ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(120)


__ADS_3

"Baik dan menerima kamu apa adanya. That's all," jawab ibunya sambil memandangi Alex penuh makna. Apakah dia punya niat ingin memperkenalkan Rita kepadanya suatu hari nanti? Pikir Ibunya. Kakaknya pun berpikir yang sama, pasti nanti mereka memang harus bertemu dengan Rita.


"Oke." Jawab Alex sambil tersenyum. Sepertinya Alex mulai ada yang akan diubah dari sudut pandangnya tentang sesuatu dan tentu saja dia harus membereskan kesalahpahaman ini secepatnya.


Baik kita kembali ke tempat Rita yang sedang menghibur dirinya sendiri dengan membuat rencana kegiatan harian meski dengan air mata yang keluar. Tapi Rita ikhlas toh Alex atau dirinya bukanlah orang yang dekat. Kemudian, ada japri dari Arnila.


"Ney bilang Alex selingkuh! Chat di grup ya," Rita menghela nafas dia lupa kalau masih ada grup kepo dan sayangnya dia malas masuk grup sana. Jadi dia membiarkan chat WAnya berbunyi dan hanya membacanya. Lama kelamaan chat menumpuk dan Ney berteriak di chatnya.


"Ri, tuh laki - laki kamu selingkuh! Benar kan kata aku juga mana mungkin kamu sama dia. Tidak selevel!" Rita tidak memperdulikan isinya sama sekali, Ney akan sangat senang kalau Rita terpancing emosi. Atau juga "Ri, balas dong! Kamu kecewa kan? Kenapa kamu banned dia ya? Dia cerita. Lihat deh akunnya dia sama perempuan lain,"


Huf! Masih juga dia yang heboh. Siapa yang kenal siapa juga yang panik sendiri. "Ri, seriusan! Kamu tidak tertarik? Aku bilang juga apa, dia mana bisa setia sama satu perempuan hahaha kasihan lebih baik kamu cari yang lain deh. Memang kamu dengan dia tidak pantas!"


Lagi dan lagi terus Ney mengomel sendirian, akhirnya Rita meng-off-kan grup itu dan keluar kemudian sibuk mengerjakan tugasnya kembali. Dia juga lupa kalau ada bawahannya Ney yang akan terus menjaprinya juga. HADOOOH!!


"Ri, kamu kenapa? Kok off dari grup?" Tanya Arnila.


"Tolong dong, aku lagi sibuk banget harus mengerjakan harian tugas dan membuat materi di sekolah. Aku tidak punya waktu untuk memikirkan orang asing dan dia bukan pacar aku. Kasih tahu ke Ney! Sembarangan!" Kata Rita yang kesal banget.


"Oh, begitu. Iya dia terus saja menelepon aku heboh soal kabar Alex. Aku sudah beritahu juga jangan ikut campur deh, itu urusan Rita dan Alex. Kalau Alex memutuskan untuk menerima orang lain ya itu hak dia. Lagipula Rita saja tidak seheboh kamu. Itu benar?" Tanya Arnila lagi. Pastilah dia juga disuruh Ney untuk cari tahu.


"Ney suruh kamu yang bertanya ya?"


"Hehehehe," jawab Arnila.


"Kok kamu mau sih disuruh - suruh sama dia? Kamu kan bukan budaknya. Bilang saja sama dia kalau memang begitu sepertinya dan aku tidak perduli. Ney kok rusuh amat ya soal kehidupan orang lain?" Rita bertanya - tanya segitu serukah kepo dengan hidup orang?


"Dia sih memang begitu makanya aku jarang cerita soal Imron. Ya sudah selamat mengerjakan tugas ya kalau ada apa - apa japri aku saja. Soalnya kalau kamu cerita ke Ney, makin lebih kacau. Tapi kalau sudah beres kamu balik ke grup tidak?"


Sebenarnya Rita ingin menolak karena 1 grup dengan Ney atau dengan dua orang temannya dia pasti berakhir ricuh. Tapi tidak enak juga dengan Arnila, dia orang yang baik sih tapi tetap saja Rita harus hati - hati. Karena Arnila sudah lama berada di dekat Ney jadi kemungkinan sama saja.

__ADS_1


"Iya bagaimana nanti deh. Aku juga ditelepon sama kepala sekolah besok rapat pagi - pagi dan aku kan masih harus segar untuk ruqyah nanti," kata Rita.


"Oke deh. Nanti kalau ada kabar lagi aku chat ya. Sabar saja kalau masalah Ney," selesailah chat mereka berdua sampai disana. Ditinggalkan begitu saja yah sudah biasa bagi Rita namanya juga teman selintas tidak perlu sepeduli juga kan jadi dia sudah bodoh amat.


"Hey, Ri! Kok kamu diam saja sih? Ada hati tidak sih kamu sama Alex? Kok seperti plin plan ya," kata Ney yang secara tiba - tiba menjapri.


Rita terlalu malas membalasnya dan membiarkannya, Ney misscall lalu chat lagi dan terus menerus menelepon. Akhirnya Rita menchat dengan mengumpulkan semua kekesalannya.


"AKU BODOH AMAT SOAL ALEX. KAMU TIDAK PERLU IKUT CARE SEGALA. AKU SANGAT KENAL KAMU SEPERTI APA. Sudah aku banyak pekerjaan dan tugas mengajar menumpuk, syukur alhamdulillah kalau Alex punya pacar juga! Apa hak aku marah sama dia plus melarang? Lebih baik kamu urusi deh hubungan kamu sama Dins tidak perlu kepo soal aku atau Alex. BUODOH AMAT!!" Kemudian Rita banned nomor Ney, dia tidak memberikan kesempatan pada Ney untuk membalas.


