris malah membuat kamu sebagai pelajaran bahasa Inggris. Jadi aku akan ceritakan dengan Indonesia," kata Alex baguslah!
"Aku menyimak," kata Rita dengan senang. Membaca pengalaman Alex yang super gila tentang bagaimana dia rela kehilangan perjakanya membuat miris tapi juga sangat menegangkan. Kisahnya hampir seperti sebuah film.
"Dulu aku pernah mendekati seorang perempuan yang sama dengan kamu. Disini aku pertama ingin bilang maaf sama kamu, aku kira kamu sama saja dengan mereka - mereka. Berjilbab tapi isinya ternyata hati mereka sangat buruk. Aku minta maaf ya," Alex lalu mengirimkan stiker yang bergerak bergambar surat love dan isinya permohonan maaf.
"Iya jangan diulangi lagi ya. Tidak semua yang berjilbab itu hatinya kotor," kata Rita.
__ADS_1
"Terima kasih. Lanjut ya, aku kenal perempuan berjilbab dari temanku yang berada di Jakarta bukan sahabat aku tapi ada lah teman bersenang - senang. Aku pikir awalnya dia benar - benar perempuan baik, dia juga sama dengan kamu berjilbab lalu tutur katanya lembut sekali. Sampai aku terbang jiwaku dan jatuh cinta padanya. Aku senang dia pakai jilbab karena memang sangat cantik tapi sayangnya aku terlalu jauh terbang sampai suatu ketika setelah aku katakan perasaanku..." potong Alex.
"Tunggu sebentar ada yang ambigu," kata Rita.
"Yang mananya?" Tanya Alex.
"Kamu jatuh cinta sama dia, tapi bertemu kan? Dia masih berjilbab?" Tanya Rita.
"Ah! Iya aku lupa menceritakannya hehe,"
"Yang komplit dong, Kang!" kata Rita mengingatkan.
"Akang. Kamu ikut sama seperti ibuku! Iya waktu bertemu itu, aku dan dia belum jadian jadi seperti berteman dulu selama 4 hari. Aku kan mempelajari dia dulu. Lalu setelahnya aku nyatakan, nah saat akhirnya jadian saat kita bertemu lagi, dia tidak memakai jilbabnya. Lalu aku kaget dan bertanya Kenapa kamu tidak pakai jilbab lagi? Kamu tahu apa kata dia?" Tanya Alex.
"Paling juga jawabannya, 'Ah tidak, aku kan pakai jilbab hanya untuk hiasan saja. Soalnya aku malu kamu ternyata sangat tampan jadi aku harus memperlihatkan diriku yang cantik tanpa harus memakai jilbab. Kalau pakai jilbab nanti kamu diambil orang.' Paling begitu sih kalau aku menebak. Terus dia bilang apa balasannya?" Tanya Rita.
".........."
"Apa? Aku kan tidak tahu yang tadi hanya menebak saja," kata Rita keheranan. Masa iya benar jawaban perempuan itu begitu.
"Ya itu. Aaaahh kenapa sih kamu selalu tahu?" Tanya Alex yang tampak frustasi.
"Yang kamu bilang tadi, iya perempuan itu bilang begitu. Tepat sekali!"
"Yang aku bilang?" Tanya Rita. Dia saja sama sekali tidak tahu kalau memang begitu jawabannya.
"Iya!" katanya singkat.
Rita terdiam bengong dia tidak tahu kalau jawabannya tepat. Itu kan hanya tebakan saja.
"Menurut kamu kenapa ya? Padahal dia cantik banget kalau pakai jilbab eh setelah aku jadi dengan dia, dia malah buka jilbabnya," kata Alex yang pura - pura bego.
"Kamu kan senang perempuan yang begitu. Pura - pura berjilbab lalu menampakkan dirinya yang sebenarnya. Bagus tahu meski kesannya jadi miring,"
"Ya tidak begitu juga aku kira bisa tobat karena dia berjilbab tapi setelah itu... dia pakai baju yang seksi juga. Jadi aku langsung putuskan," kata Alex.
