ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(67)


__ADS_3

Mereka berdua lalu terdiam beberapa menit, Rita memperhatikan Anggara dan Merlin yang saling berpelukan dan tertawa bersama. Kadang Rita memandangi Merlin menarik pipi Anggara karena memikirkan hal yang negatif. Tapi mereka selalu kompak kapan dan dimanapun.


"Semoga kamu mendapatkan pasangan terbaik yang bisa mengerti dan mau menerima kamu apa adanya," ucap Rita pada Alex, tentunya lewat chat.


"Thanks. Kalau kamu?" Tanya Alex.


"Apa?" Tanya Rita tidak mengerti.


"Kejadian lain yang membuat kamu trauma atau membuat kamu tidak ingin terulang lagi,"


"Ada,"


"Apaan tuh?" Tanya Alex.


"Aku tidak mau mengulang kesalahan lagi, salah menerima teman yang tidak layak,"


"Maksudnya?" Tanya Alex.


"Aku akan memegang orang yang layak menjadi sahabat dimana mereka selalu ada di saat aku jatuh, senang, sedih dan sukses. Orang seperti Ney dan Arnila tidak layak. Arnila karena memang aku tidak dekat dan hanya teman biasa jadi tidak ada hak bagiku menyebutnya sebagai teman dekat atau sahabat, meski dia bisa mengerti aku. Seperti Ney yang bilang dia sebagai sahabatku tapi tidak bisa mengerti bagaimana aku dan memilih jalan yang salah untuk memberitahuku. Aku tidak akan memilihnya,"


"Yah sudah kalau begitu kamu yang memilih jalan, aku hanya beritahu jangan membencinya karena dia punya tujuan untuk membuatmu lebih baik," yah terus saja membelanya, Rita sudah tidak mau ambil pusing lagi.


"Apa kamu tahu?" Tanya Rita.


"Ya? Tentang?" Tanya Alex.


"Berapa kali aku membuatnya untuk jadi lebih baik apa menurut kamu, dia berubah?" Tanya Rita yang membuat Alex terdiam. "Berapa kali aku menyarankan sesuatu padanya, apa dia mendengar? Berapa kali aku berusaha mengerti dia, apakah ada dia mengerti aku juga? Aku berusaha menjadi temannya yang terbaik, adakah dia menjadikanku sebagai teman? Dia menganggapku sebagai saingan! Aku yang selalu ada di sisinya dalam keadaan dia duka, kebanyakan karena diselingkuhi dan diputusi secara sepihak, aku yang selalu ada saat dia senang menggila, apa yang akhirnya dia beri padaku? Bukan maksud aku meminta imbalan padanya tapi pikirkan betapa sakitnya aku saat tahu selama itu, dia tidak pernah menganggap aku ada, tidak menganggap aku sebagai temannya saat aku belum mengenali kamu. Yang ada hanya dianggap saingan yang hadir untuk merebut semua kebahagiaan dia atau yang berada di atasnya,"


"Aku mengerti tapi dia itu tidak mungkin sampai menganggap kamu saingan. Yang aku lihat dia baik kok," kata Alex.


"Iyalah. PSK yang dijalanan juga pasti kamu anggap baik kan asalkan bisa memuaskan kamu!"


"Bukan begitu,"

__ADS_1


"Sudahlah, Alex. Sepertinya kamu salah sasaran. Bukan aku yang harusnya kamu kenal tapi Ney, karena kamu juga bukan lelaki baik. Dan aku tidak tahu kenapa Allah membuat aku harus kenal kamu, kalau lihat dari belakang kamu itu, kamu sangat menjijikkan,"


"Yes, I am very disgusting but I want you to seen me at another side and you see it, right? I just hope you will accept me with everything I have ( Ya, aku sangat menjijikkan tapi aku ingin kamu melihat aku di sisi lain dan kamu melihatnya, kan? Aku hanya berharap kau bisa menerima aku dengan segala yang aku punya )," balas Alex dengan mengirimkan emoji menangis.


"Kamu sendiri menerima aku apa adanya? Banyak menuntut ini itu sampai menuntut yang paling mustahil dilakukan. Salah aku apa sama kamu!?" Kata Rita yang emosi untungnya dia chat di taman satunya lagi.


"Nothing ( tidak ada ). Maaf kalau membuat kamu merasa terbebani hanya berpikir itu akan membuatmu lebih baik. Aku ingin nanti bila kita bertemu, kepribadianmu bisa membuat keluargaku menerimamu, hanya itu,"


"Ooooh... jadi kamu ingin supaya orangtuamu menerimaku kamu berusaha mengatur dari ujung rambut sampai ujung kuku kakiku?" Tanya Rita yang supeeer kecewa berat sama bule kurang ajar ini.


"Ya seperti itu," balasnya singkat.