Sekitaran 15 menit saat Rita sudah setengah mengerjakan tugasnya, Arnila menjapri men-screenshotkan percakapan Ney dan dia.


"Nil, dia galak banget sih menjawab pertanyaan aku,"


"Ya iyalah galak. Kamu maksa banget sih nanya seperti itu. Kalau sudah tahu, jangan memaksa buat dijawab," jawab Arnila sambil mengirimkan emoji kesal.


"Ya jangan terlalu mau tahu deh. Rita sudah kesal banget sama kepoan kamu. Aku juga kesal kok bisa sih kamu dukung orang lain begitu saja? Awal kan justru kamu yang maksa Rita jadi dengan Alex,"


"Ya habis Rita itu lemot banget terus tidak peka. Aku saja langsung tahu Alex maunya apa,"


"Ya setiap orang kan berbeda - beda kemampuannya. Kamu sendiri yang peka masih bisa banyak selingkuh sadar tidak sih. Mana yang lebih parah kelakuannya?" Tanya Arnila.


".........."


"Soal Rita, lebih baik kamu jangan terlalu dalam deh. Yang plin plan justru kamu, yang asalnya dukung Rita sekarang malah berbalik dukung Alex dengan pacarnya. Kamu yakin itu pacar dia? Kalau kata aku sih bukan,"


"Itu pacarnya. Secantik itu siapa lagi? Semua perempuan di sekitar Alex itu cantik banget dan Rita jauh dari kecantikan mereka. Aku cuma heran kok Alex mau ya sama Rita? Aku lebih baik kali," kata Ney yang membuat Rita tertawa keras.


"Apanya yang lebih baik. Rita secara ya putih, tinggi, semampai, wajah mulus coba deh kamu pegang wajahnya. Rajin perawatan dia. Kamu sendiri yah coba saja bandingkan. Pipinya kenyal lho, bibir full segar," kata Arnila. Aduuuh arnila juga sama dia mulai perawatan diri juga karena sebentar lagi mau menikah.

__ADS_1


"Kamu jadi semakin pintar melawan aku ya,"kata Ney.


"Maaf ya memangnya kamu siapa? Aku kan budak kamu," balas Arnila dan berakhirlah chat mereka. WOW! Lalu Arnila mengirim foto chat dari akun Alex dan memperlihatkan apa yang dikatakan Ney pada akun itu.


Ney : "New girlfriend? Where was the girl yesterday? ( Wah, pacar baru nih? Yang kemarin kemanakan? )"


Alex : "Hehehehehe,"


Ney : "Congratulations. You really suit her better than yesterday,she can't respect your feelings and just play with it ( Selamat ya. Kamu memang lebih cocok sama dia daripada yang kemarin, dia tidak bisa menghargai perasaan kamu dan memainkannya begitu saja )"


Alex : "She didn't play with my feelings. I was wrong. Don't blame your own friends. Just ask your friends who's really wrong ( Dia tidak memainkan perasaan aku, aku yang salah. Jangan salahkan teman kamu sendiri. Tanya saja pada teman kamu siapa yang sebenarnya salah ),"


Ney : "But she left you ( Tapi dia meninggalkan kamu lho ),"


Alex : "It's okay, I Understand. Around me many can not survive with my temper. How can you blame her for such a trivial thing? Do you agree me with her? What do you think about me with her? ( Tidak apa, aku mengerti. Sekitar aku banyak yang tidak bisa bertahan. Kamu bagaimana bisa menyalahkan dia untuk hal yang sepele? Kamu setuju aku dengan dia? Menurut kamu bagaimana kalau aku dengan dia? )"


Ney : "Very well suited. She was prettier than before. Her face is so clean and you guys get along so well. After all, your strata must be equal right, before she was just an ordinary person. I fully support both of you ( sangat cocok sekali. Perempuan itu lebih cantik dari yang sebelumnya. Wajahnya sangat bersih dan kalian sangat serasi. Lagipula strata kalian pasti setara kan, yang sebelumnya dia hanya orang biasa. Aku mendukung penuh deh kalian berdua )"


Alex : "Thanks! So you won't support your friend's romance anymore? Why? ( Terima kasih! Jadi kamu tidak akan mendukung asmara teman kamu lagi? Kenapa? )"


Ney : "No for what? I'm in favor of something more certain of a match. You guys fit so well! I think it's better if your girlfriend is this one, I'll definitely support it ( Tidak buat apa? Aku mendukung sesuatu yang lebih pasti kecocokannya. Kalian cocok banget! Menurut aku sih lebih baik pacar kamu yang ini saja, Aku pasti dukung )"


Alex : "It's so? But it's a shame you don't know anything about the girl in this photo. And I say, your friend is so pretty that's why I like her so much. If compare to this woman, your friend is better. Your friends face is very well groomed and I like it more. You should be more careful with your words because you are expressing opinions on social media. I'm sure your friend will know about this soon ( begitu tapi sayang sekali kamu tidak tahu apa - apa soal perempuan di foto ini. Dan aku katakan, teman kamu sangat cantik itulah kenapa aku sangat menyukainya. Kalau di sejajarkan dengan perempuan ini, teman kamu lebih baik. Wajah teman kamu dan penampilannya sangat terawat dan aku lebih menyukainya. Sebaiknya kamu lebih menjaga ucapan kamu karena kamu sedang mengemukakan pendapat di medsos. Aku yakin teman kamu akan segera tahu soal ini)"


Ion: Hahahaha cocok sekali, Bro!


Aran : Really? Niceeee hahahaha


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


__ADS_2