
Setelah itu, Ney mulai fokus pada kuliahnya tentu dengan kondisinya yang seperti biasa, acak-acak tanpa mandi, Ney heboh karena terlambat kuliah. Dia mengaplikasikan bedak dan lipstik, mengemasi kertas dan buku kuliah lalu bergegas pergi tanpa makan. Beberapa bulan itu memang serius kuliah tanpa memikirkan lagi soal pacaran atau lelaki.
Dia masih tidak memperhatikan penampilannya meskipun masih banyak waktu. Terkadang Dins iseng mengunjungi tempat kuliahnya dan memperhatikan Ney dari jarak jauh. Ney juga serius mengikuti ospek yang tahun lalu dia kabur karena ada kakak kelasnya yang tidak menyukai dirinya. Tapi sekarang kakak kelas itu malah sekelas dengannya di kuliah susulan.
Dins pun melihat sikap Ney yang berubah lebih bersikap baik pada beberapa orang meski dengan omongannya yang masih aneh. Teman sekelasnya pun tidak terlalu menanggapi perubahan kecilnya itu namun berbeda dengan semua dosen yang berpikir tidak ada harapan.
Ney juga mengerjakan tugasnya dengan hasil keringat dan tenaganya. Bahkan saat ujian pun, dia tidak pernah menyontek, mengerjakan laporan juga tidak lagi memfoto kopi hasil karya orang.
"Coba kamu seperti ini di bulan lalu, sekarang menikmati masa-masa libur," kata salah satu dosennya yang dulu pernah membuatnya dikeluarkan dari kuliahnya.
"Dan jangan banyak mencari musuh, Ney. Sebentar lagi wisuda, kamu bisa istirahat selama seminggu sama dengan yang lain," kata direktur Universitas tersenyum.
Akhirnya dia membuat skripsi pun hadil dari otak, tenaga dan keringatnya. Dia berpikir ternyata membuat semua dengan tenaganya sendiri memang terasa lebih terpuaskan. Dia mengingat kesalahannya yang lalu membuat beberapa orang kesusahan dengan kebiasaannya yang selalu menjiplak karya orang. Sampai para dosen melemparkan karyanya atau bahkan membakarnya, kini dia tahu seberat apa usaha mereka membuatnya.
Kita lewat soal Ney yang sudah melewati masa sulitnya. Kita lanjut 4 bulan kemudian tentunya Rita sudah lulus begitu juga Ney dan Arnila. Dan Alex juga sudah bahagia dengan hidupnya tapi masih menantikan Rita. Baginya sudah cukup 4 bulan masa rehat mereka berdua dan berdoa perasaan Rita sudah tenang.
Rita sendiri setelah dinyatakan lulus, masih belum bisa mendapatkan ijazah kuliahnya yang masih belum di tandatangani. Akhirnya Rita bekerja sebagai pramusaji di sebuah Cafe lagi.
Lalu bagaimana dengan Alex dan Ameera sebelum akhirnya Ameera menikah? Selintas Alex menikmati kebersamaan dengan Ameera saat mereka tengah berduaan di taman, mengobrol. Lalu Alex teringat tiba-tiba dengan Rita membuatnya melihat dirinya sendiri di cermin. Saat Ameera meminta ijin ke toilet, Alex membuka ponselnya dan melihat Akun Rita yang menampakkan foto Rita sedang bekerja.
Foto itu diambil oleh teman-temannya Rita yang sengaja datang melihat Rita bekerja. Rita tampak baik-baik saja dengan berbagai gaya dengan temannya berbeda saat dia melihat fotonya yang terdapat Ney didalamnya. Sangat berbeda sekali, pikir Alex menyadari kalau memang Rita lebih nyaman dengan teman-teman yang aslinya. Dan kini dia juga tahu siapa teman Rita yang sebenarnya.
Kemudian Alex melihat-lihat status Rita yang 4 bukan dia tidak ketahui, lalu melihat ada postingan yang sudah Rita hapus. Namanya juga Alex yang kurang adab dirasa menurutnya penting dan membuatnya penasaran, menyangka pasti status bodoh yang Rita buat. Alex membuka kembali dan terkejut apa yang dia lihat itu pantas saja Rita menghapusnya. Terlebih lagi anehnya Ney sudah berteman lagi dengan Rita, well sebagian karena dirinya juga.