"HAH!? Baru jadian kamu sudah putus?" Tanya Rita kaget. Oh, setidaknya dari dalam dirinya masih ada rasa sopan ya.
__ADS_1
"Tidak sehari itu. 2 harilah. Karena dia benar - benar melepas kerudungnya dan pakai baju yang lebih minim, ya langsung aku putuskan. Dia menangis kenapa, aku katakan. 'Aku sangat malu memiliki kekasih sepertimu. Kamu tidak memiliki sifat teguh dalam pendirian, kamu pakai kerudung hanya untuk menarik perhatian lelaki.'"
Rita tertegun. Ya sama saja dengan Alex hahahaha! "Kenapa kamu kecewa? Kamu juga 11 12 dengan perempuan itu kok," kata Rita merasa heran.
"Sama bagaimana? Kamu memihak karena sesama perempuan?" Tanya Alex yang kesal.
"Bukan memihak tapi sama seperti kamu yang memakai salam hanya untuk dianggap sopan agar bisa menipu perempuan. Ya jangan kecewa dong, sesuai yang kamu lakukan ya itu balasannya," Kata Rita menjelaskan. "Apa yang kau tanam itulah yang kamu dapatkan,"
Alex terdiam dan sepertinya menyadari kesalahannya. "Benar juga. Tidak terpikirkan,"
"Ingat! Allah itu tidak tidur, apa yang kamu lakukan dan niatkan maka pasti ada balasannya. Jangan berpikir egois perempuan itu begitu memangnya kenapa? Kamu saja begitu ga jauh beda. Lalu?"
"Huh! Ya sudah aku tinggalkan dia terus dia kirim chat kalau dia akan mulai berjilbab lagi tapi aku sudah tidak minat. Karena sudah ketahuan sifat aslinya bagaimana. Waktu jalan, dia malah genit melirik lelaki lain yang membuat aku makin bete!" Kata Alex.
"BAHAHAHAHA!! BODOR!" Teriak Rita yang langsung sakit perut karena kebanyakan tawa.
"Kamu senang ya. Jahat! Kamu tidak pernah mengalami seperti itu?" Tanya Alex yang super malu juga tapi senang karena Rita benar bisa mendengar eh membaca setiap ceritanya. Dan isinya tidak yang menjudge meski tahu dia salah.
"Tidak. Karena niatku hanya berteman jadi kalau bertemu terus lebih banyaknya lelakinya yang berbohong. Ya sama seperti kamu, lelakinya yang banyak menggunakan foto orang, kalau aku ya asli. Seperti ini, waktu bertemu semua lelaki yang kaget,"
"Karena sesuai dengan yang difoto?" Tanya Alex.
"Iya. Dan aku tidak masalah mau lelakinya pendek, hitam, tinggi, gendut asalkan mereka tidak berbohong dan banyak alasan. Tapi kalau terlalu mengada - ada saat itu juga aku tinggal," kata Rita.
"Pernah ada yang tampan? Tapi pastinya tidak setampan aku sih," kata Alex pastinya dia tertawa bangga.
"Belagu luh! Ada kok. Super tampan tumben aku juga dapat,"
"Hah!? Jadi pacar? Ney tahu?" Tanya Alex yang sepertinya dia kecewa. Kasihan!
"Tidak jadi pacarlah kan aku sudah bilang hanya untuk berteman. Orangnya sombong banget hanya karena dia orang tampan, terus dia nanya Apa aku tampan? Aku bilang iya. Eh sudahnya dia langsung pergi dong, aku kan heran kenapa dia?"
"Hah pergi begitu saja? Meninggalkan kamu? Kasihan. Lalu?" Alex gila awas kamu kalau ketemu! Aku injek - injek!
"Aku nanya kenapa kamu tiba - tiba pergi? Terus dia tidak jawab kan. Aku kirim sms sampai 20x baru dia jawab,"
"GILA! 20X!? Lalu apa jawabannya? Aku yakin yang membuat kamu meledak hehe," tebak Alex.
__ADS_1
BERSAMBUNG ...