"Go find another woman, I suggest. What I'm looking for is an ordinary man who can accept what he sees as the beauty that is in me. A man who doesn't force his will just for his parents to accept me. What you are looking for is a Princess, not a commoner ( Pergi carilah wanita lain, aku sarankan. Yang aku cari adalah lelaki yang bisa menerima apa yang dia lihat sebagai keindahan yang ada pada diriku. Lelaki yang tidak memaksakan kehendaknya hanya agar orangtuanya menerimaku. Yang kamu cari adalah seorang Putri, bukan rakyat jelata ),"


Mereka terdiam dan cukup lama akhirnya Alex membalas. "Aku tidak memperkenalkanmu pada ibuku sebagai calon istri. Kenapa kamu anggap begitu? Hahahaha,"


"Kalau begitu sangat aneh. Sebagai teman?" Tanya Rita.


"Sebagai teman saja kamu ingin kepribadianku diubah agar bisa diterima jadi teman kamu dalam keluargamu, apalagi nanti kalau kamu mencari istri. Aku semakin harus menjauhimu, pergilah. Aku tidak mau jadi teman kamu, kamu pemilih sama saja dengan Ney," Alex terdiam sepertinya dia mengambil langkah yang salah lagi.


"Aku pusing," katanya tiba - tiba dan Rita tahu itu hanya alasan.


"Bye," jawab Rita cepat.


"Jangaaan jangan pergi. Tolonglah aku mengaku salah yang sudah seenaknya begitu. Maaf! Aku menerima kamu apa adanya, sungguh! Aku hanya menguji saja,"


"Aku serius lelah sama kamu. Menguji itu artinya kamu tidak percaya berhentilah mengatakan kamu percaya kalau kamu masih menguji. Teman yang baik tidak akan pernah mempertanyakan seberapa setia atau percaya pada temannya sendiri. Dan kamu jauh dari itu," jelas Rita.


"Aku sering dikecewakan banyak orang karena aku anak yang memiliki banyak bakat dan uang. Tidak ada teman yang nyata di duniaku, semua yang mendekat setelah tahu siapa aku, mereka melemparkan senyuman "Teman". Saat kusadari mereka semua omong kosong! Kita lupakan yang ini dulu ya.. apa kamu terbuka pada Ney?" Tanya Alex


"Ya aku selalu terbuka dengan siapapun, berbicara seadanya tapi hanya kamu saja yang yakin sepertinya kalau aku penuh muslihat. Dengan siapapun aku selalu berusaha jujur dan berkata satu arah," kata Rita.


"Benar aku juga merasa kamu tidak pernah berbicara hal yang berbeda padaku,"

__ADS_1


"Jadi tolong, buka dengan hati kamu jangan dengar 1 pendapat dari orang yang belum kamu kenal. Tidak semua orang sama dengan orang yang pernah kamu temui, karena semua yang aku katakan itu seadanya. Jangan hanya pakai logika,"


"Maaf kalau kamu sulit mengerti aku atau sebaliknya. Hanya soal Ney, dia banyak berpikir soal kamu, Arnila, aku dan semua orang yang kamu kenal,"


"Apa ada soal berteman atau ingin dekat denganku?" Tanya Rita penasaran.


"Ada tapi semakin aneh pemikirannya kenapa harus serumit itu untuk menjadi teman kamu? Padahal kamu sangat sederhana orangnya, Kamu bisa menerima dia dengan sangat terbuka. Kamu menerima kondisi mereka mau miskin atau kaya, asalkan satu arah kalau berbicara kan. Tapi dia sangat aneh aku sulit mengatakannya,"


"Sama seperti otak kamu kan. Aku juga sulit mengerti otak kamu," kata Rita.


"HAHAHAHA!"


Ibunya memperhatikan Rita yang terus tertawa menatap hpnya dan menghela nafas menyerah soal Rita karena dia yang menjalankannya. Ibunya hanya berharap semoga Rita cepat menemukan pasangan hidupnya dan segera keluar dari rumah.


"Ri, kita mau pulang ya tampaknya teman kamu memang tidak akan memberi kabar deh," kata Merlin kecewa.


"Tenang saja, aku ada rencana. Mau coba ajak dia, kira - kira dia langsung mau atau beralasan?" Kata Rita dengan mengedipkan salah satu matanya pada mereka berdua.


"Ok deh. Sudah malam nih, tante kita mau pulang," kata Merlin yang langsung menyalami orangtua Rita.


"Oh iya makasih ya kuenya enak banget dan banyak!" Sambut ibunya Rita tersenyum.


"Iya sama - sama, tan. Besok jangan lupa datang ya! Salam buat adik kamu, Ri!" Rita sekeluarga kemudian melambaikan tangan pada Merlin dan Anggara lalu melaju pergi. Rita kemudian masuk ke dalam kamarnya dan memeriksa chat, takutnya Ney memberi kabar. Tapi tidak, hmmm...


"Eh, besok kamu ada rencana pergi lagi ke Unpad?" Ney tiba - tiba datang.


"Kenapa?" Tanya Rita yang penasaran.


"Tidak hanya bertanya..."


"Nih, aku dapat undangan dari Merlin, kamu mau ikut datang tidak?" Kita lihat apa jawabannya.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2