Awalnya dia bangga melihat Ney dan Rita berteman tapi tidak lama kemudian, dia kaget dengan beberapa kiriman dari Ney. Terdapat foto Ameera dengan dirinya dan beberapa saudaranya dari Malaysia. Alex membaca beberapa komentar dibawahnya dan kesal sepenuhnya. Setelah itu dia menyadari bahwa berbahaya sekali akunnya menerima Ney dan Arnila, kemudian dia memblokir akun mereka. Tentu saja status Rita itu dia hapus permanen dan mempertanyakannya pada Ney apa maksudnya.
Kemudian Alex membuka akun Ney tanpa perlu membuatnya berteman, Ney sedang istirahat rebahan di lantai rumahnya sambil memakan cemilan. Dia sedang tertawa dengan grupnya sendiri lalu melihat ada notif dari Alex. Ney kaget sekali, ada apakah? Tapi juga senang, pikiran lainnya kembali datang bisa membuat Rita cemburu.
"Kenapa kamu mengirimkan foto aku dan saudaraku pada Rita? Apa mau kamu?" Tanya Alex dalam inboxnya.
__ADS_1
Ney kaget sekali ternyata Alex pasti membuka akun Rita tapi kok bisa? "Kamu yakin itu saudara? Kok mesra ya bukannya pacar?" Tanya Ney yang mulai kepo.
"Bukan urusan kamu! Unyuk apa kamu kirim foto itu segala?" Tanya Alex yang kesal. Dia takut Rita akan menolaknya nanti.
"Aku ingin tahu saja bagaimana reaksinya saat melihat kamu punya pacar baru. Paling juga merasa dipermainkan," balas Ney dengan angkuh tapi juga cemas.
Kamu dapat itu pasti mencatut fotonya dari akun dia kan," kata Alex lalu membuat akun Ameera menghilang dari peredaran.
"Ya kan ada namanya lalu aku buka eh ternyata dia punya akun Pacebuk toh. Aku ini membantu kamu lho supaya Rita jujur dengan perasaannya. Aku kan baik," kata Ney menyanjung dirinya yakin Alex akan membelanya seperti biasanya.
"Bulshit! Yakin kamu mau membuatnya cemburu? Karena yang aku baca dari pikiran kamu, ada maksud lain dan itu sangat jelek," kata Alex.
"Tidak ada. Aku memang ingin membuat dia cemburu dan mengaku," kata Ney yang agak ketakutan.
"Halah, sudahlah jangan mulai menipu diri sendiri selama ini aku tahu seperti apa kamu sebenarnya. Ingin selalu diperhatikan oleh Rita, ingin terangkat tinggi oleh orang karena kamu sudah membantunya. Dan kamu mulai membuat onar dengan teman-temannya. Kamulah yang tidak jujur," kata Alex.
Ney merasa tertindas oleh Alex dan menjadi berang karena ucapan Alex yang kasar. Kalimat Alex diartikan dengan bahasa Indonesia alias diperhalus, aslinya penuh dengan umpatan seperti orang Amerika. Jadi memang tidak baik bila membacanya.
"Berlebihan. Apapun yang kamu lihat atau baca, kamu buat menjadi berlebihan alhasil saat kamu yang terjebak kamu menyalahkan Rita. Kamu tahu kebenarannya tapi tidak diutarakan sesuai yang kamu tahu. Karena apa? Kamu iri alias sirik bila Rita berbahagia kamu tidak pernah mengakuinya. Apa salah Rita sampai kamu terus berkata jelek?" Tanya Alex yang membuat Ney merasa sama dengan yang dipertanyakan oleh Arnila.
"Terus apa mau kamu sekarang?" Tanya Ney yang sudah malas. Dia kira Alex menghubunginya karena ingin mengobrol soal Rita ternyata ...
"Kamu ini memang hobi sekali ya mencatut foto atau informasi orang. Bukan hanya soal foto tapi yang lainnya," kata Alex menggelengkan kepalanya.
Rita saja yang tidak pintar selalu mengerjakan tugasnya sendiri tanpa menyontek justru Rita sangat senang mengerjakan tugas.
Ney kaget soal itu dari mana Alex bisa tahu soal dirinya yang selalu menjiplak? Rita? Tapi kan mereka sudah tidak pernah berkontak lagi, lalu Arnila juga tidak mungkin.
"Kamu lupa? Saya bisa baca isi pikiran kamu dan Rita tidak pernah berpikir jelek soal kamu," kata Alex mengingatkan.
__ADS_1
Ney memukul dahinya, dia lupa kalau Alex bisa melakukan itu juga meski berbeda dengan Ney yang jarang tepat. Karena kekurangannya itulah, Ney selalu beranggapan semua orang di sekitarnya termasuk Rita selalu mendoakannya yang buruk dan berpikir negatif.
"Rita tidak pernah berpikir aku yang jelek?" Tanya Ney menggigiti jarinya.
"Apa gunanya? Dalam pikiran Rita sama sekali tidak ada pikiran jelek soal siapapun termasuk kamu atau bahkan aku sendiri, Arnila juga tidak ada. Pikirannya bersih hanya soal masalahnya sendiri atau makanan," kata Alex.
Ney langsung lemas selama ini ya, selama ini dia kenal Rita selaluuuu berpikiran Rita berpikiran buruk tapi ternyata tidak pernah! Apalagi Ney juga pernah berkata kasar pada Rita mengatakan bahwa Rita selalu mendoakannya macan-macam. Dia selama ini telah terjebak didalam lubang kegelapan.
"Kalau sholat aku selalu bisa membaca kok dia mendoakan aku yang buruk. Soal kamu juga," kata Ney memberitahukan.
"Ya Allah, Ney mana adaaa.. Kalau soal aku ya, aku mengaku memang sudah banyak salah kepadanya. Selalu membuat dia menangis, kecewa dan sakit pula. Aku sadar memang aku yang jahat tapi mendoakan kamu yang buruk? Nauzubillah. Rita selalu mendoakan kamu yang baik meski betapa buruknya kamu memperlakukannya sejak dulu sampai sekarang," jelas Alex heran soal pemikiran Ney.
"Tapi tapi..." kata Ney yang kemudian terasa nyeri di dadanya.
"Cobalah kamu lihat dia dengan baik, dia menerima kamu apa adanya, dia tahu kekurangan kamu apa tapi bahkan kamu malah tidak bahagia bila dia berbahagia. Sungguh terlalu. Kamu memang bukan teman baiknya," kata Alex.
Ney merasa tertohok sekali membacanya jauh dari status teman dekat yang hanya bisa mengolok-olok Rita meski niatnya memancing kejujuran. "Kamu tidak penasaran soal hati Rita untuk kamu? Aku saja selalu merasa aneh kenapa dia selalu menyembunyikannya," kata Ney berusaha mengalihkan topik.
"Tidak. Aku terima kalau Rita benar tidak menyukaiku tapi kamu jangan pernah kepo lagi dengan saudaraku atau aku dengan Rita. Wilayah kami sudah bukan wilayah kamu lagi," jelas Alex. Untung saja masalah ini sudah berlalu lama dan Rita juga tidak memperpanjang kan ya lagi tapi berbeda dengan Ney.
"Yakin Rita tidak menyukai kamu? Menurut aku..." kata Ney yang terpotong.
"Rita menganggap aku teman biasa, memang itu yang sebenarnya. Berhentilah berpikir jauh soal Rita dan aku juga menyadari masih banyak kekurangan. Kalau kamu nanti tidak setuju soal aku mendekati Rita, kamu menjauhkan tidak perlu datang dan mendekati lagi. Dan satu lagi," kata Alex sebelum memutuskan obrolan mereka.
"Apa?" Tanya Ney dengan lelah tapi masih penasaran.
"Cari teman yang lain tidak perlu mendekati Rita lagi." Kata Alex terakhir setelahnya memutuskan pada Ameera bahwa dirinya masih mempercayai perempuan Indonesia.
Ameera mengerti karena saat dirinya sedang bersamanya kadang Alex terlihat tidak fokus dan serius. Terus merasa berada jauh entah dimana, Alex mengakuinya kadang dia merasa rindu dengan sosok Rita. Mereka berpelukan untuk terakhir kalinya Ameera memutuskan untuk menikah dan berdoa untuk jodoh Alex.
__ADS_1
Bersambung ...